I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 120



Haiiii..... Apa kabar? Aku harap kalian semua baik dan sehat terus yaa🙏


Mau ngasih tau aja bentar lagi novel ini bakalan tamat


huhuu... mungkin tinggal dua atau beberapa episode lagi.


Selamat Membaca✨


*****


Melliza masih tak percaya jika ia diberikan kejutan bridal shower yang direncanakan oleh calon suaminya sendiri. Ia begitu terharu ketika kedua sahabat dan ketiga sepupu yang sangat dia rindukan itu kini berada bersamanya.


Setelah selesai mengganti kemeja putihnya, Melliza keluar dari Walk-In Closet dengan menggunakan gaun pengantin. Gaun pengantin yang telah dia pesan itu kini sudah benar-benar pas melekat ditubuhnya. Keenam perempuan yang telah menunggu di dalam kamar itu tampak takjum melihat Melliza berjalan menggunakan gaun pengantinnya.


"Syaa, cantik banget" ucap Salsa.


"Ini baru coba, tapi udah sebagus itu" ucap Nayla.


"Gimana kalau udah makeup Sya" ucap Tania.


"Duhh ga sabar gue Syaa liat lu nikah" ucap Audi.


Mereka terus saja melontarkan kata-kata kagum, sedangkan Melliza hanya bisa tersenyum malu. Melliza pun mengganti kembali gaun pengantinnya, dan kini mereka semua sudah berkumpul dimeja makan.




Sambil menikmati minuman dan makanan yang telah tersedia, mereka yang ada disana meminta sang calon pengantin yaitu Melliza untuk memberikan kata-kata indah. Melliza pun akhirnya berdiri dan menatap orang-orang yang ada disana.


"Untuk semua yang ada disini, terima kasih banyak karena telah meluangkan waktunya memberikan aku surprise. Ternyata di surprise-in itu bahagia banget ya. Bukan bahagia karena bridal shower nya saja, tapi bahagia melihat perjuangan kalian agar surprise ini berhasil. Salsa, Audi, terima kasih sudah menjadi sahabat yang sangat baik untukku yang selalu mendengarkan aku mulai dari pertemuan pertama dengan dia yang langsung bikin jatuh cinta sampai dengan pertemuan yang tak pernah terduga dan begitu mengesalkan"


Ucap Melliza menatap kedua sahabatnya itu. Salsa dan Audi hanya bisa tersenyum sambil mengingat semua hal tentang dulu bagaimana awal Melliza menyukai Alvi. Sungguh keduanya tak menyangka jika Melliza sebentar lagi akan menikah dengan laki-laki yang dulu dia kagumi.


"Lucu yaa Syaa kalau inget-inget dulu, ga nyangka akhirnya kamu nikah sama Alvi juga" ucap Salsa memeluk Melliza dan disusul oleh Audi, sehingga ketiganya berpelukan.


"Safira, Nayla dan Nazwa maaf ya Kakak suka merepotkan kalian. Terima kasih sudah mau datang kesini padahal tiga hari lagi kalian akan ujian" ucap Melliza memeluk semua sepupunya.


"Kak, aku beruntung bertemu kakak disini, aku bahkan sudah menganggap mu seperti Kakak ku sendiri. Ga tau gimana kalau aku ga ketemu sama Kakak. Kak Tania yang membela aku dan memberikan dukungan saat karyawan lain mencibirku dulu"


Ucap Melliza memeluk Tania mengingat dulu dirinya di sebut menggoda Alvi dan juga Andre oleh karyawan lain saat dirinya pertama kerja. Tania juga yang selalu ada selama dirinya berada di kota ini sendirian.


"Dan Kak Andre, terima kasih juga untuk selama ini sudah baik dan mengajarkan aku tentang pekerjaan. Sekali lagi untuk semuanya aku benar-benar mengucapkan terima kasih banyak kalian sudah selalu ada di samping ku"


Ucap Melliza sambil menatap semua orang yang duduk disana secara bergantian. Alvi yang mempersiapkan dan tentunya yang memiliki ide ini malah sama sekali tidak di sebut nama nya oleh Melliza, membuat laki-laki itu menjadi berubah ekspresi menjadi bingung dan kecewa karena merasa perjuangannya tidak dihargai oleh calon istrinya.


