
Beberapa hari kemudian..
Garviil benar-benar kembali ke Indonesia untuk memenuhi janji nya kepada Ariel. Dan Geffie juga sudah pulang lebih dulu bersama Ariel ke Indonesia. Baru setelah itu Geffie akan kembali lagi ke Washington dan mulai dengan perkuliahannya beberapa minggu ke depan. Dan menyerahkan tanggung jawab perusahaan kepada Vicky dan jiga sekretarisnya untuk mengurus perusahaan selama dia pergi ke Indonesia untuk beberapa hari.
Garviil juga sudah menjelaskan semuanya kepada orang tua nya, dan mereka sangat senang sekali karena akhirnya Garviil bisa melanjutkan rencana pernikahannya yang sebelumnya gagal. Tetapi tentu dengan perempuan yang berbeda. dimana dulu dengan Bianca dan sekarang adalah Geffie. Gadis yang tidak kalah cantik dari Bianca, dan juga Geffie sangat jauh lebih baik dari Bianca dalam berbagai hal. Bianca telah membuat kesalahan besar dengan membohongi semua orang dan jiga mengkhianati Garviil. Dia sangat egois sekali.
"Viil..." Mama Garviil.mengetuk pintu kamar putranya itu. Garviil sedang duduk di sofa menonton televisi. Menoleh ke belakang dan melempar senyum kepada Mama nya. Kamarnya memang tidak dia tutup pintu nya.
"Mama, masuk Ma." Sahut Garviil. Mama nya kemudian masuk. "Silakan duduk Ma." Garviil mempersilahkan Mama nya.
Mama Garviil duduk di sebelah putaran nya itu dengan membawa sebuah kotak kecil yang sepertinya itu adalah sebuah kotak cincin. mama Garviil menunjukkannya. "Ini kotak cincin pemberian mendiang Oma mu kepada Mama saat Mama menikah dengan Papa mu." Ucap Mama Garviil. "Mama ingin kau besok memberikan ini kepada Geffie sebagai tanda kalau kau mengikatnya denganmu. Ya, mungkin memang kita hanya akan membahas mengenai hubungan kalian, tetapi jika mereka setuju maka Mama ingin Geffie memakai cincin ini sebagai pengikat sebelum kalian bertunangan dan juga menikah. Oma mu dulu bilang jika kelak Mama punya anak laki-laki yang akan menikah, Mama harus memberikan cincin ini kepada calon menantu Mama." Mama Garviil kemudian memberikan cincin itu pada Garviil.
"Ma, tapi putra Mama tidak hanya aku saja, nanti kalau ini Mama berikan padaku, dan aku berikan pada Geffie, bagaimana dengan Vicky??? Dia pasti juga akan menemukan pasangannya nanti. Lebih baik Mama simpan saja."
Mama Garviil tersenyum. "Mama masih punya cincin lainnya dari Oma mu, jadi kau todak perlu khawatir, Vicky juga akan mendapatkannya nanti. Berikan ini pada Geffie besok jika keluarga nya sudah mengatakan setuju dan merestui hubungan kalian."
"Sama-sama... Mama senang sekali kau memutuskan sesuatu yang besar dan memilih Geffie sebagai kekasihku, dia sangat luar biasa dan Mama sangat menyayanginya sejak kau menunjukkan foto nya pada Mama."
"Kenapa Mama baru memberikan ini sekarang??? Kenapa bukan saat aku dengan Bianca dulu???"
"Karena Mama tidak pernah berharap Bianca menjadi menantu Mama, Mama tidak menyukai nya, kau pasti tahu hal itu kan???"
Garviil mengangguk. "Iya. Itu artinya Geffie adalah menantu idaman Mama sampai Mama harus memberikan cincin wasiat ini kepadanya."
"Ya, insting seorang ibu itu selalu benar, sejak awal Mama menyukai Geffie, dia gadis yang santun, baik, cantik dan juga cerdas, tidak pembohong dan penipu seperti Bianca."
Garviil terkekeh dan memeluk Mama nya lagi. Merasa bersyukur karena Mama nya menunjukkan kecintaannya pada Geffie. Sehingga membuat Garviil semakin yakin bahwa Geffie adalah calon istri yang seperti Mama nya katakan tadi, Geffie baik, cerdas, cantik dan juga santun.