I'LL ALWAYS LOVE YOU

I'LL ALWAYS LOVE YOU
67. Awal dari sesuatu



Seringai lebar tumbuh menghiasi wajah Joel. Ia mendekatkan wajahnya pada Ariel yang terlihat panik


"Apakah kamu tidak ingat apa yang kita lakukan semalam?" bisik Joel ditelinga Ariel.


"DEG,,,,!!!!"


"A-A-Apa maksudmu?" tanya Ariel terbata.


Seringai di wajah Joel kian melebar, seolah menikmati keterkejutan Ariel yang tampak jelas di wajahnya.


Ariel merenung, mengingat apapun yang bisa membantunya untuk keluar dari situasi itu.


'Aku tadi malam membersihkan dapur, dan duduk di sofa menunggu Joel selesai dibagian luar. Setelah itu, aku tidak mengingat apapun. Apakah aku membatalkan untuk pulang? Tapi kenapa?' pikir Ariel.


"Pft,,, Ha ha ha,,,"


Joel tidak bisa lagi menahan tawanya. Ia tertawa terbahak-bahak ketika Ariel masih tidak bisa mencerna apa yang baru saja terjadi. Membuat Ariel bertambah bingung dengan apa yang terjadi.


"Kenapa kamu harus sepanik itu?" tanya Joel di sela tawanya.


"Aku hanya bercanda," imbuhnya.


"L-Lalu kenapa aku masih disini?" tanya Ariel.


"Kamu tertidur saat aku masuk kedalam, dan kamu terlihat lelah, aku tidak bisa membangunknmu dan menganggu tidurmu. Jadi, aku membiarkannya," jelas Joel.


"Tapi, kenapa kamu disini?" tanya Ariel lagi masih tidak puas mendengar jawaban Joel.


"Hei,, ini rumahku, kenapa aku tidak bisa berada di rumahku sendiri?" sambut Joel menyeringai.


"Bukan itu intinya,," sungut Ariel memukul lengan Joel yang masih terus tertawa.


"Kamu tau dengan jelas apa yang aku maksud," imbuhnya.


"Hemmm,,,," gumam Joel.


Joel diam dan berpikir sejenak, merasa apa yang terjadi tadi malam akan menjadi rahasia kecilnya yang tak akan ia lupakan.


Saat ia hendak beranjak setelah menyelimuti Ariel disofa, tangan Ariel menahan tangannya. Mengengam telapak tangannya dalam keadaan masih tertidur pulas.


Alih-alih menarik tangannya, Joel justru membiarkan Ariel terus mengengam tangannya dan memilih duduk di sofa, memindahkan kepala Ariel dipangkuannya.


Satu tangannya yang bebas membelai lembut kepala Ariel yang tertidur, hingga ia juga turut tertidur.


"Joel,,," panggil Ariel masih terdengar gelisah dari suaranya.


"Tidak ada yang terjadi, aku hanya ingin menemanimu tidur disini," jawab Joel pada akhirnya.


"Tapi itu tidak menjawab apa yang menjadi inti petanyaanya," sambut Ariel.


"Daripada itu," Joel kembali mendekatan wajahnya pada Ariel dengan tangan terulur, lalu menyentuh dahinya.


"Aku memang menyukai melihatmu dipagi hari ketika bangun tidur, tapi aku tidak menyukai gagasan membenturkan dahimu seperti tadi," ucap Joel sembari mengusap lembut dahi Ariel yang membentur dahinya.


"Apakah masih sakit?" tanya Joel.


"Tadi tidak terasa sakit, tapi setelah kamu menyentuhnya jadi terasa sakit entah bagaimana," jawab Ariel polos.


"Pft,,, baiklah," sambut Joel tertawa singkat.


Dengan lembut Joel menempelkan dahinya didahi Ariel. Namun, didetik berikutnya Ariel mendorong Joel menjauh darinya.


