
"Apa kau berhasil temukan sesuatu, Archilles?"
Marya bolak-balik ke meja sarapan sambil mengobrol pada Archilles Lucca yang telah rapi dalam balutan jas hitam-hitamnya. Pria itu mengganti gaya rambut dari klasik ke mohawk atas perintah Arumi.
Beberapa hari ini, keadaan Maribella membaik tetapi tidak dengan kemarahan dalam hati Marya. Sementara dari Claire, Marya tahu bahwa Reinha pergi ke Pesisir Timur untuk mencari Lucky Luciano. Mengingat Reinha, Marya menjadi gelisah meskipun menurut Claire, Carlos Adelberth sertai gadis itu ke Pesisir Timur. Tetap menggelisahkan.
"Ya, Nyonya! Tetapi, apa aku perlu laporan pada Anda sekarang, sementara Tuan Elgio akan turun sebentar lagi untuk sarapan?"
Marya tersenyum, "Nanti saja!"
Archilles mengangguk, "Aku akan bawa Nona Arumi turun untuk sarapan."
Marya sangat penasaran apa yang didapat Archilles. Semalam, diam-diam, Marya mencuri video CCTV dari laptop Elgio. Jika ia beritahu suaminya, Elgio mungkin akan cemaskan dirinya dan mungkin tak akan ijinkan Marya ikut campur. Jadi, Marya putuskan akan caritahu sesuatu dengan bantuan Ethan dan Archilles.
"Honey?!"
Sibuk melamun, Marya tak sadari Elgio Durante datang mendekat dan mengecup pipinya kilat. Elgio bersandar di bahu Marya dan memeluk pinggangnya.
"Melamun di pagi hari? Aku ingin tahu apa yang kamu pikirkan?"
Marya tersenyum, pegangi jantungnya yang berdetak kencang sebab ia tak pernah sembunyikan sesuatu dari suaminya. Saat ia lakukan itu, hatinya menjadi gelisah. Tetapi, tak mungkin terus terang pada Elgio.
"Tidak, Elgio. Duduklah! Aku akan mengambil saus di dapur."
"Mau kubantu?" tanya Elgio di leher Marya. Dagu Elgio gerayangi puncak bahu Marya.
"Em, kau bisa terlambat pergi kerja!"
"Begitukah?" tanya Elgio ikut terseret pergi ke dapur mengambil saus. Para asisten segera menyingkir ketika lihat Marya datangi dapur sementara Elgio Durante merusuh di pundaknya.
"Kita akan berkunjung ke Biara di akhir pekan," bisik Elgio lagi.
Jantung Marya serasa akan copot, oleh bibir Elgio yang menempel di belakang telinganya, juga oleh rencana pria itu, tangan Marya berhenti mengaduk saus. Reinha tak ada di Biara, gadis itu pergi ke Pesisir Timur. Ya Tuhan, Reinha ... semoga baik-baik saja di sana. Jika Elgio dan Tuan Abner tahu, habislah sudah. Marya tanpa sadar menggeleng.
"Elgio, kurasa kita harus ke dokter kandungan akhir pekan. Kita telah menunda-nunda terlalu lama. Lagipula, Reinha baru masuk ke sana. Bukankah terlihat kita sangat mengganggunya? Biarkan Reinha tenang di dalam Biara."
Elgio mengernyih, tetapi, akhirnya mengangkat bahu. "Baiklah. Jadi, kita akan bertemu bayi kita? Manis sekali. Apa kita akan pergi berbelanja untuk persiapan?"
Marya menggeleng lagi, menoleh cepat dan dapati bibir Elgio. Mengecupnya kilat. Aroma aftershave pria itu sungguh menyegarkan dan memabukkan, sangat sensual tercium hidungnya.
"Em, tidak untuk saat ini, Elgio. Aku ingin pergi denganmu juga akan lakukan lagi dengan Reinha dan Maribella."
"Baiklah."
Marya mencolek saus dengan sendok kecil, sedikit cicipi. Mengangguk-angguk, sukai rasa manis saus.
"Apa kau mau saos cokelat atau saos karamel?" tanya Marya.
