
Keesokan harinya......
Ciara dengan setia menjaga Vicky di rumah sakit sejak kemarin. Dan tidak beranjak sama sekali. Geffie sudah menawari Ciara untuk tidur di hotel yang ada di dekat rumah sakit, karena Garviil sudah membooking kamar disana tetapi Ciara menolak karena dia ingin menjaga Vicky di rumah sakit saja. Karena hal itu, Garviil dan Geffie pun akhirnya membiarkan Ciara berada di rumah sakit, sedangkan mereka semalam menginap di hotel karena memang hanya di ijinkan satu orang saja yang boleh berjaga disana. Garviil dan Geffie memahami rasa bersalah yang di rasakan oleh Ciara.
Sesuai janjinya, dari New York Ariel pun terbang ke Boston untuk menjenguk Vicky yang sedang terbaring di rumah sakit dan juga menemui Geffie serta Garviil yang kembali dari Eropa setelah bulan madu mereka walau sebenarnya bulan madu itu seharusnya masih beberapa hari lagi tetapi karena Vicky sakit, Garviil dan Geffie sepakat untuk kembali lagi ke Boston. Ariel sendiri hanya akan di Boston selama beberapa hari dan dia juga harus pulang ke Indonesia untuk melihat persiapan rencana resepsi kedua Geffie dan Garviil di sana. Walaupun memang acara itu sudah dia serahkan kepada wedding organizer yang sudah bekerja sama dengan perusahaannya tetapi Ariel harus tetap mengecek segala persiapannya. Acara itu akan dilaksanakan di salah satu hotel mewah miliknya.
Ariel sampai di hotel dan dia sudah ditunggu oleh Garviil di lobby. Mertua dan menantu itu pun bersalaman dan berpelukan lalu Garviil mengajak Ariel untuk naik ke atas menemui Geffie. Garviil sudah reservasi kamar untuk Ariel di sini.
"Bagaimana Vicky???" Tanya Ariel.
"Dia sudah lebih baik Pa."
"Lalu kalau kau dan istrimu ada di sini, siapa yang menunggu di sana???"
"Ada Ciara yang bersama dengan Vicky. Ciara adalah perempuan yang kemarin pergi bersama dengan Vicky dan juga klien dari perusahaan kami."
"Lalu Bagaimana perkembangannya??"
"Ya pelakunya sudah tertangkap dan sudah diamankan oleh kepolisian tetapi aku sendiri belum bertemu dengannya dan juga aku masih menunggu kondisi Vicky benar-benar membaik."
"Lalu bagaimana dengan perempuan yang bersama Vicky itu???"
"Rencananya sih hari ini dia akan dimintai keterangan oleh polisi dan menjelaskan semuanya karena memang kemarin panik dan dia juga harus segera membawa Vicky ke rumah sakit."
"Baguslah kalau memang sudah tertangkap."
Mereka berdua kemudian berjalan menuju kamar Geffie karena Geffie sudah menunggu kedatangan Ariel , sampai di depan kamar Garviil mangatu pintu dan tak lama Geffie keluar melihat Papanya Geffie pun langsung memeluk Ariel. "Hai Papa."
"Hai Sayang, bagaimana kabarmu???"
"Aku sangat baik, Papa bisa melihatnya sendiri."
Ariel tersenyum lalu mengamati Geffie dari ujung kepala hingga ujung kaki, wajah putrinya itu juga terlihat semakin cantik dan bahagia, tentu saja pernikahan Geffie dengan Garviil adalah momen yang sangat membahagiakan bagi keduanya sehingga wajah berbinar Geffie juga terlihat sekali saat ini. "Papa asumsikan Kau sangat bahagia." Ariel kemudian masuk bersama dengan Geffie dan juga Garviil dalam kamar.
"Apa kalian tidak apa-apa kembali ke sini lebih cepat padahal seharusnya kalian masih punya waktu beberapa hari untuk menyelesaikan liburan dan honeymoon kalian." Ucap Ariel.
