
Tinggalkan jejak kalian dengan koment, saran dan kritik kalian untuk menciptakan alur yang lebih baik.~~~
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _
"Eeehhh,,, kamu mengenalnya Joel?" Ariel berseru kaget.
"Senang bisa membantumu, Christina," sambut Joel tersenyum ramah.
"Dia orang yang aku ceritakan, Ariel," jawab Joel.
"Dan Ariel adalah orang yang aku ceritakan padamu, Christina," lanjut Joel beralih menatap Christina.
Ariel melepaskan tangan Joe dan mengulurkan tangan pada Christina.
"Senang akhirnya bertemu denganmu, Christina," ucap Ariel ramah.
"Senang bertemu denganmu juga, Ariel," sambut Christina tersenyum.
"Apakah kamu menunggu lama?" tanya Ariel.
"Tidak, aku baru saja sampai dan para brandalan itu mengangguku hingga kalian datang menolong," jawab Christina tersenyum , lalu mengarahkan tatapannya pada Joel.
Ariel menangkap ketertarikan yang ada dalam diri Chrietina terhadap Joel, lalu tersenyum.
"Jadi,,, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Ariel membuka pembicaraan.
"Aku akan ikut kalian saja," sambut Christna.
"Dan kamu, Joel?" tanya Ariel menoleh pada Joel.
"Bagaimana jika kita makan dulu?" saran Joel. " Setelah makan kita bisa nonton pertunjukan teater yang akan dimulai sebelum tengah malam nanti," sambungnya.
"Kalau begitu, ini kesepakatan," sambut Ariel.
"Apa yang ingin kamu makan, Ariel?" tanya Joel.
Joel tetap menunjukkan sisi perhatiannya , tidak peduli dimana mereka berada dan bersama siapa.
"Ehmmm,,," Ariel meletakkan jari di dagunya dan menatap Christina.
"Aku akan serahkan keputusan itu pada Christina. Sejujurnya aku tidak begitu tau dengan kuliner. Telebih kuliner dari beberapa negara," sangkal Ariel.
Chrietina tersenyum senang dan terlihat nyaman saat mengobrtol bersama Ariel.
"Jika aku yang memilih, aku lebih ingin mencoba makanan dari negara Belanda," tutur Christina.
"Aku memang belum pernah mencobanya. Tapi sepertinya enak. Ayo kita coba?" sambut Ariel.
"Baiklah, maka kita akan makan itu. Ayo kita cari tempat kosong dan aku akan memesankan makanan untuk kalian berdua," jawab Joel.
"Setuju," sambut Ariel.
Joel tertawa dan mengacak rambut Ariel.
"Ahh,, hentikan!" seru Ariel menepis tangan Joel.
"Ayo kita pergi," ucap Ariel mengandeng lengan Christina.
Mereka berkeliling untuk sementara waktu sambil mencari tempat untuk duduk dan bersantai bersama.
Joel memesan beberapa makanan dan minuman untuk Ariel, Christina dan untuk dirinya sendiri.
Saat mereka duduk bersama, Christina terlihat berusaha mendekati Joel. Merapatkan tubuhnya padanya, dan entah kenapa, Ariel justru bergeser menjauh dan memberikan mereka ruang untuk berdua.
"Aku sangat berterima kasih kamu mangajakku jalan-jalan malam ini, Joel." ucap Christina.
"Bukan masalah, Christina. Aku hanya berpikir kamu juga harus keluar untuk mencari teman," jawab Joel tersenyum.
Ariel memperhatikan gerak-gerik Cristina yang selalu mencoba untuk menarik perhatian Joel. Namun, Joel hanya bersikap sekedarnya.
'Itulah tatapan cinta yang diharapkan oleh, Joel. Dan aku tidak bisa memberikan hal itu padanya. Haruskah aku menyatukan mereka? Christina terlihat tertarik pada Joel. Atau aku harus mencari tau lebih banyak tentang Christina?'' bisik hati Ariel.
Ariel lebih memilih diam saat Christina sibuk bercerita dan Joel menanggapi dengan ramah seperti biasa.
Ariel termenung dan tengelam dalam pikirannya. Joel memang melirik sekilas, namun tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan sesuatu pada Ariel.
Hal itu membuat Ariel seolah menjadi orang ketiga diantara mereka.
Waktu seakan berjalan lambat, hingga Ariel merasakan ada yang menepuk bahunya pelan, membuat Ariel menoleh.
