Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Aku ingin Membuktikan bahwa aku serius



Kyros terlonjak. "Jadi kau meminta kepada Papa Iel untuk bisa menikahi Geffie???" Tanya Kyros.


"Iya Kak karena menurutku itu adalah cara yang terbaik untuk Aku bisa membuktikan bahwa aku sangat serius dengan Geffie, dan aku ingin mengikat Geffie agar tidak di miliki laki-laki lain, apalagi dia akan tinggal disini dan jauh dariku."


"Pantas saja kalau begitu Papa Iel marah kepadamu, mungkin karena Geffie saat ini masih terlalu muda untuk menikah apalagi Geffie juga sedang merencanakan untuk melanjutkan kuliahnya dan akan berbeda jika kau meminta Geffie pada Papa Iel bukan di saat seperti ini, mungkin setelah Geffie lulus S2 nya sehingga itu bisa membuat Papa Iel baru bisa menerimamu."


"Iya kak, aku tahu tetapi seperti yang aku katakan tadi bahwa aku tetap akan memberi kebebasan kepada Geffie untuk bisa melanjutkan kuliahnya sampai lulus, aku hanya ingin Menjaga Geffie dan karena aku sangat mencintainya sehingga aku tidak mau kehilangan dia."


Kyros memandangi wajah sedih Garviil. Dan dia juga bisa melihat keseriusan di mata laki-laki itU. Kyros juga memaklumi kemarahan dari Papa mertuanya, karena ini pasti hal yang akan sangat mengejutkannya dan Kyros akan coba mencari tahu alasan-alasan lain kenapa mertuanya menolak Garviil.


"Ya Jika kau memang sangat mencintai Geffie, ya mau bagaimana lagi Viil, kau harus sabar menunggu dan juga sabar untuk bisa mengambil hati papa Iel."


"Tapi aku benar-benar ingin menikahi Geffie Kak???"


"Iya itu tadi, kau harus sabar dulu jangan terlalu agresif karena yang ada Papa Iel justru akan semakin marah dan membencimu, itu bisa membuat hubunganmu dengan Geffie akan terhambat tapi ngomong-ngomong apa Geffie sudah tahu kalau kau ingin menikahinya???" Tanya Kyros lagi.


"Belum Kak, aku belum memberitahu Geffie tentang hal ini karena aku berpikir bahwa aku harus meminta izin dulu kepada orang tuanya, jika orang tuanya mengizinkan tentu aku akan memberitahu nya."


Kyros menghela napasnya dan menepuk pundak Garviil. "Ya untuk sekarang kau harus sabar dulu, semua harus dibicarakan secara baik-baik dan aku akan berusaha untuk membantumu dan berbicara dengan Papa Iel, aku juga akan memberitahu Gienka tentang apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Papa Iel tadi malam."


"Terima kasih Kak. Tapi aku minta pada kakak dan juga Kak Gienka agar tidak memberitahu Geffie mengenai hal ini, aku akan pulang hari ini ke boston dengan alasan ada pekerjaan mendadak, aku benar-benar mohon pada Kakak agar kakak tidak menceritakan ini pada Geffie ya??? Aku tidak mau justru malah terjadi keributan antara dia dan juga Om Ariel, mengingat semalam saja dia sudah terlihat kesal karena Om Ariel mengajakku tidur di kamarnya, tolong ya kak sebisa mungkin jangan ceritakan masalah ini???"


Kyros tersenyum. "Kau tenang saja, aku tidak akan memberitahu Geffie tentang apa yang terjadi dan aku akan membicarakan ini dengan Gienka karena biasanya Papa Iel akan melembut jika berbicara dengan Gienka."


"Iya Kak terima kasih."


"Baiklah kalau memang kau ingin pulang ke Boston, ya meskipun papa Iel yang memaksamu untuk pergi, aku minta maaf atas namanya. Aku harap kau tidak terlalu tersinggung dengan ucapannya yang mungkin sedikit melukai hatimu tetapi percayalah jika Papa Iel sebenarnya adalah orang yang sangat baik, dia hanya butuh sedikit pengertian saja. Kalau begitu kau bergegas lah berkemas lalu turun untuk sarapan bersama."


