
Vicky keluar dari kamar mandi. Dia baru saja selesai mandi, sementara Garviil masih duduk di sofa menunggunya bergantian untuk mandi. Garviil diam dan masih duduk di tempat yang sama tidak bergeser. Vicky menggerutkan keningnya ketika menyadari bahwa kakaknya diam sambil menangis. Vicky tahu bahwa tadi kakaknya menahan tangis atas kepergian Oma mereka, kakaknya mencoba bertahan di depan banyak orang dan pada akhirnya air mata itu tumpah juga di sini, kakaknya memang butuh ruang untuk meluapkan segala kesedihannya dan tidak menunjukkannya di depan orang banyak. Vicky sangat mengerti kesedihan itu bahkan Sebenarnya tadi di kamar mandi pun dia juga menangis, masih tidak menyangka bahwa Omanya telah pergi untuk selama-lamanya untuk meninggalkan mereka di sini.
"Kakak...!!!" panggil Vicky.
Garviil menoleh dan lamunannya terbuyar kan. "Ah, kau sudah selesai mandi????"
"Iya, aku sudah selesai." Jawab Vicky, kemudian dia duduk di sebelah Kakaknya lagi. "Seharian ini kita sibuk mengurus Oma sampai kita lupa bahwa hari ini adalah hari kelulusan dari gadis yang kita cintai."
Garviil memejamkan matanya dan menepuk dahi nya. "Astaga, aku benar-benar lupa bahkan sejak aku sampai di sini, aku belum mengirim pesan sama sekali kepada Geffie, dia pasti sangat mengkhawatirkanku, aku benar-benar terlalu fokus dengan Oma tadi, sampai aku lupa tidak memberi kabar kepada Geffie."
"Aku sempat mengirim ke pesan kepada Tiffany, mengatakan bahwa kau sudah sampai di sini mungkin Tiffany juga sudah memberitahu Geffie yang terpenting adalah kita harus memberi ucapan selamat kepada mereka, mereka pasti menunggu pesan dari kita berdua."
"Ya, aku mandi dulu, nanti aku akan menghubungi Geffie."
"Ya sudah, pergilah mandi."
Garviil kemudian beranjak dari sofa lalu pergi ke kamar mandi, sementara itu Vicky mengambil ponselnya dan dia akan menghubungi Tiffany untuk memberikan ucapan selamat.
Setelah menunggu beberapa deringan akhirnya panggilan video Vicky pun diangkat oleh Tiffany. "Hai baby. Are you still at your graduation place???" Tanya Vicky apakah Tiffany masih berada di tempat wisuda nya.
"Yes, actually the event ended about an hour ago, but I'm still here and still chatting with my family, also chatting with Aire's family, but right now I'm with Aire alone." Jawab Tiffany. Sebenarnya acaranya sudah berakhir sekitar 1 jam yang lalu tapi dia masih di sini dan masih mengobrol dengan keluarga nya, juga mengobrol dengan keluarga Geffie/Aire tetapi saat ini Tiffany hanya sedang bersama Geffie saja.
Vicky tersenyum. "Sorry I'm late in contacting you I wanted to congratulate you on your graduation." Vicky meminta maaf karena terlambat menghubungi Tiffany. dan dia mengucapkan selamat untuk kelulusan Tiffany.
"Thanks baby."
"You're welcome, where Aire???" Tanya Vicky lagi.
Tiffany langsung mengarahkan kameranya ke Geffie yang ada di sebelahnya. "Hai Vicky...!!!" sapa Geffie
"Hai Re. Selamat ya untuk kelulusanmu."
"Thank you." Geffie tersenyum.
"Kau pasti sedang menunggu Garviil ya??? Dia sedang mandi dan setelah selesai nanti dia bilang akan menghubungimu."
"Ya tidak apa-apa, aku hanya mengkhawatirkannya karena dia belum menghubungiku sama sekali."