"Aku mau istriku yang cantik jelita di pagi hari. Aku menginginkanmu. Bagaimana ini?" ujar Elgio bersuara berat balik bertanya dan kejutkan Marya dengan hujani ciuman tanpa aba-aba, bertubi-tubi pada leher dan bahu Marya.
"Hei ... Elgio Durante, apa yang kau lakukan di dapur Ibuku?" tanya Marya panik takut kepergok asisten rumah tangga. Ia mencomot satu buah churros (sejenis roti donat) celupkan pada saos cokelat dan masukan dalam mulutnya, tetapi tertinggal setengah di luar. Ia gunakan makanan itu untuk bungkam mulutnya sebab Marya mendadak ingin merintih akibat ulah nakal suaminya.
Elgio tak menyahut, makin kronis belaian bibirnya hingga Marya kewalahan. Segera berbalik sebab Elgio benar- benar menggelitiknya. Pria di depannya tak buang kesempatan, menunduk dan menggigit sisa chorrus. Elgio mengunyah makanan di bibir istrinya, buru-buru menelan sebab ia ingin mengisi mulutnya dengan bawahan bibir istrinya yang terlihat semakin menggoda oleh kilauan basah makanan. Marya didekap erat dan tak menunggu untuk mengulum bibir yang terasa manis oleh saos cokelat dan sisa-sisa aroma caramel.
"Elgio ... kau harus sarapan!"
"Ini juga sarapan," sahut Elgio semakin menjadi-jadi gairahnya pada Marya. Menjilati Marya seakan istrinya saos cokelat. Tak ada yang bisa dilakukan Marya selain menerima secara sukarela kemudian balas mencumbu suaminya. Bibir Elgio yang penuh berisi lebih kenyal dari churros, benar-benar sentuhan yang intim. Ia segera meraih pinggul Elgio untuk berpegangan hingga pria yang mabuk kepayang salah paham, bereaksi lebih garang. Tanpa sisakan jeda menghisap Marya dengan berapi-api.
Jadi, ini alasan Abner Luiz menggila di pagi hari waktu itu dan biarkan dapur model kapal pecah kala itu?
Saat wanitamu berpenampilan seadanya dengan rambut tergelung, dibalik celemek, beraroma terigu dan susu, siapkan sarapan untukmu di dapur. Well, mereka sangat-sangat menggiurkan. Maximal beauty, Man. Kau tak normal jika abaikan istrimu yang bersinar di antara panci dan cangkir. Marya begitu cantik saat bergerak di dapur.
"Elgio ... " bujuk Marya bernapas cepat.
"Lehermu dan bahumu kirimkan pesan darurat untuk diselamatkan!"
"Elgio, kau bisa telat." Bicara terengah-engah.
"I don't care, aku akan bikin peraturan untuk ringankan para pria yang terlambat datang ke kantor karena masih sibuk bercinta dengan istrinya," kata Elgio dengan napas memburu di leher Marya, benar-benar seperti vampire menyesap kulit Marya hingga Marya merinding. Tanpa sadar mendesah dengan mata-mata terpejam rapat. Pria itu lantas berpindah ke rahang Marya dan gunakan sedikit giginya. Elgio terlihat akan mulai menyeretnya ke kamar jika saja Marya tak berusaha meredam getaran di antara mereka.
Susah payah mereka kembali ke ruang makan dan temukan Arumi duduk manis amati mereka agak menyipit. Bagaimana tidak, leher Marya memerah hingga ke rahang bahkan ada bekas gigitan di sana. Keduanya bahkan bernapas tak beraturan. Arumi berdecak. Wajahnya lekas memerah.
"Bukankah kalian harusnya saling menggigit di dalam kamar? Oh, ya Tuhan. Untung tak ada anak di bawah umur di sini." Ia bicara tetapi tak sadari bahwa dia masih di bawah umur hingga Archilles mengunyah gigi hampir tak sanggup menahan senyum.
"Kakimu membaik, Arumi?" tanya Elgio lepaskan pelukannya dari Marya dengan berat hati. Mengatur napas. Berpikir untuk tidak pergi bekerja dan menyeret Marya ke dalam kamar.
