I'LL ALWAYS LOVE YOU

I'LL ALWAYS LOVE YOU
96. Berdua saja



Ariel hanya mengangguk, namun pandangannya mengikuti arah kemana Lanzo pergi. Dia tampak menempelkan ponsel ditelinganya, sampai Ariel merasakan sesuatu yang basah dan dingin menyentuh wajahnya, membuat ia segera menoleh.


"Ahh,,, JOELL,," pekik Ariel menyentuh pipinya karena terkejut.


Joel menempelkan minuman kaleng dingin di pipi Ariel disaat Ariel menatap Lanzo yang sekarang berdiri agak jauh darinya.


Suara tawa renyah Joel terdengar puas saat melihat reaksi Ariel, seolah mengatakan usahanya membuat Ariel terkejut berhasil.


"Kamu pasti haus, aku membelikan ini," ujarnya memberikan kaleng minuman dingin kepada Ariel.


"Terima kasih, tapi kapan kamu membelinya?" tanya Ariel mengerutkan keningnya.


"Sebelum menemuimu, tentu saja. Tapi, aku juga sempat melihat kamu tadi mengobrol bersama seseorang," ucap Joel.


Joel menjatuhkan tubuhnya disamping Ariel, sementara papan surfing ia letakan tak jauh dari tempat mereka duduk.


"Ah,, itu,, kebetulan dia orang yang tau tentang tempat ini, jadi aku bertanya sedikit tentang tempat ini untuk memudahkan kita akan kemana tujuan kita selanjutnya," terang Ariel.


Ariel mengeluarkan handuk kecil dari dalam tasnya dan menutupi kepala Joel dengan handuk itu, lalu mengosok pelan kepalanya.


Selama beberapa saat, Joel membeku ditempatnya, jantungnya berdetak lebih cepat saat wajah Ariel berada sangat dekat dengan dirinya.


'Kenapa aku masih saja berdebar setiap kali wajahnya berada sangat dekat denganku?' batin Joel.


Joel terus memandangi wajah Ariel yang berada tepat didepannya dan hanya berjarak beberapa senti.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Ariel ketika menurunkan pandangannya dari rambut ke mata Joel.


"Wajahmu," jawab Joel.


"Kenapa dengan wajahku? Apakah ada sesuatu yang menempel disana?" tanya Ariel mengerutkan keningnya.


"Aku selalu saja kesulitan untuk mengalihkan pandanganku darimu, bahkan sampai sekarang perasaan itu sedikitpun tidak berubah," jawab Joel.


"Dan aku berharap itu tidak akan pernah berubah," sambut Ariel menempelkan hidungnya di hidung Joel.


Ariel menurunkan handuk dari kepala Joel dan meletakan handuk itu disampingnya.


'PSSS,,,!'


Suara mendesis dari kaleng yang baru saja di buka Joel, dan segera memberikan kaleng itu pada Ariel.


Ariel menerimanya, lalu meneguknya. Matanya kembali melihat laut sembari menyandarkan kepalanya di bahu Joel.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Joel.


"Bisakah kita kembali melakukan ini lain kali?" tanya Ariel kembali meneguk minuman ditangannya.


"Tentu saja," sambut Joel mengambil kaleng minuman dari tangan Ariel lalu meminumnya.


"Saat waktunya tiba nanti, aku yang akan menentukan tempatnya," imbuhnya.


"Itu bukan masalah, kemanapun itu asalkan aku bisa menghabiskan waktu bersamamu," jawab Ariel.


Joel meraih tangan Ariel, lalu mengenggam telapak tangannya, menempelkan kepalanya ke kepala Ariel yang tengah bersandar dibahunya.


"Aku bahkan tak pernah bermimpi untuk mengunjungi tempat ini, tempat yang hanya ku lihat dan kubaca melalui ponsel, sekarang aku berada disini. Dan itu berkatmu," papar Joel.


"Hanya mengucapkan terima kasih, kurasa itu tak akan pernah cukup," imbuhnya.


"Aku bahkan tidak akan pernah ke tempat ini jika bukan karenamu, Joel, jadi bukankah itu impas?" sambut Ariel terkekeh pelan.


"Kamu menjadi orang yang sangat berbeda ketika berada dilaut lepas, terlihat bebas, dan aku ingin bisa terus melihat sisi dari dirimu yang seperti itu," ungkap Ariel.