"Bram,,,!" desis Ariel.
Bram teraenyum lebar menikmati keterkejutan dari wajah Ariel, lalu matanya beralih ke arah Joel yang terkesan mengabaikan Ariel dari sudut pandangnya.
"Bolehkah aku menemanimu, Ariel?" ucapan lembut Bram yang meminta ijin menarik pehatian Christina.
"Bergabunglah bersama kami, kalian saling mengenal?" celetuk Christina.
Christina tersenyum lebar sementara Joel mengertakkan giginya.
Ariel tersenyum hambar, namun tidak memperlihatkan rasa tidak sukanya di depan Christina.
"Yah,,, kami saling mengenal. Tapi aku belum mengenalmu," sambut Bram.
"Christina" ucapnya sembari menguulurkan tangan.
"Bram" balasnya menyambut uluran tangan Christina.
"Wahh,,, kebetulan sekali kalau begitu, kami berencana menoton teater sebentar lagi. Apakah kamu tidak keberatan untuk bergabung?" ajak Christina.
" Dengan senang hati," sambut Bram senang.
Bram dan Christina saling melempar senyum. Dan dengan genit melingkarkan tangannya pada lengan Joel.
Bram tidak melepaskan kesempatan yang datang secara mendadak dengan sia-sia, tangannya segera menyambar tangan Ariel dan mulai berjalan kearah dimana teater akan dilangsungkan.
Situasi menjadi lebih canggung saat Christina memimpin jalan dengan tangan yang melingkar di lengan Joel.
'Arhh,,, kenapa situasinya jadi seperti ini? Kenapa Bram harus muncul?' keluh Joel dalam hati.
Ariel memilih untuk melambatkan langkahnya, saat Bram dengan sengaja merangkul bahu Ariel. Namun, Ariel yang merasa terganggu segera menyodokkan siukunya ke perut Bram dan menepis tangannya.
"Argh,,," rintihnya sembari memegangi perutnya.
"Jaga tanganmu, Bram," sentak Ariel.
"Auhh,,, kenapa? Bukankah dia juga melakukan hal yang sama?"jawab Bram meringis.
"Kalian kenapa?" tanya Christina.
Suara rintihan pelan Bram terdengar di telinga Christina walaupun jarak mereka agak berjauhan.
"Errr,,, yah. Mungkin mataku rabun hingga tidak melihat batu itu," sambut Bram masih meringis.
"Apakah kamu ingin duduk? Joel mungkin bisa membantu," tawar Christina.
"Tidak perlu, dia tidak akan mati hanya karena batu kecil," tukas Ariel.
"Kamu jahat sekali, Ariel," keluh Bram.
"Hei,,, apakah tubuh besarmu akan kehilangan keseimbangan hanya karena hal kecil? Lemah,!!" cibir Ariel.
"Tidak bisakah kamu bersikap manis sedikit saja padaku?" harap Bram dengan wajah memelas.
"Tidak," jawab Ariel menjulurkan lidahnya.
Christina terkikik melihat interaksi antara Bram dan Ariel yang menurutnya adalah seperti sepasang kekasih.
"Kalian serasi sekali. Apakah kalian sepasang kekasih?" tanya Christina berbinar.
"Benar,,"
"Bukan,,"
Bram dan Ariel memberikan jawaban berbeda secara bersamaan. Hal ini justru membuat Christina kembali mengoda mereka dengan memasangkan satu sama lain.
Joel yang sejak tadi diam memendam rasa kesalnya menepis tangan Christina dan menarik tangan Ariel agar menjauh dari mereka untuk sementara waktu.
"Aku ada perlu sebentar dengannya. Kalian tunggulah di sini," pinta Joel dan berlalu dengan mengengam tangan Ariel.
"Apa maksudmu dengan bersikap seperti itu?" tanya Joel saat berhasil mencari tempat sepi untuk bicara.
"Pahamilah situasinya, Joel. Ada Christina di sana, aku tidak ingin dia mengetahui hubunganku dengan Bram, termasuk kamu yang juga menjaga sikap di depannya," sambut Ariel datar.
"Aku tau kamu juga memikirkan hal ini. Dia yang masih baru di kota ini. Dia yang tidak memiliki teman. Dan dia yang baru saja keluar dari rumah sakit," sambung Ariel.
