
Melliza kini sudah berada di dalam mobil nya, dia pun membuka tas dan melihat handphone nya. Ternyata ada beberapa pesan dari sahabatnya yaitu Salsa dan Audi, lalu ada panggilan tak terjawab dari Ibu nya, dan yang lebih mengejutkan ada pesan pada malam hari dari Bos nya.
Melliza segera membuka pesan dari Alvi. "Gimana keadaan lu? Udah mendingan?". Itulah isi pesan dari Alvi.
Melliza bingung tak percaya Alvi mengirim pesan itu.
"Dia kaya nya ga sadar deh ngirim itu ke gua. Gimana bisa cowo dingin, sombong gituh perhatian? ke bawahannya lagi" gumam Melliza sendiri.
Kemudian Melliza pun pergi ke apartement nya, setelah sampai di depan pintu apartement nya ada sebuah bingkisan parsel buah-buahan.
"Ko ada di ini sih? Buat siapa? Apa salah kirim?" ucap Melliza tak percaya, lalu melihat kiri kanan memastikan siapa tau orang yang mengirim itu masih ada disana. Tapi di bingkisan itu ada sebuah kartu ucapan, Melliza pun langsung membukanya.
"Cepet sembuh- Alvi"
Itu lah pesan dalam kartu ucapan yang Melliza buka. Dia sebenarnya merasa senang karena orang yang dari dulu dia taksir perhatian. Tapi Melliza berusaha terus menyangkalnya, karena sikap Alvi yang menyebalkan kepadanya, dan agar perasaan itu tidak terus tumbuh dari hatinya.
"Hah serius nih orang? Mungkin dia ngerasa bersalah kali ya? Gara-gara dia maksa, kan gue jadi drop kemarin" ucap nya dalam hati.
Melliza pun masuk, dia membuka chat Alvi lalu memikirkan pesan apa yang akan dia kirim.
"Saya baik baik saja. Terima kasih Pak, buah-buahannya" Itulah pesan yang telah Melliza ketik, tapi dia ragu mengirim nya dan akhirnya menghapus kembali.
"Tapi kalau gua ga ngucapin makasih, ntar gua dibilang ga tau terima kasih dong? Dia kan udah bela-belain beli ini, ya walau pun gua yakin pasti bukan dia yang ngirim" gumam Melliza sendiri.
Sampai akhirnya, Melliza memutuskan untuk mengirim pesan kepada Alvim "Terima kasih Pak, buah-buahan nya" Itu lah pesan yang di kirim Melliza kepada Alvi.
Ditempat lain, kini Alvi telah mengendari mobilnya dan telah membaca pesan dari Melliza. "Huh ngapain sih gua pake nanyain kabar dia segala, pake nyuruh orang buat kirim parsel buah segala. Orang dia ga kenapa-kenapa, malah asik nge mall" ucap Alvi menyesal dalam hati.
Elvina perempuan yang tadi bersama Alvi dan tak lain adalah adik satu-satu nya. Dia yang melihat wajah kesal kakaknya setelah membaca pesan langsung bertanya. "Kenapa Kak? Ko kaya kesel gituh" ucap Elvina.
"Ga apa-apa ko Dek" ucap Alvi tersenyum.
Elvina adik Alvin.
Tiba-tiba handphone Alvi berbunyi kembali, ternyata itu pesan dari Clara. Clara sekarang berada di apartement Alvi menunggu nya. Alvi yang mengetahui itu bingung harus bagimana menghadapi Clara.
"Vin aku ngomong sama kamu" ucap Clara kepada Alvi.
"Ada apa?" ucap Alvi dingin. Alvi yang melihat sekeliling ramai langsung mengajak Clara untuk menuju apartementnya.
Setelah masuk ke dalam apartement, Alvi langsung to the point menanyakan maksud Clara.
"Ada apa?" tiba tiba Clara langsung memeluk Alvi.
"Aku tau dulu aku egois, aku salah udah nyia-nyiain kamu. Aku minta maaf Vin, asal kamu tau aku masih sayang sama kamu. Aku udah disini, aku mau kita kaya dulu lagi" ucap Clara dengan nada lirih.
"Udahlah yang udah biarkan berlalu. Lagian aku denger kamu waktu itu udah punya pacar lagi kan?" ucap Alvi.
Sebenarnya Alvi masih menyukai Clara, hanya saja dia tidak terima Clara memutuskan hubungan karena hal spele. "Aku udah berakhir sama dia, aku ga benar-benar sayang ke dia, aku cuman sayang sama kamu Vin"
Alvi terus mencari alasan untuk menolak Clara, dia teringat bahwa dirinya mengaku pada Clara telah berpacara dengan Melliza. "Tapi kan kamu tau, aku udah punya Melliza"
Mendengar itu Clara hanya diam ntah apa yang dia pikirkan.
Clara melepaskan pelukannya pada Alvi, lalu menatapnya. "Kamu bisa pelan-pelan jelasin ke Melliza, aku bakalan nunggu kamu Vin. Aku ga akan bilang ke Melliza kita balikan. Aku mohon kasih aku kesempatan kedua Vin"
.
.
.
.
.
.
.
Jeng jenggg gimana yah kira kira bakalan balikan lagi ga ya mereka?
Jangan Lupa like dan komen