Garviil menggelengkan kepalanya. "Tidak Kak, aku akan langsung pulang saja, tidak enak jika harus sarapan dengan kalian."


"Oh Ayolah Viil, hanya sarapan saja, kau tidak boleh pergi dengan perut kosong, lagi pula itu akan menimbulkan kecurigaan kalau kau tidak ikut gabung bersama kami. Kau bilang kau tidak ingin membuat Geffie khawatir kan?? Ayo segera Bersiaplah. Aku akan menunggumu di bawah."


Garviil menganggukkan kepalanya kemudian dia mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada Kyros. Garviil akan kembali hari ini ke Boston sesuai dengan permintaan Ariel. Dan benar kata Kyros bahwa mungkin Ariel butuh waktu untuk bisa memikirkan hal itu. Dan Garviil juga senang Kyros dan Gienka mau membantunya menjelaskan kepada Ariel. Garviil sangat berharap ia benar-benar bisa diizinkan untuk menikahi Geffie karena Garviil sangat mencintai dan menyayangi Geffie serta tidak mau perempuan itu bersama laki-laki lain.


Kyros kemudian keluar dari kamar tamu yang ditempati oleh Garviil bersamaan dengan itu dia melihat istrinya sedang menggendong baby Lexia. Kyros pun memanggilnya dan mengajak Gienka masuk sebentar ke kamar mereka lalu Kytros akan meminta Gienka untuk tidak membicarakan mengenai diusirnya Garviil oleh Ariel.


"Jadi Garviil meminta kita untuk tidak memberitahu Geffie dulu." Ucap Kyros pada Gienka,


"Iya, tapi masalahnya apa Sayang??? Kau belum cerita tentang masalahnya tentang apa yang terjadi antara Papa dan Garviil.???"


"Ceritanya sedikit panjang, aku hanya minta itu saja darimu. Dan nanti ketika aku pulang dari kantor. Aku akan menceritakannya kepadamu semuanya. Sekarang sudah jam segini, kita harus segera sarapan kalau tidak aku bisa terlambat ke kantor, nanti aku ceritakan!! Pokoknya kau jangan membahas dengan Geffie tentang diusirnya Garviil. Okay???"


"Iya deh..!!!" Gumam Gienka.


"Sini berikan Lexia kepadaku.." Pinta Kyros kemudian Gienka memberikan bayinya itu kepada suaminya dan mereka keluar dari kamar. Kebiasaan Kyros setia pagi sebelum berangkat ke kantor adalah menggendong dan menciumi baby Lexia. Dan jika dulu dia merindukan Gienka saat di kantor lalu ingin segera pulang untuk bertemu istrinya, kali ini suasananya berbeda karena yang Kyros rindukan bukan lagi Gienka tetapi bayi kecilnya yang cantik dan menggemaskan ini. Kyros sangat bersyukur sekali bahwa Tuhan telah memberikannya hadiah yang begitu istimewa, bayi yang lucu cantik dan menggemaskan.


Dan semua orang pun sudah ada di ruang makan kecuali Garviil yang sepertinya masih bersiap. Ariel duduk diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri dia memandang Geffie yang duduk di depannya sambil menggoda baby Lexia.


Ariel saat ini meletakkan semua pengharapannya kepada Geffie untuk membantunya mengurus perusahaan yang dia miliki di Indonesia karena Ariel tidak mungkin mengharapkan Gienka lagi untuk  bisa membantunya. Mengingat Gienka saat ini tinggal di Amerika. Satu-satunya harapan Ariel adalah Geffie dan sekarang justru ada laki-laki yang datang untuk meminta Geffie kepadanya dan laki-laki itu juga tinggal di Amerika sehingga Ariel tidak bisa untuk memberikan restunya kepada Garviil untuk terus berhubungan dengan Geffie karena Ariel takut jika Geffie juga akan ikut suaminya tinggal di sini.