"ya aku minta maaf atas nama Garviil karena dia tidak langsung menghubungimu. Garviil terlihat sangat panik saat datang ke sini dan dia langsung menemui Oma, jadi dia belum sempat untuk menghubungimu."
"Ya tidak masalah. Aku sangat mengerti sekali. Aku khawatir takut terjadi apa-apa tetapi Tiffany sudah memberitahuku kalau Garviil sudah sampai sana, karena kau yang mengatakan ke Tiffany bawa Garviil sudah sampai, aku merasa sedikit tenang." Ucap Geffie.
Tiffany ada di sebelah Geffie pun mendekat dan mengarahkan ponselnya tepat di depan wajah keduanya.
"Kami minta maaf karena kami tidak bisa datang ke sana dan hari ini kami sangat sibuk sekali karena Oma meninggal dunia sore tadi, jadi kami harus mengurus semuanya dan baru selesai, itulah kenapa aku dan Garviil sampai di rumah lgsg mandi."
"Apa....!!! Oma kalian meninggal dunia???" Geffie terlonjak.
"Ya tadi, jadi kami sibuk untuk mengurus pemakamannya karena langsung hari ini dimakamkan. Itulah kenapa kami terlambat untuk menghubungi kalian berdua dan mengucapkan selamat untuk kelulusan kalian berdua."
"Ya Tuhan. Kami turut berduka cita."
"Thanks Geffie. Garviil sangat Terpukul sekali, aku melihat dia menahan kesedihannya tetapi aku sangat tahu Dia sangat sedih sekali. Tetapi dia selalu berusaha untuk menutupinya. Aku harap kau bisa menghiburnya."
"Aku sangat mengerti kesedihan yang sedang kau dan Garviil rasakan, aku akan bicara nanti dengannya."
"Ya aku berharap kau bisa sedikit menghiburnya."
"Tetapi apakah Garviil sempat bertemu dengan Omanya???"
"Ya sempat bertemu dan berbicara karena Garviil dari bandara langsung ke rumah sakit, saat siang dia langsung menemui Oma dan sempat berbicara meski hanya sebentar dan saat jam besuk malam, kami juga masuk, saat setelah kami selesai berbicara Oma meninggal dunia. Kami semua sangat sok dan sedih sekali."
"Ya Tuhan, Garviil Pasti sangat sedih sekali."
"Why??? What's wrong??? Can you two just speak in English, I don't understand what you're talking about."
sahut Tiffany memprotes karena Geffie dan Vicky berbicara menggunakan bahasa Indonesia dan Tiffany sangat penasaran dengan apa yang terjadi ketika tadi dia melihat ekspresi terkejut dari Geffie.
"Tiffany Baby, earlier I told Aire that Oma passed away and me and Garviil here were busy taking care of the funeral, we also just returned from the funeral." Vicky menjelaskan pada Tiffany bahwa dia memberitahu Geffie bahwa Oma meninggal dunia dan dia serta Garviil di sini Sibuk mengurus pemakamannya. Mereka juga baru kembali dari pemakaman.
"Oh Gosh.... Your grandmother passed away. ???? I'm so sorry. I had no idea and why are you telling us now???" Tiffany terkejut mendengar jika Oma Vicky dan Garviil meninggal dunia dan dia turu t berduka cita. Tiffany sama sekali tidak tahu dan bertanya kenapa Vicky baru memberitahu nya sekarang.
"It happened so fast that I didn't even expect it and Papa requested that Oma be buried today. That's why we were all immediately busy preparing for everything and I also just got around to calling you to congratulate you." Vicky menjelaskan jika kejadiannya begitu cepat, dia sendiri pun tidak menyangka dan Papa nya meminta agar Oma nya dimakamkan hari ini juga. Itulah kenapa mereka semua langsung sibuk untuk mempersiapkan semuanya danVicky juga baru sempat menghubungi Tiffany untuk mengucapkan selamat kepadanya.
