Heart Darkness

Heart Darkness
Chapter 115 Falling Slowly, Irishak!!!



"Hellton?! Lepaskan aku!"


Irish hanya teriakan kata itu sedari tadi sembari meronta berusaha sekuat tenaga turun dari pundak kekar Hellton. Tubuh semampai Irish dipanggul dengan santai sedang tangan satunya menarik koper Irish.


"Hellton Pascalito, kau Iblis jahanam! Sialan kau, keparat! Lepaskan aku! Mengapa ada manusia sepertimu di muka bumi ini? Lepaskan aku, aku harus pergi. Hellton, tolonglah!" jerit Irish Bella semakin menjadi-jadi.


Makian Irish terdengar jelas memecah kesunyian di bandara kecil itu. Irish masih berusaha lepaskan diri dari Hellton yang memeluk paha-paha kuat, tangan melambai-lambai memukul angin di belakang pundak besar Hellton. Kaca mata telah lepas entah jatuh di mana, sedang selendang terbang ditiup angin. Terlebih, amarah yang semakin memuncak.


"Berhentilah buatku kesal, Irishak! Suasana hatiku sungguh sangat buruk. Kau pandai sekali ya, buatku marah!" sahut Hellton tidak sabaran. Teringat bagaimana Irish kelabui dirinya, pria itu menggerutu. "Kau habiskan banyak makanan dan minum obat lalu pura-pura terlelap untuk menipuku, Irish? Kau benar-benar buat aku kesal, Irishak!"


"Kaulah yang berhenti buatku kesal!" bentak Irish. "Kau keparat, Hellton. Aku harus pergi! Biarkan aku pergi! Apa maumu, brengsek kau!"


Hellton gapai mobil, buka pintu depan dan lemparkan Irish ke bangku dengan kasar.


"Kau iblis, penjahat sialan, apa maumu? Aku pergi dan kau bebas lakukan kejahatanmu, aku tak peduli padamu! Kau psikopat, Hellton Pascalito," jerit Irish ingin menampar wajah pongah di depannya.


"Kau ingin lari ke perbatasan Irish? Aku menyelamatkanmu," kata Hellton pasangkan sabuk pengaman.


"Selamatkan aku?" Irish tertawa sumbang, bahunya terguncang oleh tekanan depresi. Bagaimana bisa ia berakhir di tangan pria model Hellton Pascalito? Tak lama tawanya berhenti. Hellton membungkuk di atasnya dengan cepat seperti singa lapar menyambar mangsa empuk, mencumbu bibirnya kuat. Irish terbelalak, iblis itu lakukan lagi. Irish menolak keras, berusaha menghindar tetapi Hellton Pascalito adalah pria sangat-sangat pemaksa yang tak suka ditolak. Dengan posesif menghajarnya hingga Irish tak bisa bernapas, memukul dada pria itu sebagai perintah untuk berhenti.


"Beeeer,he,hentikan!!!"


Tak peduli, bergerak liar persis kekasih posesif, pria itu mengitari bibirnya penuh intimidasi dengan tekanan serta kendali penuh hingga Irish hanya harus bernapas tanpa gerakan tambahan, sebab jika tidak, bahkan satu jeritan pendek maka ia akan mati kehabisan udara.


"Kesabaranku sangat tipis, Irish! Aku juga mudah marah!"


Hellton berhenti biarkan Irish menghela napas sebelum kencangkan tali pengaman. Ia menatap Irish menikam tepat di manik mata wanita itu, sangat dekat. Napas Hellton berhembus cepat dan kuat di wajah berahang tirus dan bibir sensual penuh berdaya pikat tinggi; Irish Bella punya kemampuan bawaan mempesona orang, tipe penakluk pria. Hellton memiliki sebagian unsur Irish, mereka sama-sama angkuh, gengsian dan penakluk.


Kedalaman mata Irish sengit menantang, sulit tebak apa yang Irish pikirkan. Wanita itu sungguh menggoda saat rahang tirus berkedut mengumpat padanya. Sorot tajam kelabu lebih garang, tak takut padanya meski ia sangat buas, lebih menusuk ditatap langsung daripada yang ia lihat di layar kaca saat wanita itu tampil di sana, semakin buai hasrat liar dalam diri untuk tenggelam bersama Irish. Namun, taklukan Irish di ranjang tidak berarti Irish dalam genggamannya. Helton merasa seperti berpegangan pada tepian licin, Irish semakin ingin lari darinya dan ia semakin ingin kuatkan cengkeraman.


