
Beberapa hari kemudian......
Garviil dan Geffie kembali lagi ke Amerika. Tetapi Garviil akan mengajak Geffie ke Boston dulu sebelum nanti weekend mengantarnya ke Washington dc. Garviil akan mengajak Geffie untuk memilih beberapa gaun yang nanti akan di gunakan Geffie untuk acara mereka dari lamaran hingga gaun untuk pernikahan. Garviil akan mengajak Geffie ke butik milik sahabatnya. Geffi juga bisa memilih sendiri gaun seperti apa yang di inginkannya untuk di pakai nanti.
Acara lamaran, pertunangan hingga pernikahan sudah di tentukan dan semuanya akan di lakukan di Amerika agar tidak mengganggu waktu Geffie dan Garviil yang memang tinggal disana. Dan keduanya juga akan mulai untuk merancang konsep pernikahan mereka.
"Jadi Apakah kau sudah menentukan akan melakukan acaranya di mana tanya Garfield pada Geffie yang duduk di sebelahnya."
"Jujur aku belum memiliki gambaran akan seperti apa nanti acara pernikahan kita jadi kau jangan buru-buru bertanya seperti itu kita akan memikirkannya nanti."
Garfield terkekeh. "Iya biasanya kan kalau perempuan sudah punya bayangannya sendiri dia memimpikan pernikahan yang seperti apa tapi kalau ternyata kau belum memikirkannya ya memang kita masih punya banyak waktu untuk bisa memikirkan itu."
Geffie mau lihat ke arah jemarinya yang sudah melingkar cincin pemberian dari Garfield dia juga sudah tahu bahwa cincin itu adalah peninggalan dari Oma Garfield Geffie merasa sangat senang sekali cincin itu menandakan bahwa dia diterima sangat baik oleh keluarga Garfield
"kenapa kau terus memandangi cincin itu itu cincin lama apa menurutmu tidak terlihat kuno???" tanya Garfield
"kuno??? terlihat Kuno dari mana ini itu cincin peninggalan dari mendiang omahmu yang artinya bahwa cincin ini sangat spesial bahkan omahmu sendiri sudah berpesan jika kau menemukan perempuan yang terbaik maka kau harus memberikan cincin ini kepada perempuan itu lalu sekarang cincin ini ada bersamaku itu artinya bahwa aku adalah perempuan yang terbaik menurutmu, terima kasih"
"Ya itu benar sekali dan apa kau tahu bahwa saat aku berencana bertunangan dengan Bianca Mama tidak pernah memberikan cincin ini kepadaku untuk diberikan kepada Bianca, aku juga sempat bertanya kepada Mama kenapa Mama tidak melakukan hal itu dan jawaban Mama adalah karena sejak awal Mama tidak yakin bahwa Bianca adalah perempuan yang baik untuk Mama juga sejak awal tidak merestui hubunganku dengan Bianca dan dia tidak menyukai Bianca tetapi ketika pertama kali aku menunjukkan fotomu kepada Mama, dia sudah sangat menyukaimu dan menyayangimu apalagi saat kau datang ke rumah kami dan bertemu dengan mama langsung. Mama benar-benar sangat menyayangimu dan sangat menyukaimu Itulah kenapa akhirnya dia memberikan cincin ini kepadaku untuk diberikan kepadamu sebagai tanda bahwa kau adalah calon istriku."
"aku benar-benar tidak menduga bahwa mamamu akan seperhatian itu dan sesayang itu kepadaku."
"Karena biasanya insting seorang ibu sangat kuat, meski belum bertemu dan hanya sekedar melihat, Mama sudah bisa langsung menyayangimu. Itu juga yang dilakukannya dulu pada Bianca hanya saja kebalikan darimu, Mama langsung tidak menyukainya meskipun Bianca men coba untuk bisa dekat dengan Mama tetapi nyata nya dia tidak bisa mengambil hati Mama. " Ucap Garviil. "Oh iya, nanti sore aku akan mengajakmu ke butik milik temanku, kau bisa berdiskusi dengannya, kita istirahat sebentar lalu kita kesana, aku sudah atur janji kemarin."
"Iya."
Garviil tersenyum. "Kamarmu juga sudah di siapkan, kau bisa langsung istirahat dengan nyaman pokoknya." Garviil meraih jemari Geffie yang duduk di sebelahnya dan mengecupnya dengan lembut.
