
Semoga suka sama ceritanya🙏
Selamat Membaca✨
***
Tak terasa Melliza dan Alvi telah tiga hari di Swiss, mereka sangat menikmati perjalanan ini bahkan rasanya mereka tak ingin waktu honeymoonnya berakhir.
Tapi apa boleh buat pekerjaan di Indonesia telah menunggu Alvi jadi mereka tak bisa berlama-lama disini dan besok mereka harus segera pulang ke Indonesia.
Karena hari ini adalah hari terakhir di Swiss maka mereka akan jalan-jalan untuk membeli beberapa oleh-oleh. Tapi sebelumnya mereka berdua memilih pergi ke cafe terlebih dahulu untuk mengisi perutnya.
Tak butuh waktu lama mereka telah tiba dan langsung memesan beberapa makanan. Sambil menunggu makanan datang Alvi meminta izin kepada Melliza untuk pergi ke toilet. "Sayang aku ke toilet dulu ya sebentar" ucapnya yang diangguki Melliza.
Saat akan pergi ke toilet seorang perempuan berpostur tubuh sexy tak sengaja menabraknya, mungkin karena perempuan tersebut terus menatap layar ponselnya.
"Sorry, sorry" ucap perempuan yang baru saja menabrak Alvi.
Alvi hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu pergi begitu saja memasuki toilet. Sedangkan perempuan tadi terus memperhatikan Alvi.
Setelah selesai Alvi langsung kembali ke mejanya dan ternyata makanan pun sudah datang. Langsung saja dia menyantap makanan tersebut dengan Melliza. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang terus memperhatikan ke arah Alvi.
"Wahh ganteng banget, tau gituh tadi kenalan dulu" gumam perempuan yang tadi menabrak Alvi.
"Kamu ngeliatin apa sih?" tanya seorang laki-laki yang sedang bersamanya.
"Ah, ga ngeliatin apa-apa ko sayang. Tadi aku lagi inget-inget barang takut ada yang ketinggalan" elaknya.
Setelah selesai makan mereka pun melanjutkan kembali perjalanan untuk membeli oleh-oleh karena semalam Salsa dan Audi mengirimkan Melliza pesan lewat grup chat meminta oleh-oleh pada dirinya. Tentu saja tanpa mereka minta pun Melliza akan membelikannya.
Seperti saat ini Melliza dan Alvi sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan. Mereka membeli oleh-oleh mulai dari cokelat karena Swiss memiliki chocolatier terbaik dan terkenal di dunia sehingga mereka harus membelinya.
Melliza dan Alvi pun tak tanggung-tanggung membeli jam tangan sebagai oleh-oleh yang tentunya tidaklah murah. Swiss memang terkenal dengan produksi arlojinya.
Mereka pun kini telah sampai di hotel pada malam hari.
"Uh kaki aku pegal banget" ucap Melliza duduk di sofa sambil merentangkan kakinya yang terasa sakit karena seharian berjalan-jalan kesana kemari.
"Yaudah sini aku pijitin" ucap Alvi duduk di samping Melliza dan langsung menaikan kaki Melliza pada pangkuannya.
"Eh ga usah sayang" tolak Melliza mencoba menurunkan kakinya.
"Ga apa-apa sayang" Alvi mulai memijitnya.
"Tapi masa aku nyuruh sama suami sih, nanti kalau aku dosa gimana?" ucap Melliza polos.
Alvi tersenyum mendengar ucapan Melliza, dia benar-benar istri yang baik. "Ga akan. Aku kan yang pengen, bukan kamu yang nyuruh" ucap Alvi.
Untuk beberapa menit Alvi memang memijat kaki Melliza dengan benar dan hanya pada bagian kaki sehingga membuat Melliza merasakan nikmat dan rasa sakitnya berkurang.
Tapi untuk menit selanjutnya tangannya tak tinggal diam dan terus naik ke atas dengan sentuhan lembut yang menggoda. Walaupun ada kain yang membalut kakinya tapi tetap saja Melliza merasakan geli dari sentuhan itu.
"Sayangg" ucap Melliza.
Alvi hanya tersenyum penuh arti pada Melliza lalu dengan cepat dia menggendongnya ala bridal style menuju ranjang.
****
Terimakasih banyakk untuk kalian semua yang sudah memberikan dukungan untukku. Luvvv💛
Jangan lupa ya di like, di komen dan di vote🙏🙏🙏
Terimakasih💛💛💛