
Ciara duduk di kamarnya. Dia sebenarnya baru kembali dari kantor Vicky dan menyelesaikan meeting terakhirnya. Semakin kesini justru Ciara semakin merasa tidak nyaman. Dia terus memikirkan betapa jahatnya dia jika melakukan kejahatan seperti itu atas nama balas dendam kepada mereka yang tidak bersalah. Sungguh sebenarnya Vicky ataupun Garviil tidaklah melakukan kesalahan untuk memberi Bianca pelajaran. Dan yang sungguh Ciara takutkan adalah niat Bianca yang jahat kepada istri Garviil.
Perempuan itu tidak bersalah sama sekali tetapi ternyata Bianca memasukkannya ke dalam daftar orang-orang yang akan dia Jadikan korban balas dendamnya dan Ciara tahu bahwa pembalasan dendam Bianca ini sangatlah jahat sekali. Bianca benar-benar sudah merencanakan dengan baik pembalasan dendam ini menjebak Vicky untuk jatuh ke dalam perangkapnya, itu adalah rencana kecil dari Bianca. Akan tetapi menghancurkan bisnis dari Vicky dan Garviil, serta Bianca berniat untuk menyakiti istrinya Garviil adalah sesuatu yang sangat kejam sekali. Tetapi lagi-lagi Ciara tidak bisa menolak dan menolak perintah dari Bianca Mengingat Dia sudah terlanjur berjanji untuk membantu sepupunya itu.
**
Setelah berdiskusi dengan Michael, Bianca pun keluar dari butik untuk pulang. Hari sudah mulai sore dan dia harus pulang, beristirahat dan nanti malam akan pergi ke pub untuk minum dan pesta dengan temannya.
Melihat Bianca sudah pulang, salah seorang staf butik Michael itupun memanfaatkan situasi ini untuk menemui Michael dan memberitahu apa yang di dengar nya. Karena dia tahu Michael sangat dekat dengan Garviil dan bersahabat dengan Garviil, selain itu Garviil juga adalah orang yang sangat baik selama ini.
Staf butik itu naik ke kantor Michael yang ada di lantai dua. Dia mengetuk pintu dengan sopan dan meminta ijin lebih dulu sebelum masuk. Lalu Michael pun memberinya ijin. Kemudian dia meminta maaf lebih dulu kepada atasannya itu karena dia ingin memberitahu kan sesuatu yang penting mengenai Bianca. Dia juga tahu bahwa Michael sangat menghormati Garviil selama ini, dan Michael juga salah satu orang yang mendukung Garviil untuk Garviil berpisah dengan Bianca karena kebohongan Bianca selama ini, meskipun Michael juga mengenal baik Bianca dan keluarganya. Michael cukup bijak untuk melihat hal yang benar dan juga yang salah.
Setelah memohon izin untuk mengatakan sesuatu staf butik itu pun memberitahu semua yang didengarnya kepada Michael dari awal pembicaraan Bianca yang membahas tentang balas dendam kepada Vicky dan Garviil meski berbahasa Indonesia tetapi karena dia juga berasal dari Indonesia maka ia pun bisa sangat mengerti maksud dari ucapan Bianca itu.
Mendengar stafnya mengatakan demikian Michael pun sangat terkejut dan dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh stafnya itu tetapi melihat mimik wajah stafnya itu yang meyakinkan Michael pun mempercayainya dan selama ini stafnya itu juga tidak pernah mengatakan sesuatu yang mengarah kepada kebohongan dan dia juga tahu memang stafnya berasal dari Indonesia sehingga jika Bianca berbahasa Indonesia stafnya Ttntu saja sangat mengerti.
"Are you seriously???" Tanya Michael mencoba memastikan lagi.
"Ya saya sangat serius dengan apa yang saya ucapkan dan begitulah yang Saya dengar dari nona. Bianca Bahkan dia terlihat cukup senang mendengar pembicaraan dari orang yang meneleponnya."
"Tetapi Apakah kau tahu siapa yang sedang berbicara dengan Bianca itu???" Tanya Michael lagi
"Maaf Sayangnya saya tidak tahu siapa yang berbicara dengan Nona Bianca."