"I'm so sorry for your loss. You must be very sad, so is Victor, but Victor was by your side or Victor didn't come when he died.???" Tanya Tiffany apakah Victor sudah sampai disana ketika Oma mereka meninggal.
"No, he didn't. Garviil came during the day and he also had a chance to meet and chat with Oma, but during the evening visiting hours, he and I also had a chance to chat with Oma, a few minutes later Om breathed his last in front of both of us."
"Oh Gosh..... I'm really sorry for your loss, my regards to your parents and Victor. You must be experiencing deep sadness." Tiffany benar-benar turut berduka cita, meminta Vicky agar menyamaikan salamnya untuk orang tua Vicky dan juga Victor. Mereka pasti mengalami kesedihan yang mendalam saat ini,.
"Yes, your Grandma has been freed from all her pain." Gumam Tiffany.
"I'm very tired and need to rest, enjoy your graduation celebration well. I'll call you back tomorrow." Vicky sangat lelah sekali dan butuh istirahat, Vicky meminta Tiffany agar nikmati perayaan kelulusan nya dengan baik. Besok dia akan menghubunginya lagi.
Tiffany melempar senyumnya. "Yes. You just rest. You must be very tired, I'm also going back to the apartment. Take good care of your health." Tiffany menyuruh Vicky untuk istirahat saja. Dia pasti sangat lelah sekali, Tiffany juga akan kembali ke apartemen. Tiffany berpesan agar Vicky menjaga kesehatannya dengan baik.
"You should also take care of your health. I love you!!" ucap Vicky.
"Love you too."
Tiffany meletakkan ponselnya di atas meja kemudian dia saling melempar pandangan dengan Geffie wajah Geffie juga tampak sedih. "They are losing their loved ones right now, they must be very sad." gumam Tiffany.
"Yeah I was thinking that too, I couldn't help but think that if they were both here and then heard that their grandmother was gone and far away from them. I'm pretty sure they would be even sadder but luckily they were both there and Garviil also arrived on time, even though he only had a little time with his grandmother at least he was next to her." Geffie juga berpikir seperti itu, Geffie tidak bisa berpikir jika mereka berdua ada di sini lalu mendengar bahwa Oma mereka sudah tiada dan jauh dari mereka. Geffie sangat yakin Garviil ndan Vicky pasti akan bertambah Lebih sedih sekali tetapi beruntungnya mereka berdua ada di sana dan Garviil juga datang tepat waktu meskipun dia hanya punya waktu sedikit bersama dengan Omanya setidaknya dia ada di sebelah rumahnya.
"You're right, I also can't imagine if the two of them are celebrating happiness with us here, but at home in a state of grief, it must be very painful." Tiffany membenarkan ucapan Geffie, dia juga tidak bisa membayangkan jika Vicky dan Garviil berdua merayakan kebahagiaan bersama di sini, akan tetapi di rumah mereka dalam keadaan yang berduka itu pasti akan sangat menyakitkan sekali.
Geffie menganggukkan kepalanya ia kembali terpikirkan dengan Garviil lelaki itu sering bercerita tentang Oma nya kepada dirinya juga sangat menyayangi Oma nya dan sejak dia kecil ya selalu dimanjakan. Garviil Pasti sangat sedih sekali.
*****
Garviil keluar dari kamar mandi dan dia melihat adiknya sudah berbaring di atas tempat tidurnya dan tidur melempar senyumnya, dia juga butuh tidur untuk membuat fisiknya lebih baik. Dan siang tadi dia baru sampai dari Amerika. Ia juga belum sempat beristirahat waktu kemudian Oma yang meninggal dunia dan dia kembali disibukan untuk mengurus pemakaman Oma nya. Llau saat ini dia memang benar-benar butuh istirahat. Tetapi dia harus menghubungi Geffie lebih dulu Gadis itu pasti sangat khawatir sekali kepadanya.
Garviil menuju ke lemari pakaiannya untuk berganti pakaian dan setelah itu dia akan menghubungi Geffie.
