Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Apa kau sudah Gila???



"Apa kau bilang Vic??? Kau melamar Ciara???" Seru Garviil.


Vicky menoleh ke arah kakaknya. Dan Dia melempar senyumnya lalu menganggukkan kepalanya. "Iya kak, aku melamar Ciara karena Ku pikir-pikir apa yang harus aku tunggu, aku sudah dewasa dan begitu juga dengan Ciara, kami seumuran, kau saja sudah menikah lalu Kenapa aku tidak boleh Berencana untuk menikah dengan Ciara. Iya kan???"


Semua orang pun masih tampak terkejut sekali dan tidak menyangka bahwa Vicky akan melamar Ciara. Karena ini sama sekali tidak mereka duga sebelumnya, apalagi mengingat hubungan Vicky dan Ciara juga baru berjalan beberapa minggu, bahkan belum ada satu bulan tetapi Vicky justru memutuskan untuk melamar Ciara. Hal yang sama juga tentu dirasakan oleh Ciara, dia sama sekali tidak menduga bahwa makan malam ini Vicky justru akan melamarnya.


Vicky kemudian menoleh ke arah mamanya yang duduk di depannya dan melempar senyum. "Mama, Mama mengatakan bahwa jika mama sudah bertemu dia dan mama merasa dia cocok denganku. Mama akan mendukung hubungan kami berdua. Dan aku lihat mama juga sangat menyukai Ciara, jadi aku asumsikan Mama menyetujui hubungan kami kan?? Bagaimana menurut Mama sekarang, aku memutuskan untuk melamar Ciara, apa Mama setuju dengan keputusanku ini???" Tanya Vicky.


Mama Vicky pun melempar senyumnya, dia menganggukkan kepalanya memberi tanda bahwa dia setuju dengan keputusan Vicky karena memang dia sangat menyukai Ciara dan kesan baik yang ditampilkan Ciara membuatnya sangat menyukai nya. Dann jika Ciara bersama dengan putranya itu, mereka akan terlihat sangat cocok sekali. Vicky yang tampan dan Ciara yang cantik. "Tentu saja Mama sangat menyukai Ciara dan mama mendukung hubungan kalian berdua. Mama tidak menyangka kalau kau berani melakukan ini semua, keputusan ada di tanganmu Vicky sayang, kalau kau memang yakin dan ingin serius dengan Ciara, baik Mama ataupun Papa bahkan kakakmu akan sangat setuju sekali dengan keputusanmu ini."


Papa Vicky juga tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya seolah setuju dengan apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya. Dia juga sangat menyukai Ciara, jadi baginya tidak ada alasan untuk tidak menyetujui niat putra nya melamar Ciara. " Iya Mama benar sekali, aku juga menyukai Ciara dan Untuk apa kita menghalangi kalau Putra kita menyukai gadis pilihannya Tapi saat ini semuanya tergantung oleh Ciara. Apakah dia mau menerima lamaran Putra kita atau tidak??"


Garviil terkejut dengan apa yang ada di depannya saat ini, dia saling melempar pandangan pada istrinya kemudian dia melirik ke arah adiknya dan adiknya Itu tampak memejamkan mata seolah memberi isyarat kepadanya agar dia setuju dengan apa yang dilakukannya, meski sebenarnya Garviil sangat bingung kenapa Vicky akhirnya memilih rencana in. Dan saat ini dia hanya harus menyetujuinya saja. Seperti hal nya yang dilakukan oleh kedua orang tuany. "Iya, apapun yang dilakukan oleh Vicky aku sangat setuju dan Ciara juga adalah perempuan yang baik mungkin Ciara akan bisa menerima segala kekurangan dan kelebihannya." ucap Garviil.


Vicky pun kembali menatap Ciara dan tersenyum dengan manisnya. "Bagaimana ciara, apa kau menerima lamaranku ini??? aku sungguh sangat mencintaimu. Aku ingin hubungan kita berjalan ke arah yang lebih serius lagi, aku sudah begitu sangat mencintaimu dan tidak mau bermain-main dengan hubungan yang kali ini, aku berharap suatu saat nanti kita bisa menikah. Anggap saja pertunangan ini adalah sebagai pengikat antara kita berdua."


