
Beberapa minggu kemudian.
Garviil sedang duduk di Rooftop rumah kakak iparnya dengan Geffie dan juga keponakannya Lexia bayi dari Gienka. Mereka menikmati sore bertiga, Lexia bayi yang sangat menggemaskan membuat Geffie dan juga Garviil selalu merasa rindu kepada bayi ini ketika mereka sedang berada jauh darinya. Garviil juga saat ini lebih memilih untuk mengunjungi Geffie di kota Washington DC, dibandingkan harus ikut adiknya pergi ke Singapura. Sebelumnya Vicky sudah mengajak Garviil dan juga Geffie untuk ke Singapura tetapi Garviil dan tidak mau pergi ke sana, dan lebih baik dia datang ke sini dan menikmati waktu berduanya bersama dengan Geffie.
Sampai sejauh ini, Garviil sama sekali tidak tahu dengan apa yang sedang direncanakan oleh adiknya, karena Vicky sendiri tidak mau menjelaskan secara detail dan saat ini keberadaan Vicky di Singapura adalah untuk membicarakan mengenai rencana pernikahannya dengan Ciara, kedua orang tuanya juga ikut bersama dengan Vicky. Beberapa waktu yang lalu, Vicky memberitahunya bahwa Ciara mau menerima ajakannya untuk menikah sehingga Vicky dengan cepat bersiap mengajak kedua orang tuanya untuk menemui Ciara dan orang tua Ciara di Singapura. Mengajaknya tetapi Garviil menolak dan dia lebih memilih untuk menghabiskan weekend-nya bersama dengan Geffie. Garviil masih terlalu marah dan dia juga terus menahan diri dan tetap mengikuti apa yang sudah direncanakan oleh adiknya itu.
Garviil tidak mau terlihat mencurigakan dan dia memilih untuk menghindari Ciara. Senebtara penandatanganan kerjasama dengan perusahaan Ciara juga sudah selesai dengan baik. Ketika itu Garviil membaca dengan hati-hati semua perjanjian itu dan dia sendiri mengakui bahwa tidak ada hal yang mencurigakan dari perjanjian kerjasama mereka. Itulah kenapa Garviil tetap berusaha untuk bersikap biasa saja dan tetap setuju dengan kerja sama itu.
Garviil berdiri menimang Lexia dan kemudian mengangkat bayi itu ke atas sembari mengajaknya bicara. Lexia hanya tertawa ketika melihat kepala Garviil menggeleng-geleng di depannya, gelak tawa bayi itu membuat Garviil dan juga Geffie ikut tertawa. Lexia benar-benar bayi yang sangat menggemaskan, baik Garviil ataupun Geffie sangat menyukai anak kecil, akan tetapi mereka lebih memilih untuk menunda memiliki momongan terlebih dahulu mengingat Geffie masih harus di sibukkan dengan kuliahnya dan juga jauh dari Garviil, sehingga Garviil khawatir bahwa nanti jika hamil, Geffie akan mengalami kesulitan dan dia tidak bisa untuk merawat istrinya itu serta menemaninya, sehingga keduanya memutuskan untuk menunda lebih dulu sembari menikmati kebersamaan di setiap weekend.
"Wah seru sekali Lexia bermain dengan Uncle Garviil dan Aunty Geffie." Gienka dan Kyros muncul menghampiri putri dan juga adiknya.
"Hai Mama, Papa." Geffie merubah suaranya menjadi anak kecil soalnya dia mewakili Lexia.
"Oh iya kami ingin memberitahu kalian kalau nanti malam kami ada acara di luar. Jadi kami harus meninggalkan kalian berdua, tidak apa-apa kan??" Tanya Gienka.
"Oh tidak sama sekali Kak, kalian pergi saja." ucap Garviil. "Apa Kalian mau menitipkan Lexia pada kami juga tidak masalah."
Giennka tersenyum. "Oh tidak Vii, kami akan mengajak Lexia, kalau kalian juga ingin keluar misalnya makan malam di luar juga tidak apa-apa atau mau makan di rumah. Terserah kalian, tapi tidak ada masalah kan kalau kami meninggalkan kalian berdua di rumah???" Tanya Gienka.
"Oh tidak sama sekali Kak. Kalian pergi saja tidak apa-apa, mungkin nanti aku dan Garviil juga bisa makan malam di luar, kami jalan-jalan selagi kalian pergi."
"Baiklah kalau begitu, sekarang sudah waktunya Lexia untuk mandi."
