
"Maaf Pa tapi saya ga bisa, terserah Pa Alvi mau pecat saya atau mau pindahin saya ke cabang yang jauh sekali pun"
"Kenapa jadi ginih? lu kan udah tanda tangan kontrak sama gua! kenapa tiba tiba ga setuju? apa ini karena cowo itu?"
ucap Alvi berdiri didepan Melliza
"Bukan, ini sama sekali ga ada urusan apapun sama dia. Ini beneran karena kemauan saya"
"Ya terus kenapa sekarang ga bisa? Nyokap gua nyuruh ajak lu main ke rumah"
ucap Alvi bohong padahal Mamahnya tak menyuruh Melliza ke rumah, ini hanya akal akalan Alvi agar Melliza mau pergi bersamanya, niatnya Alvi akan membawa Melliza ke suatu tempat untuk mengungkapkan perasaannya
"Yaudah bilang aja saya ga bisa, lagian saya beneran ga bisa karena mau pulang nemuin mamah papah"
ucap Melliza terpaksa berbohong karena dia ingin Alvi segera pergi dari appartementnya dan tak terus memaksanya
"Yakin Lu mau pulang? ini udah jam sepuluh sedangkan lu mandi aja belum"
"Ya ini kan mau mandi abis itu mau langsung pergi, udah deh Pa Alvi pergi sana"
usir Melliza pada Alvi
"Yaudah lu sana mandi aja, gua mau pastiin kalau lu beneran mau pergi pulang"
ucap Alvi yang memang ingin memastikan kebenaran dari ucapan Melliza
Melliza pun merasa kesal atas ucapan Alvi, dia pun akhirnya pergi ke kamar mandi
"Itu orang bener bener ya ngeselin, ga tau apa gua ga suka dia ada di sini. Semoga aja pas gua udah kelar mandi dia udah ga ada"
ucap Melliza kesal didalam kamar mandi
Setelah ada sekitar satu jam Melliza mandi dan berganti pakaian bahkan merias diri, dia pun berjalan menuju ruang tamu, terlihat Alvi masih ada disana
"Astaga itu orang beneran nungguin gua, sial gimana nih kan gua cuman pura pura mau pulang"
ucap Melliza kesal dalam hati
Alvi yang masih menunduk memainkan game nya kemudian dia sadar bahwa Melliza tengah memperhatikan dirinya, seketika Alvi mematikan gamenya dan melihat ke arah Melliza
"Kenapa? udah selesai?"
Melliza gugup karena ketauan tengah memperhatikan Alvi, malu sekali rasanya saat ketauan seperti itu
"Udah, Pa Alvi ngapain masih disini? Saya sebentar lagi akan pergi jadi mending Pa Alvi pulang sekarang"
usir Melliza
Keuda mata Melliza masih memperhatikan Alvi, Alvi pun mulai berdiri melangkankan kakinya tapi ternyata dia hanya mengambil sebotol minuman dari kulkas
"Sorry ngambil sendiri, gua haus ga di kasih minum sih"
ucapnya santai
ucap Melliza dalam hati
Melliza hanya berdiri diam matanya masih memperhatikan Alvi yang saat ini tengah minum, Sedangkan Alvi kini malah berjalan kembali pada sofa dimana dia tadi duduk
Alvi curiga pada Melliza yang menolak ajakannya pergi, Alvi tidak percaya bahwa Melliza akan berkunjung ke rumah orangtuanya, oleh sebab itu Alvi masih ada disana untuk memastikan Melliza, dan bahkan Alvi mempunyai niat untuk mengantarkan Melliza ke rumah orangtuanya dengan alasan Mitha yang menyuruh Alvi mengantar Melliza
"Ohya gua udah bilang ke nyokap gua kalau lu ga bisa karena harus pulang nemuin orangtua lu, dan sekarang mamah malah bilang gua harus nganterin lu, so gua ikut dan nganterin lu pulang"
Melliza terkejut mendengar ucapan Alvi, sungguh sial dia tadinya berbohong untuk menghindari Alvi tapi ternyata malah dia harus berdekatan dengan Alvi
"Ga usah Pa nanti ngerepotin, Pa Alvi boong aja ke Ibu kalau udah nganterin saya, ga apa apa nanti saya pergi sendiri"
ucap Melliza pura pura tak enak padahal dia sebenarnya ingin menjauh dari Alvi
Alvi malah tambah curiga dengan ucapan Melliza dan dia semakin ingin mengantar Melliza ke rumah orangtuanya
"Gua ga bisa gituh, karena nyokap gua nyuruh nelpon dia pas gua udah nyampe rumah lu katanya sih dia mau ngobrol sama keluarga lu"
"Udah bilang aja kalau Pa Alvi sibuk ga bisa nganterin saya"
"Hahaa Melliza Melliza gua tau lu ini pura pura biar bisa ngehindar dari gua kan"
gumam Alvi dalam hati
"Gua tadi udah bilang gituh, tapi lu tau kan nyokap gua gimana, malah kata dia gua harus nemenin calon mantunya kemana mana"
ucap Alvi yang membuat wajah Melliza merah sekaligus malu dan juga kaget
"Apaan sih mantu siapa? udah deh mendingan jelasin aja yang sebenarnya dari pada nanti malah makin panjang Pa, kan ribet nanti juga saya yang susah"
"Jelasin apa? gua udah bilangkan sama lu ayo kita pacaran beneran, biar ga ada yang perlu dijelasin"
"Udah ah sana pergi, aku udah mau berangkat"
"Yaudah ayo sama gua dianterin, lagian ini juga udah siangkan"
Mau tidak mau Melliza menuruti kata kata Alvi untuk mau bersamanya, sial tadinya dia tidak akan pulang tapi karena kebohongannya untuk menghindari Alvi malah membuat dia berudaan dimobil seperti ini dengan jarak yang jauh,
Tapi tidak apa apa Melliza juga sebenarnya rindu pada orangtuanya dan kedua sahabatnya itu
.
.
.
Jangan Lupa Like Komen Vote(tip)
Terimakasih💕