
"Udah Ndy ga usah di liatin terus gituh" sindir Salsa.
Endy hanya bisa tersenyum kaku mendengar ucapan Salsa. "Udah move on Ndy, dia bentar lagi punya baby" sambung Salsa yang mengejutkan Endy.
"Hah maksud loe Melliza hamil?" tanyanya tak percaya.
"Iyaa" jawab Salsa singkat.
"Yah tadinya gue mau nungguin dia jadi janda" ucap Endy ngasal yang langsung mendapatkan jitakan dikepalanya oleh Salsa.
"G*la loe nyumpahin sahabat gue jadi janda?" tanyanya kesal.
"Duh engga lah, gue asal ngomong aja Sal" jawab Endy sambil mengusap kepalanya yang sedikit sakit.
"Bukan nyumpahin tapi gue cuman berharap. Tapi kayanya gue harus buang jauh-jauh deh harapan ini" gumam Endy dalam hati.
"Awas aja loe. Lagian udahlah move on Ndy. Loe ganteng pasti banyak yang mau sama loe" ucap Salsa merasa kasihan kepada temannya itu.
***
Sementara kini Melliza dan Alvi sedang dalam perjalanan pulang, suasana di dalam mobil tidak seperti biasanya dimana mereka akan mengobrol. Kali ini Alvi tidak bersuara sama sekali. Hingga akhirnya Melliza yang membuka obrolan.
"Tadi Endy tiba-tiba nyamperin kita, aku ga tau kalau dia ada disana juga" jelas Melliza.
Jujur saja Melliza takut jika Alvi salah paham. Alvi tersenyum melirik istrinya. "Iya aku tau ko, aku percaya sama kamu. Cuman aku ga suka aja cara dia menatap kamu" ucap Alvi jujur.
Tadi saat Alvi akan menghampiri Melliza, dia menghentikan niatnya. Dia melihat seorang laki-laki yang dulu sempat bertemu juga dengannya, tak lain adalah Endy. Dia amati mereka dari jauh, bahkan Alvi melihat laki-laki itu tidak mau melepaskan tangan istrinya saat mereka bersalaman.
"Aku juga ga suka. Untung ada kamu datang" jawab Melliza jujur yang membuat Alvi tersenyum dan mengusap lembut kepala istrinya.
"Mungkin aku ga gituh karena dia ga suka kalau ada cowok lain yang deketin aku selain Ayahnya" ucap Melliza mengelus perutnya.
"Oh jadi kalau ga ada dia, kamu mau genit gituh?" ucap Alvi menatap Melliza dengan cemberut.
Melliza tertawa melihat itu, dia berhasil menggoda suaminya. "Engga dong sayang, aku kan setia. Mau sehidup semati sama kamu" ucap Melliza melilitkan tangannya pada tangan kiri Alvi lalu menyender di pundaknya.
"Gemes deh kalau kamu manja terus ginih, love you bumil cantik" ucap Alvi mencium kening Melliza.
"Tapi kalau nanti aku jadi gendut gimana? Kamu tetap cinta kan sama aku?" tanyanya sedih.
"Ko kamu nanya gituh sih? Aneh deh".
"Yaudah sih jawab aja, kamu tetap cinta ga sama aku?" ucap Melliza kesal, tak sabar menunggu jawaban suaminya.
"Syaa, mau badan kamu nanti gendut. Mau kulit kamu nanti udah keriput, aku bakalan tetap sayang dan cinta sama kamu. Jujur aku ga munafik, memang iya aku jatuh cinta awalnya karena fisik kamu. Tapi buat aku sekarang itu ga penting, aku nyaman dan merasa bahagia disamping kamu. Apalagi diantara kita akan ada dia, aku ga pernah berpikir untuk berhenti mencintai kamu. Kamu jangan pernah lagi berpikir yang aneh kaya gituh, oke?" ucap Alvi menatap istrinya dan diangguki oleh Melliza.
Belakangan ini Melliza sering menonton televisi dimana banyak ftv dan sinetron yang menceritakan perempuan yang tidak dicintai lagi oleh suaminya karena bentuk tubuhnya yang berubah ketika hamil.
Melliza takut jika itu akan terjadi kepadanya. Apalagi Alvi adalah seorang CEO tampan, muda dan kaya pastinya banyak perempuan diluar sana yang siap untuk menggodanya. Tapi mendengar jawaban Alvi tadi sedikit membuat perasaannya lega.
**
Kalian udah bosen ya sama ceritanya? Kasih saran dan masukan ya di kolom komentar. Jangan lupa juga untuk tetap like, vote dan kasih rate bintang lima.
Buat teman-teman yu baca juga ceritaku satu lagi, judulnya UNEXPECTED LOVE.
Terimakasih💚💚💚