
Vicky akhirnya turun dan menghampiri Geffie serta Garviil yanv sudah ada di ruang makan. Garviil menoleh ke belakang dan melempar senyum ke adiknya. Vicky terlihat sudah segar, tetapi matanya masih sembab. Mungkin butuh waktu untuk.Vicky bisa kembali ceria seperti sebelumnya.
"Vic...?? Duduklah, Geffie membuat sarapan untuk kita." Ucap Garviil. Adiknya itu kemudian duduk.
"Thanks Gef.." Ucap Vicky.
"Sama-sama. Ayo makan, aku membuat sandwich tapi tadi aku memasukkannya sebentar ke oven, supaya roti nya ada bau-bau di panggang. Isinya daging dan sayur, ya seperti biasa." Geffie kembali tersenyum.
"Aku harap kalian berdua bisa menikmati sarapan ini dengan baik, dan tidak terlalu larut dalam kesedihan, Tiffany sudah beristirahat dengan tenang, dia juga pasti tidak ingin melihat kalian berdua kacau dan terus bersedih." Sahut Garviil. "Aku tahu ini berat tetapi hidup harus tetap berlanjut kan???" Garviil menepuk punggung adiknya untuk memberi semangat.
Vicky hanya diam dan dia memotong sandwich buatan Geffie. Meski sebenarnya dia tidak merasa lapar tetapi dia harus menghargai Geffie yang sudah membuatnya, selain itu tadi Vicky baru saja berbicara dengan Mama nya. Dan Mamanya juga sangat sedih dengan apa yang terjadi pada Tiffany, dan Mama nya selama ini ingin sekali bertemu dengan Tiffany dan belum.kesampaian tetapi apa mau di kata. Tiffany sudah pergi lebih dulu dari dunia ini.
"Tadi Mama meneleponku???" Tanya Garviil.
"Iya." Jawab Vicky singkat.
"Baguslah..!!! Mama pasti bicara banyak hal denganmu, dia sedih dan kemarin menangis ketika aku menghubunginya. Dia juga sangat mengkhawatirkan mu. Semoga setelah ini kau bisa merasa lebih baik."
"Aku sedang berusaha kak."
Garviil tersenyum. "Ayo habiskan sarapannya.!!!"
Mereka bertiga menikmati sarapannya masing-masing. Suasana masih belum.kembali seperti semula tetapi Garviil mencoba untuk bisa mencairkan suasana. dia juga masih sangat sedih atas kepergian Tiffany, dan masih mencoba mentelaah serta menerima jalan yang sudah Tuhan tentukan.
"Aku setelah ini akan pergi sebentar." Ucap Vicky.
"Pergi???? Kau mau kemana????" Tanya Garviil.
"Hanya sebentar saja." Vicky enggan memberitahu kakaknya kemana dia akan pergi.
"Biar aku yang mengantar mu." Sela Garviil.
"Tidak perlu kak, ada Geffie disini, temani saja dia, aku hanya akan pergi sebentar saja."
"ya tapi kemana??? Setidaknya beritahu aku, kau pergi kemana dan untuk keperluan apa, kau ingin ke cafe???? Aku akan mengantarmu kesana bersama Geffie."
"Tidak, aku tidak ingin ke cafe. Aku hanya ingin menemui tiffany."
Mendengar itu geffie dan Garviil saling melempar pandangan. "Menemui Tiffany???? Maksudmu???" Tanya Garviil yang tampak bingung.
"Ke makamnya."
"Oh... Ya sudah, biar supir mengantarmu ya??? Aku akan menghubunginya supaya dia datang. Kau jangan pergi sendirian, aku tidak mengijinkannya, mood mu sedang tidak baik. aku tidak bisa membiarkan mu mengemudi sendirian."
"Aku bukan anak kecil, aku tidak apa-apa."
"Kalau kau menolak di antar supir, aku justru tidak akan membiarkan mu pergi dari rumah."
Vicky menoleh menatap kakaknya yang tampak serius dengan ucapannya. "Oke oke, aku akan di antar supir."
"Ya sudah, aku akan menghubunginya supir supaya segera kesini, kau bisa bersiap setelah ini."
Vicky mengangguk, dan dia menghabiskan sarapan buatan Geffie. Rasanya enak sehingga Vicky menghabiskannya. "Gef, ini enak, thanks ya???" Ucap Vicky.
