Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Pulang ke Boston



Teriakan Ciara ternyata berhasil membuat beberapa orang mendekatinga dan Vicky yang sudah tergeletak. Ada beberapa orang yang berlari ke arahnya. Beberapa orang itu sepertinya hendak ke pantai, karena jalanan setapak membuat keduanya melewati jalan yang sama. Ciara meminta tolong kepada mereka agar mereka memanggil ambulans atau polisi. Sambil berlinang air mata Ciara menjelaskan jika Vicky di tusuk oleh seseorang dan orang itu kabur. Tidak lama beberapa orangainnya juga mendekat, lalu ada di antara mereka mencoba mencari Devan yang kabur.


"Vicky please, bertahan oke??? Mereka sudah mengirim ambulans.." Ucap Ciara. Dia sengaja tidak mencabut pisau itu agar darah Vicky tidak keluar lebih banyak lagi. Sementara Vicky sudah pucat pasi dan merintis kesakitan. Vicky tidak mengatakan apapun, dan tadi bahkan melempar senyum.pada Ciara, karena dia berhasil menyelamatkan Ciara.


Sebenarnya mereka tadi sudah hampir sampai ke tempat perkemahan, hanya tinggal sekitar 100meter lagi. Tetapi sungguh apa yang di lakukan Devan sama sekali tidak Ciara duga. Entah apa yang sudah merasuki Devan sehingga dia bisa sejahat itu dan melakukan hal seperti ini.


Setelah menunggu, akhirnya bantuan datang. Vicky di tandu ke ambulans untuk segera di tangani dan di obati di rumah sakit. Ciara sangat khawatir sekali, dan dia terus menggenggam tangan Vicky, menyuruh Vicky untuk kuat dan bertahan.


★★★


Sampai di rumah sakit, Ciara menunggu dengan gelisah. Vicky sedang di tangani di dalam. Ciara sungguh tidak tahu harus menghubungi siapa, dia tidak tahu mengenai keluarga Vicky karena dia juga belum bertemu dengan kakak Vicky. Dan tentu dia tidak punya kontaknya. Dan ponsel Vicky juga di beri password yang tentu saja Ciara tidak tahu.


Sampai kemudian Ciara punya ide untuk.menghubungi sekretaris nya, karena sekretaris nya punya kontak sekretaris Vicky. Sehingga nanti bisa menghubungi keluarga Vicky terdekat yang berada disini. Ciara mencoba menenangkan dirinya lalu menghubungi sekretaris nya. Mungkin sekretaris nya saat ini sudah bangun tidur mengingat di Singapura sudah pagi. Ciara kemudian menghubungi sekretaris nya dan menjelaskan semuanya, meminta agar bisa menghubungi pihak perusahaan Vicky, sekretaris atau timnya kemarin. Sekretaris Ciara pun mengiyakan dan akan menghubungi sekretaris Vicky. Ciara meminta agar bisa segera di hubungi karena sangat urgent sekali.


Setelah berbicara dengan sekretarisnya, Ciara kembali duduk dan berharap keadaan Vicky membaik dan luka nya tidak dalam. Devan ternyata lebih mengerikan daripada yang Ciara duga. Dia juga berharap Devan bisa tertangkap dan mempertanggungjawabkan jawabkan segala perbuatannya.


..


***


Garviil sedang tertidur pulas di sebelah Geffie. Saat ini mereka sedang berada di Italia, setelah sebelumnya menghabiskan waktu di Perancis. Garviil menikmati dengan baik honeymoon nya dan tidak mau terganggu dengan pekerjaannya dan melemparkan semuanya pada Vicky dan sekretarisnya. Garviil hanya akan mengarahkan mereka saja jika di perlukan.


Geffie mengerutkan dahi nya ketika mendengar suara ponsel berdering di meja. Geffie mencoba mengabaikannya tetapi ponsel suaminya itu tidak mau berhenti berbunyi. "Sayang...!!!??" Gumamnya masih memejamkan mata tetapi geffie mencoba menyentuh lengan suaminya untuk membuat suaminya bangun. "Ponselmu terus berbunyi.". Ucap Geffie lagi.


