Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Jengkelnya Ciara



Vicky kembali meletakkan ponselnya di atas tempat tidur, lalu beranjak dan hendak pergi ke kamar mandi tetapi angkahnya terhenti. Dia sudah selesai bercakap-cakap dengan Ciara melalui panggilan video. Meski kondisinya Dia sedang sangat marah sekali kepada Gadis itu, tetapi Vicky berusaha untuk menahan diri dan berpura-pura bahwa sedang tidak terjadi sesuatu agar tidak menimbulkan kecurigaan Ciara. Vicky tetap bersikap seperti biasanya ketika mereka sedang menelepon membicarakan berbagai macam hal dan sesekali Vicky juga melontarkan candaan-candaan pada Ciara supaya Ciara tidak curiga.


Vicky berjalan pelan ke arah meja rias yang ada di kamarnya. Dia Duduk menatap wajahnya di cermin dengan tatapan sedih bercampur dengan kemarahan. Vicky lalu mengambil figura yang berisikan fotonya bersama dengan Tiffany yang tampak sangat bahagia sekali. Vicky mengusap lembut foto itu dan teringat dengan kebahagiaan nya bersama Tiffany dulu, semua tawanya, bahagianya, sedihnya ketika bersama Tiffany, kenangan yang tidak akan pernah Vicky lupakan seumur hidupnya. Tiffany nya yang cantik, ceria dan penyayang ini memang sudah tidak lagi bersamanya. Dan semua itu terjadi karena Bianca si ular itu yang semakin membuatnya benci adalah Bianca mengirimkan perempuan lain untuknya, untuk menghancurkan kehidupannya lagi untuk mengganti kan posisi Tiffany di hatinya, lalu akan membuatnya terpuruk untuk kedua kalinya. Vicky telah membuat kesalahan dengan menganggap Ciara akan memiliki sifat seperti Tiffany, tetapi nyatanya Ciara telah memiliki niat buruk kepadanya sejak awal.


"Aku akan mencari keadilan untukmu sayang, aku akan pastikan orang yang menjadi penyebab utama kepergianmu akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Bahkan sebelum aku menyeretnya ke kantor polisi, aku akan menghancurkannya karena dia telah membuat kita berpisah untuk selama-lamanya, aku tidak akan menahan amarahku lagi aku akan benar-benar menghancurkan orang-orang itu sampai mereka menangis dan sujud di kakiku untuk meminta maaf padaku." Gumam Vicky dengan sedih, tak disadarinya air matanya menetes tepat di wajah Tiffany yang ada di foto.


Vicky tiba-tiba merasa sesak dan sejak tadi tidak berhenti memikirkan tentang Bianca dan juga kejahatan yang sudah dilakukan oleh perempuan itu. Vicky juga teringat betapa hancurnya dia karena kepergian Tiffany telah membuatnya jatuh ke dalam hal yang paling menyesak kan dadanya seolah cintanya di rebut secara paksa dan bahkan tidak ada kata-kata perpisahan antara dirinya dan Tiffany. Dan mengingat hari-hari terakhirnya bersama Tiffany juga selalu membuat Vicky sedih, bahkan saat ini dia semakin percaya bahwa Tiffany adalah gadis yang terbaik untuknya hanya Tiffany yang sangat dia cintai tidak ada yang mampu menggantikan Tiffany.


Vicky akan merencanakan sesuatu yang sangat lebih jahat dari perencanaan yang sudah dilakukan oleh Bianca dan Ciara. Vicky akan secara perlahan menghancurkan dan merusak kebahagiaan Ciara, dia tidak akan mengampuni Ciara. Begitu juga dengan Bianca, tidak ada kata maaf untuk mereka. Akan ada pembalasan yang sangat kejam yang akan dia lakukan kepada mereka. Vicky tidak akan lagi memikirkan gender, dia sama sekali tidak peduli Bahwa saat ini kedua musuhnya adalah seorang perempuan karena perempuan itu nyatanya tidak memiliki hati dan perasaan serta melakukan kejahatan yang sangat besar sekali, hingga dia tidak akan mudah untuk mengampuni mereka.


