
Garviil menghampiri Mama nya yang berdiri di tengah pintu dengan masih merangkul Geffie. Garviil menggerutkan keningnya ketika melihat ekspresi Mama nya yang tampak tegang dan tidak seperti biasa nya. "Mama kenapa???? Amu sudah bersama Geffie." Ucap Garviil.
Mama Garviil menatap lurus ke arah depan. Garviil yang penasaran kemudian menoleh ke belakang, begitu juga dengan Geffie. Dan ternyata di dalam mobil berwarna merah itu ada Bianca yang sedang memandangi mereka.
"Geffie sayang, ayo masuk. Mama sudah membuatkan kue untukmu. Garviil.. Kau juga ayo masuk.." Ucap Mama Garviil dan menarik kedua nya agar masuk ke dalam rumah. Setelah masuk, Mama Garviil pun langsung menutup pintu rumahnya. Geffie masih terlihat bingung dan dia tidak tahu siapa perempuan yang ada di dalam mobil itu karena dia memang memang belum pernah bertemu dengan Bianca.
"Kenapa dia ada disini Ma????" Tanya Garviil.
"Kalian duduk dulu." Ucap Mama Garviil. Garviil dan Geffie kemudian duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Mama Garviil meletakkan bunga pemberian Bianca di atas meja dan ikut duduk. "Dia datang membawa bunga dan ingin mengucapkan bela sungkawa pada kita, Mama tidak tahu kalau dia datang, Mama kira tadi itu kalian berdua. Mama sudah mengusirnya tadi supaya tidak bertemu kalian berdua tapi ternyata kalian sudah lebih dulu sampai."
"Memangnya tadi itu siapa???" Tanya Geffie.
Garviil dan Mama nya saling melempar pandangan. "Bianca, tadi adalah Bianca."
"Bianca??? Mantan kekasihku???" Tanya Geffie lagi.
"Iya sayang, itu tadi Bianca."
"Jangan terlalu di pikirkan ya???? Dia sudah jadi masalalu nya Garviil, dan sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengan kami." Ucap Mama Garviil pada Geffie. Wanita itu kemudian tersenyum dan berdiri menghampiri Geffie. "Mama senang sekali kau datang kesini."
Geffie berdiri dan menyalami Mama Garviil kemudian dia langsung di peluk oleh Mama Garviil. "Kau ternyata cantik sekali, lebih cantik dari pada di foto atau saat kita video call." Puji Mama Garviil.
"Mama juga ternyata cantik sekali." Ucap Geffie. "Mama, maaf aku baru bisa datang kesini, aku baru sampai kemarin, dan aku turut berduka cita atas meninggalnya Oma."
"Terima kasih sayang, kau sudah datang dan mengucapkan bela sungkawa, tidak masalah terlambat, kau kan memang sedang ada di Boston, dan Mama juga ingin mengucapkan selamat untuk wisudamu, Garviil bilang kau dapat nilai sempurna. Selamat ya???"
"Nah itu dia datang, Mama tadi membuat kue untukmu, kau harus memakan nya, Garviil dan Vicky sangat suka sekali dengan kue ini, kau harus mencoba nya." Ucap Mama Garviil ketika melihat asisten rumah tangga nya datang membawa nampan berisi kue dan minuman yang sudah dia siapkan sejak tadi.
"Kenapa harus repot-repot sih Ma, harusnya tidak perlu seperti ini." Ucap Geffie.
"Tidak apa-apa, Mama sangat senang kau datang kesini jadi Mama menyiapkan ini semua untukmu, ayo duduk dan makan lah..!!"
Geffie duduk dan mengambil sepotong kue yang sudah di hidangkan oleh Mama Garviil. Geffie tidak terlalu memikirkan kedatangan Bianca tadi, dan tidak mau ambil pusing. Toh dia tidak ada masalah apapun dengan Bianca. Masalalu Garvi juga sudah berakhir. Dan sejak dulu Geffie tidak pernah mau mengungkit masalalu dari kekasihnya karena dia tidak ada masalah dengan semua itu. Dia hanya akan fokus pada hubungannya dengan kekasihnya saja. Dan juga tadi Mama Garviil mengatakan bahwa Bianca datang untuk mengucapkan bela sungkawa. Jadi sama sekali bukanlah sebuah masalah untuknya, toh Bianca juga sempat mengenal mendiang Oma Garviil. Wajar jika datang kesini untuk menunjukkan empati nya.