****
Beberapa jam kemudian.
Garviil dan Geffie sampai di rumah Garviil. Mereka tadi di jemput oleh supir. Keduanya turun dari mobil, dan supir mengambil koper kedua nya dari bagasi dan membawa nya masuk ke dalam rumah. Garviil mengajak Geffie masuk supaya bisa langsung beristirahat. Masih ada beberapa jam untuk istirahat sebelum nanti sore pergi ke butik.
"Kau ingin minum yang dingin atau hangat???" Garviil menawarkan kepada Geffie.
"Um, aku mau jus jeruk saja, tambah banyak es, supaya segar."
Garviil tersenyum. "Oke." Garviil membawa koper Geffie ke kamar tamu yang akan di tempati oleh kekasihnya itu. Setelahnya dia menyuruh Geffie agar beristirahat dan minumannya nanti akan di antar oleh asisten rumah tangga nya.
Garviil keluar dan memanggis Art nya agar membuatkan jus untuknya dan Geffie.
Geffie melepaskan sepatu nya dan langsung berbaring di tempat tidur. Perjalanan yang melelahkan sekali dari Indonesia. Dan Geffie juga butuh tidur untuk beberapa jam, setidaknya itu bisa membuatnya merasa lebih baik. Tidak lama jus yang di pesannya datang. Geffie langsung menghabiskannya dan kembali berbaring lalu dia tertidur.
Sore harinya Geffie dan Garviil pun pergi ke butik milik sahabat Garviil. Yang ternyata itu adalah butik yang sama tempat dimana dulu Bianca melakukan fitting gaun pengantin. Butik itu memang milik dari Paul yang di kelola oleh orang lain yang juga kenal dengan Garviil yaitu Michael.
Sampai di butik itu, Garviil menggandeng tangan Geffie dan memasuki butik itu. Kehebohan pun terjadi ketika Michael berteriak dan melompat kegirangan melihat Garviil dan Geffie. Sudah lama Michael tidak bertemu Garviil, bahkan hampir sekitar satu tahun. Dulu Garviil menyerahkans emuanya pada Bianca agar Bianca mengurus sendiri mengenai gaun yang akan di buat oleh Michael sehingga Bianca lah yang lebih banyak bertemu dengan Michael.
"Oh God, Garviil....!!!! You finally visited me too."Michael memeluk Garviil dan Geffie hanya senyum-senyum melihat kehebohan Michael. Sudah lama sekali Michael atau dia lebih suka di panggil Michelle itu tidak bertemu dengan Garviil.
"Yes, I came with my new lover, it's beautiful....??" Tanya Garviil. Garviil memberitahu pada Michael jika dia fmdatng membawa kekasih barunya dan meminta pendapat Michael mengenai Geffie, cantik atau tidak.
Garviil dan Geffie pun terkekeh."Okay, you are the most beautiful. Then can you show all your wedding dresses to my girlfriend here, explain to her which dress is suitable for her to wear. Uh but first introduce, she is Geffie, my future wife." Garviil mengiyakan ucapan Michael, bahwa Michael adalah yang paling cantik. Kemudian Garviil menyuru Michael menunjukkan semua gaun pengantin karya nya kepada Geffie dan menj jelaskan kepadanya gaun mana yang sekiranya cocok untuk di gunakan Geffie. Tetapi Garviil lebih dulu mengenalman Geffie, calon istrinya.
Michael tersenyum kemudian memeluk Geffie. "Hi Geffie dear, you're so beautiful. I'm Michelle. Michael is my real name but I prefer to be called Michelle."Hai Geffie sayang, kau cantik sekali. Aku Michelle. Michael nama asli ku tapi aku lebih suka di panggil Michelle."
"Hay Michelle.." Ucap Geffie.
"There are so many dresses here, you can choose from them or you can directly ask me what kind of wedding dress you want, I will make a design for you." Michael mengatakan pada Geffie bahwa ada banyak sekali gaun disini, Geffie bisa memilihnya atau bisa langsung meminta ingin gaun pernikahan seperti apa, Michael akan membuatkan desain untuk Geffie nantinya.
"Come with her, I'll be waiting here." Ucap Garviil menyuruh Geffie ikut dengan Michael, dan dia akan menunggu disini.