Garviil masih diam dan tidak terlalu memikirkan perkataan istrinya, dia mengantuk sekali.


"Sayang....!!! Ponselmu berbunyi, mungkin penting.." Ucap Geffie dan mencoba menepuk lengan Garviil.


"Ah biarkan saja."


Geffie pun akhirnya membuaka matanya dan meraih ponsel Garviil lalu melihat siapa yang menelepon suaminya itu. Dan ternyata adalah sekretarisnya Garviil. "Ini sekretaris mu, mungkin ada hal penting yang ingin dia katakan, itulah kenapa dia menelepon mu terus."


"Biar saja...!!!! Aku sudah bilang padanya agar tidak mengganggu ku." Garviil berbalik badan dan memunggungi Geffie.


Geffie akhirnya memilih mengangkatnya, dia takut ada hal penting. "Ya, hallo.." Ucap Geffie.


"Hallo. Miss Geffie, Is that really you???"


"Yes it's me. What's up? ???? Do you have an important message to say, Garviil is sleeping and doesn't want to be disturbed."


"Oh sorry miss Geffie. I'm so sorry, but I have something important to say about Mr. Vicky." Sekretaris Vicky itu pun meminta maaf karena mengganggu Geffie dan Garviil tetapi ada hal penting yang harus dia sampaikan mengenai  Vicky.


"Vicky???? Why??? Does he want to discuss work??? I suggest we do it tomorrow. Garviil doesn't want to be disturbed." Geffie bertanya kenapa sekretaris suaminya itu ingin berbicara tentang Vicky. Apa dia ingin membahas pekerjaan atau apa. Geffie menyarankan agar besok saja bagaimana??? Karena sekarang Garviil tidak mau di ganggu.


"Not about work, I was just informed that Mr. Vicky is in the hospital because someone stabbed him while in Boston Harbor." Sekretaris Garviil itu menjelaskan jika ini Bukan tentang pekerjaan, baru saja dia di beritahu jika Vicky sedang berada di rumah sakit karena seseorang menusuk nya saat ada di Boston Harbor.


"What did you say? Vicky was stabbed....??????"  Seru Geffie.


Mendengar itu, Garviil langsung bangun dan Geffie mengaktifkan loud speaker ponsel suami nya itu. "Vicky was stabbed???? When?" Tanya Garviil langsung.


"It seems like just now, I was contacted by Ms. Ciara's secretary, our client from Singapore said Mr. Vicky was vacationing in Boston Harbor with Ms. Ciara and someone suddenly stabbed him and Mr. Vicky was taken to the hospital." Sekretarisnya menjelaskan jika sepertinya baru saja, dia di hubungi oleh sekretarisnya Ciara, klien mereka dari Singapura itu katanya Vicky berlibur ke Boston Harbor bersama Ciara dan seseorang tiba-tiba menusuk nya dan Vicky sudah di bawa di rumah sakit.


"Oh my God! How could that happen. How is Vicky now??" Garviil bertanya Bagaimana bisa itu terjadi dan bagaimana kondisi Vicky sekarang.


"Don't know yet Mr. Garviil, still under the doctor's care, once again I apologize for disturbing your rest time." Dia belum tahu bagaimana kondisi Vicky dan saat ini masih dalam perawatan dokter, sekali lagi dia minta maaf pada Garviil karena mengganggu waktu istirahat bos nya itu.


"It's okay. Geffie and I will fly to Boston in the morning, now I ask you to go there, go to the hospital and take care of everything properly, then let me know how things go." Garviil memaklumi, dia dan Geffie akan terbang ke Boston pagi nanti, sekarang dia me minta agar sekretarisnya itu kesana, ke rumah sakit dan urus semuanya dengan baik, lalu mengabarinya tentang perkembangannya.


"But you're on your honeymoon, you shouldn't come here." Sekretaris Garviil itu merasa tidak enak karena Garviil sekarang sedang honeymoon dan meminta Garviil tidak perlu kembali ke Boston.