"Ya, Kak, sudah sembuh." Kaki Arumi mulai pulih perlahan. Archilles rajin lakukan perawatan sederhana dan terlihat sangat cekatan. Meski demikian, Salsa meminta Elgio segera carikan pengawal wanita untuk Arumi. Elgio dengan segala sopan santun menolak permintaan Salsa sebab Archilles dirasa tepat untuk jadi bodyguard Arumi.
"Apa rencanamu hari ini?"
"Tidak ada. Aku akan sarapan dan belajar membuat Jurnal. Bisakah nanti aku magang di kantormu, Kak?" tanya Arumi pada Elgio. "Aku ingin belajar langsung dari native accounting."
"Ya, boleh saja, Arumi! Hanya saja suasana kantor tak begitu bagus."
Elgio mencolek churros pada Dulce de leche (saos karamel) dan mulai sarapan. Ia punya banyak kerjaan di kantor hari ini sedang Abner Luiz akhirnya temukan titik terang. Mereka berhasil temukan sesuatu dari rekaman CCTV di depan kantor dan dalam kantor selama seminggu. Elgio akan biarkan Abner selesaikan masalah sedang dirinya benar-benar harus fokus pada perusahaan.
The Durante Company miliki produk jam and spread yang diproduksi dan dipasarkan bukan saja untuk penuhi kebutuhan konsumen ritel semata, tetapi juga untuk resort, hotel, kafe bahkan industri makanan skala besar seperti pabrik roti, biskuit dan ice cream. Blueberry dan Murbei dari perkebunan diolah di sebuah pabrik khusus dengan prinsip yang jadi pegangan utama, quality before price dan engagement before sales.
Tidak heran saat kasus sianida merebak, perusahaan mereka kehilangan 30 persen loyalitas pelanggan. Dan ini adalah masalah serius yang harus cepat ditanggapi.
Mereka terus dihantam badai dalam dua bulan ini. Oleh kasus Lucky Luciano dan Diomanta. Kini, kasus sianida.Kantor beroperasi tapi penjagaan diperketat, Abner malah tak bisa akses kantornya sebab dipakai untuk kebutuhan penyelidikan. Sedang Luna ambil cuti.
"Aku berangkat Marya! Oh ya, jangan lupa nanti sore kita akan pergi ke peternakan untuk makan malam." Elgio ingatkan istrinya.
"Aku akan tinggal sebab kakiku masih sakit." Arumi mulai cari-cari alasan.
"Tidak ada alasan Arumi," tegas Elgio.
Marya antarkan suaminya ke depan. Mereka masih berciuman lagi bahkan meskipun tubuh telah saling menjauh, bibir-bibir mereka masih terkait seakan tak ingin berpisah. Ikuti kehendak hati, Elgio berbalik rapatkan jarak memeluk Marya.
"I love you so much, Aruhi!" ujar Elgio berat. Tatapan matanya melelehkan Marya hingga ke sum-sum tulang.
Marya mengangguk, "I love you too, Elgio Durante. So much love. Hati-hati di kantor. Please jangan makan apapun di sana. Aku akan minta Archilles bawakan makanan."
"Kau temukan sesuatu?" tanya Marya tak percaya ia akhirnya bertingkah seperti penjahat. Ini tidak benar, atau ini paling benar.
"Ya, Nyonya. Tapi kurasa Anda tak perlu ambil tindakan," anjur Archilles hati-hati.
"Mengapa?! Mereka sakiti pengasuhku, mengapa aku tak boleh bertindak?"
Archilles Lucca bawakan banyak file, bentangkan di hadapan Marya dan lihat foto-foto dengan dominasi wajah seram beberapa wanita malah lebih mirip psikopat lalu menangkap sekilas daftar kejahatan mereka, Marya merasa mulas. Ia segera berlari ke toilet dan tumpahkan isi sarapannya di sana. Kepalanya berputar-putar. Bagaimana ia bisa beri mereka pelajaran sedang ia sendiri sangat mual hanya dengan melihat wajah mereka?
