I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 119



Readers kalau memang cerita aku ga sesuai sama keingian kalian. Maaf ya🙏 Tapi tolong kalau ga suka ga usah ninggalin komentar yang ga enak. Aku emang sengaja bikin alur cerita seperti ini, kalau langsung nikah ga asik banget dong masa iya ga ada persiapan sama sekali? Kalau udah nikah, novel ini tamat dong.


Bukannya aku ga nerima kritik, kalau mau kritik ngasih saran silahkan. Aku sangat terbuka dan berterima kasih. Aku masih belajar, ini malah tulisan pertama aku. Aku tau tulisan sama alur aku masih berantakan. Tapi setidaknya kalau mau komen atau menyampaikan saran tolong yang membangun ya jangan sampai bikin aku jadi males lanjutin kaya ginih.


Mungkin emang cuman satu orang yang komentar kurang enak, tapi satu komen itu bikin aku jadi down.


Sekali lagi mohon maaf bila tidak sesuai sama keinginan kalian🙏🙏🙏


Selamat Membaca✨


*****


Melliza keluar dari cafe itu, saat akan masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba ponselnya berbunyi dan itu adalah pesan dari pemilik butik yang merancang gaun pernikahannya. Pemilik butik itu memberitahu Melliza jika hari ini pertemuan mereka dibatalkan.


Setelah menerima pesan itu membuat Melliza semakin kesal. Melliza tidak perduli walaupun sekarang sedang hujan deras dia tetap menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju appartemetnya. Disepanjang jalan Melliza terus menggerutu kesal, ingin sekali dia memaki kekasihnya yang menyebalkan itu.


"Sebenarnya kamu itu niat ga sih nikah sama aku Vin?" gumamnya Kesal memukul stir mobil sampai tak kuat menahan tangisnya sehingga air mata itu mulai membasahi pipinya.


Biasanya perlu waktu dua puluh menit namun karena Melliza mengendarai mobilnya dengan cepat maka hanya butuh waktu lima belas menit kini dirinya telah sampai di gedung appartement miliknya. Sebelum turun dia mengusap pipinya yang basah akibat menangis tadi.


Melliza pun langsung memasukan password sebelum akhrinya pintu appartement terbuka. Melliza langsung menekan tombol di dinding agar lampu dapat menerangi ruangan appartementnya yang gelap. Seketika ia terkejut ketika melihat di atas atap telah menempel beberapa balon berwana pink dan merah serta satu bucket bunga di sofa dan juga bunga berbentuk hati yang ada di meja.



Melliza berjalan mendekati itu, dia melihat beberapa foto dirinya semasa kecil, foto dia bersama orang tua, sepupunya, sahabat dan juga fotonya bersama Alvi yang menempel pada ujung tali balon itu. Dia melihat ke arah sekitar mencari seseorang disana tapi ia tak bisa menemukannya.


Akhirnya Melliza pun menuju kamarnya, dia mulai membuka pintu itu dan kini matanya mulai memanas melihat sesuatu yang tak pernah ia bayangkan. Kamarnya sedikit gelap tapi karena cahaya lilin dan taburan bunga di lantai kamarnya tak lupa beberapa balon dan tulisan love yang menempel pada dinding kaca membuat suasana menjadi romantis.



Melliza langsung menuju sofa yang ada di kamarnya dia mengambil foto yang berada di meja. Foto itu memperlihatkan foto dirinya dengan Alvi saat prewedding di Bali beberapa hari lalu. Perlahan cairan bening itu mulai turun lagi dari matanya, lalu begitu terkejutnya dia ketika suara orang-orang yang dia kenal membuatnya kaget.


"Surprise" ucap semua orang mulai berjalan menghampiri Melliza.


Melliza terdiam karena begitu tak menyangka ketika melihat sahabatnya, Audi dan Salsa berada di hadapannya tak hanya itu para sepupunya juga ada disana yaitu Nayla, Safira dan Nazwa. Tapi Melliza lebih terkejut ketika melihat Tania dan juga Andre ada disana.


Tunggu, kini mata Melliza mencari satu sosok laki-laki yang sedari tadi dia tunggu. Kemana laki-laki itu? Bahkan dirinya tidak ada disini.


"Aku ada ko disini Sayang" ucap Alvi muncul dari balik pintu kamar mandi.


Bukannya senang tapi air mata Melliza malah semakin deras mengalir ketika melihat Alvi mulai berjalan menghampirinya. Melihat itu Alvi merasa bersalah atas perbuatannya hari ini pada Melliza. Alvi pun segera memeluk kekasihnya mencoba menenangkannya yang sedang menangis.


"Maaf" ucap Alvi memeluk Melliza sambil mengusap punggung kekasihnya.


"Kamu jahat, nyebelin aku ga suka ya. Aku tuh udah nunggu kamu disana" ucap Melliza masih menangis dan membenamkan wajahnya pada dada bidang Alvi.


Melliza benar-benar tak peduli walaupun kini semua orang yang ada disana tengah memperhatikannya walaupun cahaya ruangan itu redup tapi mereka masih bisa melihatnya. Yang ingin dia lakukan saat ini adalah mengutarakan semua kekesalannya pada Alvi. Tapi tak dipungkiri jika dirinya sendiri pun merasa sangat bahagia atas kejutan ini.