Irishak digilai banyak pria, banyak yang mengejarnya. Satu negara mengenal Irishak Bella yang memikat lawan jenis dengan sisi feminim kasual dan kecerdasan juga pesona keberanian yang kontroversial. Para Mafia geram padanya tapi tak berani macam-macam sebab pemerintah lindungi Irishak. Ia bebas di bawah ekor mata intuitif para mafia yang siap menerkamnya suatu waktu. Betapa wanita ini telah jadi incaran para penjahat satu negara bahkan para pengusaha kotor berlomba-lomba dapatkan dirinya. Keajaiban itu terjadi, ada celah kini temukan Irishak tanpa pengawasan. Semua berlomba-lomba lemparkan estafet, panjangkan larian menuju garis finis dan Irish Bella adalah piala-nya.


Irishak Bella punya kisah cinta panas dengan beberapa pengusaha kaya, sutradara ternama bahkan pemilik stasiun televisi, tetapi wanita itu senang biarkan mereka merangkak padanya sebelum menendang mereka jauh-jauh.


Irish hanya terlihat dekat dengan Carlos Adelberth. Mereka seperti sepasang kekasih. Tetapi siapa peduli, Hellton peduli? Tidak. Ia tiduri Irish dan dapati wanita itu masih perawan. Itu pertanda Irish dan Carlos tidak di jalur serius. Carlos terlibat dengan banyak urusan negara dan sepertinya Irishak bukan prioritas utama. Media gosip beberkan fakta persaingan antara Irish dan Oriana dalam segala hal termasuk perhatian Carlos Adelberth. Hellton berpikir mungkinkah itu alasannya Irishak sangat berani, Carlos selalu jadi tameng untuk lindungi dirinya.


Irishak tak benar-benar punya kekasih, ia hanya bermain-main dengan beberapa target untuk mengunci mereka sebelum menembak mereka tepat untuk buat mereka menggelepar kehabisan napas. Ia bahkan pacari pria-pria itu untuk lemparkan mereka satu-persatu ke balik jeruji besi. Namun, Irish sepertinya menyukai Elgio Durante, suami Aruhi. Irishak punya potret Elgio Durante dalam bentuk sketsa di ruang tidurnya, yang dibuat oleh Al Shiva. Jadi, Irishak Bella menyukai suami ponaannya itu? Aruhi juga tampak sangat marah saat tahu Elgio sembunyikan Irish.


"Kau tahu, beberapa mafia temukan lokasimu hari ini? Beritanya tersebar dengan cepat. Apartemen, orangtuamu, kerabatmu, dan saat ini mereka tahu kau akan pergi ke perbatasan, kau tahu apa yang akan terjadi? Kau akan hilang tanpa jejak di sana. Kau tak punya tempat persembunyian Irish," ujar Hellton penuh tekanan.


"Aku tak peduli, hidupku telah berakhir di tanganmu. Aku tak peduli jika aku dibunuh dalam pelarian," sahut Irish keras. "Aku lebih baik terbunuh sia-sia daripada ada dalam cengkeramanmu!"


"Begitukah? Jadi, kau tak keberatan jika seseorang menangkapmu?" tanya Hellton dingin. Ia akan berhenti pada pegangan licin. Gengsi pria itu bicara. "Aku bisa serahkanmu pada mereka?"


Mata mereka bertemu, Irish tak ingin mengalah. Ego mencegahnya untuk tunduk pada Hellton. Seakan kata-kata Hellton bukan bualan, satu buah mobil tanpa kap terlihat bergerak cepat dari luar pagar bandara, beberapa pria berdiri dengan laras panjang di tangan dan mereka tampak ingin menangkap seseorang.


"Kau lihatkan? Nah, keluarlah! Hadapi mereka dan aku akan pergi!"


Hellton kembali padanya, lepaskan sabuk pengaman dan paksa Irish keluar dari mobil. Irish tak menahan amarah yang membuncah dalam dirinya.


"Kau keparat sialan, jika saja kau biarkan aku pergi, aku tak perlu hadapi koloni bodohmu itu! Kau buat segalanya rumit untukku! Oh, kau sungguh ... aarrrggghhh ...."


"Aku pergi! Selamat tinggal Irishak! Kau tahu, kau akan lihat mereka saling lumpuhkan untuk dapatkan dirimu karena seseorang memasang harga tinggi bagi yang berhasil dapatkanmu!"


"Kau sialan, Hellton! Harusnya aku telah sampai di perbatasan dan menghilang."


Jika Hellton tak cegah ia pergi, Irish telah terbang dan larikan diri. Pria itu membuatnya terjebak di bandara tanpa bantuan dan Hellton mendadak tersinggung oleh ucapannya lantas akan tinggalkan dia di bandara.


"Kau sialan, Hellton. Terkutuklah kau di neraka!" maki Irish berharap Hellton mendengar seruannya.


Hellton pergi ke balik setir tanpa peduli dan putar balik mobil. Ia benar-benar tinggalkan Irish di sisi landasan dan para gangster yang melihat Irish kebingungan bersorak gembira seakan dapat kado terindah dalam hidup mereka.


