I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 179 Extra Part



Empat bulan kemudian....


Malam ini Alvi sengaja membawa Melliza untuk dinner di restoran mewah. Tepat hari ini mereka merayakan hari jadi pernikahan yang ke lima, perjalanan hidup bersama selama lima tahun sebagai pasangan suami istri nyatanya tidak begitu mudah untuk mereka lalui.


Diantara banyaknya kebahagiaan yang menghampiri pernikahan mereka, nyatanya banyak juga kerikil yang harus mereka lalui, kerikil tersebut membuat mereka harus lebih bersabar dan hati-hati agar tidak tersandung.


Salah paham, kecemburuan dan godaan lainnya memang sering menimpa setiap rumah tangga, tapi beruntung mereka berdua mampu melewatinya dengan baik dan bijak. Semua masalah yang datang dapat mereka lalui, keyakinan, kepercayaan dan cinta yang bisa membuat mereka selalu bersama sampai saat ini.


"Terima kasih sayang sudah senantiasa setia, sabar dan mengerti aku. Terima kasih sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak-anak aku. I love you." ucap Alvi menggenggam tangan Melliza lalu menciumnya.


"I love you more." jawab Melliza tersenyum.


Tiba-tiba senyuman yang terukur dibibir Melliza perlahan hilang, digantikan oleh ringisan. Wajahnya berubah menjadi pucat dan kini tubuhnya dipenuhi keringat dingin. "Sayang kamu kenapa?." tanya Alvi panik.


"Perut aku, perut aku sakit sayang." jawab Mellizza dengan terbata-bata.


Alvi pun berdiri dari kursinya, lalu dia menghampiri Melliza. Alvi berjongkok mengusap perut besar istrinya, karena ketika diusap oleh Alvi biasanya kram pada perut Melliza akan segera hilang. "Tetap sakit, aku kayanya mau ngelahirin sayang." ucap Melliza.


"Astaga, benar juga. Kata dokter kamu akan melahirkan diminggu ini." ucap Alvi panik lalu seketika dia mengambil tas Melliza dan mengalungkannya pada dirinya. Setelah itu dia menggendong istrinya ala bridal style.


"Kita ke rumah sakit sekarang sayang." ucap Alvi sambil menggendong Melliza menuju mobilnya.


Manajer restoran yang mengenal baik Alvi kini menghampirinya dan menanyakan ada apa dengan Melliza. Alvi pun memberitahunya dan meminta bantuan untuk mengambil mobilnya yang terparkir lumayan jauh agar tepat berada di depan pintu restoran.


"Baik, saya akan membawa mobil bapak. Bapak dan ibu tunggu saja di depan." ucap Manajer restoran tersebut.


Para pelayan lain menawarkan bantuan pada Alvi agar tidak sendirian menggendong Melliza, tapi dia bersikeras tidak mau orang lain, tepatnya pria lain yang membantunya menggendong Melliza.


"Tidak perlu, saya bisa sendiri." ucap Alvi menolaknya.


Alvi sudah sampai di depan restoran dan kini mobilnya sudah terparkir tepat di depannya, dengan segera dia membawa Melliza masuk ke dalam mobil dan memakaikan seatbelt untuk istrinya. "Terima kasih." ucap Alvi pada Manajer restoran tersebut.


"Semoga lancar proses persalinannya Pak." ucap Manajar tersebut yang dibalas senyuman oleh Alvi.


Alvi pun kini mengendari mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia merasa benar-benar khawatir karena melihat sang istri yang sedang berada di sampingnya terus menangis menahan sakit yang luar biasa.


"Sabar sayang, sebantar lagi sampai." ucap Alvi menggenggam tangan istrinya.


"Gabrian sama Gabriella pasti nunggu kita sayang, kamu kabarin Mamah. Aku ga mau mereka nunggu kita lama." ucap Melliza yang dalam sakitnya masih mengingat anak kembar mereka.


Anak kembarnya memang ia titipkan kepada ibu mertua dan juga adik iparnya. Alvi yang meminta itu karena dia tidak ingin si kembar di rumah sendirian hanya dengan baby sister mereka.


Tadi sebelum pergi, Melliza janji hanya akan pergi sebentar dan akan dengan cepat menjemput mereka. Oleh sebab itu dia tidak mau kedua anaknya menangis karena menunggu lama mereka berdua menjemputnya.


