
Garviil Ariel dan Michael akhirnya kembali lagi ke rumah sakit setelah makan siang. Mereka pun akan kembali lagi ke ruang perawatan Vicky dan Michael akan menjenguk Vicky. ketika berjalan menuju ruangan perawatan Vicky mereka berpapasan dengan Ciara, perempuan itu tampak berjalan dan sepertinya hendak keluar. Garviil bertanya kepada Ciara akan pergi ke mana dan Ciara menjawab bahwa dia akan pergi ke kantor Polisi untuk memberi Keterangan mengenai kejadian penusukan itu dan saat ini Vicky masih tidur dan ditunggui oleh Geffie. Setelah Ciara berpamitan, Garviil, Ariel dan Michael pun menuju ke ruangan perawatan Vicky.
Sampai di ruangan perawatan Vicky. Mereka pun masuk dan Geffie sedang duduk di sofa dan bermain ponsel. Geffie berdiri ketika melihat suaminya dan juga Papanya datang lalu dia tersenyum ketika melihat Michael dan menyapa Michael dengan ramah. "Hai Michelle, You're right here???" Tanya Geffie.
"Hi Mrs. Garviil. How are you? I'm here because I wanted to see Vicky, actually I came earlier but your husband invited me to have lunch together, so I haven't had a chance to come in and say hello." Michael menyapa Geffie dan menanyakan kabar Geffie serta memberitahu jika dia berada di sini karena ingin menjenguk Vicky, sebenarnya sudah sejak tadi dia datang tetapi suami Geffie mengajaknya makan siang bersama, jadi Michael belum sempat masuk dan menyapa Geffie.
"Oh so you've been here since earlier. Vicky is still sleeping and Ciara must have said goodbye to me, she wanted to go to the police station." Ucap Geffie. Lalu menjelaskan jika Vicky masih tidur dan Ciara pasti berpamitan kepada nya, katanya ingin pergi ke kantor polisi.
"Kami bertemu dengannya tadi di koridor." Sahut Garviil.
"Oh.. Sudah bertemu."
"Vicky masih tidur???" Tanya Garviil.
"Iya, dia masih tidur dan sepertinya tidurnya sangat nyenyak sekali, Ciara berpamitan kepadaku akan pergi keluar setelah tadi kau mengabariku bahwa kau sedang kau akan kembali ke sini."
"Ya seharusnya ada yang mengantarnya, kasihan dia pergi sendirian dan aku juga sebenarnya ingin ke kantor polisi dan melihat serta bertemu laki-laki bernama Devan itu."
"Nanti kau pergi dengan Vicky saja kalau dia sudah sembuh. Oh ya Sayang, besok kau pulang saja ke Boston dengan Papa dan juga Michelle biar aku disini yang menemani Vicky, berharap sih lusa Vicky sudah diizinkan pulang dan kalaupun kondisinya belum begitu baik ya biar dia dirawat di rumah sakit yang ada di Boston saja."
"Oke baiklah kalau begitu, aku akan kembali dengan papa dan Michelle besok."
"Geffie kau ikut Papa ke hotel sekarang ya?? Ini tadi suamimu membeli makan siang untukmu, kau bisa memakannya di hotel, kau juga pasti lelah, biar suamimu dan juga Michelle ya menjaga Vicky di sini."
Geffie menganggukkan kepalanya dia akan bersiap untuk kembali ke hotel bersama dengan Ariel. Geffie juga tidak ingin terlalu banyak orang berada di sini, kasihan Vicky tidak bisa beristirahat dengan nyaman nanti, mungkin lebih baik memang Garviil yang berjaga di sini sembari menunggu Ciara, dan juga ditemani oleh Michael.
****
Vicky akhirnya bangun dari istirahat siangnya dan dia tidak mendapati Ciara, Geffie ataupun Ariel berada di ruangannya seperti tadi. Tetapi dia justru mendapati ada kakaknya dan juga Michael atau Michelle yang berada di sini. "ke mana yang lain???" tanya Vicky.
"Geffie dan Papa kembali ke hotel sedangkan Ciara pergi ke kantor polisi dan Michelle datang untuk menjengukmu." ucap Garviil
Michelle berdiri. Dan Dia mendekati ranjang Vicky kemudian menanyakan keadaan Vicky. Vicky pun mengatakan bahwa dirinya sudah jauh lebih baik dan berterima kasih kepada Michelle karena sahabat baik kakaknya itu sudah jauh-jauh datang untuk menjenguknya.
"Sebenarnya selain untuk menjengukmu, Michelle juga ingin menyampaikan sesuatu dan tadi kami sudah mengobrol panjang lebar dan dia memberitahukan berbagai hal kepadaku, aku rasa kau juga harus mendengar nya karena ini berhubungan dengan kita terutama dirimu sih." Ucap Garviil.
"Tentang apa???"
