
Malam ini Melliza sudah siap dengan dress putih diatas lutut, walaupun perutnya sudah terlihat sangat besar karena usia kandungan yang sudah memasuki usia tujuh bulan, tapi sama sekali tidak mengurangi kecantikan wanita itu. Justru perut buncitnya terkesan membuatnya bertambah seksi.
"Cantik banget sih istri aku." puji Alvi memeluk Melliza dari belakang saat istrinya itu sedang bercermin.
"Jadi ga rela pergi, takut diliatin sama cowok lain." ucapnya dengan nada dibuat sedih.
"Ga akan ada cowok yang mau sayang, ga liat nih perut udah gede banget ginih." ucap Melliza murung.
"Tapi tetep cantik ko, malah tambah seksi." goda Alvi sambil mencium pipi istrinya.
Melliza kali ini diajak jalan oleh Alvi, entah kemana mereka akan pergi. Yang jelas dia begitu senang saat malam minggu diajak keluar. Rasanya seperti sedang pacaran lagi, menikmati jalanan kota yang ramai berdua di dalam mobil sambil mendengarkan lagu kesukaan mereka.
Tapi satu yang tidak Melliza sukai saat ini, bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Alvi. Sungguh itu seketika merusak moodnya, karena bukan cuman sekali tapi berkali-kali dan itu Alvi balas dengan sesekali melirik ke arah Melliza, tingkah suaminya itu membuat dia curiga.
"Siapa sih? Ko bunyi terus?." tanya Melliza curiga.
"Biasa si Andre." jawab Alvi sambil kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.
"Apa emang?." tanya Melliza penasaran.
"Bukan apa-apa ko sayang." jawabnya.
Melliza hanya bisa diam ketika Alvi menjawab itu. Dia curiga kepada suaminya, karena biasanya Alvi tidak akan bersikap mencurigakan seperti itu. Dia tidak pernah membalas pesan sambil melirik Melliza seperti takut ketauan sesuatu.
"Ko jadi diem sayang? Beneran itu Andre ko." ucap Alvi ketika sikap istrinya berubah.
"Iya percaya ko sayang." jawabnya sambil memberikan senyum terpaksa.
Dan kini setelah tiga puluh menit diperjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah hotel bintang lima yang tak lain adalah hotel milik Alvi sendiri. "Ayo sayang." ajak Alvi sambil melepaskan seatbelt milik istrinya.
Melliza tidak bertanya mereka ke sini untuk apa, dia menduga Alvi mengajaknya kesini hanya untuk makan malam biasa. "Selamat Malam Pak, Bu." sapa pelayan hotel dengan ramah ketika mereka datang.
"Iya, Selamat malam." jawab Melliza ramah sedangkan Alvi hanya tersenyum.
Alvi terus menggandeng tangan Melliza, sampai di dalam lift Alvi meminta istrinya itu untuk menutup mata. "Ga mau ah, aku takut jatuh. Nanti kepeleset gimana?."
"Sayang, kan ada aku. Ga mungkin aku bikin kamu jatuh apalagi kepeleset. Pokoknya kamu tutup mata, nanti aku pegangin kamu dan ngarahin kamu." Dan akhirnya Melliza menurut apa kata suaminya, dia menutup matanya.
"Jangan ngintip sayang." ucap Alvi yang takut Melliza diam-diam membuka matanya.
"Engga ko engga."
"Stop sayang." ucap Alvi ketika telah sampai di tujuan mereka.
"Nanti pada hitungan ketiga, kamu buka mata ya sayang." Mendengar ucapan suaminya Melliza menganggukan kepala sebagai jawaban dia mengerti.
"1....2....3." ucap Alvi kemudian terbukalah kedua mata Melliza yang indah. Dia mengerjapkan matanya, begitu terkejut ketika melihat orang-orang terdekatnya berada dihadapannya. Disana juga terdapat dekorasi yang bertuliskan namanya lalu dibawah namanya itu terdapat tulisan 'Baby Shower'.
"Surprise." ucap mereka semua yang ada disana.
"Sayang." ucap Melliza menatap Alvi karana tak percaya dengan yang ada dihadapannya.
"Iyaa, aku minta bantuan mereka semua untuk ada disini. Sahabat-sahabat kamu, dan orang tua kita. Asal kamu tau, yang tadi kirim pesan memang Andre. Dia tanya aku masih dimana dan bilang semuanya sudah siap." ucap Alvi.
Alvi memang meminta bantuan kepada orang tuanya, orang tua Melliza untuk datang pada malam ini, tak lupa menyuruh sepupu Melliza juga. Lalu meminta tolong kepada Salsa agar Audi datang, dan tentunya pada Andre agar memberitahu pada Tania untuk ikut serta dalam acara baby shower Melliza.
"Makasih sayang, Maaf aku tadi udah berpikiran buruk." Melliza langsung menghambur memeluk suaminya, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan surprise seperti ini. Melihat Audi, Salsa, Tania, Andre, sepupu dan keluarga mereka ada dihadapannya sangat membuatnya bahagia.
"Ehem, ga kangen nih sama yang ada disini." ucap Audi sambil berdehem saat pasangan suami itu sedang berpelukan.
Mendengar itu Melliza tertawa, sahabat satunya ini memang tidak pernah berubah. "Kangen banget." ucap Melliza sambil sedikit berlari kecil.
"Gue juga kangen lo banget, Sya." peluk Audi.
"Gue iri, Salsa disini kumpul sama loe. Kalian jahat banget cuman ngirim foto-foto pas lagi jalan tanpa gue." sambung Audi sedih.
Sedangkan Salsa hanya menertawakan Audi. "Makanya ayo pindah kesini, biar kita kumpul." ucap Salsa.
"Oke, oke nanti gue pertimbangkan." ucap Audi melepaskan pelukan Melliza.
Setelah Audi selanjutnya Melliza memeluk para sepupunya, Tania dan orang tuanya mau pun orang tua Alvi. Jujur saja yang paling dirindukan adalah Audi, karena mereka tidak pernah bertemu setelah Melliza menikah, sedangkan orang tuanya pernah datang ke rumah beberapa waktu lalu. Begitu juga dengan sepupu dan Tania.
Alvi merasa sangat bahagia ketika melihat istrinya tertawa bahagia saat berkumpul bersama sahabat dan orang tuanya. Dia akan lakukan apapun untuk kebahagian istrinya.
****
Haii terimakasih ya untuk kalian yang sudah menjawab pertanyaanku kemarin, bahagia banget saat tau kalian masih ingat sama beberapa adegan di ILYMYB.
Love untuk kalian pembaca setiaπππ
Terimakasih ya, jangan lupa di like, komen, vote yang banyakπππ