Alvi pun mengambil ponsel dari dalam saku celananya lalu menelpon Mamahnya memberitahu agar dia menjaga anak kembarnya dan memberitau mereka jika Mommy nya akan segera melahirkan, dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.


***


Setelah menjalani operasi caesar selama kurang lebih satu jam, akhirnya kini Melliza dan bayinya sudah berada di ruang kamar inap. "Mommy." ucap Gabrian dan Gabriella berlari menuju arah Melliza.


"Sayang, jangan lari-lari nanti kalian jatuh." ucap Melliza.


"Mommy tadi kita semua nunggu diluar, Mommy lama banget keluarnya. Gaby khawatil sama Mommy." ucap Gabriella membuat Melliza tersenyum.


"Mommy ga apa-apa ko sayang." ucap Melliza.


"Maaf ya Mommy udah bikin kalian berdua nunggu lama." sambung Melliza mengusap dan mencium kepala anaknya bergantian.


"Mom dia cowokkan kaya Brian?." tanya Brian.


"Adiknya perempuan sayang, tapi tenang aja bisa kamu ajakin main ko." ucap Melliza, pasalnya anak laki-lakinya itu menginginkan seorang adik laki-laki agar bisa diajak bermain bersamanya.


"Tuh kan, benar kata aku. Dedek bayinya cewek Blian." ucap Gabriella bangga membuat semua yang ada disana tersenyum. Kecuali Gabrian, kini dia terlihat sedih mengetahui jika adiknya perempuan.


"Sayang, walaupun dedeknya perempuan tapi Brian harus tetap sayang. Dia adik Brian, tetap harus dijaga." ucap Alvi mencoba membuat anaknya tidak bersedih.


"Iyaa Daddy, Brian akan tetap sayang ko, walaupun adik cewek." ucap Brian.


"Tapi nanti Daddy sama Mommy kasih adik lagi ya, tapi please Brian mau adiknya cowok." sambung Brian membuat semua orang tertawa.


"Boleh tuh Vin saran anak kamu." ucap Pak Putra tertawa.


"Kalian udah kasih nama belum?." tanya Bu Icha.


"Udah Mah, Ghea namanya." jawab Alvi.


***


Satu bulan kemudian, kini keluarga kecil itu sedang berkumpul ditaman belakang rumah mereka. Melliza dan Alvi tampak bahagia ketika melihat anak kembarnya yang sedang berlarian saling mengejar.


Keduanya tumbuh aktif, belum lagi si kecil Ghea yang sangat menggemaskan. "Mereka lucu ya, semoga kelak ketika mereka sudah besar, mereka akan terus saling menyayangi dan hidup rukun." ucap Alvi menatap Melliza yang sedang menggendong Ghea.


"Aku yakin mereka akan terus selalu menyayangi sayang, walaupun terkadang mereka suka bertengkar, tapi mereka tidak akan pernah bisa saling membenci." ucap Melliza.


Kemudian tiba-tiba kedua anak kembarnya menghampiri mereka. Gabrian memeluk kaki Melliza, sedangkan Gabriella memeluk kaki Alvi. "I love you Mommy, Daddy." ucap mereka berdua kompak membuat Alvi dan Melliza tersenyum bahagia.


"I love you more, sayang." ucap Melliza dan Alvi bersamaan, tidak ingin kalah kompak dengan anak kembarnya.


*****


END~


Haiii... I LOVE YOU MY BOSS sudah berada diakhir cerita. Terimakasih yang sudah senantiasa menunggu extra partnya ILYMYB.


Buat teman-teman aku mau kasih tau, aku punya satu lagi cerita. Judulnya UNEXPECTED LOVE, cerita ini menceritakan tentang Callissa, seorang gadis yang bisa dikatakan trauma tidak mau berhubungan dengan seorang pria tampan dan terkenal. Namun pada akhirnya, Callissa malah terjebak dengan sosok pria yang sangat ia ingin hindari. Pria itu tak lain adalah sahabat Kakaknya sendiri.


Jangan lupa mampir ya, karena nanti kelanjutan baby kembar akan berhubungan dengan cerita unexpected love.


Terimakasih atas dukungan kalian selama ini.


Love💚💚💚💚💚💚💚