
setelah sampai di apartementnya melliza langsung mandi dan setelah itu dia menonton acara program televisi "cape banget hari ini, baru datang langsung meeting sampe malem" ucapnya sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur
sedangkan kini alvi setelah selesai makan malam tadi langsung pergi ke rumah orangtuanya, tapi ketika di perjalanan setelah pulang dari rumah orang tuanya, saat di lampu merah dia melihat mobil disebelahnya seperti sosok clara tapi sayang baru saja dia ingin memastikan itu clara lampu sudah hijau mobil itu pun keburu pergi. tanpa berpikir panjang alvi pun langsung menancap gas mobilnya mengikuti dari belakang agar tidak kehilangan jejak dan agar bisa memastikan siapa wanita yang berada di mobil itu
alvi pun berhasil mengikutinya, di dalam mobil dia terus melihat ke arah mobil yang dia ikuti itu, ternyata benar yang keluar dari mobil itu adalah clara dengan seorang laki laki
clara turun dari mobil itu dan dia masuk ke dalam sebuah cafe dengan menggandeng mesra laki laki itu, alvi pun langsung menelpon clara dan saat alvi menanyakan keberadaan clara, dia menjawab sedang di cafe dan saat alvi bertanya kembali dengan siapa clara menjawab gugup dengan sahabat nya disitu alvi langsung turun dan menghampiri clara
"ohh ini ya sahabat kamu? kenalin gua alvin" ucap alvi menyodorkan tangannya kepada laki laki yang bersama clara , perlakuan alvin membuat clara gugup seketika "gua pacar clara, Axel" jawab laki laki itu "mantan! aku bisa jelasin vin, dia itu cuman mantan aku pas aku kuliah di london" ucap clara, sedangkan laki laki itu hanya tersenyum sinis kepada alvi "terus lu ngapain jalan sama mantan?gua kira lu masih clara yang dulu, gua nyesel ngasih kesempatan sama lu. oh jangan jangan ini juga alasan sebenarnya lu ninggalin gua waktu itu?"
"engga vin waktu itu aku ninggalin kamu bukan karena axel, kamu percaya sama aku vin aku masih sayang sama kamu" ucap clara "udahlah sayang, kalau kamu cinta sama dia kamu ga bakalan mau jalan sama aku" ucap axel "diem lu, dari dulu gua ga bener bener cinta sama lu, lu itu cuman pelampiasan gua karena ga ada alvin"
"lu itu ternyata ga bisa ditinggal bentar ya, g*la lu. nyesel gua" ucap alvi pergi meninggalkan clara
sedangkan clara mencoba mengejar alvi, tapi tetap saja dia tidak bisa mengejarnya. laki laki yang bernama axel itu adalah mantan clara ketika kuliah di london dia orang indonesia, saat dia kuliah axel selalu mengejar ngejar clara dia sempat di tolak karena clara tidak memiliki perasaan padanya tapi karena axel selalu ada untuk dirinya clara pun akhirnya menerima axel sampai pada saat clara akan kembali pulang ke indonesia dia memutuskan axel karena dari awal clara berniat akan kembali kepada alvi setelah dia menyelesaikan kuliah dan pulang ke indonesia, sedangkan axel yang tak terima diputuskan clara dia mengikuti clara pulang ke indonesia dan selalu mengajak clara balikan, saat alvi tak bisa menemani clara dirinya selalu jalan bersama axel
sedangkan kini alvi merasa kesal karena telah percaya kepada clara "sial bisa bisa nya seorang alvin sajaya di perlakukan seperti ini" ucapnya "bodoh gua ga percaya sama melliza" sesalnya
karena merasa kesal dan prustasi karena di bodohi oleh seorang wanita karena ini baru pertama kalinya seorang alvin sanjaya dikhianati dan menyesal malah tak percaya kepada melliza, alvi pun pergi ke salah satu club malam, dia disana minum minuman yang membuatnya kehilangan kesadaran, sampai club tersebut akan tutup dirinya masih saja ada disana dengan penampilan yang sangat kacau dan mabuk berat
"maaf pa kami akan tutup" ucap salah satu pelayan disana "diem lu, asal lu tau gua bisa beli ini semua" ucap alvi
seorang pelayan tersebut melihat handphone alvi yang tergeletak di atas meja, dia langsung saja mengambil handphone alvi untung saja handphone nya tidak menggunakan password sehingga dia bisa membukanya
pelayan itu langsung menghubungi no yang terakhir alvi hubungi dan itu adalah melliza, ya karena tadi alvi menyuruh melliza untuk menyiapkan makan malam dengan clien
melliza yang sudang tertidur kini dirinya terbangun karena bunyi handphone nya "duhh siapa lagi udah malem ginih ganggu aja" ucapnya kesal, saat dilihat ternyata alvi "apaan sih nih orang malem malem ga tau waktu banget nyuruh kerja" lalu melliza pun menjawab telpon itu
๐ hallo
๐ hallo apa anda teman atau keluarga dari yang punya handphone ini?
๐ saya sekretarisnya, anda siapa? (tanya melliza khawatir)
๐ atasan anda sedang berada di club xxx dia mabuk berat dan kami akan tutup, bisa anda menjemputnya
akhirnya melliza pun bangun kemudian pergi dengan mengemudikan mobilnya sangat kencang, akhirnya dia sampai di club itu lalu seorang pelayan telah menunggunya
"anda pasti sekretarisnya itu kan?" tanya pelayan tersebut
"iyaa dimana dia?" tanya melliza
"mari ikut saya" kemudian melliza pun mengikuti pelayan tersebut dan benar saja alvi dalam keadaan mabuk penampilannya sudah kacau, alvi bahkan sekarang sedang tertidur
"kenapa sih ini orang pake mabuk segala" ucapnya dalam hati, kemudian melliza pun menyuruh pelayan tersebut untuk membantunya membawa alvi masuk ke dalam mobil melliza, sedangkan mobil alvi dibiarkan disana
melliza langsung membawa alvi ke apartementnya karena jika ke apartement alvi terlalu jauh dan dia pun tidak tau password apartement alvi sedangkan alvi sedang tidak sadarkan diri sehingga itu akan mempersulitnya "huhf udah deh gua bawa ke apar gua aja lagian gua gatau juga kode apar dia nya yang ada nanti malah makin ribet" ucap melliza
setelah sampai di apartement, melliza kesusahan membawa alvi keluar dari mobil sampai masuk ke dalam apartementnya "duhh berat banget sih, bangun dong nyusahin deh lu" omelnya "gua lagian ngapain pake bantuin dia segala? kenapa harus nelpon gua kenapa ga tuh s clara" ucap melliza dalam hati
setelah di dalam apartement melliza menidurkan alvi di sofa ruang tamunya "kasian juga tapi, pasti lagi banyak masalah nih orang. tapi bukannya tadi meeting lancar lancar aja ya? ohh atau mungkin masalah keluarganya kali ya" tebakan melliza dalam hati
melliza pun membuka sepatu dan jas yang alvi pakai, dia juga tak lupa mengusap bagian wajah dan rambut alvi dengan sebuah tissu basah, lalu melliza membawa sebuah bantal dan selimut untuk alvi. dan melliza pun ikut tertidur di sofa ruang tamu dengan alvi
.
.
.
.
.
Jangan Lupa Like dan Vote ya
Terimakasih๐