"Geffie and I are going home tomorrow, it's okay, Vicky is more important. You take care of everything, and yes, please call Andro." Dia dan Geffie akan pulang besok, dia sangat mengerti dan tidak apa-apa mereka besok pulang, Vicky lebih penting. Gariviil meminta agar Sekretarisnya mengurus semuanya, dan kemudian meminta tolong Gr sekretarisnya menghubungi Andro.


"Yes Sir... I apologize again."


"No problem."


Panggilan itu pun di akhiri. Garviil menatap penuh penyesalan ke arah Geffie yang ada di sebelahnya. "Sorry sayang, kita seperti nya harus ke Boston besok. Aku khawatir sekali dengan Vicky."


Geffie tersenyum. "Tidak apa-apa, kita pulang saja, aku juga khawatir dengan kondisi Vicky. Kita tidak bisa bersenang-senang sedangkan adikmu di rumah sakit."


"Thanks sayang... Kau baik sekali. Tetapi aku masih tidak mengerti kenapa bisa dia di tusuk oleh orang. Siapa yang melakukannya."


"Kita akan tahu jawabannya setelah di Boston, kondisi Vicky sekarang juga tidak memungkinkan, lebih baik kita cari tiket untuk besok."


"Baiklah, aku akan mencarinya, aku akan mencari jadwal pagi, butuh 10 jam dari sini kesana."


"Ya, jika ada yang dini hari kau ambil saja, aku akan mempacking barang-barang kita."


Geffie turun dari tempat tidur dan akan mulai mengemasi barangnya dan juga milik Garviil. Sementara Garviil berfokus pada ponselnya untuk mencari tiket kembali ke Boston hari ini juga. Sungguh Garviil sangat khawatir sekali saat ini.


***


"Sayang, ada penerbangan jam 03.30 dan juga 07.45 itu yang pagi." Ucap Garviil pada Geffie yang sedang mengemasi pakaian mereka.


"Ambil yang 03.30, kita check out sekarang saja, aku sudah mengemasi semuanya, akan lebih baik jika kita kembali lebih cepat." Sahut Geffie.


"Baiklah....!!! Kalau begitu kau bersiap dan aku akan pesan sekarang tiketnya."


"Ya, aku akan cuci muka dulu."


"Ya..." Garviil langsung membooking tiket untuk pulang ke Boston. Dia benar-benar khawatir sekali dengan Vicky. Dan berharap Vicky baik-baik saja. Ya, sebelumnya Vicky memang memberitahu nya jika dia akan pergi liburan ke pulau Boston Harbor bersama Ciara, mengatakan kalau dia akan menemani perempuan itu. Tetapi kenapa bisa ada insiden penusukan seperti ini, dan apa yangs sebenarnya terjadi sehingga bisa seperti itu. Tetapi dia menyuruh sekretarisnya dan juga Andro ke Rumah sakit untuk melihat ke adaan Vicky. Dan berharap mereka bisa segera mengupdate kondisi nya.


*****


Keesokan harinya......


.


Garviil akhirnya sampai di Boston bersama dengan Geffie. Mereka tidak bisa langsung menuju ke pulau Boston Harbour, dan harus menunggu kapal feri beberapa jam lagi. Ya, mereka harus menyebrang menggunakan kapal feri untuk menuju ke pulau itu. Garviil sudah membaca pesan yang di kirim oleh andro mengenai perkembangan kondisi Vicky. Adiknya sudah di operasi dan luka tusuknya sudah di tangani tetapi Vicky masih dalam pengaruh bius dan belum sadar. Dan Andro sedikit memberi penjelasan pada Garviil bahwa Vicky di tusuk oleh mantan kekasih Ciara yang tidak sengaja mereka jumpai di pulau itu. Tiba-tiba saja menyerang lalu Vicky ingin menyelamatkan Ciara sehingga Vicky yang tertusuk dan kabarnya pelaku nya sudah tertangkap.


Sungguh Garviil merasa sedikit lega, meskipun belum sepenuhnya karena dia masih belum bisa bertemu dengan Vicky.


