Heart Darkness

Heart Darkness
Chapter 152 The Puzzle ....



Mengendarai mobil, Marya tak sanggup berpikir. Sejenak ia mati rasa dan buntu. Archilles sarankan Marya untuk tak menculik ketiga orang yang menyiksa Maribella dari tangan Abner. Tetapi, Marya ingin menghukum mereka sebelum serahkan pada Tuan Abner. Jadi, Archilles ditugaskan untuk menculik mereka. Marya mengurut kepalanya. Ia masih bingung apa yang akan dilakukannya pada mereka. Jika dengan kekerasan, mereka akan mudah sembuh.


Ethan dan dirinya akan memeriksa CCTV besok. Rekaman dari kantor telah dikirimkan terlebih dahulu pada Ethan tadi siang. Bukannya tak yakin pada Tuan Abner Luiz, hanya saja, lebih banyak pasang mata lebih bagus. Ethan adalah remaja laki-laki yang sangat suka misteri sama seperti dirinya dan Reinha.


Ia juga akan peroleh sesuatu dari Paman Hellton. Yakin pada Archilles dan temukan bahwa jika Ibu tak inginkan Archilles, Marya akan mengambil pria itu untuk ditempatkan di sisi Elgio.


"Apa yang kamu pikirkan?"


Elgio duduk di samping Marya, meraih jemari dan mengecup perlahan, ingin menyentuh istrinya. Perhatikan Marya yang tak bersemangat dan lesu. Matanya juga layu.


"Tidak ada. Aku tak mengunjungi Maribella hari ini. Aku sangat sedih," sahut Marya tak sepenuhnya bohong. Ia tiba-tiba tak punya air mata hanya sisakan sakit hati dan amarah yang menggebu-gebu.


"Abner bersamanya, Marya."


"Apa kalian temukan sesuatu? Mengapa sangat lamban Elgio?" keluh Marya sangat muram.


"Marya, beberapa penyidik gabungan sedang bekerja. Mereka mulai temukan hasilnya." Elgio menarik istrinya mendekat. Mengusap lengan dan mengecup puncak kepala Marya. Penasaran ingin lihat leher Marya, apakah masih merah?


"Benarkah?"


"Ya, tenanglah Sayang. Maribella akan segera dibebaskan dari segala tuduhan. Ngomong-ngomong, ada apa denganmu Arumi?" tanya Elgio.


Arumi tampak duduk gelisah di bangku depan sebab akan bertemu Hellton Pascalito. Ia tidak bisa gunakan alasan kakinya yang terkilir untuk menghindar.


"Paman Hellton bukan pria jahat. Apa yang kamu takutkan Arumi?" tanya Marya baca kerisauan adiknya. Sepertinya Paman Hellton dan suara beratnya suka menakut-nakuti Arumi.


"Ya, tapi kenanganku tentangnya sangat buruk."


"Apa kamu dan Ethan akhirnya jadian?" tanya Marya alihkan perhatian Arumi dari Paman Hellton. Juga alihkan pikirannya sendiri dari Maribella, dari wajah-wajah para psikopat yang sakiti pengasuhnya.


"Tidak."


"Tidak?!" tanya Marya separuh keheranan hingga Elgio menoleh pada istrinya. Patut disayangkan padahal Ethan mencium Arumi kemarin dengan penuh gelora dibalik buku. Apa yang dilakukan Ethan Sanchez pada adiknya? Berikan harapan palsu?


"Ya, Ethan dan Sarah akan berkencan gunakan logika," sahut Arumi bicara sambil putarkan telunjuk di otaknya. Tak paham cinta pakai logika. "Apakah itu berarti, Ethan dan Sarah akan gunakan rumus tembaga dan telurium dalam hubungan mereka? Sebab Sarah ungkapkan hal-hal semacam itu," tanya Arumi hingga Marya menepuk jidatnya.


"Ethan Sanchez brengsek."


"Apalah daya aku yang tak mengerti kimia?" keluh Arumi.


"Aku akan memukulinya untukmu."


"Aku bukan anak kecil lagi, Kak. Jangan lakukan itu. Ethan nanti berpikir aku mengadu padamu." Arumi terdiam sejenak. "Aku hanya harus fokus belajar dan jadi yang pertama di kelas sosial. Aku akan ikuti saranmu, Kak."


Marya mengangguk-angguk setuju. Tak sabar menunggu Arumi buat Ethan bertekuk lutut pada adiknya. Meskipun bodoh, Arumi sangat cantik dan manis. Sangat menggemaskan.