Michael pun mengangguk. Dan Dia tiba-tiba merasa khawatir dengan Garviil dan juga Vicky Michael pun nanti akan memberitahu Garviil mengenai hal ini dan meminta stafnya itu nanti bisa menjelaskan sendiri kepada Garviil. Hanya saja saat ini Michael tidak mau mengganggu honeymoon Garviil dan istrinya. Dia akan memberitahunya nanti saja setelah Garviil menyelesaikan honeymoon nya karena kalau dia memberitahu Garviil sekarang tentu Garviil tidak bisa menikmati honeymoon nya dengan baik dan malah akan menimbulkan masalah baru. Akan tetapi sungguh Michael sangat peduli dengan Garviil.
Stafnya itu pun memberi saran kepada Michael agar Michael lebih baik memberitahu kepada Vicky saja, jika tidak bisa memberitahu karena saat ini Michael pun menggelengkan kepala dia tidak begitu dekat dengan adiknya Garviil dan dia juga tidak punya kontak dari Vicky. Tetapi Michael tahu kapan Garviil akan kembali dari honeymoon nya, beberapa hari lagi Garviil akan pulang dan nanti dia akan memberitahukan masalah ini lalu meminta stafnya itu untuk bersiap jika seandainya Garviil ingin berbicara langsung dengan stafnya itu.
Michael akan memberitahu Garviil nanti. Dia juga tidak ingin melihat Garviil dan Vicky dalam masalah. Bianca memang jahat dan tidak belajar dari kesalahannya dulu. Dan justru merencakan balas dendam kepada Garviil dan jiga Vicky. Tetapi masalah apa yang membuat vicky terpuruk, Michael mencoba menerka-nerka. Dia pun belum bertemu lagi dengan Garviil, terakhir juga saat pernikahan Garvi beberapa hari yang lalu, tetapi tentu pertemuan itu tidak banyak obrolan selain dia hanya memberikan ucapan selamat saja pada Garviil. Michael nanti akan coba mengkonfirmasi lagi pada Garviil.
****
Vicky duduk di bar Cafe, dia memesan cocktail kesukaannya pada Bartender. Dia duduk bersebelahan dengan Andro dan tampak mengobrol seru sembari menikmati cocktail. Dan di tengah bulan itu Andro berpamitan untuk menemui pelanggan dan meninggalkan Vicky sendirian di bar. Lalu tiba-tiba Vicky menerima sebuah pesan di ponselnya. Vicky melihat layar ponselnya berkedip kemudian menemukan pesan dari Ciara. Vicky pun tersenyum membaca pesan itu. Di mana ternyata perempuan itu menanyakan kegiatannya saat ini . Vicky dengan semangat 45 nya pun membalas pesan itu dan memberitahu Ciara bahwa dia sedang ada di cafe Vicky juga memotret cocktailnya dan mengirim foto Cocktail itu kepada Ciara. Memberitahu bahwa dia benar-benar berada di cafe dan menikmati cocktail kemudian Vicky berbalik tanya kepada Ciara Apa yang sedang dilakukan perempuan itu saat ini
Vicky senyum-senyum sendiri membalas pesan itu, kemudian dia terus berkirim pesan dengan Ciara membahas berbagai hal dan Vicky menunjukkan kepeduliannya terhadap Ciara. Mereka pun terus berkirim pesan layaknya dua orang yang saling peduli dan juga seperti orang yang sedang melakukan pendekatan karena bagi Vicky ini adalah kesempatan yang bagus untuknya bisa mengenal Ciara lebih dekat lagi. Di tambah lagi weekend nanti dia akan pergi jalan-jalan bersama Ciara. Hanya berdua saja. Dan sepertinya Ciara mulai terbuka kepadanya. Obrolan semalam sudah menjadi awal yang bagus untuk kedekatan mereka. Vicky senyum-senyum sendiri membalas pesan singkat dari Ciara.
★★★
Beberapa hari kemudian.