★★★★★


Setelah makan malam jangan Geffie dan juga Gienka dan Kyros. Garviil pun diajak oleh Kyros untuk duduk dan menikmati kopi di Rooftop rumahnya sembari mengobrol. Sementara Geffie memilih menemani Gienka membereskan piring bekas makan mereka dan juga nanti akan dilanjutkan untuk menidurkan Lexia di kamar Gienka. Garviil dan Kyros pun naik ke lantai paling atas rumah ini dengan menggunakan lift sembari membawa kopi yang sudah dibuatkan oleh Gienka tadi. Mereka lalu duduk di kursi panjang yang ada di Rooftop.  Kyros memang sering menghabiskan waktunya di Rooftop sekaligus terkadang dia memilih untuk mengamati berbagai benda langit dengan teleskop besar yang dia miliki Karena pekerjaannya sebagai Astronaut dan juga astronom.


"Bagaimana Viil, apa ada kabar terbaru dan kelanjutan dari penyelidikanmu tentang Bianca???" Tanya Kyros.


"Sebenarnya tadi detektif yang dikirim Papa datang ke kantor dan melaporkan hasil penyelidikannya padaku dan jga pada Vicky." Jawab Garviil.


"Oh ya?? Itu bagus dong, lalu bagaimana hasil penyelidikannya??? apa sudah menemukan siapa orang itu???"


Garviil pun akhirnya menjelaskan semuanya kepada kakak iparnya, dari awal sampai akhir mengenai penjelasan yang diberikan oleh Mitha kepadanya dan juga Vicky tadi siang. Siapakah orang yang sebenarnya dikirim oleh bianca. Kyros mendengar semua penjelasan Garviil dengan seksama. Kyros pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan seperti tidak menyangka bahwa ternyata orang yang dikirim Bianca adalah perempuan saat ini menjadi kekasih Vicky, lalu Garviil juga menjelaskan tentang penolakan Vicky untuk mengakhiri hubungannya dengan perempuan itu, terutama membeberkan keinginan dan alasan Vicky, meski sampai saat ini tentu Mereka belum memiliki rencana apapun. Apa yang harus dilakukan nanti nya karena saat ini mereka sedang ingin berfokus untuk menjaga rahasia Ini dari Bianca sendiri dan juga dari perempuan itu dan saat ini juga Vicky meminta waktu untuk memikirkan rencana yang akan mereka ambil nanti nya.


"Iya, kalau memang seperti itu bagus Viil, semoga kalian bisa menemukan cara untuk menghentikan kejahatan bianca, aku juga berdoa agar Semuanya lancar."


"Iya Kak. Aku juga berharap seperti itu, kita tidak akan pernah bisa menebak Apa yang bisa dilakukan oleh wanita itu, membuatku dan Vicky harus selalu waspada dengan berbagai kemungkinan yang mungkin bisa terjadi."


"Kau berarti belum memberitahu Papa Iel ya tentang permasalahan ini???" Tanya Kyros.


"Belum. Tapi nanti aku akan menghubunginya dan menceritakan semuanya, saat ini aku hanya sedikit khawatir saja."


"Khawatir??? khawatir tentang apa???" Tanya Kyros.


"Tentang Vicky Kak, aku melihat luka yang begitu dalam di matanya. Vicky pasti terluka sekali, apalagi mengenai kecelakaan Tiffany, saat ini mungkin cintanya pada Ciara belum terlalu dalam, tetapi satu hal yang pasti jika mengenai Tiffany apalagi kecelakaan itu adalah sebuah unsur kesengajaan, Vicky akan sangat terluka sekali dan aku khawatir dia melakukan hal-hal yang justru Merugikan dirinya. Dan aku juga sebenarnya tidak tega meninggalkannya di rumah sendiri tadi, aku ingin membatalkan Rencanaku ke sini tapi Vicky bilang aku tidak perlu melakukannya, aku harus tetap datang ke sini dan dia akan bisa mengatasi masalahnya sendiri. Tapi tetap saja kak, aku khawatir, dia orang yang cukup emosional mengenai sesuatu yang serius seperti ini. Dia jarang sekali bisa menahan dan mengontrol emosinya dengan baik."


"Tetapi Viil. Jika dia sudah memintamu untuk menahan diri dan tidak membongkar permasalahan ini kepada orang luar itu artinya Vicky akan bisa mengendalikannya, aku yakin dia akan memikirkan cara terbaik untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan ini."


"Iya semoga saja tapi sungguh ini adalah permasalahan yang cukup baik jadi benar-benar terjebak dan sama sekali kita semua tidak menduganya."