Sementara itu Geffie sedang berada di dalam mobil bersama dengan kedua orang tuanya dan juga kakaknya. Papanya mengendarai mobil dan duduk di sebelahnya ada kakaknya yaitu Friddie. Geffie duduk di kursi penumpang belakang bersama dengan mamanya, mereka akan langsung kembali ke apartemen. orang tua dan kakaknya tidak mau tinggal di hotel dan mereka memilih untuk tinggal di apartemen Geffie saja.
"Geffie sayang, apakah sudah menghubungi kakakmu???" Tanya Maysa kepada putrinya.
"Belum Ma, tapi mungkin Kakak juga sudah tidur. Aku tidak ingin mengganggunya. Kakak dalam keadaan hamil jadi dia pasti butuh istirahat. Mungkin setelah bangun Nanti dia juga akan langsung menghubungiku."
"Iya juga, Kau Jangan mengganggunya."
Geffie mengambil ponselnya ketika dia mendengar ponselnya berbunyi. Geffie tersenyum ketika melihat nama yang tertera di ponselnya itu adalah nama Garviil. Geffie pun mengangkatnya.
"Hai???" Sapa Garviil.
"Hai..."
"Happy graduation sayang, aku minta maaf karena aku baru bisa menghubungimu, aku sibuk sekali. Maaf ya???"
"Tidak masalah, aku tahu kau sibuk sekali, turut berduka cita atas meninggalnya oma mu." Ucap Geffie.
Garviil mengernyitkan keningnya. "Kau tahu dari mana???"
"Vicky tadi menghubungi Tiffany dan dia memberitahu kami berdua tentang apa yang terjadi di sana."
"Ooh jadi Vicky yang sudah memberitahumu. Ya, Oma meninggal dunia tadi, aku sampai Jakarta tadi siang dan sempat bertemu juga dengan Oma, lalu malamnya dia mengobrol denganku dan meminta agar aku memanggil Vicky. Aku minta izin dokter lebih dulu agar mengijinkan Vicky masuk karena di ruang ICU hanya boleh ada satu orang saja yang bertemu dengan pasien, kemudian dokter mengizinkan dan kami mengobrol sebentar tetapi tiba-tiba kondisi Oma down dan dia meninggalkan kami semua." Suara Garviil terdengar sedih.
"Aku turut prihatin. Kalian pasti kehilangan sekali."
"Iya cukup berat, tetapi Kami mencoba untuk mengikhlaskan Oma mengingat Oma sudah cukup menderita dengan sakitnya kemarin."
"Sekali lagi aku turut berduka cita, di sana pasti sudah malam dan kau juga pasti lelah Lebih Baik istirahat kita bisa bicara besok lagi."
"Ya. Aku sangat lelah sekali dan butuh istirahat, sekali lagi aku ucapkan selamat untuk wisuda mu."
"Terima kasih, kau beristirahatlah"
"Iya, kalau begitu Aku istirahat dulu, bye bye."
"Bye.." panggilan itu diakhiri oleh Garviil. Geffie pun tersenyum dan meletakkan kembali ponselnya di dalam tasnya.
Maysa yang sejak tadi ada di sebelah Geffie pun tersenyum yang, sejak tadi dia mendengarkan pembicaraan Geffie dengan seseorang yang ada di ujung telepon. " Siapa yang menghubungimu???" Tanya Maysa.
"Ahhhh, itu tadi...???" Geffie tampak salah tingkah. "Temanku Ma yang menghubungi ku, dia mengucapkan selamat untukku atas wisuda ku hari ini."
"Oh teman, tapi tadi kau bilang Omanya meninggal ya???"
"Iya Omanya meninggal tadi."
"Kasihan sekali."
"Dia sangat menyayangi Omanya jadi dari suaranya terdengar sedih."
"Temanmu siapa???" Sahut Ariel dari depan. "Teman yang mana??? Siapa nama nya???"