Dan itulah alasan Ariel. Kenapa dia marah kepada Garviil karena Garviil sudah meminta izin kepadanya untuk menikahi Geffie. Sedangkan Garviil juga bekerja di sini sama seperti Kyros sehingga Ariel tidak akan bisa untuk menerima jika kedua putrinya akan jauh darinya. Bagi Ariel cukup Gienka saja yang jauh darinya karena memang Ariel juga tidak bisa menahan Gienka untuk tinggal bersamanya, terlebih lagi Kyros sudah menjadi warga negara ini lalu sekarang ada lagi laki-laki yang ingin meminang Putri keduanya yaitu Geffie dan laki-laki itu juga bekerja di sini. Ariel benar-benar tidak bisa untuk memberikan restunya kepada hubungan Geffie dan Garviil.


Garviil akhirnya muncul. Dia melihat semua orang sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan. Ia pun sembari menarik kopernya menghampiri mereka, masih ada ketakutan di matanya ketika Ariel mengarahkan pandangan ke dirinya akan tetapi Garviil mencoba tetap bersikap biasa saja supaya Geffie tidak curiga.


Melihat Garviil membawa koper, Geffie pun terperanjat dan dia langsung berdiri dari kursi, memberikan baby Lexia ke Gienka kemudianGeffie menghampiri Garviil. "Kau membawa koper, mau keluar??? Kau mau ke mana???" Tanya Geffie.


Garviil tersenyum. "Aku harus kembali ke Boston hari ini, ada beberapa pekerjaan yang harus aku urus dan itu mendadak sekali,aku juga harus meeting dengan klien dari luar, aku minta maaf karena aku baru memberitahumu. Dan semalam aku mendapatkan pesan kalau aku harus segera kembali ke Boston pagi ini juga."


"Aduh kenapa harus secepat itu, besok kau kan sudah janji akan mengantarku ke kampus ku yang baru untuk mengurus semuanya."


"Ya aku minta maaf, karena memang ini mendadak sekali." Gumam Garviil. "Kan ada Papamu??? Kau bisa memintanya Untuk mengantarmu besok."


Garviil mencoba kembali tersenyum minta maaf gumamnya lagi.


"Ya besok kau pergi saja dengan Papa." Sahut Ariel.


Geffie menoleh ke belakang dan memandang tajam ke arah Papa nya, ia mencoba mencari sesuatu tapi kemudian dia beralih menatap lagi Garviil, lelaki itu hanya tersenyum kepadanya tersenyum meminta pemakluman karena tidak menepati janji untuk mengantarkan nya besok.


"Ya sudah kalau begitu, tapi nanti aku balik sendirian dong ke Boston, aku kan juga harus mengemasi semua barang-barangku di sana, karena aku belum membawa semuanya."


"Jangan khawatir nanti aku akan menjemputmu di airport." Ucap Garviil.


"Papa juga bisa mengantarmu ke Boston kalau kau takut kembali sendirian. Papa bisa kembali ke Indonesia sesuka hati Papa dan akan mengantarmu ke Boston lalu mengantarmu kembali lagi kesini dan bau Papa akan pulang." sahut Ariel lagi.


Garviil terus mencoba tersenyum agar tidak menimbulkan kecurigaan Geffie, dia tahu bahwa sepertinya masalah yang dihadapinya dengan Ariel cukup besar dan Garviil masih belum tahu apa yang harus dia lakukan.


Sementara itu Kyros dan Gienka hanya diam, saling melempar pandangan satu sama lain. Gienka sendiri masih belum tahu apa yang sebenarnya terjadi karena Kyros belum memberitahunya sedangkan Kyros juga belum memikirkan apa yang harus dia bantu untuk masalah yang sudah dihadapi oleh Garviil dan Geffie. Kyros merasa kasihan juga pada Garviil karena Garviil tampak ketakutan dengan Ariel tetapi Garviil mencoba untuk tenang agar Geffie tidak mengetahui kebohongannya tentang kepulangannya lelaki itu ke Boston hari ini.


"Ya sudah kalau begitu, tapi kau sarapan dulu ya??" Ucap Geffie.


Garviil menganggukkan kepalanya. "Iya, aku akan sarapan dulu." Kemudian keduanya pun menuju meja makan dan sarapan bersama dengan keluarga Geffie.


"Viil, kau sudah memesan taksi??" Tanya Kyros.


"Belum kak mungkin setelah ini aku baru akan memesan taksi."


