
Hari Senin ini seperti biasa Melliza pergi ke kantor, tapi hari ini dia berangkat sendiri dengan membawa mobilnya karena nanti sore setelah pulang kerja dia akan mengantar Tania ke Mall.
Sesampainya dikantor semua orang tersenyum ramah padanya, mereka sudah tau jika dua hari lalu Bossnya dan Melliza telah bertunangan. Melliza saat ini sebenarnya sedang dalam perasaan yang bingung, disatu sisi dia senang dengan pertunangannya, tapi disii lain dia sedih karena nanti setelah menikah dia tidak bisa bekerja lagi diperusahaan ini.
Karena perusahaan melarang jika ada pasangan suami istri bekerja dalam satu kantor, dan itu berlaku bagi semua karyawan. Sebenarnya walaupun nanti telah menikah Melliza tetap ingin menjadi wanita karir, tapi dia belum membicarakan itu pada Alvi. Dan mungkin keinginannya itu tidak akan diizinkan.
"Kenapa nih? Baru aja tunangan, ko mukanya malah kaya banyak pikiran gituh?" tanya Tania.
"Kak berarti nanti kalau aku nikah sama Alvi, aku udah ga bisa kerja disini dong?" tanya Melliza.
"Ya bagus Syaa, kamu enak tinggal dirumah ga usah cape-cape cari uang" ucap Tania.
Melliza pun menjelaskan pada Tania, bahwa bukan perkara uang. Dia lebih ingin mendapatkan pengalaman kerja yang lebih banyak, karena bagaimana pun dia telah tiga tahun setengah (S1) kuliah sayang jika ilmunya tidak dia manfaatkan.
Bukan hanya itu, walaupun orang tua Melliza kaya tetap saja Melliza ingin memberikan orang tua nya sesuatu dari hasil kerja kerasnya sendiri, setidaknya dia bisa membalas jasa orang yang telah membesarkannya walaupun semua yang telah mereka korbankan tidak akan sebanding dengan apa yang akan Melliza berikan nanti.
Sekarang Tania pun paham, dia mencoba memberikan solusi atau setidaknya agar bisa membuat Melliza tenang dan bisa mengurangi pikirin Melliza tentang itu, karena ketika seseorang bercerita yang harus kita lakukan hanya menjadi pendengar yang baik dan membuatnya tenang.
"Menurut aku lebih baik nanti kamu bicarakan ini sama Pak Alvin, dan buat dia mengerti soal apa yang kamu inginkan, aku yakin dia pasti bisa ngertiin kamu" ucap Tania.
Dilihat Alvi pun telah datang, mereka langsung menuju meja kerja masing-masing dan saling memberikan ucapan semangat satu sama lain.
Melliza pun langsung membawa kopi dan juga biskuit cookies untuk Alvi, ya dia sampai saat ini masih menyiapkan itu semua untuk Boss yang tak lain tunangannya sendiri.
Setelah mengetuk pintu ruangan, langsung saja Melliza masuk dan menyimpannya. Namun saat akan pergi Alvi malah menarik tangannya sehingga tak sengaja mereka malah dalam posisi memeluk. Melliza mencoba melepaskannya, tapi Alvi malah mempereratnya.
"Jangan kaya ginih dong, kita lagi dikantor harus profesional" ucap Melliza.
"Biarin, lagian aku kangen kamu" bisik Alvi dikuping Melliza.
Melliza pun langsung keluar dari ruangan itu menuju meja kerjanya, dia langsung menyalakan komputer yang ada didepannya, dia langsung membuka file dan mengprintnya karena dokumen itu yang akan Alvi bawa hari ini bertemu dengan klien penting di salah restoran Korea yang terkenal di Indonesia.
"Permisi Pak" ucap Melliza masuk kedalam ruangan Alvi dengan membawa beberapa dokumen yang harus Alvi tanda tangani.
"Ini dokumen kontrak kerja dengan Pak Handoko, sudah saya cek lengkap semua, silahkan ditanda tangani Pak" ucap Melliza sambil menyimpan dokumen itu diatas meja, sedangkan Alvi malah memperhatikannya terus.
"Kalau gituh saya permisi dulu, jangan lupa pukul sebelas siang ya Pak" ucap Melliza ketika Alvi telah selesai menandatangani dokumen tersebut.
"Oke baiklah" jawab Alvi.
Kemudian saat Melliza menarik pintu karena akan keluar dari ruangan itu, Alvi memanggilnya sehingga menghentikan niatnya pergi.
"Syaaa" ucap Alvi, dan dengan segera Melliza menatapnya.
"Ya, kenapa Pak?" tanya Melliza.
"Aku cuman mau bilang, Kamu cantik, I Love You" ucap Alvi membuat Melliza tersenyum dan langsung segera pergi karena tau jika tunangannya itu akan terus menggodanya.
Jangan Lupa Like Like Like, Vote Vote Vote, Komen Komen dan kasih penilaian bintang lima🌟🌟🌟🌟🌟 yaaaa biar author semangatt upnya💕
TERIMAKASIH💚💚💚