I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 155



Di tengah malam seperti ini seharusnya wanita hamil berada di dalam rumah namun berbeda dengan Melliza. Wanita itu kini mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas normal.


Sesekali tangannya memukul stir mobil akibat tak kuasa lagi menahan sesak yang ada di dalam dadanya. Tak hanya itu Melliza pun berteriak hanya untuk membuat hatinya sedikit lega. Tapi nyatanya wanita itu malah lebih terisak lagi.


Air mata yang terus keluar membuat pandangannya menjadi buram dan dengan terpaksa Melliza menepikan mobilnya karena dia masih menyayangi diri sendiri dan anak yang ada dalam kandungannya.


Kini dia menundukkan kepalanya pada stir mobil, menumpahkan rasa kesal dan sakit hatinya. Lalu tiba-tiba ponselnya berdering, sejenak Melliza mengabaikannya takut itu telpon dari Alvi.


Tapi salah, laki-laki itu bahkan tidak ada menghubunginya. Layar ponsel itu menunjukkan nama Mybestie Salsa. Dengan cepat Melliza menghapus air matanya, menghembuskan nafasnya agar kembali normal.


"Hallo" ucap Melliza ketika menjawab panggilan telpon sahabatnya.


"Ih Syaa loe ko lama sih jawabnya. Lagi ngapain sih loe sampai chat gue aja loe abaikan. Gue tuh takut sendirian disini, Audi susah gue hubungi sedangkan Haikal dia lagi tugas. Loe ga kasian sama gue? Eh atau jangan-jangan suami loe udah pulang ya? Gue ganggu loe yang lagi buat debay ya Syaa?" ucap Salsa terus berbicara tanpa memberikan Melliza waktu untuk menjawabnya.


"Loe ko diem aja sih Sya?" tanya Salsa ketika Melliza tidak meresponnya.


"Gimana gue mau jawab sedangkan loe terus bicara" jawabnya dengan suara serak khas orang menangis.


"Syaa suara loe kenapa? Seksi gituh deh" ucap Salsa.


Ditanya seperti itu Melliza malah kembali menangis dan membuat Salsa yang berada disana menjadi bingung dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi kepada sahabatnya itu.


"Loe kenapa sih? Ngomong dong Syaa! Loe lagi nonton drakor ya? Huh atau jangan-jangan Alvi KDRT sama loe?" tanya Salsa.


"Gu-gue sakit hati Sal. Sakit banget, gue ga kuat" ucap Melliza terus menangis memegangi dadanga bahkan dia sampai bicara dengan tersedu-sedu.


"Loe dimana sekarang?" tanya Salsa khawatir.


"Gue lagi di dalam mobil, gue sekarang dipinggir jalan" jawabnya.


"Ko bisa? Alvi dimana Syaa?" tanyanya.


"Gue sendiri Sal" jawab Melliza.


Salsa keluar dari appartementnya dan dia membuka aplikasi ojek online untuk menemui Melliza. Beruntung dengan cepat Salsa mendapat driver yang siap mengantarnya.


Sahabat Melliza yang satu itu sedang berada di kota yang sama dengan Melliza karena dia mulai dua hari ke depan akan bekerja disini. Tadi siang dirinya baru saja tiba dan rencananya mereka akan bertemu besok pagi di appartement barunya.


Sekitar tiga puluh menit Salsa sudah sampai. Dia melihat mobil Melliza yang terparkir di pinggir jalan, Salsa pun berjalan menghampiri Melliza dan mengetuk pintu kaca mobil tersebut.


Melliza langsung membukanya dan keluar memeluk Salsa. Tangisnya yang tadi sudah mereda kini malah menjadi lagi ketika bertemu sahabatnya. "Tenang Syaa tenang. Loe bisa cerita sama gue, loe ga sendirian, gue ada disini sekarang buat loe" ucap Salsa sambil mengelus punggung Melliza, mencoba menenangkannya.


Walaupun banyak orang yang dengan sengaja memelankan laju kendaraannya hanya untuk melihat adegan Melliza yang menangis sambil memuluknya. Salsa tidak merasa risih dan meminta sahabatnya untuk melepaskan pelukannya, tapi dengan sengaja dia membiarkannya. Itu semua dia lakukan agar Melliza bisa sedikit merasa lebih nyaman.


"Sal gu-gue" ucap Melliza melepaskan pelukannya dan dia mencoba bercerita kepada Salsa.


"Udah nanti aja ceritanya. Ayo sekarang loe masuk, gue yang nyetir" ucap Salsa.


"Sekarang kita mau kemana nih? Ke rumah apa ke appartement loe? Atau mau ke appartement gue?" tanya Salsa sambil mengemudi.


"Ke appartement loe aja, gue takut Alvi nyusul gue kalau gue disana" jawabnya. Selama ini Melliza memang tidak menjual appartement yang dulu sempat dia tempati selama bekerja di perusahaan Alvi.


Salsa menoleh ke arah Melliza keyakinannya akan Melliza yang sedang tidak baik-baik saja menjadi semakin kuat. "Gue lagi pengen sendiri Sal, gue mau nenangin diri dulu" ucap Melliza seolah tau apa yang dipikirkan Salsa.


***


Gimana nih gimana eps kali ini? Lanjut lagi ga? Tahan duluu, sabar yaaa. Aku nunggu likenya banyak dulu๐Ÿ˜…


Aku mau ngucapin Terima kasih banyak ya atas dukungan kalian yang sudah like, komen, atau pun vote๐Ÿ™


Dan aku mau ingetin lagi agar kalian terus like, komen dan vote setiap eps yaa๐Ÿ™


Yang belum kasih rate bintang lima tolong ya mohon bantuannya kasih rate.


Tengkyuu luvv๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š