
Kini mereka telah tiba di suatu tempat. Alvi turun dari mobilnya, kemudian ada seorang pria yang menghampirinya.
"Hei bro, lu tumben banget liat langsung ke lapangan kaya ginih" ucapnya tersenyum
"Gua datang salah, gua ga datang lu ngomel ngomel"
Kemudian Melliza datang dan berdiri dipinggir Alvi, pria yang menyapa Alvi tadi menatap Melliza
"Siapa tuh?" tanya nya pada Alvi
"Sekretaris pribadi gua"
"Pantes aja lu mau punya sekretaris pribadi" ucap nya tertawa.
Melliza hanya memberikan senyuman kepada mereka
"Hai gua Andre" sapanya kepada Melliza sambil mengulurkan tangannya
"Saya Melliza Pak" bersalaman dan memperkenalkan dirinya dengan sopan
"Jangan panggil Pak, panggil Kakak aja biar ga terlalu formal, lagian usia kita ga beda jauh" kata Andre genit
Sedangkan Melliza hanya tersenyum
Alvi yang mendengar itu merasa jijik dan risih terhadap sahabatnya yaitu Andre, ya mereka berdua bersahabat sejak berada di bangsu SMP, kini Andre menjadi orang kepercayaan Alvi untuk permasalah di lapangan
"Apaan sih lu ganjen Dre" kata Alvi dingin kemudian dia pergi melihat lihat kondisi sekitar
Ternyata waktu sudah menunjukan pukul setengah tiga sore mereka pun segera pergi ke hotel xxx untuk rapat berikutnya
Setelah sampai mereka segera masuk ke dalam ruangan, rapat kali ini lebih lama dari rapat sebelumnya, Alvi dan Melliza keluar dari ruang rapat pukul setengah tujuh malam
Di dalam mobil
"Lu udah catat kan yang di rapat tadi?"
"Hmm iyaa udah Pak"
Di perjalanan tiba-tiba Alvi ingat bahwa besok adalah hari ulang tahun Adiknya
"Sial gua hampir lupa" kata Alvi berbicara sendiri
"Kenapa Pak?" Melliza melirik Alvi dengan bingung
"Ah eu ngga" kata Alvi kaget, dia lupa bahwa disampingnya ada Melliza
Kemudian Alvi berpikir kenapa dia tidak menyuruh sekretaris pribadinya untuk membeli cake dan hadiah untuk sang Adik
"Lu bisa kan temenin gua beli cake sama hadiah ulang tahun?"
"Hmm bisa pa"
Sekarang mereka sudah berada di salah satu toko cake
"Lu turun gih, beliin cake yang bagus nih pake ini" sambil memberikan sebuah kartu Atm
"Tapi untuk siapa? Bagaimana kalau tidak sesuai selera?"
"Udah lu pokoknya beli yang kira-kira cewek suka" kata Alvi dengan tetap dingin
Deg entah mengapa hati Melliza merasa ada sesuatu yang mengganjal ketika mendengar bahwa cake itu untuk perempuan
"Ohh oke" kata Melliza sambil masuk ke toko itu
"Astaga kenapa gua ga enak ginih ya? huhft ternyata dia udah punya cewe ya? lu kenapa sih Melliza? Masa iya lu dari dulu masih berharap sama itu cowo? sadar woyy dia songong lagian dia juga udah punya cewe!" ucap Melliza dalam hati
Kini Melliza pun sudah mendapatkan cake yang Alvi minta, dia kemudian masuk ke dalam mobil menghampiri Alvi dan menyimpan cake itu di kursi belakang
"Ini Pak" mengembalikan kartu Atm
"Lu sekarang temenin gua ya"
"Udah lu ga usah banyak nanya, lu itu sekretaris gua lu harus ikut kemana aja ketika gua butuhin lu" tegas Alvi
Melliza hanya diam tak menjawab ucapan Alvi
"Kalau gituh ga usah bilang lu temenin gua dasar kam*ret" ucap Melliza dalam hati
Di dalam perjalanan Melliza membuka handphone nya, banyak sekali pesan dan panggilan masuk dari sahabat dan orangtuanya
Kemudian Melliza membalas pesan dari kedua orangtua nya mengatakan bahwa dia baik baik saja, dan dia mengirim pesan di grup untuk kedua sahabatnya
đź“© "Gua mau cerita, ini di luar dugaan gua. Tapi ga sekarang karena gua masih sibuk"
Itulah isi pesan Melliza untuk sahabatnya.
Melliza melihat Alvi meliriknya ketika dia membalas pesan pesan, dengan segara dia memasukan handphonenya kedalam tas karena takut Alvi marah.
Dan kini mereka pun berada di toko perhiasan, Melliza menemani Alvi yang sedang memilih sebuah kalung
"Yang ini sangat cocok ko untuk Mba nya Mas" kata seorang karyawan menunjuk ke arah Melliza
Alvi dan Melliza saling menatap bengong
"Bukan untuk saya, Mba" ucap Melliza kepada pelayan tersebut
"Ohh maaf, Mba" ucap pelayan tersebut malu sedangkan Melliza hanya tersenyum
"Menurut lu mending ini atau ini?" tanya Alvi kepada Melliza dengan menunjukkan dua kalung
"Ini sih" sambil menunjuk salah satu kalung berliontinkan mahkota yang sangat indah
Akhirnya Alvi pun memilih kalung yang tadi telah di pilih oleh Melliza.
Kini mereka pun telah kembali ke mobil, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
Alvi merasa sudah sangat lelah dan dia harus mengantarkan Melliza kembali ke kantor karena dia membawa mobil.
"Lu tinggal dimana?"
"Di apartement xxx"
"Yaudah, lu gua antarin aja" ucap Alvi
Melliza kaget ketika Alvi menawarkan untuk mengantarnya pulang
"Gausah Pak, mobil saya di kantor" tolak Melliza padahal dirinya sangat senang
"Gua males ke kantor lagi, lagian dari sini ke apartement lu cuman 15 menit dan satu arah ke rumah gua. Kalau gua nganterin lu balik ke kantor itu lebih jauh lagi" jelas Alvi
"Astaga Melliza, dia mau nganterin lu cuman gara gara itu. Kenapa sih ini otak sama hati masih aja berharap sama tu cowo dari dulu? Please Melliza, itu udah hampir dua tahun lalu" kesal Melliza dalam hati
"Lu tenang, soal mobil aman di kantor. Atau kalau lu mau, nanti gua suruh sopir kantor buat nganterin mobil lu"
"Hmm ya sudah kalau begitu. Mobil saya ga usah dianterin, besok saya naik taksi aja"
Akhirnya Alvi pun mengantarkan Melliza ke apartementnya.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan komen
Terimakasih bagi yang sudah membacađź’•