"Syukurlah kalau kau suka."
"Aku ke atas dulu, hubungi supirmu." Ucap Vicky pada Garviil dan garviil menganggukkan kepala nya. Vicky pun beranjak dari kursi dan kembali naik ke kamarnya. Meninggalkan Geffie dan Garviil.
"Apa tidak sebaiknya kita ikut saja dengannya???" Tanya Geffie.
"Tidak sayanh, Vicky butuh waktu menenangkan diri juga butuh untuk melepaskan semua kesedihannya. Membiarkan dia sendirian dan kita jangan mengganggunya."
"Tapi kalau terjadi apa-apa bagaimana???"
"Tidak akan, aku juga akan menyuruh supir mengawasi nya. Vicky tidak suka di ganggu jika ingin sendirian."
"Ya sudah kalau begitu."
"Tinggalkan piring kotornya disini, supaya Art yang membereskannya."
"Ah ya, Art mu dari Indonesia ya???"
"Iya, ada dua sebenarnya, yang satu adalah orang Indonesia, yang satu nya bule, tapi dia minta cuti dua hari karena ada acara keluarga jadi hanya ada satu sekarang."
Garviil tersenyum. "Dia anak dari pengasuhku saat kecil, jadi sudah mengenal lama keluarga ku, dia di minta Mama kesini dan mengurus rumah ini, dan dia sudah menikah dan punya anak. Dapat bule. Keren kan????"
"Dia menikah dengan orang sini???"
Garviil menganggukkan kepala nya. "Iya, dan tinggal tidak jauh dari sini, keluarga nya sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh Mama Papa, jadi meski dia sudah menikah, dia tetap bekerja disini dan mengurus rumah ini. Ya intinya orang kepercayaan Mama Papa."
"Oh jadi seperti itu."
"Ah iya, kebetulan, di belakang buah-buah sudah banyak yang matang dan siap di petik, aku sudah berjanji untuk mengajakmu melihat kebun kecilnya Mama, jadi kita nanti ke belakang ya??? Tapi menunggu Vicky berangkat dulu."
"Iya." Geffie mengangguk. Garviil mengambil ponselnya dan menghubungi supirnya agar segera datang untuk mengantar Vicky pergi.
****
Sekitar satu jam kemudian....
Vicky turun lagi dari kamarnya. Geffie dan Garviil sedang mengobrol di depan rumah sambil menyiram bunga yang ada di bagian halaman rumah. Supir juga sudah datang. Garviil meletakkan selang air dan menghampiri adiknya, begitu juga dengan Geffie.
"Kau sudah akan berangkat???" Tanya Garviil.
"Iya kak, aku berangkat dulu." Ucap Vicky.
"Oke, pergilah dan tenangkan dirimu, tapi jangan sampai kau melakukan sesuatu yang menyakiti dirimu. Kalau ada apa-apa hubungi aku."
Vicky menganggukkan kepala nya lalu pergi, masuk ke dalam mobil. Dan kemudian meninggalkan halaman rumahnya. Setelah adiknya pergi, Garvill melanjutkan lagi menyiram bunga karena tinggal sedikit lagi. Geffie juga mengambil beberapa tangkai bunga mawar cantik yang ada disini. Halaman depan rumah Mama Garviil cukup luas dan pagarnya juga dari tanaman yang di bentuk sedemikian rupa sehingga menampilkan kesan hijau dan sangat asri sekali. Benar-benar menunjukkan bahwa pemilik rumahnya sangat menyukai tanaman. Begitu cantik, asri dan sejuk. Sangat menyenangkan sekali jika tinggal disini. Bahkan Geffie bisa duduk berjam-jam dan tidak akan merasa bosan sama sekali. Tanaman dan pohon beraneka macam, membuat semakin nyaman.
Garviil kemudian mengajak Geffie untuk ke halaman belakang rumah, dimana disana juga ada berbagai tanaman, bunga, hingga pohon yang berbuah.
Lagi-lagi Geffie di suguhi oleh pemandangan hijau yang menyejukkan. Di bagian belakang rumah ini ada taman lagi dan kolam renang. Lalu ada pagar sederhana terbuat dari kayu yang di rangkai. Dan ada juga pintu kecik dari kayu juga yang ternyata menghubungkan halaman belakang rumah dengan kebun yang Garviil katakan bahwa itu adalah kebun milik Mama nya yang di tanami berbagai buah dan beberapa tanaman.