"Kenapa kamu tidak tidur dikamarmu? Kanapa harus disini? Dan kenapa kamu harus manjadi_,,, ban_tal?" cecar Ariel mengakhiri pertanyaannya dengan suara lirih.


"Pertama," Joel mangangkat telunjuknya dan menekan dahi Ariel.


"Kerutan di dahimu ini mengurangi kecantikanmu," ucap Joel.


"Joel,, Aku serius,," sambut Ariel menepis tangan Joel.


"Kedua," lanjut Joel mengabaikan protes yang dikeluarkan Ariel.


"Jika kamu berpikir aneh dengan bumbu merepotkan di belakangnya, aku tidak ingin mendengar itu keluar dari mulutmu," tegas Joel.


"Dan ketiga, bagaimana mungkin aku membiarkanmu disini sedangkan aku berada dikamar tanpa beban?" ungkap Joel.


"Apa kau pikir aku bisa tidur nyenyak dengan membiarkanmu sendiri?" imbuhnya.


"Tapi aku_,,, Hemph,,,"


Joel memotong ucapan Ariel dengan mencium bibirnya, membuat Ariel terkesiap dengan tindakan tiba-tiba itu, namun tidak memberontak sedikitpun, seolah memberikan ijin atas apa yang Joel lakukan, hingga membuat tangan Joel bergerak menangkup wajah Ariel.


"Akhirnya diam juga," ucap Joel setelah melepaskan Ariel, kembali menatap manik mata Ariel yang masih terlihat terkejut.


"Jangan pernah berpikir ketika aku melakukan sesuatu untukmu akan membuatku merasa direpotkan atau dibebani. Ingat saja satu kalimat ini, aku akan melakukan apapun untukmu dan selalu bersamamu dalam keadaan apapun, apa kamu mengerti?" tanya Joel.


Ariel mengangguk pelan, membalas tatapan yang diberikan Joel padanya dengan rasa bahagia yang meluap dihatinya.


"Apakah kamu mau membersihkan diri dulu? Kamu bisa menggunakan kamar mandiku, sementara aku akan menyiapkan sarapan untukmu," tawar Joel


"Bolehkah aku?" tanya Ariel.


Joel tertawa dan menyentuh hidung Ariel menggunakan hidungnya.


"Tentu saja, bukankah aku yang menawarkannya? Dan kau tau?" tanya Joel.


"Apa?" Ariel menaikan alisnya penasaran dengan kelanjutan kalimat Joel.


"Ini adalah pagi terbaik dari semua pagi yang pernah aku lalui," ungkap Joel tulus.


"Aku bisa mengatakan hal yang sama untuk itu," sambut Ariel mulai tersenyum tenang.


"Meski diawali dengan benturan dahi?" goda Joel.


"Ugh,,, itu kan,,, aku kan,,, ukh,, baik, baik,, aku sangat terkejut karena aku masih disini, dan dengan seenaknya menjadikanmu sebagai_,,,"


"Bantal?" potong Joel menaikkan alisnya.


"Aku tidak keberatan, jika boleh jujur, aku menikmatinya," imbuhnya.


"Jadi, berhentilah merasa bersalah, oke?" pinta Joel.


"Baiklah," jawab Ariel menyerah.


Ariel beranjak meninggalkan sofa, menyeret kakinya menuju kamar mandi yang ada dikamar Joel. Ingin menikmati ritual paginya dengan tenang.


Setelah selesai, Ariel baru saja tersadar ia tidak memiliki pakaian ganti. Sementara pakaian yang baru saja ia pakai telah masuk kedalam mesin cuci, dan perlu waktu untuk kering.


"Bagaimana aku bisa melupakan hal penting ini? Aku tidak memiliki pakaian ganti disini, sekarang bagaimana?" gumam Ariel bingung.


"Ariel,,,?" suara Joel memanggil dari balik pintu.


"Ah,, ya,, apa??" jawab Ariel mulai panik.


"Ada apa? Apakah terjadi sesuatu? Kamu terdengar panik?" tanya Joel.


