Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Aku tidak akan mengakhiri hubunganku dengan Ciara



"Iya, nona Bianca adalah orang yang seharusnya paling bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa mendiang Nona Tiffany, karena nona Bianca merasa sangat marah sekali ketika tahu bahwa Mas Vicky ternyata sudah memiliki kekasih, dan saat Mas Vicky datang untuk melamar Nona Bianca, dia berpikir Mas Vicky menjebaknya lalu kembali lagi, dia merasa sangat dikhianati dan juga di bohongi. Dan kemarahannya semakin memuncak ketika dia mencium bau-bau ada keseriusan dalam hubungan mas Vicky dengan nona Tiffany, selain itu juga karena Nona Tiffany adalah sahabat baik dari nona Geffie istrinya Mas Garviil."


"Sial... Bianca benar-benar perempuan tidak waras, dia melakukan hal serendah itu dan menghabisi nyawa orang yang tidak bersalah."


"Akan tetapi saya sarankan jika kita harus melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi mengenai masalah kecelakaan itu dan memastikan bahwa benar-benar ada hubungannya dengan nona Bianca, dan mencari bukti yang akurat. Dan satu hal lagi nona Bianca selalu berpesan kepada Nona Ciara agar Nona Ciara tidak jatuh cinta pada mas Vicky, karena nona Bianca ingin Mas Vicky kembali lagi padanya, sehingga meski nona Ciara di tugaskan untuk.menggoda mas Vicky dan menjebak nya ke dalam pesona nya, nona Ciara tidak boleh benar-benar menaruh hati pada Mas Vicky."


Obrolan itu terus berlanjut. Dann setelah mengobrol dengan Mitha, perempuan itu pun meninggalkan ruangan Garviil. sedangkan Garviil dan juga Vicky duduk dalam keheningan yang menyesakkan dada karena apa Yang dilaporkan oleh Mitha sama sekali tidak pernah ada tidak pernah mereka duga sebelumnya, bahwa ternyata segala sumber masalah ini berasal dari Bianca dan cerdasnya Bianca ternyata dia mengirim sepupunya yaitu Ciara yang saat ini sudah resmi menjadi kekasih dari Vicky.


"Vicky sekarang semuanya sudah jelas ternyata Bianca yang mengirim seseorang untuk berdua,  dengan ini aku berharap kau harus segera mengakhiri hubunganmu dengan Ciara. Aku tidak mau kita bisa semakin terjebak lebih jauh lagi dengan permasalahan ini. Dan aku juga akan menyiapkan semua berkas untuk pembatalan kerjasama perusahaan kita dengan perusahaan Ciara. Karena kita juga tidak bisa diam saja, permasalahan kecelakaan Tiffany harus diselidiki lebih jauh lagi kita sudah kehilangan Tiffany tetapi ternyata ini bukan hanya sekedar kecelakaan biasa tetapi ini bisa dikatakan adalah rencana pembunuhan." Suara Garviil meninggi menahan kemarahannya. Ini sudah mulai tidak bisa di biarkan, kalau bianca tega sekali melakukan kejahatan seperti ini dan juga Ciara. Ternyata apa yang dia tampakkan selama ini tidak sebaik yang kita duga. Dia seperti ular, sangat licik dan tiba-tiba saja aku merasa bahwa apa yang menimpamu beberapa waktu yang lalu, bisa jadi adalah ulah Ciara dia sengaja membuat cerita bahwa dia pernah hampir dilecehkan oleh mantan kekasihnya kepadamu dan itu membuat kita jadi bersimpatik kepadanya, mungkin Apa yang dikatakan oleh Michelle ada benarnya, bahwa mungkin kejadian penusukan itu adalah bagian dari rencana Bianca yang sudah disusun bersama Ciara. Mereka ingin melenyapkanmu ini benar-benar tidak bisa dimaafkan." Garviil mengutarakan kecurigaannya.


