I Love You My Boss

I Love You My Boss
Belanja bersama Tania



Setelah kemarin diantar pulang oleh Alvi. Melliza memutuskan untuk benar-benar istirahat seharian. Hingga akhirnya di hari minggu ini kondisi Melliza sudah pulih kembali.


Saat Melliza akan pergi dan membawa handphonenya, ternyata handphone nya mati karena dari kemarin Melliza tidak mencharge nya, bahkan dia pun tidak memegang handphone sama sekali saat dia sakit kemarin. Melliza pun menggunakan sebuah power bank untuk mencharger handphonenya. Tanpa melihat pesan handphonenya, Melliza langsung memasukinnya ke dalam tas.


Langsung saja Melliza pun kini pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhannya, dengan menggunakan pakaian casual dan makeup natural sambil mendorong stroli, Melliza mulai mengambil beberapa barang yang ia butuhkan.



Ketika itu pula Melliza bertemu dengan teman satu kantornya yaitu Tania.



"Syaa kamu sendiri?" tanya Tania


"Iyaa nih, Kakak sama siapa?" tanya Melliza balik


"Iya aku juga sendiri, yaudah kita bareng aja gimana?" ucap Tania tersenyum, dan akhirnya mereka berdua pun berbelanja bersama.


Setelah berbelanja akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi makan bersama, tapi ketika masuk ke dalam restoran, Melliza melihat Alvi dengan sosok seorang perempuan. Namun wajah perempuan itu tak terlihat karena membelakanginya.


Melliza mengabaikannya, begitu juga dengan Tania karena tidak menyadari keberadaan Bossnya. Dan Alvi pun tidak sadar bahwa ada bawahannya yaitu Melliza dan Tania.


Tania ingat sesuatu tentang Melliza, dia pernah bercerita pada Tania bahwa minggu ini dia akan pulang tapi nyatanya Melliza masih disini bersamanya.


"Syaa kamu ga jadi pulang?" tanya Tania kepo


"Engga Kak, kemarin aku menemin Pak Alvi ketemu Pak Ben dan sepulang itu aku malah demam" jawab Melliza


"Astaga Melliza, kenapa ga kasih tau aku? Terus sekarang gimana? Udah ke dokter?" tanya Tania sambil memegang kening Melliza dengan khawatir seperti seorang Kakak yang cerewet kepada adiknya.


"Aku udah baik baik aja ko Kak" jawab Melliza dengan senyuman. Dia sangat senang karena sosok Tania yang baik.


Melliza benar-benar beruntung dirinya mempunyai teman dan sahabat yang sangat baik kepadanya. Tania hadir disaat Melliza di kota B hanya sendirian tidak punya siapa- siapa. Tania sudah menganggapnya seperti seorang adik. Tania memang sama seperti Melliza, dia adalah anak satu-satu nya. Tania juga berasal dari keluarga yang berada, namun dirinya memutuskan untuk tinggal sendiri karena kedua orang tua nya yang sudah berpisah.


Makan pun telah selesai, Melliza dan Tania hendak kembali pulang begitu pun dengan Alvi. Alvi berjalan dengan tangan perempuan yang menggandengnya. Akhirnya mereka berpapasan, dan Melliza melihat siapa sosok perempuan tersebut. Melliza teringat akan perkataan Alvi kepada nya waktu dulu, dan itu membuat Melliza geli karena Alvi sekarang bersama wanita yang usianya dibawah dia, bahkan bisa dikatakan seperti masih anak SMA.


"Bisa-bisanya bilang ke gua gadis kecil, pacar dia sendiri kaya nya lebih muda dari gua" ucap Melliza kesal dalam hati.


Tania dan Melliza tersenyum dan mengangguk kepada Alvi, sedangkan Alvi seperti biasa dia yang dingin hanya mengangguk kan kepala nya saja, sedangkan perempuan itu tersenyum ramah dan mereka pun berjalan pergi. Begitu pun dengan Melliza dan Tania yang pergi menuju tempat parkir mobil mereka.


Karena penasaran, Melliza menanyakan kepada Tania.


"Kak tadi itu pacar Pak Alvi?" ucap Melliza kepo.


"Kayanya bukan deh, emang kenapa? Kamu naksir ya?" Goda Tania kepada Melliza.


"Ah ngga lah Kak!" elak Mlliza.


"Aku ga tau sih, tapi yang aku denger selama ini Pak Alvin ga punya pacar, dan ohhya Syaa, Alvi itu baru menjabat CEO dua tahun lalu"


"Kak Tania juga kerja disini baru dua tahun kan?"


"Iyaa, saat aku pertama masuk kerja itu bersamaan dengan masuknya Alvi sebagai CEO baru, kata yang udah lama disini, Alvin itu tadi nya ga mau kerja di perusahaan Ayahnya ini"


Tak terasa mereka sudah sampai diparkiran, akhirnya Tania pun masuk ke dalam mobil sedangkan mobil Melliza tidak terparkir didekat Tania.


"Syaa duluan ya, sampai ketemu besok syaa" ucap Tania yang sudah berada di dalam mobilnya.


"Iya Kak, hatihati yaa"


Melliza pun berjalan menuju mobilnya.