"Tentang Bianca." jawab Garviil. "Michelle bercerita panjang lebar kepadaku mengenai kedatangan Bianca beberapa waktu yang lalu ke butiknya dan ini mengenai pembalasan dendam yang sedang direncanakan oleh Bianca."
"Balas dendam??? balas dendam bagaimana???"
"Ya, Bianca sedang merencanakan sesuatu tentang pembalasan dendam kepada kita, tidak hanya kita saja tetapi Bianca juga merencanakan balas dendamnya kepada Geffie karena Geffie menikah denganku."
"Aku masih belum mengerti. Bisakah kau Jelaskan Lebih detail lagi???" Pinta Vicky.
Garviil kemudian meminta Michael untuk menjelaskan dengan detail semuanya sehingga bisa mengetahui dan juga mungkin Vicky nanti bisa mengambil sikap. Michael kemudian menjelaskan Semuanya dari awal sampai akhir kepada Vicky dan Vicky tampak menyimak dengan sangat baik semua yang dikatakan oleh Michael. Sesekali Vicky mengernyit karena merasa kesal dengan apa yang sudah Bianca rencanakan kepadanya dan juga kepada kakaknya untuk balas dendam. Perempuan itu memang tidak tahu diri dan tidak tahu malu sehingga berani sekali Merencanakan hal selicik itu hanya untuk balas dendam karena seharusnya bisa sadar diri dan menyadari kesalahannya bukan malah menumpuk dendam yang sebenarnya adalah diakibatkan oleh kesalahannya sendiri.
"Jadi intinya adalah Bianca telah menyuruh seseorang untuk mewakilinya balas dendam kepada kita." Gumam Vicky.
"Ya aku menangkap dari penjelasan Michelle sepertinya dia telah mengirim seseorang mungkin untuk memata-matai kita, atau bahkan mungkin untuk mengeksekusi rencananya hanya saja aku sampai saat ini tidak tahu rencana balas dendam seperti apa yang dia akan lakukan, aku rasa sepertinya kita harus berhati-hati terhadap orang baru yang mencoba untuk mendekati kita, entah siapapun itu dan apapun tujuannya itu semua patut dicurigai. Ya wajar Michelle langsung ke sini dan ingin bertemu denganmu ketika dia mendapat informasi bahwa kau ditusuk. Michelle takutnya ini ada hubungannya dengan Bianca tetapi syukurlah ini tidak ada hubungannya sama sepertinya ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Bianca, pure karena ini adalah sebuah kecelakaan dan Devan juga tidak ada hubungan apapun dengan Bianca, dia hanya mantan kekasih dari Ciara."
"Kau benar Kak, tetapi tidak ada salahnya kita harus berhati-hati lalu apa rencanamu???" Tanya Vicky.
"Ya aku tadi juga sudah bicara dengan Papa, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah kita harus menyelidiki permasalahan ini dan mencari tahu siapa orang yang dikirim oleh Bianca untuk memata-matai kita ataupun untuk membuat kita jatuh ke dalam jebakannya. Karena hal ini tidak bisa kita biarkan begitu saja, Bianca sangat licik dan kita juga harus berhati-hati, Papa juga akan mengirim orang untuk memata-matai Bianca nanti, karena Bianca harus di selidiki dan juga melihat siapa saja yang di temui olehnya. Sehingga kita bisa tahu siapa orang yang dia kirim untuk mengeksekusi rencana balas dendamnya."
****
Ariel duduk di kursi dekat dengan jendela kamar nya begitu juga dengan Geffie. Lalu Geffie membuka makanan yang di belikan oleh suaminya tadi di restoran kemudian mulai memakannya.
Ariel tersenyum melihat putrinya menikmati makanan itu. Sungguh sejak tadi dia datang, Geffie tidak memudarkan senyum nya dari wajah cantiknya itu. Pernikahan putrinya itu telah membawa kebahagiaan baru dan Garviil juga sangat menyayangi Geffie. Ariel berharap putrinya bisa lebih berbahagia lagi ke depannya dan menjadi istri yang baik serta ibu yang baik dan luar biasa kelak jika sudah memiliki anak.
"Papa sangat senang melihatmu bahagia seperti ini, tapi ini masih masa pengantin baru jadi kau harus menikmati kebahagiaanmu dengan baik dan juga kau harus ingat bahwa setiap hubungan Apalagi itu adalah buah pernikahan maka kau dan suamimu juga harus bisa memahami dan melengkapi kekurangan serta kelebihan diantara kalian. Papa sejak dulu selalu berharap dan berdoa supaya anak-anak Papa mendapatkan laki-laki yang benar-benar tulus mencintai mereka dan juga menyayangi mereka. Papa juga selalu berdoa agar pasangan dari anak-anak Papa bukanlah pasangan yang buruk seperti Papa dulu, kau pasti tahu betapa jahat dan kejamnya Papa dulu."
