
Alvi dan Melliza baru saja selesai meeting, dalam acara itu Pak Handoko memberitau jika untuk kedepannya yang akan melanjutkan kerja sama dengan Alvi yaitu anaknya karena beliau sudah tua dan ingin anak tunggalnya yang menggantikan dia.
Di dalam mobil ketika akan menuju kantor kembali, Melliza sibuk memegang ponselnya karena dia sedang chating dengan seseorang disana. Bahkan Alvi sedang berbicara mengenai persiapan pernikahanpun hanya Melliza jawab dengan mata terus melihat layar ponselnya tanpa menatap Alvi dan itu membuat Alvi kesal.
"Kamu lagi chat sama siapa sih? Kalau aku bicara tuh diliat jangan malah liat layar handphone terus" ucap Alvi kesal.
"Iyaa kan tetap aku dengerin sayang" jawab Melliza sambil membalas pesan masuknya.
Alvi langsung mengambil ponsel yang Melliza genggam, sebelumnya Alvi tidak pernah melakukan hal seperti itu karena baginya walau pun berpacaran dia dan Melliza tetap harus memiliki privasi masing-masing karena dalam hubungan harus saling percaya satu sama lain.
Tapi kali ini berbeda. Biasanya Melliza selalu menatap Alvi saat mereka sedang mengobrol tapi kini Melliza malah terus-terusan asik chat dan itu membuat Alvi curiga.
Setelah dilihat ternyata layar ponsel itu menunjukkan jika Melliza chat dengan Key lantas Alvi langsung saja memberikannya kembali dengan wajah kesalnya. Dan langsung dimengerti oleh Melliza bahwa tunangannya itu sedang marah karena terbakar api cemburu.
"Ohh pantesan ya asik banget" sindir Alvi.
"Kak Key ngucapain selamat aja ko dan minta maaf karena ga datang ke pertunangan kita" ucap Melliza sambil menyimpan ponselnya ke dalam tas.
"Oh" ucap Alvi kesal dan cuek.
Melliza terus memberikan penjelasan pada tunangannya itu jika dia dan Key tidak memiliki hubungan apa pun, lagian Melliza sudah menganggapnya seperti Kakak.
"Cie cemburu" goda Melliza sambil menekan nekan gemas pipi Alvi dengan telunjuknya.
"Enggalah, ngapain cemburu" balas Alvi.
"Terus kenapa marah?" tanya Melliza tersenyum.
"Aku cuman ga suka kamu deket sama dia, apalagi sampai mengabaikan aku kaya tadi" ucap Alvi lirih.
Mendengar itu Melliza langsung memeluk Alvi dari samping yang sedang mengemudi, dia menyenderkan kepalanya di pundak Alvi.
"Aku minta maaf, Kamu jangan cemburu sama Kak Key karena dia udah aku anggap seperti Kakak sendiri bukan sebagai mantan kekasih, dan kamu harus ingat kita sampai tunangan seperti ini karena dia yang telah membantu kamu meyakinkan aku" ucap Melliza menatap Alvi.
Tapi tetap saja walau pun begitu Alvi tidak suka jika harus diabaikan ketika dirinya sedang berbicara, apalagi saat itu mereka sedang membicarakan persiapan pernikahannya.
"Tapi kamu jangan gituh lagi. Kamu tau kan aku ga suka kalau saat aku bicara, orang lain malah mengabaikan aku" ucap Alvi menatap Melliza.
"Iyaa maaf sayang" jawab Melliza sambil mencium pipi Alvi.
Alvi kaget karena jarang sekali tunangannya melakukan hal seperti itu, entah mendapat keberanian dari mana Melliza berani melakukan hal itu. Apakah ini triknya agar Alvi tidak marah lagi padanya?.
"Belajar genit dari mana?" tanya Alvi tersenyum.
Melliza hanya diam dan tersenyum malu ketika Alvi bertanya seperti itu, tapi Alvi malah terus menggoda Melliza dengan memintanya untuk melakukan hal tadi kembali. Tapi Melliza tetap dengan pertahanannya dan untung saja mereka kini sudah sampai di kantor.
"Aku masih marah loh sama kamu" ucap Alvi menarik tangan Melliza yang hendak membuka pintu mobil.
"Yaudah marahnya dilanjut nanti lagi ya, kita kerja dulu" ucap Melliza berlalu pergi.
Sedangkan Alvi yang mendengar perkataan Melliza itu malah tersenyum, memang ada-ada saja tingkah lucu tunangannya itu.
.
.
.
Teman-teman jaga kesehatan kalian yaa kalau bisa jangan keluar rumah jika ga penting-penting banget, kalau kalian badmood nih dirumah aja kalian baca terus I LOVE YOU MY BOSS heheee dan jangan lupa ya kasih πππππ bintang lima, Like, Vote dan komenππππ
Semoga covid 19 cepat berlalu dan kita semua sehatπ
Terima kasihπ