"Ah sama sekali tidak apa-apa Papa, kami berdua sangat mengkhawatirkan Vicky jadi kamI berdua memutuskan untuk kembali ke sini saja, toh nanti kami masih ada waktu untuk honeymoon lagi saat sampai di Indonesia. kan Papa sudah menyiapkan honeymoon kedua kami di Labuan Bajo. Iya kan???"
Ariel tersenyum. "Ya memang benar. Kalau kalian sudah memutuskan, lagi pula Vicky juga saudara kalian berdua jadi kalian tetap harus menunjukkan rasa simpati kalian kepadanya."
***
Saat ini Vicky sedang tidur setelah perawat memberinya obat. Dan Ariel sudah spai disini sekitar satu jam yang lalu. Ya, Ariel memutuskan untuk menengok Vicky di rumah sakit sekaligus menyusul Geffie dan Garviil. Karena Vicky tidur, Garviil mengajak Papa mertuanya itu untuk pergi ke luar sembari makan siang. Mereka jiga akan mengobrol kan beberapa hal sehingga tidak mau mengganggu istirahat Vicky. Geffie dan Ciara akan menunggui Vicky.
Saat baru mau keluar dari ruang perawatan Vicky Garviil dan Ariel terhenti ketika mereka mendapati ada Michael dari yang juga datang untuk menjenguk Vicky. " Michelle kau ada di sini??? " tanya Garviil
"Garviil are you here?" tanya Michael. "Aren't you going on a honeymoon to Europe??? " tanyanya lagi.
"Vicky is sick so my wife and I decided to go home and not continue our honeymoon in Europe, what are you doing here??? Is anyone sick???" Tanya Garviil. Dia memberitahu Michael jika Vicky sedang sakit jadi dia dan istrinya memutuskan untuk pulang dan tidak melanjutkan honeymoon mereka ke Eropa. Garviil lalu bertanya Michael sendiri sedang apa di sini, dan apakah ada yang sakit.
"I came here to see your brother, I heard he was stabbed by someone. I was worried and I asked Andro and Andro said Vicky was being treated here, that's why I came straight here." Michael menjelaskan jika dia ke sini untuk menjenguk adik Garviil. Dia mendengar jika Vicky ditusuk oleh seseorang. Michael khawatir dan dia bertanya kepada Andro dan Andro bilang Vicky dirawat di sini. Itulah kenapa dia langsung ke sini.
Michael terdiam untuk sesaat, dia datang ke sini karena merasa khawatir dengan Vicky terlebih lagi dia ingat dengan pembicaraan Bianca dengan seseorang ditelepon tempo hari yang membahas akan balas dendam kepada Vicky sehingga Michael berencana ke sini selain menjenguk juga ingin memperingatkan Vicky serta mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi ini sangat bagus sekali karena ternyata Garviil ada di sini, sebelumnya dia tidak memberitahu Garviil karena takut mengganggu bulan madu sahabatnya itu tetapi karena Garviil ada di sini maka lebih baik dia memberitahu nya agar Garviil bisa berhati-hati dengan niat jahat bianca. "Yes I wanted to see Vicky, I was worried and it just so happens that you are here. Actually since yesterday I wanted to call you but I was afraid of disturbing your honeymoon time, can we talk for a while???" Tanya Michael pada Garviil. Dia menjelaskan jika dia ingin menjenguk Vicky, serta khawatir saja dan Kebetulan sekali Garviil ada di sini. Sebenarnya sejak kemarin dia ingin menghubungi Garviil tapi dia takut mengganggu waktu bulan madu Garviil. Michael bertanya apa mereka bisa bicara sebentar.
"Talk about what???"
"It's a bit of a long story, it's better if we talk inside." Ucap Michael. Ceritanya sedikit panjang, Michael mengusulkan agar lebih baik mereka bicara di dalam.
"Vicky is sleeping, Papa and I are going out for lunch, maybe it's better for the three of us to talk at a nearby restaurant or cafe, so it's more comfortable. Besides, you want to see Vicky while she's sleeping. Maybe we can talk first and then you can come and see Vicky." Garviil memberitahu Michael jika Vicky sedang tidur dan dia bersama papa mertuanya akan pergi keluar untuk makan sian, mungkin lebih baik kita bicara bertiga di restoran atau cafe yang ada di dekat sini supaya lebih enak. Dan lagi pula Michael ingin menjenguk Vicky sedangkan Vicky nya sedang tidur. Mungkin mereka bisa berbincang lebih dulu dan nanti Micahel bisa menjenguk Vicky.