Vicky masih terdiam dia sendiri juga masih tidak menyangka bahwa ternyata Ciara adalah orang yang selama ini dikirim oleh Bianca itu sendiri. Vicky sudah begitu banyak menaruh harapan kepada Ciara akan hubungan mereka meskipun baru berjalan beberapa hari Tetapi Vicky sudah memiliki gambaran akan dibawa Kemanakah hubungan mereka nanti. Dan sekarang faktanya adalah Ciara bukanlah perempuan yang baik. Ciara telah merencanakan sesuatu yang sangat jahat dengan Bianca. Kali ini perasaan Vicky benar-benar seperti dipermainkan dan mengenai penusukan itu apakah mungkin benar bahwa itu hanyalah sebuah jebakan dan rencana yang sudah disusun oleh Ciara sebelumnya dengan Bianca. Apakah Devan hanyalah orang yang dibayar oleh Ciara untuk berpura-pura menjadi mantan kekasih Ciara yang bekerja sama untuk menjebak Vicky, berpura-pura ingin menusuk Ciara tetapi melenceng sehingga menusuk Vicky.


Selain Ciara, Bianca juga adalah perempuan yang laknat karena bisa-bisanya Bianca melakukan kejahatan dengan menyuruh orang untuk mencelakai Tiffany hingga Tiffany meninggal dunia. Karena ini sudah Di Luar Batas kesabaran Vicky, sekarang dia harus melakukan penyelidikan lebih jauh lagi mengenai kecelakaan Tiffany dan dia tidak akan pernah memaafkan Bianca untuk kesalahan fatal yang sudah dilakukan oleh perempuan itu, Vicky harus kehilangan cintany,a dia harus kehilangan Tiffany untuk selama-lamanya dan itu adalah karena Bianca. Vicky mengepalkan tangannya.


"Vic, kali ini batas kesabaranku sudah. habis Aku tidak bisa lagi mentolerir, baik itu Bianca ataupun Ciara. Karena kau harus segera mengakhiri hubunganmu dengannya dan kita harus membuat perhitungan kepada mereka." raut wajah Garviil tampak begitu penuh dengan kemarahan apa yang didengarnya kali ini benar-benar membuatnya murka. Kedua perempuan cantik itu ternyata adalah penjahat besar bahkan salah satu diantaranya melakukan kejahatan yang luar biasa dengan menghilangkan nyawa seseorang. Hal itu sangat tidak bisa begitu saja dimaafkan.


"Tidak Kak, aku tidak akan mengakhiri hubunganku dengan Ciara." gumam Vicky.


Garviil terbelalak dan penuh dengan keterkejutan mendengar apa saja yang baru dikatakan oleh adiknya. " Apa kau sudah gila Vicky??? Bagaimana bisa kau tidak mau mengakhiri hubunganmu dengan Ciara??? Apa yang terjadi itu sangat tidak bisa dimaafkan dan dia juga punya niat jahat kepadamu kepada kita berdua, dia sama liciknya seperti Bianca. Lalu bagaimana kau tidak mau mengakhiri hubungan ini??? tidak ..... aku tidak setuju dengan apa yang kau katakan, hubunganmu dengan Ciara harus segera diakhiri."


"Tidak kak...."


"Tetapi kenapa kau menolak Vic??? ini semuanya sudah jelas bahwa Ciara hanya ingin menjebakmu dan juga menjebak kita berdua, kalau kita melanjutkan kerjasama ini dan kau melanjutkan hubunganmu dengannya bukankah kkita akan masuk perangkap mereka lebih dalam lagi??? Jangan melakukan tindakan konyol hanya karena kau mencintainya."


Garviil mengernyit terlihat bingung. "Apa maksudmu???" Tanyanya. "Apa bisa kau jelaskan????"


"Iya Kak, rasanya Kita juga harus menjebak mereka, kita harus mempermainkan mereka. Jika mereka bisa melakukan hal seperti itu kepda kita lalu kenapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama??? Aku akan tetap menjalin hubungan dengan Ciara dan aku ingin mempermainkannya serta menjebaknya seperti halnya yang dia lakukan kepadaku dan kakak juga harus melakukannya. Kita akan tetap jalankan kerjasama ini, tetapi Kakak harus selalu waspada karena kita juga belum tahu kerjasama seperti apa yang akan direncanakan oleh Ciara untuk menghancurkan bisnis kita. Lalu kita harus berpura-pura tidak tahu mengenai kebusukan kedua perempuan itu, kita harus bersikap seperti biasa, sembari kita menunggu Langkah apa yang harus kita ambil untuk membongkar kebusukan mereka dan mengenai kecelakaan Tiffany Kita juga harus menyelidikinya lebih jauh lagi sampai kemudian nanti kita memutuskan untuk bisa menangkap Bianca dan dia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Kita harus melakukan itu kakak mengerti maksudku kan???"


