I'LL ALWAYS LOVE YOU

I'LL ALWAYS LOVE YOU
12. Pantai Dan Hobi



Tinggalkan jejak kalian dengan koment, saran dan kritik kalian untuk menciptakan alur yang lebih baik.~~~


 


Ariel mneyusuri bibir pantai dengan sandal di tangannya. Satu tangannya yang lain memeriksa ponsel untuk menunggu kabar dan mengetahui dimana keberadaan Joel.


Bunyi bib pada ponsel Ariel membuatnya segera memeriksa pesan yang masuk yang ternyata dari Joel.


💬Aku melihatmu💬


Ariel mengedarkan pandangannya begitu selesai membaca pesan dari Joel. Dan saat itulah Ariel melihat Joel melambaikan tangannya setengah berlari kearahnya.


Joel kembali dengan penampilan kemeja tanpa kancing yang memperlihatkan perut berototnya. Penampilan yang sama saat pertama kalinya Ariel bertemu dengannya.


"Senang sekali melihatmu kembali di sini, Ariel," ungkap Joel dengan wajah berseri.


"Kaulah yang mengundangku kesini, Joel," ucap Ariel mengingatkan.


"Tentu saja, aku tidak melupakan itu, dan aku sangat berterima kasih kamu tidak menolak ajakannku," sambut Joel.


"Apakah kamu mau minum atau kita berjaan-jalan terlebih dulu,?" tawar Joel.


"Aku tidak keberatan untuk berkeliling terlebih dulu," jawab Ariel.


"Oke,,, sebelum itu, berikan ini padaku," ucap Joel sembari tangnnya mengambil alih sandal yang ada di tangan Ariel.


"Ada tempat penitipan yang sangat bisa di andalkan di sini, jadi kamu bisa menitipkan sandal ini dengan tenang, juga barang-barangmu yang lain jika kamu mau," papar Joel.


Ariel membiarkan Joel menitipkan sandal beserta tas miliknya di penitipan barang dan mulai berjalan menyusuri bibir pantai.


"Apakah kamu pernah melakukan surfing?" tanya Joel membuka pembiaraan.


"Tidak," jawab Ariel.


"Pernah memiliki keinginan untuk berlatih?" tanya Joel lagi.


"Tidak," jawab Ariel singkat.


"Sekalipun?" tanya Joel setengah tak percaya.


Joel menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Ariel, menunggu jawabannya.


"Sama sekali," jawab Ariel pasti.


"Kenapa? Bukankah kamu suka pantai?" tanya Joel.


"Karena aku tidak mau melakukannya," jawab Ariel. "Aku memang suka pantai, tap bukan berarti aku harus melakukan itu kan?" sambungnya.


"Kalau begitu, ayo kita melakukannya!" ajak Joel. "Aku bisa mengajarimu, dan aku akan menjadi guru yang baik untukmu," sambungnya.


Setelah mengatakan hal itu, Joel menarik tangan Ariel dan setengah berlari untuk mengambil perlengkapan surfing miliknya.


"Tunggu, Joel!" ucap Ariel di sela lari mereka.


"Ayolah! Ini akan menyenangkan," sambut Joel tidak menghentikan larinya.


Mereka berhenti di depan dua buah surfing board yang di sandarkan pada sebuah batu besar.


Sebelum Joel meraih surfing board, tangan Ariel lebih dulu menghentikannya.


"Tunggu, Joel! Aku sudah bilang tidak ingin bermain," protes Ariel.


"Satu kali saja, Ariel," harap Joel.


"Aku tidak mau," tolak Ariel.


"Kalau kamu tidak bisa bermain, aku bisa mengajarkannya," bujuk Joel.


"Bukan itu alasannya," sanggah Ariel.


"Lalu kenapa? Kamu tidak suka basah?" tebak Joel.


"Bukan begitu," balas Ariel.


"Lalu,?" tanya Joel lagi.


"Aku,,,, tidak bisa,,,, berenang, Joel," ucap Ariel pelan seraya melepaskan tangan Joel.


Wajahnya mendunduk dengan semburat merah menghiasi wajahnya, merasa malu.


Joel menatap Ariel yang tengah menunduk, mengulurkan tangannya dan meletakan dua jarinya di dagu Ariel untuk mengangkat wajahnya agar menatapnya.


"Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal?" tanya Joel lembut.


