
"Iya, aku sangat heran sekali. Kau seperti kelelawar, saat siang malah memilih bersantai bukannya menikmati tidurmu di apartemen dan bangun ketika kau ingin berangkat ke kampus, sementara malam harinya kau memilih begadang dan mengerjakan tugasmu, kau harus ingat bahwa kau harus menjaga kesehatanmu dan juga maksimalkan waktumu untuk beristirahat supaya kau tidak terlalu lelah jangan. Terus memforsir dirimu seperti itu." Ujar Victor.
"Tidak juga, tidak setiap hari Aku melakukan ini, hari ini saja. Mungkin aku butuh sejenak untuk bersantai, menikmati hari ini, kau sendiri kenapa tiba-tiba ada di apartemenku??? Apa yang sedang kau lakukan???" Tanya Aire.
"Tidak ada, aku hanya iseng saja dan aku ingin bertemu denganmu, ngomong-ngomong daripada kau tidak melakukan apapun tetapi ingin pergi ke kampus, lebih baik kita jalan-jalan, aku ada tempat yang menarik di dekat sini. Iya tidak tahu jauh dari kampus. Biasanya aku ke sana untuk duduk atau sekedar santai sembari mengerjakan tugas."
Aire menggelengkan kepala nya. Ia baru saja mengenal Victor dan Dia belum terlalu mengenal laki-laki itu. Aire merasa takut dan khawatir, takut tiba-tiba nanti Victor melakukan sesuatu kepadanya.
Victor menoleh dan tersenyum. Sepertinya dia memahami apa yang ada di pikiran Aire. "Kau takut ya??? Kau tidak percaya padaku???? Hahaha.... Tenang saja aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padamu kalau itu yang khawatirkan, aku sendiri sedang suntuk dan butuh teman untuk mengobrol sekaligus bersantai di taman, kita pergi ke sana ya??? Aku berjanji aku tidak akan melakukan apapun. Memangnya kau melihat apa ada sesuatu yang mencurigakan dari wajahku dan penampilanku??? Please jangan khawatir."
Aire mencoba mencari ketulusan di Mata Lelaki itu dan dia memang menemukannya. Akhirnya Aire menganggukkan kepala setuju dengan ajakan dari Victor. Dia memang butuh bersantai dan menikmati harinya, sedikit bebas untuk hari ini saja. Kemudian akan kembali melanjutkan kesibukannya mengerjakan tugas akhir. Tidak ada salahnya dia bersantai sejenak dan mengobrol dengan Victor yang memang sepertinya orang yang sangat menyenangkan."
Sebenarnya tadi Aire sudah menghubungi Tiffany. Dan sayangnya sahabatnya itu sedang tidak bisa datang untuk menemuinya karena pekerjaan yang lain. Itulah kenapa Aire menjadi kesepian tapi ingin pergi keluar untuk dia jalan-jalan.
"Baiklah kalau begitu. Tidak ada salahnya aku mencoba untuk pergi jalan-jalan dan merefresh otakku." Ucap Aire.
Victor pun tersenyum. Kemudian dia mengarahkan mobilnya ke sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari kampus Aire.
"Oke kita pergi ke taman??"
"Taman mana???" Tanya Aire.
"Kita ke taman Cleopatra. Kau pasti sudah pernah ke sana, tapi aku yakin kau belum pernah ke salah satu sudut yang ada di sana adalah tempatku untuk bersantai ketika aku benar-benar suntuk dengan pekerjaan atau dengan tugas kuliah dulu."
"Taman Cleopatra yang di sudut mana???"
"Di sudut sekitar danau buatan, aku yakin kau akan suka dengan tempatnya karena hanya orang tertentu saja yang tahu tempat itu tidak terlalu amai tapi cukup menyenangkan untuk bersantai."