"Dan untuk calon suami ku, terima kasih untuk semua yang telah kamu siapkan ini, terima kasih selalu ikut andil dalam kebahagiaan ku. I Love You My Boss yang sebentar lagi jadi My Husband" ucapnya malu kemudian berhambur memeluk Alvi.


Semua orang langsung berteriak bersama karena melihat dan mendengarkan ucapan dan perlakuan manis dari Melliza. Tak terkecuali Alvi yang sekarang hanya bisa membalas pelukan calon istirinya, dia merasa bahagia atas apa yang telah diucapkan Melliza, bahkan kini Alvi pun tampak malu ketika orang-orang yang ada disana terus berteriak menggoda mereka.


Hari ini walaupun rasanya kesal karena telah menunggu Alvi, tapi nyatanya semua itu hanya taktik agar surprise ini berjalan dengan lancar. Semua rasa kesal tadi kini benar-benar hilang berubah menjadi rasa bahagia.


Seperti yang Melliza kata kan bukan hanya bahagia karena mendapat surprise bridal showernya saja tapi juga bahagia karena sahabat dan sepupunya datang jauh-jauh, Tania yang pasti lelah karena baru pulang kerja bahkan sempat menemaninya menunggu Alvi. Semua datang hanya untuknya.


Melliza sangat bersyukur bahwa dirinya dikelilingi oleh orang-orang yang sayang dan selalu berada di dekatnya. Dia kini malah merasa malu dan bersalah pada Alvi karena telah berpikiran buruk padanya. Padahal di sela waktunya yang sangat sibuk, Alvi masih bisa memberikan surprise yang indah ini padanya.


Pukul setengah delapan malam akhirnya acara itu telah selesai dan kini hanya ada Alvi, Melliza, sahabat dan juga sepupunya yang berada di appartement. Sedangkan Tania dan Andre sudah pulang.


Alvi mengajak Melliza mengobrol di balkon appartementnya, dia berniat memberitau Melliza sesuatu. Mungkin satu informasi akan membuatnya senang dan mungkin juga satu lagi akan membuatnya tak suka.


"Sayang, aku udah nyiapin kamar hotel yang pastinya dengan fasilitas yang luar biasa untuk sahabat dan sepupu kamu, mungkin kamu juga ingin menghabiskan waktu dengan mereka" ucap Alvi yang direspon antusias oleh Melliza.


"Wahh benarkah?" tanyanya dan diangguki oleh Alvi.


"Terima kasih, aku sangat bahagia" ucap Melliza sambil mengecup pipi kekasihnya yang seketika membuat Alvi senang.


"Lagii" goda Alvi dibalas cubitan dipinggangnya oleh Melliza.


"Hmm sebenarnya ada yang mau aku bilang ke kamu, tapi jangan salah paham. Aku akan batalin semuanya kalau kamu memang ga setuju" sambung Alvi membuat Melliza bingung.


"Maksudnya apa?" tanya Melliza bingung menaikan satu alisnya.


"Calista, dia ingin aku meeting sambil makan malam dan itu hanya berdua dengannya. Dia mengancam kalau tidak mau maka kerja sama kita batal" ucap Alvi pelan menatap Melliza takut wanita itu marah.


Sebenarnya Melliza tak suka jika dia harus membiarkan Alvi berduaan dengan Calista, apalagi setelah melihat tingkah laku Calista yang selalu cari perhatian dan berusaha dekat dengan Alvi. Tapi dalam kondisi seperti ini dia tidak boleh egois, bagaimana pun hubungan Calista dan Alvi hanya sebuah hubungan bisnis walaupun memang mereka berdua berteman.


"Aku batalin aja kerjasama nya, kita bisa ko bekerja sama dengan perusahaan lain. Aku ga mau kamu salah paham" ucap Alvi karena tak mendapat balasan dari Melliza.


"Ga apa-apa kamu ikutin aja kemauan dia. Aku yakin kamu ga akan membuat aku kecewa, aku percaya sama kamu" ucap Melliza.


"Kamu tenang aja, kalau pun aku datang pastinya aku akan membawa surat undangan pernikahan kita juga padanya" jawab Alvi membuat Melliza tenang.


****


**Di Like, Komen dan Vote pake Poin yang banyak yaađź’•


Semoga kita sehat terus ya🙏


Terima kasih.đź’•**