"Ethan tak sadari bahwa kamu lebih dari tembaga dan telurium ketimbang Sarah," ucap Elgio ikutan masuk dalam obrolan Kakak beradik itu. Sedikit senang saat muram Marya terlihat pergi perlahan oleh tingkah Arumi.


(Dalam kimia, Tembaga (cu) + Telurium (te) dibaca cute).


"Ya, Elgio benar. Aku pikir ciuman sore itu, tanda kalian jadian?"


Arumi mendengus. "Tidak. Aku akan jual mahal sejak saat ini. Meskipun Ethan populer, Arumi Chavez adalah gadis populer juga. Aku bisa saja pacari seseorang dengan sekali kedip. Aku akan ikuti saranmu, Kak. Intinya di sana.


Aku akan buat Ethan Sanchez tergila-gila padaku. Tak akan mudah untuknya hanya karena aku menyukainya."


"Well, Arumi. Semangat!" dukung Elgio dari bangku belakang diikuti anggukan Marya. Obrolan mereka segera berakhir.


Mereka sampai di peternakan segera disambut seorang asisten rumah tangga yang langsung antarkan mereka ke taman belakang.


"Holla holla lihat siapa ini yang datang?" Seorang wanita tua mirip M, si bos dari agen 007 James Bond, dengan rambut putih dan sangat cantik hampiri mereka. Saat tersenyum wanita itu ingatkan Aruhi pada Tuan Diomanta, kakeknya. Marya merapat pada Elgio memeluk lengan suaminya kuat. Gelagat Marya segera diterjemahkan dengan baik oleh Nyonya Adele.


"Kau takut padaku, Sayang? Oh, apakah kakakku tinggalkan trauma untukmu. Aku dengar dari Sunny, foto Luke diturunkan saat kau datang ke rumah besar itu."


"Maafkan aku, Nyonya."


"Adele. Aku Adele Diomanta, Nenekmu. Oh ya Tuhan, Pascal tak mengada-ada saat katakan kau sangat menawan, Aruhi. Kecantikan klasik gadis-gadis Diomanta."


"Senang berkenalan denganmu, grandma." Marya sedikit membungkuk. Sementara Arumi langsung memeluk Adele Diomanta penuh sukacita.


"Elgio Durante, senang Anda penuhi undangan kami. Mari bergabung, ini adalah acara keluarga yang penuh cinta dan kehangatan."


Mereka beriringan menuju api unggun sedang para pelayan sibuk memanggang ini dan itu. Makin dekat ke api unggun, makin banyak wajah terlihat. Mereka diperkenalkan satu-persatu pada kerabat mereka. Hellton segera bergabung dan Marya kembali menegang saat Irishak Bella berada di belakang Paman Hellton tampak tak nyaman dan tak sukai keadaan, seperti terpaksa. Marya merapat pada Elgio, gelisah pada Irishak untuk banyak alasan.


"Aruhi?!"


Hellton tinggalkan Irish datangi Marya dan menyapa mereka. Saat menoleh seakan tersadar, pria itu mundur dan menyeret Irish bersamanya. Sedang yang ditarik terlihat seperti disihir.


"Arumi?! Apakah kau akan terus bersembunyi di belakang pengawalmu? Aku masih heran mengapa kau tak suka padaku?" tanya Hellton saat Arumi menyapa Hellton dari balik tubuh Archilles. Wajah Hellton terlalu mengerikan untuk dilihat. Saat pria itu tersenyum malah sangat menakutkan bagi Arumi. Sedang Archilles tegak mirip patung hidup, tak bisa menolong si bos yang biasanya garing dan bawel padanya tetapi berubah pasif di hadapan Hellton Pascalito.


"Elgio Durante?! Senang kau akhirnya kembali kemari. Kita tak bicara dengan baik waktu itu oleh keadaan."


"Tuan Hellton Pascalito, Irish ... apa kabarmu?" sapa Elgio sedikit mengerut. Berapa lama sejak ia tinggalkan Irish di peternakan? Itu berarti Irish telah lama berada di bawah pengawasan Hellton.


Marya tersenyum pada Irish ingin menyapa. Mengapa wajah Irish sama seperti wajah para psikopat, buat Marya mual-mual. Marya juga tak tahu bahwa Irish juga mual melihatnya.


"Kalian tak perlu berkenalan, kurasa."


"Ya Irishak Bella, aku juga senang melihatmu masih bernapas dan sehat. Meski ekspresi wajahmu sangat aneh tetapi aura tubuhmu terlihat sangat menikmati udara peternakan. Elgio mengambil keputusan tepat, pertemukanmu dengan Uncle Hellton," balas Marya tersenyum lembut. Senyuman yang dibenci Irish sebab Marya tampak seperti iblis bersayap malaikat.