Wanita itu, berdiri di bandara sementara hari menjelang siang. Langit biru mendadak kelabu oleh awan berarak sama persis hatinya. Ia bernapas tapi sesak seakan oksigen telah berubah jadi karbon dioksida kyang sangat beracun dalam paru-paru. Duduklah ia dengan lemas di atas koper pasrah pada nasibnya. Tak menoleh sedikitpun pada kepergian Hellton, berharap mobil Hellton terjungkal di suatu sisi tebing dan pria itu tercabik-cabik di dasar jurang.


Ada yang aneh di sini, mengapa pihak kejaksaan tak mencarinya? Mengapa para penyidik, kepolisian dan aparat tak datang untuk selamatkan dirinya? Mengapa pemerintah tak menemukannya dan melindunginya? Apakah mereka tersinggung karena panggilan telpon yang diabaikan? Ia ingin menelpon Carlos, gemetaran menekan dial di ponsel saat gerombolan itu makin dekat padanya. Nomer pria itu tak lagi aktif, bukan tak aktif tetapi nomernya tak bisa lakukan panggilan. Ia menelpon beberapa kontak yang bisa menolong dan menegang emosional.


"Oh sial, mengapa nomerku tiba-tiba diblokir?" rutuknya saat sebuah pesan pemberitahuan masuk bahwa nomer ponselnya diblokir jangka panjang. "Apa aku penjahat?" serunya pada ponsel.


Para gangster berlompatan turun dari mobil dengan senjata dan Irish hanya menonton mereka berharap ia punya bom ditubuh yang bisa meledak.


"Iblis terkutuk kau, Hellton."


Beberapa pria dekatinya sedang yang lain berjaga-jaga dekat mobil.


"Ikut kami, Nona!"


"Tidak. Aku harus pergi," kata Irish menolak. Ia akan buat perhitungan dengan Hellton nanti. Tapi sepertinya ia tak akan selamat kali ini.


"Bawa dia!"


Senjata-senjata di todong padanya dan ia berdiri dengan tegak, ia akan temukan cara nanti untuk loloskan diri, ia telah terbiasa ditodong, kabur, loloskan diri. Seorang pria mendorongnya dengan kasar hingga ia jatuh tersungkur. Dagunya tergores pada beton landasan.


"Wanita ini buat kita dalam masalah!"


"Ya, tapi kita hanya harus bawa dia hidup-hidup!" Mereka saling berdebat.


Seseorang hendak menariknya bangun. Saat itulah mobil Hellton kembali, raungannya buat semua yang ada di sana berpaling. Hellton ingin pergi tetapi ia sangat sensitif terhadap sesuatu yang buatnya jadi posesif. Sesuatu itu adalah Irishak Bella, wanita angkuh itu. Hellton hentikan mobilnya tepat di samping Irish, turun dari sana, dan menarik satu tas besar berisi uang yang langsung dilemparkan pada para gangster.


"Itu lebih banyak dari yang ditawar oleh penawar tertinggi! Wanita ini milik Hellton Pascalito. Berani menyentuhnya berarti kau berurusan denganku," kata Hellton tanpa aba-aba menarik senjata dan tembaki kaki pria yang mendorong Irish tadi hingga si pria tersungkur. Teman-temannya acungkan senjata pada Hellton tetapi ragu-ragu.


"Tuan Hellton Pascalito?" Beberapa dari mereka tampak saling pandang, beri kode.


"Ya, beritahu bosmu. Jauhi tanganmu darinya!"


"Tapi Tuan ...."


"Aku sangat temperamental! Pergi dari sini sebelum aku marah!" Mengangkat pistol dan menembak tiga kali untuk peringatan ketika dilihatnya para begundal itu bergeming.


Para gangster masih di sana dengan banyak pertimbangan. Lalu ketika salah satu dari mereka tertembak di dada dari jarak jauh oleh seseorang yang tak terlihat, mereka segera berlomba-lomba kembali ke mobil dan segera berbalik pergi.


"Hal rumit macam mana lagi yang ingin kau lihat, Irishak?"


Hellton berjongkok di sisi Irish, meraih ponsel keluarkan memory card dan lemparkan ponsel itu ke tembok pembatas bandara hingga hancur berkeping-keping. Ia kembali pada Irish , pegangi dagu dan amati sebelum menghentak kasar. Ia kaitkan lengan Irish menyangga wanita itu bangun.


Irishak berusaha menolak bantuan Hellton tetapi pria itu pegangi lengannya erat pergi ke mobil dan kembali terkejut saat gerombolan lain datang dari pintu masuk parkiran bandara seakan hendak berburu.