Garviil tersenyum minat keakraban Geffie dan Mama nya. Sudah dia duga sebelumnya bahwa Mama nya pasti akan langsung menyukai Geffie jika mereka bertemu. Dan itu benar sekali, Mama nya terlihat sangat menyayangi Geffie di pertemuan pertama mereka. Ini sangat jauh berbeda dengan Bianca. Mama Garviil tidak pernah menyukai nya sejak awal, bahkan Mama nya sudah bersikap acuh pada Bianca sejak awal hubungannya, terlebih lagi ketika Bianca berani untuk mengkhianati nya, Mama nya sangat membenci Bianca. Meskipun Bianca mencoba untuk bersikap baik dan berusaha dekat, tetapi Mama Garviil tidak pernah sekalipun memperdulikannya. Benar-benar jauh berbeda dengan Geffie, Mama nya sangat menyukai gadis ini.
Garviil masih memikirkan tentang Bianca yang baru saja datang ke rumahnya. Dia ingin bertanya lebih detail pada Mama nya tetapi tentu tidak sekarang, dimana ada Geffie disini. Garviil tidak mau membahas Bianca di depan Geffie karena ingin menjaga perasaan kekasihnya itu. Garviil tidak mau membuat Geffie menjadi memikirkan Bianca. Masalalu nga dengan Bianca sudah berakhir.
Bianca menyalakan mobilnya dan dia akhirnya pergi meninggalkan rumah Garviil. Bianca mencoba menunggu di posisi yang sama berharap Mama Garviil keluar seperti apa yang di ucapkan padanya tadi bahwa dia akan keluar untuk urusan tetapi nyata nya setelah dia tunggu Mama Garviil tidak kunjung keluar. Menandakan bahwa sepertinya Mama Garviil memang mengusirnya.
Bianca juga masih memikirkan tentang perempuan yang bersama dengan Garviil tadi. Melihat betapa mesra nya mereka berdua, Bianca berpikir apakah itu adalah kekasih baru Garviil. Dan betapa mudahnya Garviil menemukan perempuan lain, padahal Garviil belum lama berpisah dengannya. Dan Bianca penasaran siapakah perempuan itu yang sudah berani mengambil Garviil dari nya. Bianca benar-benar penasaran sekali. Tetapi tadi Mama Garviil sempat menyebut sebuah nama dengan penuh semangat dan terdengar penuh cinta. Bianca sama sekali tidak pernah melihat sikap Mama Garviil seperti itu padanya karena selama ini Mama Garviil bersikap jutek dan tidak peduli kepada nya. Tapi sikapnya tadi sangat bertolak belakang dengan sikapnya selama ini kepada nya.
"Geffie...!!????" Gumam Bianca. Ya, itulah nama yanv tadi di sebut oleh Mama nya Garviil. Dan dia juga mendengar dengan sangat jelas suara Garviil yang berteriak kepada Mama nya bahwa dia telah membawa menantunya datang. Sepertinya Geffie adalah nama gadis itu. Bianca tidak salah lagi, Geffie pastilah nama gadis itu.
Bianca benar-benar merasa kesal sekali,dia berharap kedatangannya bisa meluluhkan hati keluarga Garviil dan mau memaafkan nya tetapi yang di dapati nya sekarang g justru sebaliknya. Dia malah melihat Garviil bersama dengan perempuan lain, dan terlihat mesra. Selain itu sikap Mama Garviil yang dingin padanya tetapi sangat penuh kelembutan dengan perempuan itu membuat Bianca kesal sekali dan merasa bahwa dia sama sekali tidak di hargai bahkan di usir dari rumah itu.
"Awas saja.....!!!! Aku akan mencari tahu siapa perempuan siaIan itu yang sudah merebut Garviil ku, aku akan membuat perhitungan dengannya. Berani sekali dia merebut Garviil dan apa kehebatannya sehingga Mama Garviil bersikap seperti itu kepadanya, selama ini aku tidak pernah di perlakukan seperti itu.." Gumam Bianca dengan penuh kemarahan hingga membuatnya memukul kemudi mobilnya dengan kesal. "Aku akan membuat perhitungan dengan perempuan toIoI itu.."