Setelah menempuh perjalanan beberapa lama akhirnya Victor menghentikan Mobilnya di sebuah taman. Dan ia kemudian mengajak Aire untuk turun dari mobil. Mereka pun pergi ke taman itu dan ada danau buatan, Victor menunjuk ke sebuah sudut di mana di sana tidak terlalu ramai dan Victor memberitahu Aire bahwa ia sering duduk sendirian di sana dan itu cukup untuk membuat dirinya merasa lebih baik, melihat air danau yang tenang serta sejuknya udara yang ada di sekitar Taman ini.
Victor menarik sebuah kursi kayu dan mempersilahkan Aire duduk duduklah. "Bagaimana??? Apa kau suka dengan suasana di sini???"
Aire tersenyum. "Aku tidak pernah ke sini sebelumnya. Biasanya aku hanya duduk di atas rumput ataupun duduk di bangku biasa dan tidak pernah ke sini. Disini cukup sejuk dan cukup nyaman, mungkin kalau aku datang ke sini lagi aku pasti akan ke sini."
"Aku sudah bilang. Kau pasti akan menyukai tempat ini." Gumam Victor. "Oh iya. Kapan ujianmu???"
"Bulan depan dan setelah ujian aku juga berencana untuk pergi ke Washington."
"Washington for what??? Kau ingin menemui kakakmu?? Tapi kau bilang kakakmu sedang tidak ada di sana???"
"Bulan depan dia akan mampir ke Washington DC, sebelum dia kembali ke Indonesia karena suaminya akan bertugas di ISS dan mertuanya akan membawa dia pulang ke Indonesia. Aku ingin datang untuk mengunjunginya sebelum dia pulang karena aku juga sudah lama tidak bertemu dengan kakakmu."
"Oh jadi kakakmu akan meninggalkan Amerika selama kakak ipar mu pergi???"
"Iya, mertuanya tidak tega kalau meninggalkan Kakak sendirian di sini, jadi lebih baik Kakak pulang saja bersama mereka sambil menunggu kakak iparku kembali. Karena kalau sebelumnya kakak iparku hanya bertugas 3 bulan yang kali ini cukup lama sekitar 6 sampai 7 bulan."
"Oh begitu ya.."
"Kalau aku sebenarnya ingin Kakakku tinggal bersamaku saja disini, biar dia bisa menemaniku tapi sepertinya tidak, karena kalau kakak pulang ke Indonesia dia bisa membantu Papa di kantor lagi. Papa juga masih sangat membutuhkan kakak. Dulu sedikit berat waktu melepas kakak untuk tinggal di sini. Papa sempat berat hati tetapi Kakak harus tetap ikut suaminya dan menjadi seorang istri yang baik dan aku akui kakakku memang istri yang luar biasa untuk suaminya dan mereka selalu romantis setiap saat. Aku melihat kebahagiaan mereka, terkadang aku berpikir konyol. Apakah aku nanti bisa memiliki suami yang family men seperti kakak iparku dan kakakku bilang bahwa suaminya adalah simbol kesempurnaan seorang laki-laki yang dia idamkan. Aku kadang merasa konyol ketika membayangkan apa Bisa aku juga bisa menemukan lelaki seperti itu apalagi aku baru merasakan sakit hati yang luar biasa atas pengkhianatan orang yang aku percayai selama ini. Aku merasa keinginan untuk memiliki keluarga seperti kakakku itu sangat tidak mungkin sekali. Cukup sulit."
Victor menatap wajah Aire yang ada di depannya. "Tidak semua laki-laki memiliki sikap dan sifat seperti mantan kekasihmu itu, pasti di belahan dunia ini masih ada laki-laki yang baik yang menghormati perempuannya ya mungkin Contohnya seperti kakak ipar mu. Kau hanya perlu selektif saja untuk kedepannya supaya kau bisa mendapatkan laki-laki yang kau inginkan itu, seperti aku misalnya." Gumam Victor dan dia pun tersenyum nakal.
Aire langsung menatap Victor dengan tatapan yang aneh sekaligus terkejut. "Apa kau bilang tadi???" Tanyanya.
Kemudian Victor tertawa terbahak-bahak. "Hahaha just kidd, aku hanya bercanda jangan dimasukkan Hati hehehe."
Aire pun ikut tertawa juga kemudian mereka tertawa bersama.