"Hei,,, katakan lebih jelas! Jangan membuatku khawatir," pinta Joel.


"Aku tidak memiliki pakaian ganti," jawab Ariel.


"Ah,,,, aku lupa tentang itu. Tunggu sebentar, jangan berpikir untuk mengenakan pakaian yang belum benar-benar kering karena itu bisa membuatmu demam," ucap Joel mengingatkan.


Suara Joel mengilang selama beberapa menit, dan kembali lagi dengan mengetuk pintu kamar mandi.


"Apakah kamu keberatan jika mengenakan pakaianku untuk sementara?"tawar Joel.


"Itu terdengar lebih baik dari tidak mengenakan apapun," jawab Ariel.


"Ha ha ha,,, Oke,, tapi aku tidak keberatan dengan dengan itu," goda Joel.


"Joel,,, tenagaku masih cukup jika hanya untuk menamparmu pagi ini," jawab Ariel.


"Aku hanya bercanda," sambut Joel. "Buka pintunya sebentar," pinta Joel.


Ariel membuka sedikit celah di pintu dan mengulurkan tangan, berusaha meraih pakaian yang di berikan Joel dengan bersembunyi dibalik pintu.


Setelah mendapatkan pakaiannya, Ariel kembali menutup pintu. Sementara Joel mengambil ponselnya, tampak sibuk menggulir mencari sesuatu.


Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka diiringi oleh Ariel yang keluar mengenakan kemeja putih milik Joel yang tampak terlalu besar untuknya.


Ariel melangkah keluar kamar setelah meletakkan celana diatas tempat tidur. Berulang kali ia harus mengulung lengan kemejanya karena terlalu panjang untuknya.


"Joel,,,?" panggil Ariel.


"Disini," suara Joel terdengar dari dapur.


Ariel segera melangkah kedapur, mendapati Joel telah selesai menyiapkan sarapan dan tengah menuang air kedalam gelas saat Ariel masuk kedapur.


"Adakah yang bisa ku lakukan untuk membantu?" tawar Ariel.


Joel menatap Ariel tanpa berkedip, air yang ia tuang kedalam gelas telah meluap tanpa disadari olehnya.


"Joell,,,!" teriak Ariel mengibas-ngibaskan tangan didepan wajah Joel.


Ariel segera menghentikan tangan Joel yang terus menuang air, menyebabkan adanya genangan air di lantai dapur.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" decak Ariel.


"Eh,, apa? Kenapa?" tanya Joel linglung.


"Kamu berada disini dan di tempat lain pada saat yang sama," sindir Ariel sembari menunjuk ke bawah.


Ia segera melihat kebawah dan menyadari kesalahannya.


"Ah,, maaf. Pikiranku teralihkan," jawab Joel gugup.


Ariel menatap Joel dengan menautkan kedua alisnya. Namun, Joel mengabaikannya dan segera membersihkan genangan air dilantai.


"A-Aku ke kamar dulu sebentar," ucapnya terbata, dan melenggang begitu saja sebelum Ariel sempat mengatakan apapun. Masuk kedalam kamar mandi, lalu menguncinya.


'Damn,,, kanapa Ariel harus terlihat begitu menggoda? Dia hanya memakai kemejaku, tapi justru itu yang jadi masalahnya, Arrggghhh,,,,!'


Joel merutuk dalam hati disertai dengan mengacak-acak rambutnya dengan gusar. Ia segera mengalirkan air showeer diatas kepalanya, berusaha menghilangkan semua hal yang memenuhi pikirannya.


Setelah beberapa lama, Joel keluar dan kembali ke dapur untuk menemui Ariel yang menunggunya sarapan.


Ariel tampak duduk santai tanpa beban, sementara Joel terus menahan gejolak hatinya hanya dengan melihat Ariel memakai kemeja miliknya tanpa celana, duduk didepannya menikmati menu sarapan yang ia buat.


