Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Ringan Tanpa Beban



Garviil sampai lagi di cafe, ini sudah tengah malam dan dia akan beristirahat sebelum besok harus kembali bekerja di kantornya. Garviil pulang setelah mengunjungi Geffie, dan dia tidak ingin membuat gadis itu begadang karena keberadaannya karena Geffie juga besok harus ke kampus.


Garviil naik ke kamarnya, dan melepaskan jaketnya. Dia duduk sebentar di sofa. Hatinya begitu berbinar karena hubungannya dengan Geffie sudah tidak ada penghalang lagi. Kisahnya dan Bianca sudah tutup buku. Dan rasanya begitu ringan melepaskan beban berat di pundaknya. Dan kali ini dia juga tidak akan main-main dengan Geffie. Garviil ingin serius dan dia siap menunggu Geffie lulus kemudian mengikat perempuan itu. Toh Geffie juga sebentar lagi lulus, dan Garviil tidak akan masalah membiarkan Geffie meneruskan kuliahnya nanti. Saat ini Garviil hanya butuh mentalnya siap saja untuk bertemu dengan orang tua Geffie. Mengingat mereka juga punya nama besar dan pasti mereka cukup selektif memilih pasangan untuk putri mereka. Garviil benar-benar butuh mental yang sangat besar untuk nanti bisa menemui orang tua Geffie.


Garviil menoleh ketika ponselnya yang baru saja dia letakkan di meja berbunyi. Dia meraihnya dan kontak Mama nya muncul di layar. Garviil tersenyum. Sudah dua hari ini dia tidak bicara dengan Mama nya, dan dia merindukan nya. Mama nya ternyata melakukan panggilan video. Garviil lekas mengangkatnya. " Hai Mama sayang???" Sapa nya langsung.


"Hallo sayang, apa kau sudah tidur??? Mama mengganggumu ya???"


"Ah tidak sama sekali Ma, Garviil baru saja sampai. Mama apa kabar??? Apa Papa sedang ada di kantor???"


"Ya, Papa ada di kantor, Mama tadi baru saja bicara dengan adikmu, dan Mama sudah di beritahu segala nya oleh dia."


"Vicky memberitahu tentang apa???"


"Apa yang terjadi tadi disana, mengenai Bianca. Kau tahu bahwa Mama saat ini merasa bahagia sekali karena kau berhasil mengakhiri hubunganmu dengan Bianca, Mama juga tahu kalau ternyata selama ini dia membohongi kita semua tentang kelumpuhannya danĀ  Vicky memberitahu segala nya."


Garviil tersenyum. "Aku besok berniat menghubungi Mama dan memebritahu Mama, tetapi Mama sudah di beritahu Vicky. Iya Ma, memang itu ynag terjadi, dan aku merasa ringan sekarang. Aku bisa melepaskan beban berat di pundakku."


"Mama sudah sering memberitahu mu agar kau tidak perlu bersikap seperti itu tetapi kau tidak mendengarkan Mama dan tetap dengan keputusanmu, akhirnya yang menderita adalah dirimu sendiri."


"Tapi sekarang sudah tidak lagi kan??? Mama pasti senang sekali."


"Ya, Mama senang. Dan kau juga harus mengenalkan gadis cantik itu kepada Mama."


Garviil mengkerutkan dahi nya. "Gadis cantik itu???" Tanya nya.


"Ya, Vicky juga sudah memberitahu Mama bahwa kau sudah memiliki kekasih baru dan sangat cantik."


"Ah ya Tuhan..........!!!! Dia ember sekali."


Mama Garviil tersenyum. "Dan karena gadis itu, kau akhirnya menabrak tembok yang selama ini menghalangimu, agar kau bisa memiliki nya. Itu benar kan????"


"Ya Ma. Aku sangat menyukai nya dan dia adalah gadis yang baik, cantik dan cerdas. Sekali ,melihatnya Mama pasti akan menyukai nya. Aku sebenarnya juga baru saja pulang setelah menemui nya."


"Siapa namanya???"


"Geffie atau Aire, itu nama panggilannya. Dia imut, cantik dan sangat manis."


"Nama nya sangat bagus, dan wajahnya juga pasti sangat cantik sekali."


