
Alvi hanya terdiam, dia benar-benar tidak tau harus menjawab apa lagi. Sebenarnya Alvi pun masih menyayangi Clara, tapi Alvi selama ini tidak pernah balikan dengan yang nama nya mantan. Terlebih karena memang selalu Alvi yang memutuskan mereka, tapi beda dengan Clara. Dia lah yang memutuskan Alvi dan itu yang tidak bisa Alvi terima, bahwa dirinya ditinggalkan.
Clara yang melihat tidak ada respon dari Alvi langsung mencoba meyakinkan Avi kembali.
"Aku janji Vin, aku ga akan ninggalin kamu lagi. Aku sayang sama kamu, please kasih aku kesempatan Vin. Aku ga akan nyia-nyiain itu lagi"
"Aku ga bisa Clara" ucap Alvi tegas.
Clara yang mendengar penolakan itu berpikir seperti nya cara yang dia lakukan terlalu memaksa, mungkin dirinya harus mencoba berhubungan baik kembali dengan Alvi untuk mendapatkan hati nya lagi.
"Baiklah Vin aku terima keputusan kamu, tapi aku mohon kita bisa kan berteman kaya dulu lagi? Jangan asing kaya sekarang" ucap Clara menatap Alvi.
"Aku minta maaf ya Vin atas semua yany udah aku lakuin" Ucapnya kembali dengan lirih.
"Aku udah maafin kamu Clara, tentu aja kita masih berteman"
"Kalau gituh kamu harus mau ya nemenin aku jalan-jalan, aku kan baru pulang dan kangen banget. Aku pengen jalan-jalan disekitar sini aja ko" ajak Clara yang sedikit memaksa. Tapi ini merupakan strategi Clara untuk mendekati Alvi kembali. Alvi pun menyetujuinya untuk menemani Clara.
"Vin pake mobil aku aja" ucap Clara kepada Alvi yang hendak membuka pintu mobil nya.
"Aku aja yang nyetir, kamu cukup nemenin aku aja" ucap Clara.
Alvi pun menurutinya, dan lagi-lagi ini adalah strategi Clara. Dia membawa Alvi ke tempat dulu dimana mereka sering kesana selagi pacaran. Tempat yang sejuk indah dan nyaman.
"Waah udah lama banget aku ga kesini dan ternyata masih sama, ga ada yang berubah ya?" ucap Clara kepada Alvi.
"Iya" ucap Alvi singkat. Alvi sejenak mengingat dulu saat bersama Clara, dan Alvi terakhir ke tempat ini saat dulu bersama Clara.
"Kamu sering kesini?" tanya Clara agar obrolan mereka terus berlangsung.
"Hmm engga"
Clara pun terus mencoba mencari topik pembicaraan dengan Alvi. Mereka tidak hanya ke satu tempat tapi ke tempat lainnya yang juga dulu sering mereka datangi. Tak lupa Clara pun mengajak Alvi ke tempat restoran favorite nya dulu ketika dinner bersama Alvi.
Clara sukses membuat Alvi berpikiran untuk mempertimbangkan memberinya kesempatan kedua. Tapi Alvi tidak akan mudah memberikan nya, dia akan melihat kesungguhan Clara.
Setelah jalan-jalan, Clara kembali mengantarkan Alvi ke apartement nya.
"Iyaa, yaudah hati-hati ya" ucap Alvi.
Clara pun pergi, dia melihat Alvi di kaca spion mobilnya.
"Aku pasti dapetin kamu lagi Vin" ucap Clara dengan yakin.
Sementara kini di apartement Melliza, dia sedang menonton drama korea kesukaannya dan memakan buah yang dikirim Alvi. Tapi tiba-tiba handphone nya berbunyi ternyata itu panggilan dari Ibu nya, Melliza langsung menjawab nya.
Dia lupa untuk menelpon kembali Ibu nya, padahal semalam dan tadi pagi Ibunya menelpon dia berkali-kali.
"Sayang kamu kemana aja? Kenapa Mamah chat, Mamah telpon ga di jawab terus?" ucap Icha, ibu Melliza.
"Iyaa Mah, maaf" Melliza tidak akan memberi tau ibu nya jika kemarin dia sakit, karena itu akan membuat ibu nya khawatir.
"Kamu baik-baik aja kan? Ga sakit? Mamah takut kamu kenapa-kenapa" ucapnya dengan nada penuh khawatir.
"Engga ko Mamah ku sayang, aku sehat bahkan aku baru pulang belanja. Semalam aku tidur dari sore Mah, terus aku lupa charger handphone nya"
"Syukurlah sayang kalau kamu baik-baik aja" terdengar suara lega dari sang ibu.
Ibu dan anak itu terus berbicara berjam-jam lewat telepon.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komen💕