"Aku hanya--,,," Ariel memalingkan wajahnya.


Joel tertawa sebelum kembali meraih dagu Ariel dan mengarahkan wajahnya untuk bertemu dengannya.


"Terima kasih sudah terbuka padaku," ucap Joel tersenyum. " Aku senang kamu melakukannya," imbuhnya.


"Kamu tidak malu?" tanya Ariel polos.


"Ha ha ha,,, apa yang kau pikirkan Ariel? Kenapa aku harus malu?" sambut Joel sembari meurunkan tangan dari dagu Ariel.


"Karena kamu jago surfing, dan itu juga membuktikan kamu juga jago berenang, sedangkan aku tidak," terang Ariel.


"Bukankah setiap orang memiliki keunggulannya masing-masing? Hemm?" tanya Joel.


"Yah,,, dan kau unggul dalam banyak hal," sambut Ariel.


"Aku tidak unggul dalam bermain musik sepertimu, Ariel," balas Joel.


"Tapi kamu memiliki daya ingat yang lebih baik dariku," jawab Ariel.


"Kurasa, jika kamu mau membahas tentang bagaimana aku bisa lebih cepat dari, Bram, aku sendiri juga tidak mengerti bagaimana hal itu terjadi. Aku hanya mengingatmu dan aku bisa menjawabnya begitu saja," ungkap Joel.


"Itu agak berlebihan, kau berbicara seolah aku penting bagimu," sambut Ariel.


"Kau memang penting bagiku, Ariel," balas Joel.


Ariel menatap lekat mata Joel. Entah apa yang terjadi, hatinya kembali menghangat atas tidakan yang Joel lakukan untuknya.


"Jadi, apakah kamu masih ingin surfing? Aku tidak keberatan menunggu disini," tawar Ariel.


"Hemmm,,," gumam Joel meletakkan dua jari didagunya. "Awalnya aku sangat ingin surfing bersamamu, tapi sekarang aku ubah rencanaku," terang Joel.


"Apakah kamu ingin minum,?" tawar Joel.


"Ada kedai kelapa muda tidak jauh dari sini," imbuhnya.


"Sepertinya enak, dan sangat pas karena cuaca hari ini cukup panas," sambut Ariel.


Joel tersenyum dan mengulurkan tangannya yang segera disambut Ariel dengan senyum mengembang.


"Ada apa," tanya Joel saat Ariel berhenti melangkah.


Ariel menyipitkan mata sesaat lalu membelalak di detik berikutnya melihat apa yang di tangkap oleh matanya.


"Joel,,, lihat disana," seru Ariel menunjuk satu titik di laut lepas.


Joel mengarahkan pndangannya kearah yang di tunjuk Ariel, menyipitkan matanya.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Joel binggung masih mencari apa yang di maksud Ariel.


"Bukankah ada orang disana? Dia terlihat aneh," ucap Ariel. "Apakah dia baik-baik saja?" imbuhnya.


Joel memusatkan matanya, dan detik berikutnya melihat apa yang Ariel lihat.


"Orang itu tengelam," ucap Joel terkejut.


"Aku akan menolongnya," sambungnya sembari melepaskan tangan Ariel dan berniat terjun kelaut untuk menyelamatkan orang itu.


"Tunggu, Joel,! Kita panggil penjaga pantai saja," pinta Ariel.


"Tidak ada penjaga disini, mereka sedang berpatroli ditempat lain," jelas Joel.


"Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?" sambut Ariel khawatir.


"Aku harus tetap menolongnya, Ariel," balas Joel.


"Kita hanya akan kehabisan waktu jika memanggil penjaga pantai," terang Joel.


"Tapi_,,,"


"Aku akan kembali sebisa mungkin," janji Joel.


Joel meletakkan telapak tangannya di wajah Ariel lalu tersenyum melihat kekhawatiran di matanya yang di tujukan untuknya.


"AKU MENCINTAIMU ARIEL,"


Ungkapan joel yang terlontar begitu saja sebelum ia menceburkan diri kelaut untuk menolong orang yang tengelam membuat Ariel membelalakan matanya.


"Apa maksud perkataanmu, Joelll?" seru Ariel.


Suara Ariel hanya menguap diudara. Joel tidak lagi terlihat setelah tubuhnya ditelan ombak.


"Kuharap dia baik-baik saja," harap Ariel.