Kebun itu terlihat sangat terawat dan tidak ada satupun rumput liar yang mengelilingi nya. Hanya ada beberapa daun yang jatuh ke tanah. Kebun ini sepertinya di rawat dan di bersihkan setiap hari sehingga seperti ini.
"Ada tukang kebun yang setiap hari merawat, membersihkan dan menjaga serta merawat tanaman yang ada disini. Karena Mama memnag suka berkebun jadi Mama tidak mau kebunnya menjadi tidak terawat lalu rumputnya tinggi-tinggi. Dia sama sekali tidak suka hal itu, yang bisa mengundang hewan melata seperti ular ada disini jadi harus dirawat dan di bersihkan setiap hari." Ujar Garviil.
"Pantas bersih sekali. Eh ada pohon peach." Geffie berhenti di bawah pohon peach dan buahnya ternyata cukup banyak. Pohonnya juga rendah sehingga bisa langsung di ambil
Geffie mengambil buah peach itu satu. Dan menggigitnya langsung. Rasanya manis sedikit asam, sangat enak dan segar. Selain pohon buah peach, ada pohon lemon, apel, jeruk hingga stroberi, anggur dan pohon pir serta beberapa varietas tanaman buah yang lainnya, ada juga sayur hidroponik. Semua di jaga dengan sangat rapi sekali.
"Itu pohon cherry ya???" Tanya Geffie bersemangat.
"Iya, sedang berbuah banyak."
"Aku suka sekali cherry.." Geffie berlari ke arah pohon cherry itu. Mendongak dan melihat begitu banyak sekali buah cherry yang sudah memerah dan buahnya cukup besar-besar di banding buah cherry biasa nya. "Aku boleh mengambilnya???"
Garviol tersenyum. "Yg Tentu saja sayang, kenapa tidak. Sebentar ya aku ambil tangga dulu, aku akan memanjat dengan tangga, uhhhhh ntuk memtikkannya untukmu."
"Tangga??? Ahh tidak perlu, aku bisa memanjatnya sendiri."
"Memanjat????" Seru garviil. "Ahhh tidak-tidak....!!! Aku tidak akan membiarkan mu memanjat pohon yanv cukup tinggi ini."
"Tidak apa-apa, aku biasa memanjat pohon kok, jago. Kau tidak pernah melihatku memanjat pohon kan???"
"Tidak sayang... Yang benar saja kau akan memanjatnya. Ada-ada saja."
"Aku bisa kok, ini tidak terlalu tinggi. Boleh ya???"
"Nanti kau jatuh bagaimana???"
"Todak akan..!!! Lihat saja.." Geffie tersenyum dan melepaskan sandal nya kemudian mulai memegang pohon dan memanjatnya.
Garviil menarik kekasihnya yang hendak memanjat itu. "Nanti jatuh. Jangan...!! Aku akan mengambil tangga. Berdiri dan diam saja disini."
"Tidak akan jatuh... Kau ini kenapa khawatir sekali, aku sudah biasa tahu memanjat pohon seperti ini, biasanya aku memanjat pohon mangga dan jambu biji di samping rumah. Kau yang diam saja disini dan kalau bisa ambilkan tempat untuk menyimpan buah cherry nya. Oke???"
Geffie kembali berusaha untuk memanjat pohon cherry itu. Dan terlihat dia tidak kesulitan sama sekali. Garviil pun tidak berhenti memintanya agar berhati-hati. Dan tidak lama Geffie sudah berhasil melakukannya dan mulai berjalan dari ranting satu ke ranting yang lainnya. Kemudian mulai mengambil buah cherry nya dan memakannya di atas. Garviil hanya bisa ternganga, masih tidak menyangka jika kekasihnha yang terkenal kalem itu ternyata seperti spiderman yang bisa merangkak naik dengan tangan dan kaki. Geffie hanya terlihat kalem dari luar tetapi nyatanya dia perempuan yang jago memanjat pohon.
"Buahnya banyak dan sudah tua, bisakah kau mengambil kan ku tempat untuk bisa mengumpulkannya???" Teriak Geffie dari atas pohon.
"Iya...!!!" Ucap Garviil kemudian pergi untuk mengambil wadah yang bisa di gunakan untuk menampung buah cherry itu