"Kapan kapan aku akan mengenalkannya pada Mama, dia masihh berkuliah dan akan lulus sebentar lagi."


"Mama akan sangat suka jika sudah melihat Geffie, dia yang selalu Garviil ingnkan selama ini, paket komplit untuk seorang menantu."


"Mama tidak sabar melihatnya."


"Garviil akan kirimkan fotonya pada Mama, tunggu sebentar." Garviil pun mencari fotonya dan Geffie kemudian mengirimkannya kepada Mama nya. Foto yang sebelumnya dia ambil saat ada di Washington Dc, di rumah kakak Geffie.



Garviil kemudian menghubungi Mama nya setelah mengirim foto itu. "Bagaimana Ma??? Dia sangat cantik kan???" Tanya Garviil meminta pendapat Mama nya.


Wanita setengah baya itu tersenyum. "Sangat cantik, bagaimana kalian bertemu???"


"Kami bertemu di cafe, dia pelanggan cafe. Saat pertama aku melihatnya datang aku langsung tertarik dan tidak bisa menahan diri untuk tidak mendekatinya, aku mendekatinya, menyapa nya dan berbicara serta berkenalan dengannya. Itu sangat luar biasa sekali Ma, kami dekat dan aku memintanya untuk menjadi kekasihku tetapi dia menolak karena kami baru mengenal tetapi dia mau memberi waktu untuk kami bisa lebih mengenal satu sama lain. Sembari meyakinkan dia, aku juga harus memikirkan cara untuk mengakhiri hubunganku dengan Bianca, karena aku tidak mau Geffie tahu mengenai Bianca, aku tidak mau kehilangan Geffie. Caraku menyingkirkan Bianca memang sangat kejjam tetapi itu tidak sebanding dengan caranya mempermainkan dan membohhongiku. Dan aku sekarang benar-benar menjadi kekasih Geffie, aku dan dia cocok sekali kan Ma???" Tanya Garviil.


Mama Garviil kembali tersenyum. "Cocok sekali, lebih cocok ini daripada sebelumnya. Dia terlihat baik dan tidak penuh kemunafikkan seperti Bianca. Mama sangat menyukai nya."


Garviil tersenyum, merasa senang dengan penerimaan Mama nya terhadap Geffie. Ini semakin membuat Garviil yakin sekali dengan keseriusannya terhadap Geffie. "Garviil senang, Mama menyukai Geffie."


"Mama juga senang saat tadi melihat Tiffany. Dia cocok dengan Vicky, dia sepertinya juga gadis yang baik."


"Jadi Mama juga sudah melihat Tiffany???"


"Iya, tadi Vicky bilang sedang ada di tempat Tiffany, Mama berkenalan dengannya."


"Tiffany adalah sahabat Geffie Ma, mereka satu kampus, Vicky mengenal Tiffany juga dari Geffie."


"Itu artinya, Tiffany juga pasti baik seperti Geffie. Iya kan???'


Garviil menganggukkan kepala nya. Dia sendiri sering mendengar tentang Tiffany dari Gffie dan Tiffany memang irang yang sangat baik. "Tapi Mama harus memberitahu Vicky agar berhenti bersikap sesuka nya, dia harus berubah jadi lebih baik dan berhenti mengejar gadis-gadis bodooh seperti sebelumnya, dan agar dia juga tidak mempermainkan Tiffany, karena kalau itu terjadi, aku dan Geffie juga pasti kena imbasnya. Tiffany kan sahabat Geffie."


Mama Garviil tertawa. "Iya, Mama akan coba memperingatkan Vicky nanti agar jangan mempermainkan Tiffany, sekarang kau beristirahatlah, disana pasti sudah tengah malam. Kau juga harus ke kantor kan???"


"Iya Ma."


"Salam untuk Geffie dan jangan lupa kenalkan dia pada Mama."


"Beres.... !!! Aku mencintai Mama, selamat siang..." Garviil pun menutup panggilannya. Dia menyandarkan punggungnya di sofa dan merasa lega sekali. Semua terasa sangat indah. Masa depannya terasa nyata saat ini, dan tidak abu-abu lagi seperti sebelumnya.