
Pasangan suami istri yang baru saja berbaikan itu kini tampak nyaman saling memeluk satu sama lain di atas tempat tidur. Mereka terus mengobrol mulai dari Melliza yang menceritakan jika dia semalam bersama Salsa, dan juga tentang kemahilannya. Rasa mual yang tadi Melliza rasakan pun kini telah hilang.
"Kamu ga akan ke kantor? Ini udah jam delapan loh, nanti telat" tanya Melliza yang masih dalam dekapan Alvi.
"Aku mau disini aja nemenin kamu, urusan kerjaan aku bisa suruh Johan kirim email dan aku akan mengerjakannya dirumah" jawab Alvi.
"Emangnya ga ada meeting?" tanya Melliza memastikan.
"Ga ada, kalau pun ada aku bakalan suruh Johan yang memimpinnya" jawab Alvi.
"Ish dasar" ucapnya sambil memainkan jari telunjuknya pada dada bidang suaminya.
"Ohya susu tadi yang aku buat ga enak ya?" tanya Alvi penasaran.
"Ya gituh deh aku kurang suka sama baunya" jawab Melliza.
"Padahal itu rasa strawberry kesukaan kamu. Mau minum rasa yang lain ga?" tanya.
"Kayanya kalau di mix enak deh ya? Kaya rasa jeruk ditambah rasa vanila sama madu tuh, pasti enak" gumam Melliza sambil membayangkan.
"Huh? Emang bisa ya gituh?" tanya Alvi bingung.
"Bisa, ayo dong sekarang kamu bikin yang rasa jeruk di tambah vanila sama madu, ya?" ucap Melliza dengan puppy eyes nya.
"Huh serius?" tanya Alvi yang membuat Melliza seketika mengubah posisi menjadi duduk.
"Iyaa serius" jawabnya.
Dengan terpaksa Alvi pun menuruti keinginan istrinya. Melliza kini duduk mengamani Alvi yang sedang menyeduh susu yang dia minta. "Wow kamu beli semua rasa?" tanya Melliza saat melihat deretan kotak susu ibu hamil.
"Iya dong, kan belajar jadi suami siaga. Aku takut kamu bosan sama rasa yang itu-itu aja jadi aku beli semua rasa deh" ucap Alvi sambil memberikan segelas susu pada Melliza.
"Pelan-pelan minumnya" ucap Alvi saat Melliza mulai meminum susu yang dia buat.
"Hemm kamu coba deh" ucap Melliza menyudahi meminum susu buatan Alvi.
"Aku? Cobain?" tanya Alvi tak menyangka jika dirinya harus ikut mencicipi.
"Huhf iyaiyaa aku cobain" jawabnya yang membuat Melliza seketika tersenyum.
Alvi langsung berlari menumpahkan cairain yang baru saja dia minum. "Ga enak banget, aneh gituh rasanya" ucap Alvi kembali menghampiri Melliza sambil memandangnya.
"Ga enak ya? Tapi sayang banget tau masa ga di abisin? Kan buang-buang uang" ucap Melliza menatap Alvi kembali.
"Terus maksud kamu?" tanyanya.
Melliza hanya tersenyum tanpa mengeluarkan kata-kata, Alvi sudah tau betul maksud istrinya itu. Dengan terpaksa dia meneguk habis susu yang memiliki cita rasa aneh itu.
"Udah" ucap Alvi meletakkan gelas di meja dengan sedikit keras.
"Nah gituh dong, kita tuh harus hemat sayang" ucap Melliza.
"Ga perlu hemat-hemat segala. Kamu lupa aku siapa?" tanya Alvi menyombongkan diri.
"Heem aku ingat Tuan Alvin Sanjaya" ucap Melliza penuh penekanan.
"Tapi ga usah sombong gituh bisa kan? Ingat sayang harta itu hanya titipan, semua itu bisa hilang kapan aja" ucap Melliza mengingatkan.
"Aku ga takut kalau aku harus kehilangan itu semua, tapi aku paling takut kalau kehilangan kamu dan dia" ucap Alvi sambil mengelus perut Melliza yang masih rata.
"Makanya kalau ada apa-apa jangan mudah membuat kesimpulan sendiri" ucap Melliza menyindir Alvi.
"Iyaa maaf sayang" ucap Alvi memeluk tubuh Melliza.
"Iyaa aku udah maafin ko, yang dulu biarlah berlalu yang penting kita ke depannya lebih baik lagi sayang" ucap Melliza.
***
Jangan lupa ya di like, komen, vote dan yang belum kasih rate tolong yaa di kasih bintang lima.
Terimakasih kalian orang baik💚💚