"You're not coming?" Tanya Michael. "Just coming." Michael menyuruh Garviil ikut saja. Michael menarik lengan Garviil dan mengajak nya ke ruangannya bersama Geffie untuk memilih desain gaun yang di inginkan Geffie. Ketiga nya kemudian pergi masuk ke ruangan Michael.
Mereka di persilahkan oleh Michael untuk duduk. Dan memulai perbincangan.mereka membahas gaun. Michael dengan ramah meminta Geffie menjelaskan ingin seperti apa gaun pernikahan yang di inginkan nya sembari Michael memegang pensil dan buku untuk menggambar rancangan gaun yang di minta Geffie. Sesekali Garviil juga memberikan pendapatnya.
Cukup lama mereka berbicara sampai kemudian Michael menunjukkan gambar gaun yang di inginkan oleh Geffie. Ada gaun untuk lamaran dan juga gaun untuk acara resepsi. Geffie tidak terlalu menginginkan gaun yang rumit, dia hanya ingin gaun sederhana dan tetap terlihat elegan. Sedangkan untuk akad nikah, Geffie memutuskan memakai pakaian milik Mama nya, pakaian yang sama yang di gunakan oleh Mama nya saat dulu menikah dengan Papa nya. Baju ith masih sangat bagus karena Mama nya menyimpannya dengan sangat baik sekali meski sudah berpuluh-puluh tahun, tetapi masih sangat layak pakai.
Melihat Gaun yang di inginkan Geffie, Garviil dan Michael pun di buat kagum, karena Geffie tidak banyak meminta ini itu untuk gaunnya. Geffie hanya ingin di acara resepsi nya dia memakai gaun backless dress dari satin, tanpa memakai hiasan apapun. Gaun itu akan terlihat sederhana tetapi tetap terkesan elegan. Apalagi Geffie memiliki tubuh yang ramping dan mungil membuatmya akan terlihat menawan nanti nya. Sedangkan untuk acara lamaran dan pertunangan, Geffie menginginkan Strapless dress. Gaun tanpa strap di bagian bahu sehingga gaun ini akan mengekspos bagian bahu, dan Gaun model ini akan dipilih karena mampu membuat leher terlihat lebih jenjang sehingga memberikan kesan lebih tinggi pada yang mengenakannya. Dan lagi-lagi Geffie tidak menginginkan gaun yang rumit, dia hanya ingin gaun dengan potongan sederhana tetapi tetap cantik untuk di kenakan.
Michael memuji selera Geffie. Gadis cantik di depannya itu sangat jauh berbeda dengan Bianca. Ya, Michael juga tentu kenal Bianca, mantan Tunangan Garviil atau Garviil. Perempuan itu begitu rumit ketika dulu memintanya untuk.membuatkan gaun untuk pernikahannya, hingga beberapa kali Michael harus mengalami perdebatan yang cukup panjang dengan Bianca. Tetapi Michael tentu mencoba memahami karena Bianca adalah kekasih Garviil yang adalah kenalan baiknya. Michael juga sdah mendengar semua cerita dari Paul mengenai alasan Bianca tidak jadi menikah dengan Garviil. Sebagai seorang teman, Michael tentu merasa kasihan kepada Garviil dan kecewa dengan Bianca yang mengkhianati Garviil serta membohongi nya, padahal Michael tahu, Garviil adalah laki-laki yang sangat baik sekali. Sekarang Michael senang sekali karena Garviil sudahenemukan gadis yang begitu cantik seperti Geffie. Cantik, penampilannya sangat sederhana dan tidak begitu mencolok seperti Bianca. Tetapi Michael juga tahu dari Paul bahwa Geffie adalah anak dari orang yang laya raya di negara nya, sehingga tadi Michael sangat terkejut ketika melihat penampilan Geffie yang seperti gadis biasa pada umumnya.
Michael kemudian mulai mengukur Geffie. Supaya dia bisa segera menyiapkan gaun itu sehingga nanti bisa di gunakan Geffie tepat waktu. Setelah selesai mengukur, Garviil pun langsung berpamitan dengan Michael. "Okay Michelle if that's enough, we have to say goodbye. We just got back from Indonesia this afternoon so we both need to rest." Garviil merasa ini sudah cukup, dia dan Geffie harus berpamitan. Siang tadi mereka baru kembali dari Indonesia jadi mereka berdua butuh istirahat.
