I Love You My Boss

I Love You My Boss
Salah Paham



"kenapa lu diam aja? ini kan alasan lu bilang clara sama cowo lain karena lu cemburu? lu ga suka gua balikan sama clara kan?" tanya alvi kepada melliza yang diam saja


"iyaa saya akui saya menyukai pa alvi sejak lama, bahkan sebelum saya tau bapa adalah atasan saya, tapi saya bener bener ga ada niatan sama sekali untuk menjelekan clara hanya karena saya cemburu atau ga suka ngeliat pa alvi balikan lagi, ga sama sekali ! " jawab melliza tegas


"udahlah sekeras apa pun lu yakinin gua, gua ga akan percaya sama lu ! gua juga paham cewe cewe kaya lu bilang ginih karena apa" ucap alvi


"terserah pa alvi aja mau percaya atau ngga, tapi saya bener bener berkata jujur, saya cuman ga mau pa alvi nyesel, clara itu perempuan yang ga baik" ucap melliza


alvi tidak percaya atas perkataan melliza karena dulu pun mereka putus bukan karena orang ketiga tapi karena jarak mereka dan alvi percaya dirinya mengenal clara bahwa clara tidak seperti itu


" perempuan yang ga baik? lantas yang baik kaya siapa? lu? gua akuin lu cantik, tapi sayang gua ga tertarik sama cewe murahan" ucap alvi


"maksudnya?" tanya melliza bingung


"duhh lu ini selain cantik lu juga polos ya? atau pura pura polos? bahkan lu ga jauh lebih baik dari clara, lu lebih parah dari dia !" ucap alvi


melliza hanya tetap mematung diam tak tau maksud yang alvi katakan bahwa dirinya murahan


"perlu gua jelasin biar lu paham maksud gua?" tanya alvi menatap melliza yang hanya terdiam


" oke, siang hari lu sama andre, sore hari nya gua liat lu sama om om (eps menemui seseorang & ada apa dengan alvi) ga nyangka banget gua cewe cantik kaya lu bisa bisa nya mau jadi simpenan, nah itu namanya cewe murahankan mau sama sana sini?" ucap alvi "huh?" ucap melliza tak menyangka alvi berbicara seperti itu "udah lu jauhin andre berhenti kasih dia harapan, dan lu juga berhenti suka sama gua, gua dan andre ga akan mungkin mau sama cewe bekas simpenan om om" ucap alvi


kata kata alvi benar benar membuat melliza sakit hati, bagaimana bisa dia menyebut melliza murahan dan mau menjadi simpenan om om


" jaga tuh ucapannya, asal lu tau pertama gua bukan simpenan om om, kedua gua sama temen lu andre ga ada apa apa, gua cuman nganggap dia sebagai kaka, dan yang ketiga lu ga usah khawatir tanpa lu minta pun gua bakalan buang jauh jauh rasa suka gua ke lu" ucap melliza yang sudah sangat kesal atas perkataan alvi sampai sampai dia tidak peduli bahwa alvi atasannya dan tidak peduli memanggil alvi dengan sebutan lu bahkan wajah melliza pun tak bisa menutupi kemarahan dan kesedihannya, wajah nya sangat merah menahan air mata nya



walaupun hujan masih belum berhenti melliza tetap pergi berlari dari tempat itu karena dia sudah tidak tahan terhadap alvi, sedangkan alvi sekarang hanya terdiam membayangkan raut wajah melliza yang merah dan memikirkan atas ucapan nya tadi "apa ucapan gua keterlaluan ya sampe dia marah banget gituh? tapi kan ga mungkin clara kaya gituh, dan gua emang bener ko orang gua liat sendiri dia jalan sama om om" ucap alvi dalam hati


karena hujan dan licin melliza pun terpeleset saat berlari "sial" ucapnya kesal saat dia akan berdiri kaki nya terasa sakit, kemudian melliza berteduh di bawah pohon besar, setelah hujan reda dia kembali ke vila berjalan dengan pelan karena kaki nya terkeseleo


alvi melihat melliza jalan dengan sedikit pincang "dia kenapa? duh ko gua ngerasa bersalah ginih sih, mana matanya sembab gituh, uh seharusnya gua ga bilang gituh juga ke dia" ucapnya dalam hati sambil mengacak ngacak rambutnya


kemudian alvi langsung masuk ke kamar melliza, ya kamar nya tidak dikunci sehingga alvi mudah untuk masuk, saat membuka pintu terlihat melliza sedang duduk di atas kasur dengan memijat kaki nya sendiri "ada apa?" tanya melliza kaget karena alvi masuk begitu saja "lu kenapa?" tanya alvi mendekati melliza "ga kenapa kenapa" ucap melliza sambil menghentikan pijitan pada kaki nya lalu melliza berdiri "maaf saya akan mandi jadi bapa bisa keluar" ucap melliza sambil berjalan tapi kaki nya malah sangat terasa sakit hingga melliza bersuara "aww" ucapnya


lalu alvi menarik tangannya "apa sih?" tanya melliza "duduk lu" perintah alvi "ga" ucap melliza sambil menepis tangan alvi yang memegang tangannya, alvi hanya menatap melliza dengan tatapan tajamnya dan yang lebih mengejutkan alvi malah menggendong melliza ala bridal style


melliza bener bener kaget atas perlakuan alvi "turunin ga lu, apa apan sih" teriak melliza "udah deh lu ini diem aja gua cuman mau nolongin doang" ucap alvi sambil menurunkan melliza di atas kasurnya


kini melliza duduk di atas ranjangnya tiba tiba alvi duduk di bawahnya dan memijit kaki nya "gua bisa sendiri" ucap melliza, alvi hanya menatapnya "lu ini ya gua mau bantuin biar kaki lu ga sakit lagi, kalau lu diemin nanti tambah parah" ucap alvi terus memijat kaki melliza "kesambet setan apa nih orang? tadi aja hina hina gua sekarang baik malah pijitin kaki gua segala, ngerasa bersalah atau gimana nih?" ucapnya dalam hati "aww... pelan dong" ucap melliza dengan nada tinggi karena merasa kesakitan


"coba lu gerakin kaki nya" perintah alvi, melliza pun menggerakan kaki nya "bener nih udah lumayan ga sakit lagi, eh tapi inget melliza apa yang udah dia ucapin tadi ke lu, lu ga boleh lembek ke dia" ucapnya dalam hati "gimana?" tanya alvi "mendingan, thanks" jawab melliza singkat


lalu alvi pun keluar begitu saja meninggalkan melliza


.


.


.


.


.


.


Teman teman jangan lupa Like dan Vote ya


Terimakasih💕