" Oh okay well that's a good idea." Lalu mereka bertiga pun pergi keluar rumah sakit untuk mencari restoran terdekat dan makan siang bersama. Garviil sendiri sedikit agak penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh Michael. Karena sepertinya ada hal Serius yang ingin dibahas oleh sahabatnya yang gemulai itu, tidak biasanya Michael bersikap seperti ini.
****
Sampai lah Garviil, Ariel dan Michael di sebuah restoran yang letaknya tidak jauh dari Rumah Sakit, mereka mencari meja kosong dan memesan makan siang. "Michelle what exactly is the important thing you want to talk to me about, you're not usually like this." Tanya Garviil mulai penasaran. Dia bertanya pada Michelle atau Michael sebenarnya hal penting apa yang ingin sahabatnya itu bicarakan dengannya, tidak biasanya Michael seperti ini.
"Sorry Garviil, actually I've wanted to tell you since a few days ago but since I didn't want to disturb your honeymoon, I refrained, then I heard that Vicky was in the hospital and someone stabbed her I hurriedly decided to come here and see Vicky and ask what really happened because one of my employees heard something that made me worry about Vicky and you." Michael meminta maaf pada Garviil. Dia sebenarnya sudah ingin memberitahu Garviil sejak beberapa hari yang lalu tetapi karena tidak ingin mengganggu masa honeymoon Garviil, Michael menahan diri, lalu dia mendengar bahwa Vicky ada di rumah sakit dan seseorang menusuknya, dia bergegas memutuskan untuk datang ke sini dan menengok Vicky serta bertanya apa yang sebenarnya terjadi karena salah satu pegawai nya mendengar Sesuatu yang membuat Michael khawatir pada Vicky dan Garviil.
Garviil menggerutkan dahinya. "Something is worrying about Vicky, what do you mean???" Tanya Garviil.
"Yes, about you guys."
"What is it about???" tanya Garviil penasaran.
"It's about Bianca."
"Bianca? What's wrong with her???"
"Yes, you know that one of my employees at the boutique is from Indonesia, just like you and Bianca." Michael mencoba mengingatkan Garviil apakah Garviil tahu salah satu pegawainya yang ada di butik berasal dari Indonesia sama dengan seperti Garviil dan juga Bianca.
Garviil menganggukkan kepala nya. "Yes I know, why with her???"
"Bianca recently visited my boutique, as usual she ordered a dress for a party then I saw her cell phone ring and she said goodbye out of my room at that time, then she went downstairs and talked to the person who called her. In the garden beside the boutique and my employee heard something that disturbed her because Bianca was talking about Vicky and you in Indonesian." Michael menjelaskan jika Bianca baru-baru ini berkunjung ke Butiknya. Dan seperti biasa dia memesan gaun untuk acara pesta lalu Michael melihat ponselnya berdering dan Bianca berpamitan keluar dari ruangannya saat itu, lalu dia turun dan berbicara dengan orang yang meneleponnya itu Di taman samping butik dan pegawai nya itu mendengar sesuatu yang membuatnya terus sih karena Bianca sedang membicarakan tentang Vicky dan juga Garviil dalam bahasa Indonesia.
"talking about Vicky and me??? talking about what???" Tanya Garviil.
Michael kemudian menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir kepada Garviil dan Ariel. Tentang semua yang di dengar oleh pegawainya di butik ketika tidak sengaja menguping pembicaraan BIanca dengan seseorang di telepon. Tentang bagaimana Bianca ingin balas dendam pada Garviil, istrinya dan juga Vicky. Lalu membuat Vicky semakin terpuruk, dan membalaskan dendam nya pada Garviil dan Geffie karena pernikahan mereka. Sayangnya Michael tidak bisa menjelaskan dengan terperinci siapa yang berbicara dengan Bianca saat itu dan juga rencana seperti apa yang di siapkan Bianca. Akan tetapi yang jelas Bianca sepertinya sudah mengirim seseorang untuk melancarkan aksi balas dendamnya itu sehingga Michael meminta Garviil dan Vicky bisa lebih berhati-hati dengan orang baru yang mendekati mereka nantinya. Karena Bianca adalah perempuan yang sangat licik sehingga bisa ada banyak kemungkinan yang mungkin dia sudah rencanakan.
