I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 153



Hallo... Aku datang lagi hari ini.


Semoga suka dan ga bosen sama ceritanya yaa🙏


Selamat Membaca✨


***


Empat hari kemudian. Setelah Alvi dan Andre melihat proyek pembangunan Mall, mereka memutuskan untuk pergi ke cafe sebelum kembali ke kantor. Tak disangka Alvi bertemu dengan temannya yang seorang dokter di parkiran depan cafe.


Dokter itu dulu sempat memeriksa Melliza yang pingsan. Dia tak lain adalah David. "Hey bro" sapa David pada mereka.


"Hallo brother" ucap Andre sambil membalas tos pada David, begitupun dengan Alvi.


"Mau kemana loe?" tanya Alvi.


"Gue udah mau balik lagi ke rumah sakit" jawabnya.


"Santai kali bro, kita nongkrong dulu. Udah lama juga kan ga bareng-bareng nih" ajak Andre.


"Sorry deh, tapi sekarang gue masih ada jadwal. Lain kali gue bakalan gabung lagi sama kalian" ucapnya.


"So sibuk loe Dav" ucap Alvi mengingat sahabatnya yang satu itu jarang bersama mereka.


"Gue emang sibuk. Eh selamat ya bro" ucap David yang tiba-tiba membuat Alvi dan Andre menatapnya.


"Maksud gue selamat loe bentar lagi jadi bapak" ucap David dengan nada meledek.


"Bapak?" tanya Alvi bingung.


"Wah loe ga bilang sama gue Vin, tega loe sama sahabat sendiri ga cerita" ucap Andre.


"Apaan sih loe, siapa yang mau jadi bapak? Orang istri gue belum hamil" jawab Alvi.


"Hah seriusan loe? Waktu hari apa, gue lupa. Gue liat istri loe keluar dari ruangan dokter kandungan Vin" ucap David yang membuat Alvi mengernyitkan keningnya.


"Loe salah liat kali Dav, lagian istri gue ga bilang apa-apa" jawabnya.


"Iyaa kayanya ya gue salah liat" ucap David sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Lagian ga mungkin juga kan kalau Melliza hamil ga bilang sama Alvi" ucap Andre.


"Nah iya juga. Emang mata gue aja kali ya salah, lagian gue juga baru beberapa kali ketemu istri loe" ucap David.


"Yaudah deh gue balik dulu ya" pamit David.


Alvi dan Andre pun kini sudah berada di dalam cafe tersebut. Suasana disana cukup sepi karena jam istirahat kantor sudah berakhir. Sejak mendengar perkataan David tadi, Alvi terus kepikiran dengan ucapan sahabatnya itu.


"Kenapa sih loe bengong gituh?" tanya Andre.


"Gue tau nih, loe pasti kepikiran ucapan David kan?" tanya Andre.


Alvi hanya diam saja tidak menjawab ucapan Andre. Sahabatnya itu memang selalu tau apa yang sedang dipikirkan olehnya.


"Udahlah ga usah loe pikirin, mungkin orang itu bukan Melliza. Lagian David juga bilangkan kalau dia baru ketemu beberapa kali sama Melliza, jadi dia belum paham betul itu Melliza atau bukan. Dan lagi, kalau itu Melliza dia pasti cerita sama loe, ga mungkin hal bahagia gini ga cerita" ucap Andre menenangkan sahabatnya.


"Dan inget Vin, kalau itu beneran Melliza bisa jadi dia lagi konsultasi sama dokter kandungan biar dia cepat hamil. Ga selamanya orang yang pergi ke dokter kandungan itu hamil Vin" sambung Andre.


"Iyaa sih" jawab Alvi singkat kemudia meminum minumannya.


**


Setelah pulang kantor, seperti biasa Melliza menyambut Alvi pulang di depan rumah. Melliza mengambil tas yang berada di tangan Alvi, lalu mencium punggung tangan suaminya.


"Mau makan atau mandi dulu sayang?" tanyanya.


"Aku mandi dulu deh" jawab Alvi.


"Yaudah aku siapin dulu" ucap Melliza yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.


"Syaa" tanya Alvi yang menghentikan langkah istrinya.


"Kenapa sayang?" jawab Melliza.


"Kamu lagi ga menyembunyikan apapun kan dari aku?" tanya Alvi curiga.


"Eum engga ko" jawab Melliza yang sedikit gugup dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, mengisi bathup dengan air hangat untuk suaminya.


Alvi pun langsung masuk ke dalam kamar mandi, saat berendam dia terus memikirkan sesuatu. Dia merasa curiga pada Melliza karena saat ditanya seperti orang gugup yang menyembunyikan sesuatu. Hatinya semakin resah dan takut memikirkan perkataan sahabatnya tadi siang.


Jika perkataan David itu benar seharusnya dia merasa bahagia bukan? Tapi ada benarnya juga kata Andre, tidak semua orang yang pergi ke dokter kandungan sedang mengandung. Bisa saja Melliza datang ke dokter kandungan untuk konsultasi agar cepat hamil.


Tapi satu hal yang membuat pikirannya terganggu dan bertanya-tanya, mengapa Melliza menyembunyikan hal penting itu darinya?


Setelah selesai mandi, Alvi segera memakai baju yang sudah Melliza siapkan di atas tempat tidur. Karena Melliza tidak ada di kamar, Alvi memanfaatkan itu dengan mencari barang bukti. Mungkin jika benar Melliza pergi ke dokter kandungan, pasti Melliza memiliki catatan atas konsultasinya bukan?.


***


Teman-teman jangan lupa ya di like, di komen, di vote dan jangan lupa kasih rate bintang 5.


Tolong ya di kasih bintang 5, sedih aku tuh ada yg kasih rate jelek soalnya jadi turun ratenya. Padahal aku udah berusaha bikin cerita semenarik mungkin:((


Ga akan bosen deh pokonya aku minta bantuan ke kalian buat like, komen, vote dan kasih rate bintang lima.


Karena kalau kalian melakukan itu aku akan sangat bahagia dan makin semangat nulis cerita selanjutnya.


Terimakasih💚💚💚💚