Michael tersenyum. "Yes, it's done and I'll start working on it tomorrow, when it's done I'll contact you dear Garviil." Ucal Michael, ini memang sudah selesai dan dia akan mulai mengerjakannya besok, kalau sudah beres dia akan menghubungi Garviil. Tubuh gemuIai Michael kemudian memeluk Garviil.
"Okay, Thanks..."
"You're welcome.." Michael kemudian cipika-cipiki dengan Geffie.
Garviil dan Geffie pun bersama dengan Michael hendak keluar dari ruangan itu, tetapi tiba-tiba pintu di buka dari luar oleh seseorang, membuat ketiga nya terkejut. Mereka semakin terkejut lagi ketika melihat siapa yangembuka pintu itu. Dan ternyata itu adalah Bianca.
"Michelle... I want you....????" Suara Bianca terhenti ketika dia berhadapan dengan Garviil dan Geffie yang sedang berpegangan tangan.
"Sorry, I asked Miss Bianca to wait but she insisted on coming in." Seseorang di belakang Bianca meminta Maaf, dia memberitahu Michael jika tadi dia sudah meminta Bianca menunggu tetapi dia tetap memaksa masuk. Sahut salah seorang pegawai Michael yang berdiri di belakang Bianca.
"Michelle.." Garviil menoleh ke belakang. "No need to take us to the front, just serve your customers, we can go out ourselves. " Garviil meminta Michael Tidak perlu mengantar nya dan Geffie ampai di depan, dan menyuruh mleayani saja customer nya ini, karena mereka bisa keluar sendiri. Garviil kemudian dia mengajak Geffie keluar dari ruangan Michael.
Bianca hanya diam dan sama sekali tidak menyangka jika di ruangan ini ada Garviil dan juga perempuan itu, perempuan yang sama yang dulu di lihatnya saat berada di rumah Garviil. Siapa lagi jika bukan Geffie.
Michael mengangguk. "Oke thanks Viil" Michael tersenyum, dan sebenarnya dia juga terkejut karena kedatangan Bianca yang tiba-tiba. Biasanya Bianca akan mengatur janji dulu dengannya sebelum datang. "Bianca, come sit down... Why don't you set up an appointment first, do you usually call me?" Michael mempersilahkan Bianca duduk dan menanyakan kenapa Bianca tidak.mengatur janji dulu, biasanya Bianca akan menghubungi nya. Tanya Michael.
"I was passing by and decided to stop by." Jawab Bianca, dia mengatakan jika dia hanyalewat dan memutuskan mampir. Bianca pun duduk di sofa. Dan matanya tertuju pada desain sketsa gaun yang ada di buku Michael yang berada di atas meja. Dan disana juga ada nama Geffie serta ukuran dari badan Geffie, juga ada nama gaun itu dimana tertulis bahwa gaun itu untuk.pernikahan Geffie. "Is that woman measuring clothes here? And it says this is her wedding dress, you mean she's getting married to Garviil????" Bianca bertanya apakah perempuan itu mengukur pakaian disini??? Dan disini tertulis ini gaun pernikahannya,. Bianca bertanya apakah maksudnya perempuan itu akan menikah dengan Garviil?. Bianca menyelidik.
Michael langsung meraih buku miliknya dari tangan Bianca. "It's very rude of you to read my book." Dengan jengkel Michael mengatakan bahwa Bianca tidak sopan sekali membaca buku miliknya.
"I didn't see it on purpose, is it my fault?" Bianca membela diri. "Did Garviil take her to make the wedding dress here???" Bianca mengatakan jika dia tidak sengaja melihatnya, memangnya itu salahknya. Bianca membela diri. "Apa Garviil mengantarnya untuk.membuat gaun pernikahan disini???" Tanya Bianca lagi.
"None of your business. My customers are not just you and I have the right to keep all information about my customers and boutique visitors private." Sahut Michael ketus. Itu bukan urusan Bianca. Pelanggan nya tidak hanya Bianca saja dan Michael punya hak untuk menjaga segala informasi mengenai pelanggan serta pengunjung butiknya. Ucap Michael mempertegas agar Bianca tidak terlalu banyak bertanya mengenai urusan orang lain. Apalagi Michael tahu masalah yang sebelumnya terjadi antara Garviil dan Bianca.