"Iya ya ya, aku mengerti maksudmu, jadi kau ingin kita berpura-pura menjadi bodoh dan tidak mengetahui rencana mereka itu kan maksudmu???" Tanya Garviil.


Vicky menganggukkan kepalanya. "Iya, itu yang aku inginkan Kak, jangan sampai kita berdua kalah dengan kedua perempuan licik itu, aku rasa sudah cukup permainan mereka, sudah sangat cukup, kita harus memikirkan balas dendam yang terbaik pada mereka sambil terus berpura-pura tidak tahu dengan rencana mereka. Kita harus mencari celah untuk bisa menghentikan kegilaan dua perempuan itu terlebih lagi Bianca yang sudah membuat tiffany ku pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya dan jika bisa Aku bahkan ingin sekali melenyapkan Bianca dengan tanganku sendiri supaya dia tahu bagaimana rasanya mati seperti yang dirasakan oleh Tiffany."


"Oke baiklah jika itu yang kau inginkan. Kita akan bersandiwara sampai menemukan kesempatan yang tepat untuk memberi mereka pelajaran." Geram Garviil. Emosi nya sudah memuncak tetapi dia harus menahan diri dan menunggu waktu yang tepat. Sekarang yang harus dia lakukan adalah mendapatkan lebih detail lagi informasi dari Mitha yang masih dia tugaskan untuk menyelidiki Bianca. Butuh banyak sekali bukti untuk memergoki kejahatan Bianca. "Lalu apakah kau punya rencana untuk mengerjai Ciara??? Meski dia perempuan tetapi rencana kejahatannya tidak bisa di maafkan begitu saja."


"Aku akan memikirkannya kak, sekrang kita hanya perlu pura-pura tuli dan bodoh saja untuk menghadapi Ciara. Dia akan datang kesini dua minggu lagi, dan aku masih punya waktu untuk berpikir langkah apa yang akan aku ambil. Dan mengenai Devan, tadi kita sudah meminta Mitha untuk menyelidiki nya juga, apakah Devan adalah bagian dari rencana Bianca dan Ciara, jika memang iya, tentu hukuman mereka akan menjadi double." Vicky menggerutkan gigi. Tatapan nya menahan amarah yang sudah memuncak. Apalagi informasi mengenai Kecelakaan Tiffany yang ternyata ada unsur kesengajaan, membuat amarah Vicky semakin di ambang batas. Bianca sudah membunuuh seseorang yang tidak bersalah, dan Vicky juga penasaran kenapa Bianca tega melakukan itu kepadanya. Sungguh sangat menyesakkan dada.


"Oke, aku sangat percaya padamu untuk bisa mengatasi ini, kita berdua harus bekerja sama untuk menghentikan kegilaan dua perempuan itu, dan kita juga harus berhati-hati dengan rencana Ciara untuk menghancurkan dan menyabotase perusahaan kita." Gumam Garviil.


"Aku juga akan merahasiakan ini dari keluarga Tiffany, sampai kita dapat bukti kuat untuk menjerat Bianca.Aku tidak akan pernah mengampuni nya. Tunggu saja aku pasti akan menghancurkan kehidupannya."


"Ya, jangan mengatakan apapun sampai kita dapat bukti akurat. Aku akan ke Washington Dc setelah ini, kau tidak apa-apa kan aku tinggal???? Ah tapi sepertinya aku batalkan saja, keadaanmu sedang tidak baik juga. Aku akan menemanimu."


Vicky menggelengkan kepala nya. "Tidak perlu kak, kakak harus tetap ke Washington, Geffie pasti sudah merindukan kakak, aku akan bisa mengontrol diriku, dan lagipula aku juga akan berpura-pura baik-baik saja, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku."


"Baiklah aku sangat percaya padamu. Tetapi aku berharap kau tidak terbawa emosi mu meskipun tentu semua nya sangat mengejutkan kita berdua."