Ciara masih terdiam bingung sekaligus terharu, dia tidak menyangka Vicky akan secepat ini untuk mengajaknya ke tahap yang lebih serius dan Ciara sudah begitu sangat mencintai Vicky, dia tentu saja tidak bisa menolak lamaran Vicky. Ciara meragu tetapi kemudian dia menoleh ke arah orang tuanya yang ada di sampingnya seolah ingin meminta pendapat mereka. Mama Ciara pun langsung mengerti dan dia tersenyum kepada Ciara, sebenarnya mereka juga meragu karena tahu bahwa jika sampai Bianca mengetahui hal ini tentu saja Putrinya akan dalam masalah besar dan dia juga takut kalau sampai keluarga Vicky mengetahui mereka ada hubungan kekeluargaan dengan Bianca mereka, mungkin keluarga Vicky akan membenci mereka tetapi tentu keputusan ada di tangan Ciara. Apakah Ciara mau menerima pertunangan ini atau menolaknya. "Ciara kau yang menjalani hubungan ini. Jadi kau sendiri yang memutuskan Apakah kau menerima lamaran Vicky atau tidak karena setiap keputusan yang kau ambil tentu akan ada sisi positif dan negatifnya. Mama harap kau bisa memikirkannya lebih dulu sebelum mengambil keputusan pikirkan dengan baik."


Ciara kembali menatap Vicky dan membalas senyuman lelaki itu.


"Iya Vicky. Aku mau menerima lamaran ini." Ucap Ciara mantap.


Vicky tersenyum penuh kemenangan. "Apa kau serius Ciara, kau menerimaku???"


Ciara menganggukkan kepalanya kemudian dia mengangkat jemarinya dan siap untuk menerima cincin dari Vicky. Vicky pun langsung mengambil cincin dari kotaknya dan menyematkan cincin itu di Jari Manis tangan kanan Ciara, lalu semua orang pun tersenyum bahagia.


Mama Vicky lalu bertepuk tangan dan di ikuti oleh yang lainnya. Vicky kemudian mencium tangan Ciara dan juga kening Ciara. Setelah nya mereka kemudian melanjutkan makan malam nya dalam suasana yang menggembirakan.


Garviil mencoba berfokus kepada makanan di depannya meskipun banyak sekali pertanyaan di kepala nya dan ingin sekali dia tanyakan a kepada Vicky. Hanya saja Garviil harus menahannya sampai acara ini selesai. Sungguh dia tidak mengerti sama sekali kenapa Vicky justru mengambil keputusan yang besar ini. Baginya ini justru akan membuat Vicky semakin terjebak ke dalam perangkap Ciara, dan akan sulit lepas. Berbagai pertanyaan itu sangat mengganggu Garviil.


Makan malam pun berjalan dengan sangat lancar dan penuh dengan kebahagiaan. Lama karena ada obrolan lagi setelah makan malam itu sampai kemudian Ciara dan keluarga nya berpamitan untuk kembali lagi ke hotel.


Setelah keluarga Ciara pulang, Mama Vicky pun memeluk Vicky dan mengucapkan selamat serta merasa terharu sekali karena Vicky memutuskan hal besar di hidupnya dengan cara melamar gadis pujaan hatinya. Dia merasa sangat bahagia sekali. Vicky tidak.banyak bicara dia lalu berpamitan ke kamarnya karena merasa sangat lelah sekali.


Melihat adiknya berlari naik ke kamarnya, Garviil pun lansung memyusulnya untuk.meluapkan kekesalannya atas apa yang tadi terjadi dan butuh sekali penjelasan dari Vicky. Adiknya sungguh keterlaluan, dengan melamar Ciara itu artinya Vicky telah membuka pintu lebar untuk kejahatan dan rencana Ciara dan Bianca.


Garviil membuka dengan kasar pintu kamar adiknya dan menutupnya. Vicky tampak melepaskan baju yang di pakai nya dan melempar ke sofa. Vicky juga tampak melempar senyum.melihat kemarahan kakaknya


Dengan santai dia justru berbaring di tempat tidurnya.