"Tidak perlu memesan, aku akan mengantarmu ke airport. Kebetulan aku ada meeting di luar dan melewati Airport. Kau Pergilah saja denganku." Kyros menawarkan diri untuk menganta Gaviil.


"Apa itu tidak merepotkan kakak??? Kalau merepotkan lebih baik tidak perlu, aku aku bisa memesan taksi saja kak...!"


"Tidak sama sekali Viil, kau pergi saja denganku."


"Baiklah kalau begitu Kak,terima kasih.."


"Sama-sama.. Ayo makan lagi dan habiskan sarapannya.."


Garviil memotong pancake dan menyuapkan ke mulutnya, dia sesekali melirik ke arah Ariel yang sedang menatapnya dalam diam tetapi Garviil berusaha untuk tetap bersikap tenang meskipun dia melihat masih ada kemarahan di mata Ariel kepada dirinya.


"Papa...!!!" Panggil Geffie.


"Iya.." Jawab Ariel kemudian tersenyum ke arah putrinya. "Kenapa sayang???" Tanya Ariel.


"Papa tidak mengatakan sesuatu yang buruk kan pada Garviil semalam dan membuat Garviil mau pergi dari sini??? Itu bukan karena Papa kan??? Bukan Papa yang menyuruhnya kan???" Tanya Geffie mencoba menyelidiki, entah kenapa dia merasa mungkin saja Garviil pergi dari sini adalah di akibatkan oleh Ariel.


"Tidak Geff, aku memang benar-benar ada urusan pekerjaan di kantor jadi aku harus segera kembali ke Boston." sahur Garviil dengan cepat untuk mengalikan kecurigaan Geffie pada Ariel.


"Bohong...!!!!" Geffie tidak bisa percaya begitu saja.


"Siapa yang bohong??? Aku tidak bohong kok, lagi pula tidak ada apa-apa antara aku dan Om Ariel, tadi malam kami baik-baik saja, mengobrol biasa kok." Sela Garviil.


Ariel hanya diam saja, dia tahu Garviil berbohong untuk mengalihkan Geffie, dan dia tidak ingin menyahut apapun karena bisa saja nanti putrinya itu justru akan marah kepadanya. Jika dia salah berucap, maka bisa menimbulkan kemarahan dari Geffie, dan Ariel sendiri akan mencoba Memikirkan sesuatu untuk membuat Geffie bisa menjauh dari Garviil. Dan tidak menjalin hubungan lagi dengan lelaki itu. Ariel tidak ingin Geffie nanti menikah dengan laki-laki yang tinggal di negara ini. Dan setelah lulus kuliah nanti, Geffie bisa tinggal bersama nya di Indonesia saja untuk bisa membantu nya di perusahaan.


"Sudah sudah, sarapannya dihabiskan dulu" Sahut Gienka kemudian. "Dan mungkin Garviil memang Benar dek. Kau juga jangan curiga kepadanya ataupun kepada Papa lel. Kenapa juga sih sejak semalam kau itu bawaannya curiga melulu, tidak baik loh apalagi pada Papa??? Sekarang lebih baik sarapan segera di habiskan, Ky juga harus segera pergi ke tempat meeting dan dia juga harus mengantar Garviil kan jadi ayo cepat selesaikan sarapan ya..??"


Geffie pun akhirnya menunduk dan kembali memotong pancakenya, meski ada yang mengganjal tetapi Geffie mencoba untuk percaya pada ucapan Garviil dan juga Papanya. Mungkin memang benar bahwa Garviil ada pekerjaan yang mendadak karena memang Garviil sendiri punya tanggung jawab yang besar di perusahaannya dan Garviil harus pengurusnya dengan baik. Geffie uga sebenarnya kecewa sih karena Garviil tidak jadi pengantarnya ke kampusnya ya baru tapi Geffie lagi-lagi Mencoba memahami posisi kekasih nya itu.


★★★***MY BODYGUARD MY OBSESSION masih akan update beberapa episode Spesial, jadi jangan sampai kelewatan ya??? Malam ini Update lagie, dan jangan lupa mampir ke karya baruku Judulnya HEART ATTACK★★★***