I Love You My Boss

I Love You My Boss
Dipercepat?



Mungkin banyak yang berpikiran bahwa kedua orang tua Melliza itu seorang dokter, karena dia memiliki rumah sakit di kota S tempatnya tinggal. Tapi tidak, mereka berdua bukan seorang dokter. Ayah dan Ibu Melliza di kota S tempatnya tinggal sangat terkenal sebagai pengusaha yang rendah hati.


Ayah Melliza yaitu Raka adalah seorang pengusaha di bidang perkebunan dan perikanan, yang memiliki rumah sakit dan Ibunya yang pintar memasak, memiliki bisnis dibidang kuliner yang kini telah memiliki lima cabang yang berada di sekitar kota nya.


Hampir seluruh anggota keluarga dari Ayah Melliza bergelut di bidang kesehatan, hanya Ayah dan Ibu Melliza yang menjadi seorang pengusaha, sampai akhirnya Raka dan Icha memutuskan membuat rumah sakit di kota nya, agar dapat membantu keluarganya bekerja. Melliza dulu sempat disuruh menjadi seorang dokter oleh Kakeknya, namun dia menolak begitu saja. Dia dengan yakin ingin melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan ekonomi.


----------------------------------------------------


Ketike melliza tidur siang, tiba tiba suara handphone nya berbunyi, dan dia langsung mengangkatnya.


πŸ“ž"Hallo selamat siang, mohon maaf mengganggu waktunya. Saya Rina, dari perusahaan Sanjaya Sentosa Land"


πŸ“ž"Ohhiyaa Bu Rina, tidak ko tidak mengganggu sama sekali"


katanya dengan sangat sopan


Padahal Melliza merasa terganggu atas panggilan tersebut, kalau saja itu bukan panggilan dari perusahaan Sanjaya Sentosa Land, pasti dia akan mematikan telponnya.


πŸ“ž"Begini, Saya akan memberitau bahwa anda masuk akan lebih cepat, karena Pa Alvin CEO kita akan kembali dua hari lagi, jadi anda pun dua hari lagi sudah bisa masuk kerja"


πŸ“ž"Oh baiklah Bu, Terima kasih informasinya"


Setelah mengakhiri telponnya. Melliza merasa kaget jika waktu masuk kerjanya di percepat. Dia pun menelpon sang Mamah memberitau jika dirinya akan masuk lebih cepat dari waktu yang telah disepakati sebelumnya. Melliza memberitau Ibunya agar segera mengurus apartementnya.


Namun, apartement tersebut sudah Papah Melliza beli dan Ibunya pun langsung menyuruh orang untuk mendekor ulang sesuai dengan keinginanya. Sehingga Melliza tak perlu memikirkan soal tempat dia tinggal nanti.


"Wahh cepet banget Mamah sama Papah, padahal aku baru bilang pagi tadi kalau mau apartement itu dan sekarang udah lagi di dekor aja beruntung banget aku punya orangtua kaya mereka"


Selain itu melliza pun merasa lega, karena barang barangnya sudah ia siapkan, sehingga ia bisa bersantai santai. Tapi tiba tiba hatinya tidak tenang, takut, gugup dan gelisah karena dia memikirkan bagaimana Bosnya.


"Hmm gua berharap semoga aja bos gua ganteng, masih muda, biar kalau kemana mana nemenin dia gua ga bosen, gua bisa liatin muka dia yang ganteng"


ucap Melliza berharap


"Huhfftt tapi ga mungkin banget tuh, gua tebak pasti tuh s Pak Alvin ini usianya empat puluh tahunan, ga mungkin banget kalau CEO masih muda kan, ah yaudahlah mau tua mau muda yang penting dia baik sama gua, ga bentak gua ketika gua salah, bos yang bisa ngertiin bawahannya, semoga aja"


gumam Melliza sedari tadi mencoba menenangkan dirinya sendiri, karena Melliza benar benar takut akan siapa dan seperti apa bosnya nanti.


.


.


.


.


.


jangan lupa like and komenπŸ’›