Alvi melepaskan pelukan itu lalu dia memegang wajah Melliza dengan kedua tangannya mengusap pipinya yang basah dan mengecup lembut kening kekasihnya. Membuat semua orang yang ada disana merasa iri dan sekaligus teriak protes mengingatkan jika disini masih ada orang lain.


"Woyy ada kita nih" ucap Andre karena geli dan juga iri melihat sahabatnya seperti itu.


Kini mereka berdua pun menoleh ke arah sumber suara itu. Begitu malunya mereka ketika semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatapnya. Tapi kini Melliza tak kalah menatap tajam satu orang yang ada disana, yaitu Tania.


"Kakak ga tau apa-apa Syaa"


Ucap Tania sambil mengangkat tangannya membentuk simbol V. Alvi sebagai dalang dari semua ini akhirnya mencoba menjelaskan semuanya kepada Melliza.


Saat masih di Bali beberapa waktu lalu, Alvi menghubungi sahabat dan sepupu Melliza untuk membantunya memberikan kejutan Bridal Shower untuk Melliza dan akhirnya mereka pun sepakat melaksanakannya hari ini.


**Flashback on


Setelah selesai menemui sang Ayah, Alvi langsung pergi ke appartement Melliza dan terlihat disana sudah ada lima perempuan cantik yang menunggunya di Loby. Mereka adalah orang-orang terdekat Melliza yaitu sahabat dan para sepupunya.


Alvi pun membawa mereka masuk ke appartement Melliza dan menyuruh mereka tetap disana karena sebantar lagi akan ada orang yang akan mendekorasi ruangan itu dan meminta mereka berlima untuk mengawasinya. Selain itu Alvi pun sudah bekerja sama dengan pemilik butik untuk membawakan gaun pengantin Melliza ke appartementnya.


Alvi pun pergi dan langsung menyelesaikan permasalahan yang terjadi bersama Andre. Sore hari Andre merasa aneh dengan sikap Tania yang terus menanyakan apakah dirinya bersama Alvi, membuat Andre mengutarakan kebingungannya kepada sahabatnya.


"Gue bingung dari tadi cewek gue nanyain kalau gue sama lu ga?" ucap Andre bingung.


"Tania? Dia bilang apa lagi? Astaga gue lupa ngasih tau Tania kalau gue mau ngasih surprise buat Melliza hari ini" ucap Alvi panik.


"Dia bilang kalau Melliza nunggu lu dari tadi, bahkan Tania pun tadi nemenin dia buat nunggu lu di cafe xxx" ucapnya santai.


"Terus lu bilang apa ke dia?" tanya Alvi.


"Ya gue bilang yang setau gue lah, kalau handphone lu mati terus gue nyuruh Tania bilang ke Melliza kalau mungkin lu ga akan datang" ucapnya santai sambil berjalan menuju mobil mereka.


"Sial lu! Kenapa ga bilang ke gue dulu? Gue mau ngejemput dia sekarang, gue mau ngasih dia kejutan" ucap Alvi kesal.


"Ya sorry gue ga tau. Mungkin dia sekarang udah di jalan mau pulang, gue baru banget ko ngebalas pesan Tania. Mending sekarang lu cepet deh susul dia" ucap Andre.


"Kalau gagal awas lu ya!" kesal Alvi pergi sambil menunjuk wajah sahabatnya.


"Jemput Tania sekarang dan langsung ke appartement Melliza" sambung Alvi.


Di dalam mobil dia terus berpikir takut jika dia terlambat menjemput Melliza. Akhirnya Alvi lebih memilih untuk langsung menuju appartement kekasihnya menunggu dia disana.


Alvi sudah yakin jika Melliza pasti akan marah padanya karena telah lama membuat wanita itu menunggu. Ini semua karena perintah Ayahnya yang tiba-tiba dan karena memang permasalahan ini urgent sehingga harus cepat diselesaikan.


**Flashback off


"Maaf yaa Sayang" ucap Alvi setelah menceritakan semua itu.


"Nyebelin" ucap Melliza sambil mencubit pinggang Alvi membuatnya kesakitan.


"Awww" teriaknya yang malah ditertawakan semua yang ada disana.


Alvi pun memberikan isyarat kepada Andere, dan seketika ruangan itu bertambah terang karena lampu kamar telah dinyalakan. Begitu takjubnya Melliza melihat itu semua telah disiapkan oleh calon Suaminya.


Para wanita yang ada disana mengajak Melliza untuk segera mengganti baju kerjanya dengan menggunakan baju berwarna putih dan juga crown yang berada diatas kepalanya. Setelah itu Melliza pun penasaran dan mendekati baju pengantinnya yang menggantung di dinding yang sebenarnya baju itu belum dia coba kembali.



***


Sudah segitu dulu yaa, acara bridal shower Melliza belum selesai. Tunggu yaa..


Jangan lupa di Like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya.


Semoga kita selalu diberikan kesehatan ya teman-teman🙏


Terimakasih untuk semua yang telah mendukung novel ini.


Love kalian💕💕