****


"Iya Bi, kenapa kau menggangguku??? Kau tahu ini hari liburku kan, jadi aku ingin menikmatinya dengan bersantai tidak Bisakah kau menghormati hari libur seseorang???" Gerutu Ciara.


"Aah ya aku lupa maaf ya Ciara, tapi ada sesuatu yang harus aku sampaikan kepadamu, kau kan sudah berjanji untuk membantuku. Lalu bagaimana progressmu dengan Vicky saat ini???" Tanya Bianca.


"Kau tahu hubungan kami baru beberapa hari, lalu kenapa kau tidak memberiku waktu untuk bisa Tenang saja sebentar, kalau kita melakukannya secara buru-buru dan tidak berhati-hati sudah pasti itu akan menimbulkan kecurigaan Vicky ataupun Garviil. Kenapa kau tidak sabaran???"


"Bukan seperti itu maksudku, tetapi aku hanya ingin tahu perkembangannya saja. Kau sekarang sangat sulit sekali dihubungi, terkadang kau tidak membaca chat ku, kadang kau membacanya tetapi kau tidak membalasnya. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau akan masih terus membantuku kan untuk melakukan semuanya dan aku juga ingin mengingatkanmu bahwa hubunganmu dengan Vicky jangan sampai melampaui bata.  Aku tidak mau." Ujar Bianca.


"Bianca, berhentilah kau mengatakan hal seperti itu berulang-ulang, aku sangat tidak menyukai nya. Kalau kau memang tidak percaya denganku. Oke, aku akan berhenti sampai di sini saja aku sangat tidak suka ada orang yang mencurigaiku secara berlebihan, terlebih lagi orang itu meminta bantuanku." Ancam Ciara yang tampaknya sudah mulai jengkel dengan sikap Bianca yang seolah-olah terus saja mengaturnya. Ciara tidak bisa terus diatur seperti ini dia punya hak atas kehidupannya apalagi Bianca hanya meminta bantuannya, seharusnya bianca bisa lebih menghormatinya, bukan malah dia yang menghormati Bianca.


"Bukan seperti itu Ciara, aku hanya mengingatkanmu saja, takutnya kau bisa benar-benar menyukai Vicky. Karena aku tahu sekali bagaimana tabiat Vicky ketika dia menyukai seseorang dan kalian sudah menjalin hubungan."


"Bianca!!! Sudah berapa kali aku bilang, ketika aku sudah berjanji denganmu. Maka itulah yang harus kau pegang dan aku juga akan memegangnya, kalau kau terus-terusan mengkhawatirkan hal semacam itu, aku lama-lama akan menjadi muak dan malas lagi untuk membantumu karena apa yang aku lakukan saat ini itu tidak berdampak apapun terhadap diriku. Dan bahkan jika sampai ini diketahui oleh Vicky dan juga Garviil, maka yang jadi sasaran utama mereka jelas adalah aku, padahal aku hanya ingin membantumu saja, tidak sepenuhnya ini adalah kesalahanku karena saat ini mereka sudah sangat mempercayaiku. Jadi kalau kau tidak bisa mempercayaiku, Oke ini akan segera aku akhiri dan aku tidak akan membantumu lagi karena aku memikul tanggung jawab yang sangat besar sekali dan selama hidupku aku tidak pernah melakukan hal yang bisa menghilangkan kepercayaan orang lain kepadaku. Jikalau sampai hal ini diketahui oleh Vicky dan juga Garviil maka Habislah Sudah Namaku dan aku sangat yakin mereka akan membenciku. Jadi sekarang aku peringatkan kepadamu untuk bisa menjaga sikapmu dan jangan mengaturku terus menerus. Karena aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk bisa menangani balas dendammu ini, jadi lebih baik kau diam saja, aku akan menjalankan sesuai yang sudah kau rencanakan tetapi Bersabarlah dan jangan banyak bicara." Ujar Ciara dengan kesal.


Ciara benar-benar rasa jengkel sekali dan rasanya dia ingin sekali memaki Bianca. Sudah habis batas kesabarannya, sepupunya itu sama sekali tidak bisa mengerti dengan keadaannya, yang bisa dilakukan hanya menuntut mengingatkan dan juga memaksa Ciara sangat tidak menyukai hal itu.