"Vicky...!!! Apa kau sudah gila, kenapa bisa kau memutuskan untuk melamar Ciara tanpa memberi tahu dan tanpa berdiskusi denganku dan Kenapa kau melakukan itu??? apa rencanamu sebenarnya dan Kenapa harus seperti ini kau melamar Ciara di depan kami semua dan di depan orang tuanya, padahal jelas sekali kau sudah tahu jika Ciara itu bekerja sama dengan Bianca untuk menjebakmu, menjebak kita, kalau kau melakukan ini Bukankah sama saja kau masuk ke dalam perangkap Bianca atau jangan-jangan kau sudah terpengaruh oleh cinta palsu nya Bianca." ucap Garviildengan suara yang sangat marah tapi hal itu justru hanya ditanggapi oleh Vicky dengan senyuman saja membuat Garviil semakin marah.


"Tenanglah Kakak, kenapa kau khawatir sekali, ini adalah bagian dari Rencanaku." Gumam Vicky dengan santainya.


"Rencana seperti apa yang kau bicarakan itu, kenapa kau melamarnya??? Apakah kau sudah tidak waras dan Lihatlah dia seperti ikan lele yang dilempar dengan kotoran, dia melahapnya dengan habis dia tanpa basa-basi langsung menerimamu, itu artinya dia sangat senang dengan umpan yang kau berikan. Pasti rencananya dengan Bianca telah berhasil untuk menjebakmu."


"Kakak kenapa sih??? kau sejak tadi terlalu khawatir sekali, aku sudah bilang bahwa aku sedang merencanakan sesuatu dan apa yang terjadi tadi adalah bagian dari Rencanaku. Kenapa kau tidak mengerti???"


"Iya, tapi rencana yang seperti apa Vic, kau melamarnya itu menandakan bahwa kau mengajaknya ke tahap yang serius. Lalu bagaimana bisa kau meminta hal seperti itu dan itu terjadi di depan orang tuanya juga orang tua kita, bahkan Mama terlihat sangat bahagia sekali. Dan kalau ini memang bagian dari rencanamu, itu artinya kau akan mempermainkan pertunangan ini dan Apakah tidak berpikir bagaimana perasaan mama dan papa jika tahu kalau kau tidak serius dengan Hal ini tentu mereka akan malu, kenapa kau tidak memikirkan hal seperti itu???"


"Aku bilang. Tenanglah Kak, ini adalah bagian dari Rencanaku. Bahkan aku juga berencana untuk menikahi Ciara. Aku ingin merusak hubungannya dengan Bianca, itu sudah aku katakan kepada kakak kan dan semuanya ini adalah bagian dari Rencanaku, harusnya Kakak mengerti,"


Garviil terlonjak. "Apa??? Menikahi Ciara, kau ini sudah gila ya???? Ahhh tidak tidak, aku tidak akan setuju dengan rencanamu ini, kau tidak bisa menikahinya. Apapun alasannya. Oh come on Vicky.. Jangan pernah mempermainkan sebuah pernikahan Apapun, apalagi ini untuk membalas Ciara, kau tidak bisa melakukannya, pernikahan itu hal yang sakral dan suci dan kau ingin menikahinya hanya untuk merusak hubungan Ciara dan Bianca. Oh please Vicky. Jangan jadikan pernikahan itu sebagai jalan untuk menghancurkan kehidupan orang lain, kita bisa melakukan banyak sekali hal untuk membalas mereka tetapi bukan berarti kau akan menikahi Ciara, tidak tidak, aku benar-benar tidak setuju dengan usulanmu untuk menikahinya, kau melamarnya saja aku sudah pusing dan entah apa yang sudah terencanakan, aku sama sekali tidak mengerti."


Vicky hanya menanggapi kehidupan kakaknya dengan senyumannya saja dia juga sudah mantap untuk melakukan apa yang sudah menjadi rencananya


"Terserah kaau saja." Gumam Garviil lalu berbalik badan dan meninggalkan kamar adiknya dengan jengkel.