I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 138



Duhh aku ditanyain malam pertama mulu huhuh:((


Mohon maaf ya readers kalau kalian kecewa karena aku ga akan bikin cerita malam pertama mereka.


Di eps 128 disitu ada part pas pagi saat bangun tidur Melliza mengingat kejadian malam setelah hari pernikahan yang membuatnya tersenyum malu dan juga ada part dimana Alvi bilang "Terima kasih sayang untuk semuanya, aku janji akan selalu membahagiakan kamu".


Nah dari part itu mereka udah melakukan Malam pertamanya guys.


Selamat Membaca✨


***


Tak terasa mereka berdua telah empat hari di Maldives dan hari ini saatnya mereka harus pergi dari tempat indah tersebut. Mereka tidak akan langsung pulang ke Indonesia tapi mereka akan melanjutkan kembali honeymoon ditempat yang berbeda, yaitu Swiss.


Dari banyaknya kota yang ada, mereka memilih kota Davos yang berada di lereng gunung Alpen. Kota Davos diyakini sebagai kota tertinggi yang ada di Swiss dan juga Eropa sehingga dapat dipastikan jika pemandangan disana akan sangat menakjubkan.


Ketika sampai hari sudah gelap, mereka memilih untuk berdiam di resort dari pada harus jalan-jalan keluar karena cuaca sangat dingin dan mereka pun baru saja tiba sehingga harus beristirahat terlebih dahulu.


Sebelum tidur mereka menyempatkan diri untuk melihat pemandangan indah dibalkon kamar. Karena cuaca sangat dingin Melliza pun kini membuat teh hangat untuk Alvi yang masih berada dibalkon. "Sayang, ini aku buatin teh" ucapnya sambil memberikan gelas berisi teh.


"Terima kasih sayang" ucap Alvi menerimanya.


Alvi melihat Melliza melipatkan kedua tangannya diatas dada, Alvi pun langsung meletakan teh tersebut ke meja yang berada di sampingnya. Kemudian dia melingkarkan kedua tangannya pada perut sang istri.


Melliza sama sekali tidak terkejut justru dia hanya tersenyum dan menangkup tangan Alvi yang melingkar diperutnya. Kemudian dia menggelinjang geli karena ulah Alvi yang menempelkan wajahnya diceruk leher Melliza.


Lama kelamaan bukan hanya menempel tapi laki-laki itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya dan sesekali menciumnya.


"Geli" rengek Melliza.


Alvi menghentikan aksinya, lalu ditatapnya kedua mata sang istri. Alvi mendekatkan wajahnya pada wajah Melliza dan memberikan sebuah kecupan dikening, dimata, dihidung, dipipi dan juga dibibir merah Melliza.


Kemudian Alvi menggendong Melliza ala bridal style ke dalam kamar. Dan dia membaringkan tubuh istrinya dengan sangat hati-hati. Melliza jadi teringat saat beberapa minggu lalu, saat malam pertama mereka terjadi setelah acara resepsi pernikahan.


Malam pertama itu terjadi seperti malam ini, sangat romantis dan juga lembut. Ah tidak, bukan hanya malam pertama dan malam ini saja tapi setiap melakukannya pun Alvi memang selalu lembut.


"Kita ga boleh bikin kecewa Papah sama Mamah. Jadi kita harus selalu berusaha supaya saat nanti pulang kita jadi bertiga dengan dia" ucap Alvi sambil mengelus perut rata Melliza.


***


Beberapa kali Alvi mengusap lembut pipi Melliza, membuatnya sedikit terusik dan menggerakan tubuhnya.


"I love you" ucap Alvi pelan sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya karena gerakan Melliza tadi membuat selimut itu sedikit menurun.


Alvi pun segera memakai bajunya lalu berjalan menuju kamar mandi. Beberapa menit setelah Alvi ke kamar mandi Melliza terbangun dari tidurnya. "Uh udah pagi ternyata" ucapnya sambil menguap.


"Kemana dia?" sambungnya saat sadar Alvi tidak ada disana, kini kedua matanya mencari sosok Alvi. Kemudian terdengar suara air menyala dikamar mandi dan Melliza dapat menebak jika Alvi saat ini sedang mandi.


Lima belas menit kemudian Alvi keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya menutupi bagian bawahnya sedangkan dada kotaknya dibiarkan terlihat dan satu tangan kanannya dia gunakan untuk menggosokkan handuk kecil pada rambut basahnya.


"Sexy" gumam Melliza pelan ketika melihat Alvi.


"Udah bangun Sayang?" ucap Alvi baru sadar jika Melliza kini sudah bangun dan duduk diatas ranjang.


Melliza yang sedang melamun kagum suaminya seketika langsung tersadar saat mendengar suara itu. "Eum i-yaa, kenapa ga bangunin aku?" ucapnya sedikit gugup dengan pipi yang tiba-tiba memerah.


"Aku ga tega bangunin kamu, takut kamu masih lelah sayang" ucap Alvi.


"Eh kenapa ko pipinya merah gituh? Terpesona ya ngeliat tubuh aku yang sexy?" ucapnya dengan genit.


"Ish pede banget sih" ucapnya mengalihkan pandangan dari Alvi. Bukan hanya Melliza tapi wanita lain pun jika melihat pemandangan seperti ini akan langsung terpesona dan langsung jatuh cinta saat melihat wajah tampan dan tubuh sexy Alvi.


"Emang benerkan sayang? Aku perhatiin dari tadi kamu liatin aku mulu, sampai ngeces gituh" ucapnya menggoda Melliza.


Melliza langsung meraba bagian bibirnya dan seketika Alvi yang melihat itu tertawa. "Ih kamu nyebelin" ucap Melliza ketika tau Alvi berbohong hanya untuk menggodanya.


***


Duh gimana-gimana nih eps kali ini? Komen ya teman-teman dibawah. Jangan lupa juga di like dan sekalian juga di vote pake poin.


Terimakasih luvv💛💛💛💛