Rambut Ariel yang setengah basah membuatnya berulang kali menelan ludahnya, gelisah di tempat duduknya!


"Uhm,,, Hei,, Ariel,, Uhmm,, aku ingat memberikan satu celana untukmu, uhmm,,, kenapa kau tidak memakainya?" tanya Joel gugup.


"Uhmm,,," Ariel mengunyah makanan sambil menatap Joel dengan alis terangkat.


"Terlalu besar untukku," jawab Ariel singkat setelah menelan makanannya.


"Terlalu besar?" ulang Joel mengerutkan keningnya.


"Ya, percuma memakainya jika pada akhirnya akan merosot jika aku melepaskan tanganku," jawab Ariel masih tidak menyadari perubahan wajah Joel, ia hanya menikmati makanan didepannya.


"Uhmmm,,, apa nama makanan ini, Joel? bagaimana bisa kamu menyiapkan sarapan selezat ini diwaktu singkat?" puji Ariel.


"Ekhmm,, (berdeham menghilangkan gugup) ini dinamakan Parfait, aku menggunakan buah strawberry dan blueberry. Juga Yogurt rendah lemak dan almond," jelas Joel.


"Kemampuanku benar-benar jauh jika dibandingkan denganmu, aku tidak pernah bisa membuat makanan sendiri dengan hasil selezat ini," ungkap Ariel.


"Kau hanya perlu mengatakan apa yang ingin kamu makan, dan aku akan membuatkannya untukmu, Ariel," tutur Joel tulus.


"Sungguh?" tanya Ariel memastikan.


"Lebih dari itu," jawaban Joel terdengar bersunggh-sungguh.


"Senang sekali mendengar itu," sambut Ariel tersenyum lebar.


"Tapi, Joel,,?"


"Apa?" Joel menaikkan alisnya.


"Jam berapa kamu berangkat bekerja?" tanya Ariel.


"Segera setelah mengantarmu pulang," jawab Joel.


"Tidakkah itu akan membuatmu terlambat?" tanya Ariel cemas.


"Jangan khawatir, itu memang jadwalku," terang Joel.


Ariel mengangguk dan menyelesaikan sarapannya. Tak lama setelah itu, seorang kurir mengantarkan barang kerumah Joel yang ternata adalah satu set pakaian untuk Ariel.


"Kamu membelinya? Sebentar lagi pakaianku kering, Joel," ucap Ariel merasa tidak enak.


"Apakah salah jika aku membelikan sesuatu untuk kekasihku sendiri? Lagi pula, pakaianmu masih perlu waktu untuk benar-benar kering, jadi biarkan saja itu disini dan kamu memakai yang baru aku belikan," ujar Joel dangan intonasi tidak bisa di bantah.


Ariel memajukan bibirnya seraya menerima paper bag berisi pakaian untuknya, dan akan berbalik menuju kamar Joel untuk mengganti pakaian.


Namun, sebelum Ariel melakukannya, ia mengambil kesempatan mengecup lembut pipi Joel di akhiri dengan berbisik padanya.


"Thank you, Bunny," bisik Ariel sebelum berlari menuju kamar dan mengunci pintu.


Joel mamatung di tempatnya selama beberapa saat, lalu tersenyum menyentuh pipinya sendiri.


'Bunny? Ariel menyebutku itu kan?' batin Joel senang.


Pagi itu, pertama kalinya bagi mereka berdua untuk merasakan rasa hangat di hati mereka karena merasakan hal yang sma untu satu sama lain. Saling menyimpan senyum bahagia mereka dan menunjukkan betapa mereka saling mencintai.


...>>>>>>>--<<<<<<<...


[{{ penjelasan singkat...


Kata Bunny termasuk sebuah panggilan sayang. Panggilan untuk seseorang yang dicintai dan biasanya di gunakan wanita kepada pria. Sama seperti Sweety yang memiliki arti manis dan di gunakan pria kepada wanita.. }}]]