Ariel menyatukan telapak tagannya dan memejamkan mata. Tubuhnya bersimpuh diatas pasir, sedang matanya terus menatap tempat terakhir kali melihat Joel.


30 menit berlalu. . . .


Tanpa disadari, air mata Ariel bergulir menunggu dangan cemas Joel yang tidak kunjung muncul.


"Permisi, nona?"


Sebuah suara terdengar di belakang Ariel membuatnya berbalik dengan mata sembab.


"Apakah pria yang menyelamatkan orang tengelam adalah teman anda?" tanya seorang pria dengan pakaian penjaga pantai.


Ariel hanya mengangguk tanpa suara dan mengusap air matanya.


"Dia baik-baik saja, dan sekarang ada di ruang medis kami karena sempat kehabisan oksigen," jelasnya.


"Mari saya antar anda kesana," tawar pria itu.


Ariel mengikuti pria itu tanpa suara menuju ruang medis yang dimaksud pria tadi. Hatinya terus diliputi perasaan khawatir hingga matanya kembali melihat sosok yang sangat akrab baginya.


Tanpa memperdulikan sekitarnya, Ariel berlari menghampiri joel dan menghambur ke pelukannya.


"A-A-Ariel,,," sambut Joel kaget.


Wajah Joel yang melukiskan keterkejutan dan rasa bahagia diwaktu yang sama membalas pelukan Ariel dengan lembut. Air mata kembali bergulir membasahi bahu Joel.


"Sshh,,, aku baik-baik saja, Ariel," hibur Joel mengusap lembut kepala Ariel.


Ariel menarik tubuhnya dan memukul dada Joel,


"Bodoh,,!!! Kau menakutiku," sentak Ariel parau.


"Sshh,, tenanglah, aku baik-baik saja. Dan orang yang kutolong juga selamat," ucap Joel sembari menghapus air mata Ariel dengan ibu jarinya.


"Kamu benar baik-baik saja?" tanya Ariel memastikan.


"Yah,,, aku sempat kehabisan oksigen, tapi mereka datang tepat waktu dan menyelamatkanku," terang Joel.


"Kami sangat menyesal hal ini terjadi, nona. Tapi kami juga sangat berterima kasih kepada tuan Joel yang bertindak cepat dengan menyelamatkan korban tengelam," sela seorang penjaga pantai.


Saat itula Ariel baru menyadari dimana dia berada, lalu mengedarkan pandangannya.


Orang-orang tengah melihatnya dan tesenyum maklum.


Wajah Ariel bersemu merah saat sadar dirinya masih memeluk Joel.


Dengan menahan malu, Ariel melepaskan pelukannya dan menundukkan kepalanya. Memalingkan wajahnya dari Joel.


Joel kembali tersenyum dengan tingkah Ariel dan segera pamit undur dir setelah proses introgasi selesai.


Tangannya mengenggam tangan Ariel dan segera menariknya keluar menuju tepi pantai dengan batu besar dekat mereka.


"Apakah kamu ingin pulang, Ariel?" tanya Joel memecah keheningan.


Ariel menoleh menatap Joel yang sedang melihat kearah laut. Menatap matahari terbenam.


"Aku akan menyesal jika melewatkan ini," jawab Ariel ikut mengarahkan pandangannya kearah matahari terbenam.


"Entah kenapa, waktu terasa cepat sekali berlalu. Aku baru sebentar bersamamu, dan sekarang hampir tiba waktunya untuk berpisah karena kamu harus pulang," keluh Joel lalu mendesah.


"Kudengar, di sini ada acara api unggun nanti malam," ucap Ariel.


"Maukah kamu mengikuti acara itu bersamaku? Setidaknya untuk menganti waktu yang terbuang hari ini," tawar Joel.


"Tapi kamu kan baru saja_,,,"


"Aku baik-baik saja, bahkan dokter sendiri yang mengatakan aku baik-baik saja," potong Joel.


"Baiklah, tapi kamu harus berjanji untuk mengatakan padaku jika kamu merasa tidak enak dengan tubuhmu," ucap Ariel.


"Aku janji," sambut Joel girang.


Ariel mengangguk setuju yang di sambut Joel dengan sorakan senang.


Mereka kembali menikmati matahari terbenam, sekaligus untuk menghabiskan waktu untuk menanti acara api unggun dimulai.


...>>>>>--<<<<<...