"Haruskah kita pergi saja dari sini?" tawar Joel.
"Tidak, itu hanya akan membuat Christina menyimpan banyak pertanyaan. Dan aku malas untuk menjawab, " jawab Ariel.
"Lalu, kamu ingin tetap bersmanya sementara kamu merasa tidak nyaman bersamanya?" tanya Joel keberatan.
"Aku tidak memiliki pilihan lain. Tapi aku bisa menikmati ini," sambut Ariel.
"Maksudmu?" tanya Joel mengerutan keningnya.
" Yahh,,, setidaknya aku tadi sempat menyikutnya. Aku bisa memiliki kesempatan entah untuk menginjak kakinya atau apapun untuk melepaskan kekesalanku," papar Ariel dengan senyum jahil.
"Tapi, kamu yakin baik-baik saja?" tanya Joel tetap khawatir.
" Aku akan baik-baik saja, Joel. Jangan khawatir," sambut Ariel.
" Baiklah, tapi berjanjilah kau akan mengatakan padaku jika dia bersikap melewati batas," harap Joel.
"Tentu, Joel," jawab Ariel.
"Ayo kembali, mereka akan mengajukan banyak pertanyaan jika kita terlalu lama," ajak Ariel.
Joel mengangguk dan mengandeng tangan Ariel kembali ketempat dimana Christina tengah menunggu.
" Apa yang kalian bicarakan? Kenapa harus menjauhi kami?" tanya Christina
"Bukan hal penting," jawab Joel.
"Jika bukan hal penting, berarti kami boleh tau do_,, Auuhhh,,,," Bram merintih sebelum menyelesaikan kalimatnya.
Ariel menginjak kaki Bram saat Ariel berada di sisinya secepat mungkin.
"Kamu kenapa, Bram?" tanya Christina khawatir.
"Ada serangga yang menggigit kakiku," jawab Bram saat menoleh mendapati Ariel menatapnya dengan senyum jahat.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkannya, Christina. Itu hanya akan berakhir sia-sia," ucap Ariel.
"Ya ampun, Ariel. Kamu kasar sekali, bagaimana jika dia terluka?" sambut Christina.
"Ariel hanya bercanda, ketika dia berkata begitu, itu berarti aku memang tidak apa-apa," bela Bram.
Ariel memutar bola matanya dan menaikkan bahunya.
"Jadi, apakah kita tetap jadi melihat pertunjukan teater? Atau kamu perlu diobati terlebih dulu?" tanya Christina.
"Kita bisa tetap nonton, aku baik-baik saja," jawab Bram antusias.
"Baiklah, ayo jalan," ajak Christina.
Dengan kalimat seperti itu, Christina kembali mengandeng Joel, dan menariknya.
Ariel terdiam sejenak melihat Christina yang berusaha terus mencuri perhatian Joel dengan tingkahnya.
"Ayo," ajak Bram meraih tangan Ariel.
"Jagan kau pikir kau bisa mengandengku, Bram," ancam Ariel menepis tangan Bram lalu melangkah di depan Bram.
"Astaga,,, Ariel. Apakah kau masih marah padaku? Aku minta maaf soal kejadian kemarin," sambut Bram.
"Apakah kau ingin membantu membuatku lebih baik, Bram?" tanya Ariel.
"Ya, tentu saja, aku akan melakukan apa saja untuk mambatu membuatmu merasa lebih baik," sambut Bram tersenyum.
"Pergilah dari hadapanku dan kehidupanku,!" pinta Ariel dengan tatapan tajam.
"Mustahil," sambut Bram.
"Apakah kebencianmu padaku sebesar itu?" tanya Bram lesu.
"Bahkan lebih besar dari ini," sambut Ariel.
"Baiklah, itu memang hukuman yang pantas untukku, dan aku akan menerimanya," balas Bram.
Ariel mendengus kesal dan melipat tangannya tanpa menghentikan langkahnya. Di depannya, Christina berjalan dengan bergandengan tangan dengan Joel.
"Lihat,, dia bahkan mengabaikanmu," sindir Bram.
Ariel memilih diam dan mengabaikan apa yang Bram katakan.
Saat mereka tiba di tempat yang akan diadakan teater terbuka, Christina memilih tempat duduk dan menyandarkan kepalanya di bahu Joel, sementara Ariel memilih duduk di tempat yang berada di belakang mereka.
...>>>>>>>--<<<<<<<...