"Apakah sisi lain dari diriku tampak buruk?" tanya Joel.


Ariel mengelengkan kepalanya "Tidak sama sekali,"


"Pekerjaanmu memiliki tanggung jawab yang besar, dan kau juga tau akan itu," imbuhnya.


"Hahhh,,," desah Joel. "Apakah terdengar kejam jika sekarang aku mengatakan sangat bersyukur bahwa Bram tidak bergabung bersama kita?" tanya Joel tertawa ringan.


"Errr,,, aku akan mengatakan hal yang sama tentang itu," jawab Ariel tertawa.


"Setelah kita kembali, mungkin akan sulit untuk bisa menikmati waktu berdua saja," ucap Joel.


"Benar," sambut Ariel. "Tapi kita bisa tetap bertemu. Aku bisa meluangkan waktuku untuk datang ke rumah sakit," imbuhnya.


"Aku juga akan melakukan hal yang sama," jawab Joel.


"Apakah kamu masih ingin surfing, Joel?" tanya Ariel masih mempertahankan posisinya.


"Tidak, aku sudah cukup puas dengan hari ini. Tapi, aku sekarang terpikirkan sesuatu," ujar Joel.


"Apa itu?" tanya Ariel.


"Apakah kamu pernah melakukan Flyboarding?" tanya Joel.


"Jangan tanyakan apapun yang berhubungan dengan air, jawabanku hanya satu, Joel. Tidak," sambut Ariel mengangkat kepalanya dan menatap Joel.


Joel tergelak sebelum berkata. "Cobalah satu kali saja, dan aku akan pastikan itu aman," ucap Joel.


"Hanya saja, aku hanya tau satu tempat yang bisa dikunjungi jika ingin melakukan Flyboarding, dan itu di Karibia," sambungnya.


"Aku tidak bisa menjanjikannya," jawab Ariel.


"Tak masalah," sambut Joel tersenyum hangat.


"Mau menunggu matahari terbenam?" tawar Joel.


"Sepertinya tidak," jawab Ariel.


"Jika kita hanya menghabiskan waktu disini, maka perjalanan kita akan sia-sia," imbuhnya.


"Kamu benar," sambut Joel.


"Kalau begitu, ayo pergi," ajak Joel berdiri lalu mengulurkan tangannya.


Ariel mengangguk menerima tangan Joel dan berdiri. Membereskan barang-barang mereka dan pergi meninggalkan pantai setelah mengembalikan barang yang di sewa sebelumnya.


Ariel tidak menyadari, Lanzo memperhatikan dirinya sejak Joel menghampiri Ariel dan duduk disampingnya. Melihat Ariel yang menyandarkan kepalanya dibahu Joel, membuat Lanzo mengurungkan niatnya untuk kembali mendekati Ariel.


"Tck,,, ternyata dia memiliki kekasih," decak Lanzo kecewa. "Dan hubungan mereka terlihat hangat," imbuhnya.


"Aku tertarik dengannya karena dia tampak manis, tanpa mengetahui apakah dia memiliki kekasih atau tidak, aku menyukai orang yang salah," gumamnya sembari mengacak-acak rambutnya.


Lanzo bahkan memperhatikan Ariel ketika mereka berdua melangkah meninggalkan pantai. Mata Lanzo tertuju pada tangan mereka yang saling menjalin jari-jari tangan mereka, seolah hal itu menjadi penegasan hubungan mereka.


...>>>>>>>--<<<<<<<...


### Beberapa hari setelahnya....###


Sepulang dari liburan panjang Ariel dan Joel, mereka berdua kembali disibukkan dengan pekerjaan masing-masing.


Bahkan hanya untuk mengirim pesan saja seolah tidak bisa menyempatkan waktu agar bisa saling membalas diwaktu yang sama.


Jam sibuk mereka yang saling bertabrakan juga menjadi kendala yang membuat merka tidak bisa bertemu bahkan setelah beberapa hari mereka pulang liburan.


Siang itu, Ariel tengah duduk disebuah bistrot yang terletak tak jauh dari studio tempat dia melatih. Tiba-tiba, dari arah belakang seorang wanita menghampirinya dan langsung duduk di kursi kosong yang berada didepan Ariel.