Irish palingkan wajah ke arah api unggun, tak percaya Marya menyerangnya sangat halus.


"Kau terdengar masih dendam padaku?" Irish tersenyum maklum, menoleh pada Elgio Durante lalu kembali pada Marya.


Marya hanya tersenyum kecil, membalas pertanyaan Irish, mendongak menatap Elgio. Suasana menjadi sangat aneh.


"Beginilah akhirnya, aku masuk dalam lingkaran kejahatan." Irish berkata lagi, terdengar muak.


"Kau akan sukai keadaanmu! Jalani saja! Aku harap tidak seburuk pikiranmu," sahut Marya sok tahu masalah Irish.


Tidak susah menebak apa yang dilakukan Paman Hellton pada Irishak. Dari cara Pamannya menyentuh Irish, terlihat kalau Hellton Pascalito, Pamannya, sangat posesif dan protektif pada Irish Bella. Apakah itu berarti Irish akan jadi Bibinya? Marya sukai ide itu tetapi juga keberatan, win-win. Hellton Pascalito tipe pria yang tak akan segan menembak kepala Irishak saat dapati Irish melenceng. Marya bergerak dengan gelisah semakin eratkan tangannya pada Elgio. Ia berubah jadi jahat sepanjang hari ini.


Ya Tuhan, Ya Tuhan, ada apa denganku?


"Apakah lepas kangennya sudah selesai?" tanya Hellton menengok Irish. "Ayo kita bergabung bersama yang lain," tambahnya lagi pada Marya dan Elgio.


"Baiklah, Uncle...."


"Arumi, berhentilah buat aku kesal!" tegur Hellton keras saat Arumi masih saja sembunyi. "Ada apa denganmu?"


Archilles bergeser sedikit agar Hellton dapat melihat Arumi tapi Arumi menguntit di belakang sang pengawal hingga Hellton memilih abaikan Arumi, berdecak aneh dengan sikap Arumi padanya tetapi tidak memaksa gadis belia itu.


Marya tak menyimak dengan baik hasil dari pertemuan itu. Elgio lebih paham dan Marya akan bertanya pada suaminya nanti. Apakah ia butuh harta kekayaan? Sedang ia sendiri warisi setengah Durante Land? Satu dual hal yang paling ia inginkan adalah balas dendam pada orang-orang yang sakiti Maribella dan temukan pelaku yang memfitnah Maribella.


Makan malam berlangsung dalam suasana penuh sukacita, tampak sangat akrab mereka terlihat. Tak ada yang bahas bisnis, hanya beberapa lelucon dan saling semangati.


Marya mencari kesempatan untuk bertemu Hellton secara pribadi. Jadi, ketika Elgio mengobrol dengan beberapa sepupu Ibu yang lain lantaran mereka sangat tertarik padanya, Marya segera hampiri Hellton. Irish bergabung di api unggun dan menyimak cerita Nyonya Adele dan seorang kerabat lain.


"Uncle Hellton, aku butuh bantuan Anda," kata Marya saat Paman Hellton mengisi piringnya dengan makanan, sepertinya untuk Irish.


"Aruhi?"


"Aku butuh bantuanmu, Uncle."


"Ya, apa ada sesuatu yang kamu butuhkan? Apakah ini berkaitan dengan kasus yang menimpa pengasuhmu?" Hellton tampak tak heran.


"Ya."


"Bukankah, Elgio Durante punya laboratorium dengan sistem keamanan tercanggih?" tanya Hellton.


"Laboratorium kami hanya berisi identitas karyawan perusahaan dan data perusahaan The Durante Company, Uncle. Bukan seperti yang Anda bayangkan!"


"Well, jadi siapa yang paling ingin kamu ketahui identitasnya? Si pengacara, sipir penjara, Luna Hugo atau ... ?! Terus terang Aruhi, aku juga mencari tahu secara detil dan sedikit bereksperimen. Aku temukan sesuatu. Ibumu minta aku untuk menolong Abner Luiz."


"Menurutmu apakah Luna terlibat?"


Paman Hellton seperti kata Archilles, punya banyak informasi.


"Jadi, Elgio Durante masih belum tahu siapa Luna Hugo?" Hellton bertanya.


Marya nyaris tersedak liurnya sendiri.