Garviil juga ingat dengan cerita Vicky yang sempat memukul seseorang di cafe dan dari cerita Vicky itu di dapati bahwa lelaki itu mantan kekasih Ciara. Dan itu di benarkan oleh Andro, bahwa itu adalah lelaki yang sama. Garviil jugaerasa penasaran bagaimana laki-laki itu. Dia harus membuat perhitungan dengan laki-laki itu.


"Sayang.." Geffie menepuk lengan Garviil membuat lamunan Garviil terbuyarkan.


Garviil terlonjak. "Ya...???"


"Papa ternyata mengirim pesan, dia meminta kontak Vicky, Papa ada di New York sekarang, aku sudah bilang padamu kan kalau Papa ada pekerjaan di New York."


"Ahhh iya Papa ada di New York. Kenapa dia minta kontak Vicky???" Tanya Garviil pada Geffie. Saat ini memang mertuanya ada di New York. Ariel memang belum.kembali ke Indonesia setelah acara pernikahan garviil dan geffie. Dia ada di Washington Dc, di tempat Gienka dan Kyros, karena memang Ariel ada pekerjaan disini dan dua hari yang lalu Ariel ke New York.


"Katanya Papa mau mampir kesini dulu sebelum pulang. Ini pesannya, di kirim beberapa jam.yang lalu." Ucap Geffie dan ponselnya berkedip. "Kan, sekarang malah Papa telepon."


"Angkat saja."


Geffie mengangguk dan mengangkatnya. "Ya Pa.."


"Sibuk ya??? Kok pesan Papa baru masuk??? Tidak biasanya ponselmu di matikan."


"Maaf Pa, Geffie baru saja keluar dari airport."


"Dari Airport???? Kok dari Airport??? Bukannya kau ada di Venice???" Tanya Ariel.


"Ehh sebenarnya semalam aku dan Garviil memutuskan untuk kembali ke Boston, Vicky masuk rumah sakit dan kami khawatir jadi memutuskan pulang."


"Vicky sakit????"


"Eh sebenarnya kami semalam di hubungi oleh sekretaris Garviil, di beritahu kalau Vicky di tusuk orang waktu liburan ke Island Boston Harbor. Itulah kenapa kami langsung mencari penerbangan ke Boston, ini sekarang sedang ada di pelabuhan untuk kesana, menunggu kapal feri untuk.menyebrang."


"Vicky di tusuk??? Lah kok bisa."


"Entahlah Pa, kami sendiri belum mendapatkan penjelasan yang detail. Btw Papa ada dimana sekarang??? Masih di New York???" Tanya Geffie.


"Iya, rencana nya sore nanti akan ke Boston, itulah kenapa Papa ingin menghubungi Vicky. Oke begini saja, Papa tetap akan ke Boston dan menjenguk Vicky juga. Kabari Papa kalau kalian sudah sampai disana. Tetapi kondisi nya bagaimana sekarang.??"


"Sudah di lakukan penanganan semalam, semoga membaik, tetapi lukanya cukup dalam sih kata Andro. Iya, nanti Papa hubungi aku atau Garviil saja kalau sudah akan kesini."


"Kasihan sekali Vicky, iya ya nanti Papa akanenghubungi kalian.lagi, kau dengan suamimu kan???"


"Iya, Garviil ada di sebelahku."


"Ya sudah salam untuknya. Kalau begitu sudah dulu, Papa masih ada meeting dengan klien, Papa harus bersiap. Kalian hati-hati."


"Iya Pa." Panggilan itu di tutup. Geffie menoleh ke arah suaminya. "Papa akan kesini, dia juga ingin melihat kondisi Vicky."


"Apa tidak merepotkan Papa???" Tanya Garviil meragu.


"Tidak sama sekali. Biar saja, toh Papa memang sudah ada niat untuk datang sebelumnya. Jadi kita tidak akan memberitahu Mama Papa???" Tanya Geffie. Sejauh ini Garviil memang memilih tidak memberitahu irang tua nya takut mereka khawatir. "Tidak dulu. Aku takut Mama panik."


"Baiklah...."