"Anda tak apa, Nyonya?" tanya Archilles prihatin saat ia kembali. Sempoyongan bersandar pada pintu sebelum kembali duduk. "Jika Anda merasa tak kuat ...."
"Tidak," sergah Marya. Bayangan Maribella yang berbalut perban dan terbaring tanpa daya di ranjang memicu amarahnya. "Siapa saja mereka?"
"Angel Saclamente, masuk penjara karena penipuan dan perampokan. Ia bersama kekasihnya sangat brutal saat merampok. Mereka bahkan tak segan-segan untuk lakukan pembunuhan. Targetnya adalah para pria mabuk. Ia akhirnya ditangkap setelah 6 tahun kucing-kucingan dan langsung dijebloskan ke penjara sedang kekasihnya masih buronan hingga hari ini. Patricia Unia, pengedar narkoba dan Eduarda Lima, yang terakhir ini berurusan dengan penculikan anak-anak untuk diperdagangkan. Eduarda adalah orang dekat Valerie, Nyonya. Aku sering bertemu dengannya saat masih bekerja pada Valerie. Seperti adik perempuan bagi Valerie. Dua orang lain masih dalam penjara."
Eduarda Lima terlihat paling beda di antara para psikopat.
"Jadi, mereka semua pelaku kriminal?"
Marya mengelus kepalanya. Apa yang akan dilakukannya pada mereka sedangkan ia tak pandai berkelahi. Ia tak mungkin menyuruh Archilles menembak mereka satu-persatu.
"Ya, Nyonya. Mereka adalah sekelompok gang brutal, menamai diri mereka VW-13 Villain, bukan di jalanan tetapi dalam penjara. Mereka berasal dari salah satu daerah kumuh di pinggiran distrik dan lakukan banyak kejahatan, mereka menerima bayaran untuk operasi kejahatan dalam penjara. Tiga orang dari mereka akan dibebaskan besok sore dikarenakan ada pengurangan jumlah narapidana dalam lapas. Mereka termasuk dalam para narapidana recuperandos (orang-orang yang bertobat) dan dalam daftar yang akan dikembalikan karena berkelakuan baik. Mereka mungkin dibebaskan untuk perbaiki jaringan di luar penjara. Tetapi kita punya masalah, sebab, tiga orang itu telah ditargetkan Tuan Abner Luiz."
"Tuan Abner?"
"Ya. Tuan Abner telah rencanakan sesuatu pada ketiganya dan telah perintahkan penyelidikan pribadi secara rahasia untuk konfirmasi identitas lengkap. Anda tak boleh menyentuh mereka atau Anda akan dipergoki Tuan Elgio."
"Lalu bagaimana dengan sipir penjara?"
"Ini pekerjaan yang rumit, sipir penjara menghilang, kemungkinan besar disembunyikan Pengacara Luna. Aku sarankan Anda minta bantuan pada Paman Anda, Tuan Hellton Pascalito."
"Paman Hellton?"
"Beliau sangat terkenal dalam dunia kami, Nyonya. Paman Anda mengelola banyak informasi sama seperti yang dilakukan Tuan Lucky Luciano dan Francis Blanco. Beliau adalah The Daredevil dan The Realdevil. Anda bisa dapatkan identitas lengkap dan pekerjaan kotor pengacara Luna juga sipir penjara."
"Begitukah?" Seandainya Tuan Lucky Luciano dan Francis ada di sini. Andaikan Reinha ada di sini.
"Nanti sore Anda akan pergi ke peternakan untuk undangan makan malam keluarga bersama." Archilles bicara lagi. "Bicaralah pada Tuan Hellton."
"Baiklah. Apa yang harus aku lakukan sekarang! Mari kita lihat profilnya."
Marya tak bisa lihat rekaman CCTV bersama Ethan sebab Ethan sangat sibuk di kafe hari ini.
"Tak banyak informasi tentang sipir penjara. Rosiana Ramos, 38 tahun dan tidak berkeluarga."
"Itu saja?"
"Ya, Nyonya. Informasi tentangnya sangat terbatas."
