
)))(((((
Keesokan harinya.
Geffie bangun pagi, suasana sangat senyap, karena sepertinya Garviil ataupun Vicky belum bangun. Geffie sudah selesai mandi dan tampak segar. Dia keluar kamarnya dan melihat sekeliling. Semalam dia tidak sempat melihat kondisi rumah Garviil karena dia kelelahan dan langsung tidur.
Geffie berjalan pelan dan menengok kanan kiri. Kemudian pandangannya tertuju ke arah dapur, dimana ada seorang perempuan yang sepertinya itu adalah pelayan yang bekerja di rumah ini. Pelayan itu berbalik badan dan tersenyum ketika melihat Geffie. "Selamat pagi.." Sapa nya dengan ramah.
"Oh selamat pagi. anda bisa berbahasa indonesia???" Tanya Geffie.
"Iya, saya dari Indonesia, dan bekerja disini. Ob iya Tuan Garviil sudah memberitahu jika ada trmannya yang menginap dan menyuruh saya untuk melayani anda. Apa anda butuh sesuatu....???" Tanya pelayan itu.
"Oh tidak, saya tidak butuh apa-apa. Saya baru bangun dan rumah masih sepi." Geffie tersenyum.
"Sepertinya masih tidur."
Geffie mendekat dan masuk ke dapur. "Boleh saya membuat sarapan untuk Vicky dan Garviil???" Tanya Geffie ketika dia melihat pelayan itu sedang memegang roti tawar.
"Membuat sarapan????"
"Ahh maaf, saya tidak bermaksud apa-apa, jika boleh saya ingin membuatkan mereka berdua sarapan. Tapi kalau tidak boleh, tidak masalah."
"Tentu sja boleh, jika anda yang meminta nya, silakan... Anda bisa membuat apapun yang anda mau. Saya akan tunjukkan isi kulkas nya."
."Terima kasih." Geffie tersenyum kemudian pelayan itu menunjukkan isi kulkasnya kepada Geffie dan mempersilahkan Geffie untuk memasak apa yang dia mau.
Geffie mengambil daging giling, selada, tomat dan acar mentimun serta pelengkapnya saus mustard dan keju slice. Dia akan membuat sandwich untuk sarapan. Tetapi Geffie akan mengambil roti tawar bagian tengah saja dan dia menggunakan mangkuk kecil yang dia tekan di roti tawar itu agar membentuk lingkaran.
"Apa bisa saya membantu anda???" Tanya pelayan itu.
"Ya, silakan, kau bisa membantuku mencacah bawang putih dan bawang Bombay untuk campuran dagingnya sebelum di panggang."
"Baiklah..." Pelayan itu mengambil beberapa bawang putih dan juga sebuah bawang Bombay yang tidak terlalu besar. Dan mengupas serta memotongnya menjadi bagian kecil-kecil. Setelah selesai, Geffie langsung mencampurkannya ke dalam daging giling dan mengaduknya dengan tangan, menambahkan sedikit garam dan juga lada. Setelahnya, Geffie membuat bola daging kecil dan dia pipihkan seperti burger. Lalu dia letakkan dalam pan yang sudah di beri margarin, dia nanti akan meletakkannya di dalam roti tawar bersama dengan sayuran, saus dan keju.
Pelayan menyajikan nya di meja makan. Tidak lama, Garviil turun dari lantai dua. Garviil menghampiri Geffie yang ada di ruang makan. "Sayang, kau sudah bangun??? Sudah lama ya???? Sorry aku lelap sekali karena sejak dua hari kemarin tidak tidur dengan nyaman."
"Tidak apa-apa, lau lelah dan kurang tidur. Aku sudah membuatkan sarapan untukmu. Vicky belum bangun ya???"
"Sudah, dia sudah bangun dan sedang bersiap, sebentar lagi pasti akan turun. Kau membuat sarapan??? Kenapa??? Kan ada pelayan???"
"Aku yang meminta nya. Aku ingin saja membuatkan sarapan untukmu dan Vicky."
"Seharusnya tidak perlu repot-repot. Bagaimana tidurmu???" Tanya Garviil.
"Nyenyak sih tapi...????"
Garviil tersenyum. "Tapi kau menangis lagi??? Iya kan??? Matamu sembab dan ada lingkar mata yang menghitam. Menandakan kau menangis semalaman."
"Aku teringat Tiffany."
"Itu wajar tetapi jangan berlarut-larut ya???"
"Iya." Geffie tersenyum. "Aku semalam bicara dengan kak Gienka."
"Oh ya???"
"Dia sangat kaget ketika aku beritahu jika Tiffany meninggaI dunia. And then, aku juga membahas mengenai mengirim cv ke perusahaan mu, kakak memintaku melanjutkan rencana itu supaya aku punya kegiatan dan melupakan kesedihanku. Bagaimana menurutmu???" Tanga Geffie meminta pendapat.
"Ya terserah kau saja sayang, aku akan mendukungmu, kalau kau ingin mengirim cv ya silakan, itu akan lebih baik."
Geffie menganggukkan kepala nya. "Aku akan menyiapkannya nanti. Thanks ya sayang??"
"Sama-sama. Aku juga senang kalau kau mau bekerja di kantorku. Aku akan bisa lebih dekat dan bertemu denganmu setiap hari."