"Hai,," sapanya dengan senyum cerah.


"Christina?" desis Ariel terkejut.


"Lama tidak bertemu, aku sempat ragu untuk menghampirimu," ucapnya tersenyum.


"Lama tidak bertemu. Kemana saja? Kamu jarang sekali terlihat, aku bahkan hampir lupa kapan terakhir kali kita bertemu," ucap Ariel.


"Aku baru saja kembali dari rumah nenekku," jelasnya.


"Ah,, begitu rupanya," sambut Ariel.


"Lalu, bagaimana kabarmu? Kabar nenekmu?" sambung Ariel.


"Nenek baik, kalau aku, seperti yang kamu lihat," jawabnya tersenyum.


"Bagaimana denganmu?" balas Christina.


"Aku baik," jawab Ariel trsenyum.


"Permisi, pesanan atas nama nona Ariel,"


Suara yang berasal dari balik meja mengalihkan perhatian Ariel.


"Sebentar, aku akan mengambil pesananku dulu," ujar Ariel seraya berdiri.


Christina mengangguk. Tepat saat Ariel berdiri, ponsel yang sengaja ia tinggalkan memunculkan notif pesan.


Christina melirik sekilas, dan meraih ponsel Ariel karena penasaran. Sementara Ariel masih berdiri didepan meja bar untuk mengambil pesanan miliknya.


"Maaf nona, saya sedang kekurangan orang, jadi tidak bisa mengantarkan pesanan anda ke meja anda seperti biasanya," sesal pria yang berjaga di meja kasir.


"Tak masalah, itu bisa dimengerti," sambut Ariel dengan suara ramah.


"Terima kasih nona, selamat menikmati," ucapnya.


"Bunny?" gumam Christina, lalu membuka pesan yang muncul, dan segera mengembalikan ponsel Ariel ke posisi semula.


Ariel kembali duduk dengan membawa nampan berisi makanan yang telah ia pesan, lalu menatap Christina.


"Apakah kamu sudah memesan?" tanya Ariel.


"Aku hanya ingin menyapamu, sebenarnya aku sedang ada keperluan di tempat yang tak jauh dari sini," terang Christina.


"Ah,,, begitu rupanya. Aku mengerti," sambut Ariel.


"Hei, bisakah aku meminta nomor ponselmu? Terkadang aku bingung ketika ingin pergi dan tidak memiliki teman," ucap Christina dengan wajah lesu.


"Tentu," jawab Ariel.


Christina menyimpan nomor Ariel dan memberinya pelukan singkat sebelum pergi meninggalakan Ariel kembali sendiri.


Ariel kembali duduk dan memeriksa ponselnya.


"Huuft,,, dia bahkan tidak mengirim pesan sama sekali," desah Ariel.


"Apa hanya aku yang merindukannya sementara dia tidak? Menyebalkan," gerutunya lalu membalik ponselnya di meja.


Memakan makanan didepannya dengan malas, sesekali kembali mengerutu pelan, bahkan merutuk orang yang ia tunggu kabar darinya.


"Apakah dia menjalani operasi selama 24jam?" gerutunya lagi.


"Ish,,,"


"Tak kusangka, aku akan bertemu denganmu disini. Lama tidak bertemu Ariel,,,"


Suara serak dan berat terdengar dari belakang Ariel membuat ia menoleh. Tubuhnya membeku tepat saat melihat wajah orang yang telah menyapanya.


.....


.....


.


.


To be Continued


Penjelasan singkat


-Flyboarding\=> adalah salah satu permainan olahraga air extrem yang diciptakan oleh mantan atlet jetski profesional asal Prancis, olahraga dengan perangkat seperti papan pijakan yang terhubung oleh pipa sepanjang 18meter ke turbin jetski.


-Bistrot \=>adalah restoran kecilyang merujuk pada bar ala prancis yang menjual anggur. Pada umumnya bistro selalu mengubah menunya unuk siang dan malam, dan selalu meginformasikan menu yang ada di hari itu atau musim tertentu.


-Karibia atau kepulauan Karibia \=> adalah sekelompok pulau yang terdapat di Laut Karibia. Pulau-pulau ini terbentang menuju selatan dari bawah Florida ke barat laut Venezuela di Amerika selatan