"Bagaimana dengan Luna Hugo? Apakah kau juga mencari tahu tentang wanita itu. Entah mengapa aku yakin Luna adalah pelakunya."
Bagaimana jika, saat menerima kotak makanan dari Maribella, Luna langsung menaruh racun di kotak itu. Sebab tak ada kamera pengawas di ruangan Abner. Sesuatu yang sangat disayangkan. Mengapa Tuan Abner dan Elgio tak pasang kamera pengawas di ruangan kantor mereka sendiri?
"Bisakah kirim orang mengintai Luna Hugo?"
"Luna Hugo masuk dalam target operasi Tuan Abner Luiz, Nyonya! Luna diawasi sangat ketat!"
Archilles tampak ragu-ragu sesaat.
"Nyonya, Nona Sunny mengirim sesuatu dari dalam penjara! Sebenarnya untuk Tuan Abner," ujar Archilles ragu-ragu.
"Bolehkah aku lihat?"
"Anda mungkin akan tak sanggup melihatnya, Nyonya."
"Coba kita lihat, berikan padaku!" Archilles tampak menyesal telah beritahukan pada Marya. "Archilles?!" tatap Marya tajam.
Archilles sodorkan flash disk.
"Nyonya ... ini rekaman penyiksaan pada Maribella. Nona Sunny dapatkan dari seorang sipir lain. Sebaiknya Anda tak melihatnya!"
Marya genggam flash disk di tangannya, gemetaran. Ia bicara di antara air mata yang jatuh. Tak ingin melihat isi rekaman itu tetapi ia harus melihatnya agar punya motif yang kuat untuk balas dendam.
Archilles menahan napas di seberang meja merasa bodoh seakan-akan telah lakukan kesalahan fatal.
Kuatkan hati Marya buka laptop dan sambungkan flash disk. Tangannya gemetaran saat video diputar. Beberapa orang wanita mengganggu Maribella tetapi diabaikan pengasuhnya. Maribella rapikan tempat tidur, melipat selimut dan saat ia hendak pergi ke meja makan dalam ruangan itu, seseorang menariknya lalu Maribella dipukuli. Ia seperti tak bisa melawan atau itu bukan yang pertama kali.
Marya mengepal tangannya kuat.
Di luar ruangan, seorang penjaga dengan santainya menonton penganiyaan tersebut dari balik kaca jendela. Maribella kemudian terlihat berlari, menggedor kaca jendela ruang sipir. Namun, si sipir cuek dan biarkan Maribella kembali diseret.
Sipir bahkan tak mau membantu meskipun Maribella tampak menggeliat kesakitan dan menderita, pegangi perutnya. Kepala pengasuhnya juga tak luput dari kekerasan. Marya terisak-isak menahan sakit di dadanya. Dua teman penyerang bergabung saat si penyerang pertama berhenti sejenak untuk minum dan menghirup udara. Ketiganya kembali menyerang Maribella sedang beberapa orang terlihat memprovokasi. Akibat serangan brutal itu, Maribella kejang-kejang.
Ya Tuhan, mengapa biarkan hal kejam itu terjadi? Napas Marya tersengal-sengal.
Dua menit yang panjang, Marya melihat Pengasuhnya dianiaya. Setelah penyerang menghentikan aksi brutalnya, barulah seorang sipir masuki ruangan sambil membawa borgol.
Marya menutup laptop kasar, berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah di sana. Ia menggertakkan giginya menahan gejolak emosi yang merayap membakar ubun-ubunnya. Tertatih-tatih kembali ke ruangan. Tak biarkan Archilles menolongnya. Marya tengkurap di atas laptop dan menangis sejadi-jadinya.
"Archilles ... aku akan menghukum mereka," guman Marya pelan nyaris seperti berbisik, "bawa mereka padaku!"
"Nyonya ... Tuan Abner mungkin ...."
"Aku tak peduli, bawa saja mereka padaku!"
***
Wait me up ya .... agak siangan. Ini Chapternya aku potong. Jam 12 ya, chapter berikutnya .... Apa bisa selesai Novel ini tanggal 17 Agustus?
Cintai aku, jangan lupa ngirim vote ya....