*****


Sekitar satu minggu kemudian......


Mobil hitam itu berhenti di halaman depan rumah Garviil. sopir nya membuka pintu dan turun dari mobil kemudian dengan cepat dia membukakan pintu belakang dan keluarlah tuan David Ivander, Papa dari Garviil dan juga Vicky disusul oleh istrinya. Kemudian mereka berdua sengaja mengatur waktu untuk pulang ke sini dan ingin melihat keadaan kedua putranya yaitu Vicky dan Garviil. Karena keduanya merasa sangat khawatir ketika mereka mendengar bahwa Vicky beberapa waktu yang lalu telah mengalami penusukan tetapi mereka tidak bisa datang ke Boston dikarenakan saat itu mereka juga harus mempersiapkan resepsi kedua, pernikahan antara Garviil dan Geffie dan juga Garviil memang melarang mereka untuk datang, sehingga mereka pun akhirnya membatalkan perjalanan mereka ke Boston dan tetap di Indonesia. Baru kali ini mereka ada kesempatan untuk datang ke Boston untuk Memastikan kondisi Vicky. sebagai orang tua tentu mereka tetap tidak merasa tenang, meski Vicky sudah keluar dari rumah sakit dan juga sudah kembali bekerja tetapi mereka tetap ingin bertemu dengan Vicky serta keluarga Mama Vicky dan Garviil yang ada di Boston.


mereka berdua kemudian masuk ke dalam rumah tetapi sebelum masuk ternyata Vicky sudah keluar lebih dulu untuk menyambut mereka. Vicky langsung memeluk mamanya untuk meluapkan kerinduannya kepada mamanya sudah berbulan-bulan dia terpisah dari mamanya dan menetap di sini untuk membantu Garviil. " Mama apa kabar???" tanya Vicky.


"Kau bisa lihat sendiri, Mama baik, kau sendiri bagaimana??? Kau tahu pasti, bahwa Mama sangat mengkhawatirkanmu kemarin tapi kau dan kakakmu terus saja melarang Mama untuk datang."


"Iya, itu karena memang Aku baik-baik saja Ma." Vicky kemudian mengecup kening mamanya lalu dia beralih menghampiri Papanya dan memeluknya, rasanya kerinduannya telah terbayarkan karena kedua orang tuanya sudah berada di sini dan saat ini Garviil masih belum pulang karena Garviil ada meeting di luar dan hanya mengirim sopir untuk menjemput kedua orang tuanya di bandara. " Ayo kita masuk, kamar mama dan papa sudah disiapkan, seperti tidak pernah ditinggalkan." Mereka bertiga pun kemudian masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar sopir juga membawa kabar berisikan pakaian dari kedua orang tua Vicky dan Garviil itu ke kamar mereka.


"Kau sudah benar-benar baik kan???? kalau kau masih sakit, kau di rumah saja, biar mama menemanimu dan merawatmu. Dan biarkan Kakakmu yang mengurus pekerjaan di kantor."


"Aku sudah sembuh Ma, hanya pemulihan luka saja tapi sebentar lagi juga akan kering. Kakak sangat sibuk. Dan aku juga harus menghandle pekerjaannya kan selama kemarin dia mengambil cuti."


"Kau ketika melakukan sesuatu selalu sepenuh hati. Mama dan Papa sangat bangga sekali padamu karena kau telah memutuskan untuk membantu kakakmu."


"Karena aku kasihan padanya ma." Vicky tersenyum kemudian membukakan pintu kamar untuk kedua orang tuanya dan menyuruh mereka untuk masuk.


"Mama dengar dari Geffie kalau kau sudah punya kekasih ya??? Tetapi kenapa kau tidak pernah menceritakan kepada Mama??? Mama jadi penasaran ingin bertemu dengan kekasihmu itu, Mama senang karena kau Akhirnya bisa melangkah maju dan move on dari Tiffany. Gadis itu gadis yang sangat baik, sayangnya Tuhan lebih menyayanginya, padahal mama ingin sekali bertemu dengannya, kapan-kapan ke antar Mama ke makamnya ya. oh ya bagaimana dengan kekasihmu, siapa namanya dan seperti apa orangnya ??? Mama Penasaran sekali dan ingin langsung mendengarkan dari mulutmu. Ayo kau harus menceritakannya."