Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
..



Aire menggelengkan kepala nya dan tidak memberitahu Victor lebih detail, bahwa sebenarnya perusahaan Papa nya menyangkut jaringan luas di beberapa kota besar tidak hanya di Indonesa saja tetapi juga di luar negeri, di bidang kuliner dan perhotelan, apartemen, perumahan dan beberapa resort besar adalah milik perusahaan Papa Aire. Victor mungkin berpikir bahwa bisnisnya hanyalah cafe dan restoran yang pernah di bahasnya dengan lelaki itu itu, dan mungkin sebaiknya Victor tetap berpikir begitu. Aire tidak mau membuat Victor menjauh dan kaku atau memanfaatkan nya ketika menyadari bahwa dia adalah puteri seorang miliarder.


"Perusahaan Papa ku mencakup cafe, restoran dan beberapa hal lain." Jelas Aire berusaha menyederhanakan semuanya.


"Jika boleh tahu, apakah karena Mike, setiap kali kau ke cafe untuk mengerjakan tugasmu kau tidak fokus dan terlihat seperti orang yang kesulitan berpikir???" Tanya Victor.


Aire menganggukkan kepala nay tidak membantah. Kemudian Victor bertanya lagi mengenai apa yang sebenarnya terjadi hingga Aire memilih mengakhiri hubungannnya dengan Mike.


"Mike berselingkuh dengan teman kerja nya, dia bekerja paruh waktu di sebuah tempat. Kami sudah membicarakan mengenai hubungan yang serius dan berniat untuk memberitahu orang tua ku nanti saat wisuda, memberitahu mengenai keseriusan Mike kepadaku akan tetapi dia selama ini justru bermain di belakangku, sejak dulu aku sama sekali tidak suka dengan yang nama nya pengkhianatan, aku sangat membenci nya. Dan masalah inilah yang membuatku akhir-akhir ini tidak fokus dalam mengerjakan tugas akhirku." Ujar Aire menatap Victor dengan sedih karena mengingat pengkhianatan Mike.


Tatapan Victor berubah redup, "Mungkin kau hanya perlu mengalami pengalaman romantis lagi untuk bisa mendapatkan kemampuan mu mengerjakan lagi tugas akhirmu." Jemarinya yang ramping menyentuh pipi Aire dengan lembut, lalu tanpa diduga-duga lelaki itu menunduk dan menciumnya.


Bibir Victor terasa lembut menempel di bibirnya, semula begitu hati-hati dan lembut, memberi kesempatan kepada Aire untuk menolak. Kemudian ketika tidak menemukan penolakan apapun dari Aire. Victor meIumat bibir Aire dengan lebih berani, mencicipi kemanisan bibir itu dan mencecapnya dengan penuh perasaan. Mata Aire terpejam menghirup aroma maskulin yang begitu menggoda dan melingkupinya.


"Maafkan aku karena melakukannya." Gumam Victor.


Aire langsung memundurkan tubuhnya menjauh, tanpa sadar mereka sudah berpelukan dekat sekali. Pipinya merah padam, dan jantungnya berdebar keras, merasakan perasaan yang tidak pernah dirasakannya. Malu, bingung, dan semua perasaannya bercampur menjadi satu. Dan dia tidak tahu harus berkata apa.


"Aku juga minta maaf." Aire akhirnya berhasil mengeluarkan kata-kata meskipun terdengar serak dan tercekat, "Sepertinya aku terbawa suasana..." Gumamnya lagi.


Victor menghela napas panjang, menyentuh pipi Aire dengan lembut. "Aku tidak bermaksud untuk merendahkanmu atau apa. Ini semua terjadi begitu saja.!!!"


Aire menghela napas panjang. "Mungkin kau harus pergi.!!!"


"Baiklah." Victortersenyum penuh pengertian. "Aku tahu kau mungkin membutuhkan waktu sendiri." Lelaki itu lalu bangkit dari duduknya dan melangkah ke pintu. "Aku pergi dulu, habiskan makanannya ya.???" Victor kemudian keluar dari apartemen Aire, meninggalkan Aire yang masih terpaku.