Sesuai janji, Vicky dan Ciara pun pergi ke sebuah pulau dan mereka akan berkemah disana. Ciara ingin menikmati ketenangan dan suasana alam yang masih asri sehingga Vicky pun menyarankan agar mereka berkemah saja di pulau terbesar kedua yang ada di Boston Harbor. Dimana disana menawarkan tempat perkemahan di hutan, jalan setapak dan tentu saja pantai yang sangat indah sekali. Vicky meminta Ciara untuk tidak perlu menyiapkan banyak hal, karena dia yang akan membawa semua keperluan berkemah Atai bercamping, seperti tenda dll. Vicky sudah cukup berpengalaman mengenai hal semacam itu. Dia sering pergi keluar, ke alam terbuka untuk mencari inspirasi untuk lukisan nya, jadi camping, berkemah dan mendaki gunung sudah jadi hal lumrah yang dia lakukan.
Setelah menaiki kapal feri menuju pulau itu, Vicky dan Ciara pun meneruskan perjalanan ke tempat berkemah itu, mengurus segala nya danencari tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Mereka mencari tempat mendirikan tenda agak masuk ke dalam hutan. Dan menemukan lokasi yang cocok, dimana ada tanah sedikit lapang, cukup untuk satu tenda, dan di tanah itu ada sebuah bangku taman yang memiliki meja sehingga bisa di manfaatkan untuk meja dan kursi makan.
Vicky mengeluarkan tenda dan mulai mendirikannya, Ciara pun membantu Vicky. Mereka hanya akan membuat satu tenda. Dan Vicky membawa tenda cukup besar sehingga bisa muat untuk 3 sampai 4 orang, tetapi karena mereka hanya berdua, ya tentu saja akan mereka berdua tempati.
Sebenarnya Ciara ingin menolak untuk satu tenda dengan Vicky tetapi ini adalah rencana bisa mendekati Vicky lebih jauh lagi sehingga Ciara harus mau untuk satu tenda dengan Vicky meskipun dia sebenarnya ketakutan dan trauma terhadap perlakuan Devan dulu kepadanya Ciara harus melakukan ini.
Kurang dari 10 menit Vicky pun menyelesaikan mendirikan tenda kemudian dia dan juga Ciara memasukkan ransel mereka ke dalam tenda. Ciara membawa berbagai snack dan juga bahan untuk makan mereka malam nanti dan besok. Jika Vicky membawa peralatan camping maka ciara lah yang membawa makanan. Pembagian ini sudah mereka atur sebelumnya sehingga dua-duanya bisa berbagi tugas karena hari sudah siang dan mereka juga belum makan siang maka Ciara memutuskan untuk membuat makan siang.
Ciara mengeluarkan beberapa bahan makanan yang di bawahnya cara mengambil kentang untuk dia rebus dan dia Jadikan kentang tumbuk yang akan ia makan nanti, Dan akan membuat tumisan sayur dan daging dan Ciara juga membawa beberapa daging serta sayur-sayuran.
Melihat kesibukan Ciara, Vicky pun menghampiri perempuan itu dan melihat Apa yang sedang dibuat oleh Ciara. "Wow apa yang akan kau buat dengan kentang itu??? " tanya Vicky
" aku akan membuat mashed potato dan juga tumisan brokoli untuk pelengkapnya."
"Ooh Mashed Potato. Baiklah Apa yang bisa aku bantu???"
Ciara tersenyum. "Bisakah kau potongkan brokoli nya???"
"Oke." Vicky mengambil brokoli, pisau dan telenan. Membawa nya ke meja kayu yang tersedia, duduk di kursi kayu. Vicky mulai memotong sayuran.
Brokoli.
Tiba-tiba Vicky teringat sesuatu tentang brokoli. Ya, tumisan brokoli dengan daging adalah kesukaannya bahkan masakan itu adalah masakan terakhir yang di buat oleh Tiffany dulu untuknya, dan mereka juga pernah memasak bersama membuat makanan itu. Tiba-tiba air mata Vicky menetes begitu saja karena mengingat Tiffany. Senyum, suara hingga tawa nya seolah muncul begitu saja di hadapan Vicky. Dia pun meletakkan pisau yang di pegangnya dan memilih diam untuk mengontrol emosi nya.