Sementara Kyros duduk di Rooftop bersama dengan Garviil, membiarkan istri mereka untuk memandikan Lexia.
"Kemarin Geffie bilang katanya Vicky mengajakmu ke Singapura tapi, kenapa tiba-tiba kau ada di sini Viil??" Tanya Kyros.
"Iya Kak, Vicky memang mengajakku ke Singapura tetapi aku menolak untuk ikut, lebih baik aku datang kesini dan bertemu dengan istriku, lagi pula untuk apa juga aku harus ke Singapura, menurutku tidak terlalu penting. Vicky sudah ditemani oleh Mama dan Papa, kurasa itu sudah cukup Kak." Garviil tersenyum.
"Memang apa yang akan Vicky lakukan disana??? apa kau mengirimnya untuk sebuah pekerjaan tetapi kenapa harus kedua orang tuamu juga ikut???"
Garviil kembali melempar senyumnya. "Mungkin Kakak sudah mendengar dari Geffie tentang lamaran yang pernah dilakukan oleh Vicky pada Ciara beberapa waktu yang lalu. Vicky memutuskan untuk datang ke Singapura untuk mendatangi keluarga Ciara dan bertunangan dengannya karena Ciara juga sepertinya menerima ajakan Vicky untuk menikah, so mama pun menyarankan agar mereka datang kesana dan melamar secara keluarga. itulah yang mereka lakukan saat ini."
"Eh iya, aku sudah mendengar dari Geffie dan Geffie juga memberitahu kalau kau sebenarnya tidak terlalu setuju dengan rencana Vicky menikahi Ciara. Dan ya aku sendiri berpikir ini cukup aneh dan kau juga tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari adikmu tentang apa rencananya, ya mungkin kau harus sedikit bersabar dan melihat sebenarnya rencana seperti apa yang sedang dipersiapkan oleh adikmu nanti."
"Sebenarnya, aku tidak masalah kalau dia hanya melamarnya sekedar untuk membuat hubungannya dengan Bianca rusak, tetapi ketika dia mengatakan bahwa dia ingin menikahi Ciara, hal itulah yang sebenarnya mengusikku kak. Karena kurasa pernikahan itu bukan alat untuk membuat sesuatu atau merusak sesuatu, entah itu hubungan atau apapun itu. Pernikahan itu sakral, kita pasti tahu itu. Karena kita langsung berjanji pada Tuhan untuk bisa menjaga istri kita dengan baik tapi apa yang dilakukan Vicky atau apa yang akan dia lakukan nanti aku sangat meragukannya, dia seolah-olah ingin mempermainkan pernikahan itu. Hanya itu saja sebenarnya yang membuatku khawatir, tidak etis rasanya pernikahan yang sakral itu harus dijadikan sebuah permainan." Ujar Garviil.
"Tetapi Viil, sebenarnya sudah sejauh apa informasi yang kau dapatkan mengenai Bianca dan juga Ciara?? Kau pasti masih mengirim orang untuk mengawasi mereka kan??"
"Tidak ada perkembangan yang terlalu signifikan, ya mungkin mereka tidak setiap hari bersama, kan Bianca ada di Boston sementara Ciara ada di Singapura. Pastinya komunikasi mereka adalah komunikasi by phone, hanya saja yang terakhir aku mendapat kabar jika saat Ciara ke Boston kemarin, dia sempat datang ke rumah Bianca dan aku tidak mendapatkan informasi apapun tentang apa yang mereka bicarakan dan pertemuan seperti apa itu. Karena ya mengingat mereka bertemu di rumah, beda lagi kalau mereka bertemu atau makan di luar rumah. Mungkin kita bisa mengirim orang untuk mendekat dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan, tetapi jika pertemuan mereka di rumah untuk kita tidak bisa menebak Apa yang sebenarnya mereka rencanakan. Dan kejadian itu beberapa saat setelah Ciara datang ke rumah kami, dia datang siang dan ke rumah Bianca sore, tidak lama setelah Vicky mengantarnya. Hanya itulah informasi yang aku dapat, selanjutnya bagaimana aku sangat selalu tidak tahu. Itulah kenapa aku benar-benar sangat khawatir dengan rencana yang sudah Vicky susun, apalagi sampai menikahi Ciara."
"Iya tidak ada pilihan lain selain kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti, semoga Vicky membuat keputusan yang baik." Gumam Kyros.
"Aku juga berharap seperti itu kak, walaupun Aku sebenarnya juga meragu."