Michael juga mengatakan pada Garviil bahwa Bianca ingin sekali melihat Vicky lebih terpuruk dari sebelumnya. Tetapi terpuruk yang bagaimana dia tidak tahu. Hanya saja jika di nalar tentu Vicky sebelumnya sudah pernah terpuruk dan menangis entah dalam hal apa, dan biaa jadi ada sesuatu yang akan Bianca lakukan lagi untuk bisa membuat Vicky semakin lebih terpuruk dari sebelumnya agar Vicky tahu bahwa Bianca tidaklah main-main. Dan Michael takut kalau kejadian penusukan ini ada hubungannya dengan Bianca.
"Yes I understand your concern Michelle, but the stabbing was done by Ciara's ex-boyfriend, Ciara is a client of my company. Her ex-boyfriend was unhappy that Ciara left him for good and they parted on bad terms so he was angry and unhappy that Ciara left him. But I don't think this stabbing has anything to do with Bianca." Ya Garviil mengerti kekhawatiran Michelle, dan menjelaskan bahwapenusukan itu di lakukan oleh mantan kekasih Ciara, Ciara adalah klien perusahaan nya. Mantan kekasih Ciara tidak terima karena Ciara meninggalkannya begitu saja dan mereka dulu berpisah dengan cara yang tidak baik. Tetapi Garviil rasa penusukan ini tidak ada hubungannya dengan Bianca.
"Michelle's thinking is not wrong Viil." Sahut Ariel. Pemikiran Michael sama sekali tidak ada yang salah. "Apapun bisa di lakukan oleh orang yang pikirannya sudah terkontaminasi dengan dendam. Tetapi memang ini seperti tidak ada hubungannya, hanya saja kau dan Vicky harus berhati-hati mulai sekarang kepada siapa saja orang baru yang mencoba mendekat pada kalian, dan sebenarnya tidak hanya orang baru saja, tetapi juga orang-orang terdekat yang mungkin bisa mengkhianati kalian. Ini bukan hanya untuk keselamatanmu dan juga Vicky saja, tetapi juga istrimu, dan jika sudah mengarah pada Geffie, aku sepertinya harus turun tangan juga. Perlu adanya penyelidikan terhadap Bianca itu, sehingga kita bisa tahu siapa orang yang bicara dengannya di telepon itu, kau harus selangkah lebih cepat Viil. Ini untuk keselamatan istri serta adikmu dan juga untuk dirimu sendiri." Ucap Ariel.
Garviil memandangi mertua nya itu dan membenarkan perkataannya. Informasi yang di berikan oleh Michael itu perlu di dalami dan Garviil sangat tahu bagaimana Bianca dan tabiat perempuan itu yang sangat sulit di tebak. Bianca akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya. Dan Garviil sangat percaya dengan Michael, dia sudah bersahabat sejak lama dan Michael tidak pernah berbohong kepadanya. Memang semuanya harus di selidiki jangan sampai dia, Geffie dan Vicky jadi korban kejahatan Bianca.
"Aku butuh profil Bianca." Ucap Ariel. "Berikan semua data lengkapnya dan semuanya, bahkan jika perlu ukuran sepatu dan bajunya juga. Perempuan ini sepertinya terlihat sangat berbahaya, dan kita butuh menyelidikinya, jangan sampai ulahnya membahayakanmu, istrimu dan juga adikmu, Papa akan membantumu untuk memberikan Bianca pelajaran dan membongkar kejahatannya."
"Iya Pa, aku akan memberikan data Bianca pada Papa."
Ariel tersenyum. "Dia berani sekali bermain-main dengan keluargaku, belum tahu saja apa yang bisa aku lakukan untuk menghancurkannya." Gumam Ariel.