"Kau lihatkan? Banyak yang menginginkanmu, aku tak mungkin menyumpal mereka satu-persatu dengan jutaan Euro untuk dapatkan dirimu, aku tak seloyal itu. Telan angkuhmu itu Irishak sebelum aku memaksamu!" katanya ketus.


Hellton menyeret Irish ke mobil, pasangkan sabuk pengaman dan kencangkan. Sangat kencang hingga Irish meringis. Pria itu kemudian pergi ke belakang dengan raut keruh keluarkan senjata roket. Kembali ke tengah mobil, buka kap tengah, memanggul senjata berat itu di pundaknya dan tanpa buang-buang waktu tembaki mobil pertama.


Desisan peluru roket diikuti percikan api saat terlontar meluncur cepat menari di udara. Tak bisa dihindari, menghantam mobil pertama. Ledakan dahsyat, mobil terangkat dan hancur berkeping-keping. Para gangster terbuang dari mobil. Satu tembakan lagi mendesis, mobil kedua meledak dan orang-orang di atas mobil beterbangan. Irish benar-benar terbelalak dibuatnya. Betapa bar-barnya seorang Pascalito.


Mobil mereka ditembaki oleh yang masih bernapas. Hellton kembali dengan laras panjang dan habisi mereka satu persatu sampai tak tersisa satupun. Api berkobar-kobar naik ke langit yang mulai mendung. Irish bergidik. Betapa nyawa tampak begitu mudah dimatikan. Di ruang kejahatan hal seperti yang dipertontonkan Hellton Pascalito padanya seakan lazim saja terjadi. Pria itu menutup kap mobil keras, pergi ke balik kemudi, menggeram saat memutar kemudi mobil.


"Aku sangat tak sabaran Irishak! Mereka juga tak sabaran ingin menangkapmu dan aku habisi banyak orang hari ini untuk selamatkanmu. Jadi, jika kudapati kau tertawa sumbang seperti tadi lagi, aku akan benar-benar buat kau tak bisa bicara lagi."


Mengemudi dengan kecepatan tinggi, memaksa Irish berpegangan erat.


"Kau tak boleh terekspos sementara waktu atau kau boleh mengejar Mafia seperti keinginanmu, aku mendukungmu!"


"Apa kau kesurupan sesuatu?" tanya Irish sinis.


Hellton tak bisa tunjukan secara terbuka, tetapi jauh di relung bawah sana, ia tiba-tiba sangat posesif pada Irishak. Ia tak suka Irish mengabaikannya, itu buat ia sangat tersinggung, marah dan terganggu. Ia tak bisa bilang ia cintai Irish, ia tak percaya cinta. Tak ada cinta dalam kamus hidupnya. Cinta itu cuma mainan anak-anak. Bercinta adalah kebutuhan biologis, tuntutan fisik dan cinta adalah kebutuhan psikologis tetapi ia tak punya tuntutan seperti itu. Wanitanya kabur dengan seorang pelukis setelah mengecupnya tiap malam dan katakan cinta di antara aroma-aroma manis yang memabukkan. Ia tak pernah kasar saat bersama wanitanya tetapi ia dikhianati. Jadi, Hellton Pascalito tak pernah percaya bualan soal cinta.


"Apa kau menyeret Elgio Durante ke pengadilan sebagai saksi karena kau sakit hati pada cinta tak terbalas?"


"Diamlah, itu bukan urusanmu!"


"Kau percaya dia kekasih masa depanmu?"


"Kau memeriksa catatan orang lain?"


"Aku menyelidiki dan cermati wanita yang aku tiduri!"


Irish menoleh pada Hellton betapa inginnya menikam leher pria itu hingga ia kehabisan darah. Baiklah, ia akan menyeret Hellton ke ranjang, buat pria itu menginginkannya di sana, terlena padanya setengah mati dan mencekik pria itu hingga tewas setelah mereka selesai satu dengan yang lain. Ide gila itu berkelebat ke sana kemari menghasut dirinya.


"Jangan pernah lakukan itu, Irish?" Hellton menengok tepat untuk dapati dirinya gugup.


"Kau ....!"


"Jangan pernah berpikir untuk menyeretku ke ranjang, bercinta denganku lalu membunuhku! Kau tak akan lakukan itu!"


"Kau ...."


"Kau akan tergila-gila padaku nanti, Irishak!"


***


NB :


Hellton dan Irishak, kisah percintaan orang dewasa yang bar-bar dan kayaknya saya gak hindari penulisan liar soal mereka.


Jika tidak sepakat, bisa berhenti baca sampai di chapter ini .... Maafkan saya.


Cintai aku, aku mencintaimu....


Sangat menyebalkan sebab aku update tiap hari, tolonglah Noveltoon. Sistemnya kacau....