"Elgio dan Luna punya hubungan?" guman Marya kebingungan. Dirangkai seperti apapun isi otaknya kosong. Luna adalah staf di perusahaan tetapi tak punya hubungan dengan Elgio.


"Bukan kebetulan Luna ada di Perusahaan suamimu, Aruhi!"


Marya menoleh pada Elgio yang gemerlap di samping api unggun. Luna dan Elgio? Marya menggeleng. Hubungan macam apa? Tidak, Elgio terlalu bersih untuk berurusan dengan wanita. Dia bahkan tak minum anggur untuk mabuk-mabukan dan berlaku aneh.


"Suamimu dan walinya abaikan banyak hal. Mereka sibuk bangun kerajaan bisnis. Mungkin menurut mereka tidak penting. Tetapi di sanalah letak masalahnya. Sesuatu yang harusnya tak boleh dilakukan oleh seorang pria sepertinya. Aku yakin Abner Luiz kini tahu siapa Luna Hugo sebenarnya. Jangan bertindak Aruhi, walimu sangat teliti hanya saja mereka tak bisa bertingkah bar-bar seperti aku karena mereka taat pada hukum."


Seakan benarkan kata-kata Hellton, mengangguk dengan dagunya pada Elgio Durante yang berpamitan sedikit menjauh untuk menjawab panggilan. Meski dalam keremangan, Marya rasakan ketegangan suaminya dari cara pria itu berdiri dan terperangah.


"Jadi, aku benar, Luna adalah penyusup di Perusahaan? Racuni diri sendiri untuk menjebak Tuan Abner?"


"Tak sepenuhnya begitu. Luna sendiri tak sadari ia hanya dijadikan alat yang digunakan beberapa orang untuk kendalikan Abner Luiz tetapi sepertinya Luna tak berhasil, jadi, ia akan dihabisi diam-diam. Tetapi, tetap harus ada kambing hitam. Kelihatan bagus kalau Abner Luiz jadi tersangka walaupun akhirnya yang terkena malah pengasuhmu. Aku akan kirimkan pada Archilles segala hal yang kau butuhkan. Termasuk Aruhi, jika kau ingin dapatkan bukti. Mengapa kasus ini sangat sulit, karena kejahatan mereka sangat teroganisir bahkan terhubung langsung ke balik jeruji besi. Luna Hugo tak sadari ia masuk perangkap dan sedang dijadikan umpan."


"Tuan Abner Luiz sama sekali tak suka permusuhan. Siapa yang berani lakukan ini padanya dan suamiku?"


"Saatnya Abner Luiz sebagai wali Durante menoleh ke belakang. Leon Durante, ayah mertuamu, adalah kunci pembuka kasus ini." Hellton menghela napas panjang. "Tetapi Aruhi, biarkan Abner Luiz tangani segalanya. Jangan sampai kamu terluka nantinya. Seseorang menyerang suamimu dalam kasus ini tetapi banyak yang menunggang di belakang."


Obrolan mereka terjeda oleh decakan panjang.


"Wah wah wah luar biasa. Seperti dugaanku, kau akan ajari ponaanmu jadi penjahat. Kau sangat mengerikan, Hellton Pascalito." Irish tiba-tiba saja muncul di sisi Hellton tanpa mereka sadari. Hellton segera berpaling pada Irish, amati wanita itu.


"Kau ingin bergabung? Nalurimu juga sangat tajam," sambut Hellton terdengar sedikit mengejek. "Belakangan kau sangat ambisius untuk masuk dalam pelukan kejahatan," tambah Hellton sodorkan piring berisi camilan.


Mereka bertatapan dan Marya mengerut. Pada Irish yang amati Paman Hellton tanpa kedip dan pada Paman Hellton yang melengkung senyuman hingga terlihat menakutkan. Pantas saja Arumi gelisah. Jika diperhatikan baik-baik, tatapan mata Paman Hellton sangat mengerikan. Tajam dan seakan ingin membakar Irish dengan sorot matanya. Sementara yang dipandang sama sekali tak takut. Mengisi mulutnya dengan camilan dan mengunyah lalu memilih masuk ke dalam rumah dibawah pandangan lekat Paman Hellton. Saat Irish tak terlihat lagi, Hellton berbalik pada Marya.


"Temani suamimu, Aruhi! Elgio Durante mungkin akan sedikit terguncang setelah ini."


***


Aku akan revisi chapter ini ... Oh ya ampun, apakah hasil akhirnya akan terburu-buru, i don't like it. Aku sedang berusaha selesaikan Novel dalam 5 hari ke depan. Kemarin terlihat mudah, saat ini terlihat mustahil.