"Diiihh Papa kok bicara seperti itu sih, itu kan masalalu, Papa juga sudah menjadi lebih baik, bahkan bagiku dan kak Gienka, Papa adalah superhero kami. Manusia pasti punya masalalu yang tidak baik, tetapi kalau dia benar-benar ingin berubah, pasti dia akan selalu menjadi lebih baik lagi daripada sebelumnya. Papa tidak jahat dan kejam kok."
Ariel tersenyum. " Apa kau tahu bahwa Papa selama ini selalu dihantui oleh rasa bersalah dan takut kesalahan Papa dulu akan berdampak kepada kedua Putri Papa, orang selalu bilang bahwa segala perbuatan itu akan menuai karmanya dan Papa sangat takut itu akan terjadi kepadamu dan juga kakakmu. Itulah kenapa Papa selalu berdoa agar Tuhan mau memaafkan kesalahan di masa lalu Papa dan Tuhan tidak menghukum Papa lewat kalian berdua. Papa sangat takut sekali tetapi Papa melihat bahwa kau dan kakakmu sudah menemukan laki-laki yang tepat, suami yang tepat yang keduanya sangat mencintai kalian."
Geffie meletakkan sendok yang dipegangnya lalu meraih jemari Ariel dan menggenggamnya, kemudian menatap Papanya Itu sambil tersenyum. "Tuhan itu maha pemaaf Papa dan aku sangat yakin ketika Papa menyadari kesalahan Papa dan meminta ampunan, Tuhan pasti sudah memaafkan dan mengampuni kesalahan Papa. Itulah kenapa ketakutan Papa akan Karma atas perbuatan Papa di masa lalu tidak akan pernah terjadi karena Papa juga selalu mendoakan anak-anak Papa agar mereka bisa menjadi orang yang baik dan menemukan laki-laki yang baik pula yang mau menerima dan mencintai mereka dengan tulus. Papa sudah berhasil mendidik kami menjadi seperti saat ini dan segala doa baik dari Papa untuk kami pasti satu persatu akan dikabulkan oleh Tuhan. Papa jangan memiliki pemikiran yang buruk, lebih baik Papa terus mendoakan aku dan juga Kak Gienka supaya kami berhasil dalam segala hal termasuk berhasil membina rumah tangga yang bahagia dan sempurna seperti apa yang kami inginkan." Ujar Geffie.
"Tentu saja Papa akan selalu mendoakan anak-anak Papa. Dan Papa sangat senang di usiamu yang masih sangat muda Kau mengambil keputusan besar dalam hidupmu dan kau harus selalu bersyukur memiliki Garviil yang terlihat sangat mencintaimu."
"Terima kasih Papa karena Papa sudah memberikan Restu Papa untukku dan juga Garviil, kami baru memulai hidup baru kami, semoga kedepannya kami bisa semakin berbahagia setiap harinya."
Ariel menganggukkan kepalanya. "Geffie sayang, tadi Papa di restoran mengobrol dengan Garviil dan juga Michelle sahabat Garviil, kami mengobrolkan sesuatu yang serius dan juga sedikit mengkhawatirkan."
Dahi Geffie berkerut. " mengobrollkan hal serius dan mengkhawatirkan??? Memangnya kalian mengobrolkan apa???"
"Kami membahas Bianca, kalau Papa boleh bertanya apakah kau mengenal Bianca dan Apakah kau sudah bertemu sudah pernah bertemu dengannya???"
"Bianca??? Apa maksud Papa Bianca mantan kekasihnya Garviil???"
Ariel mengangguk. "Ya. Apa kau mengenalnya atau kau mungkin pernah bertemu dengannya dan sebenarnya kisah seperti apa yang terjadi antara Garviil dengan Bianca, apa Garviil pernah menceritakan tentang Bianca kepadamu???"
"Aku pernah bertemu dengannya dua kali, saat aku ke rumah Garviil di Jakarta dan saat aku dan Garviil ke butik Michelle, tidak sengaja bertemu dengannya. Bianca adalah mantan kekasih Garviil sebelum Garviil bersama denganku perpisahan mereka memang cukup dramatis dan ceritanya sangat panjang dan Garviil menceritakan semuanya kepadaku." Garviil memulai ceritanya. "Jadi Garviil dan Bianca dulu adalah sepasang kekasih, mereka berpacaran selama beberapa tahun lalu bertunangan, karena kesibukan yang luar biasa Garviil tidak terlalu memperhatikan Bianca, dia sibuk dengan pekerjaannya sehingga Bianca merasa kesepian dan diabaikan. Dan di masa itulah cinta Bianca kepada Garviil mulai goyah. Bianca ternyata diam-diam bermain di belakang Garviil. Bianca berselingkuh dari Garviil dan parahnya hubungan Bianca itu sudah melewati batas, di mana Bianca menghianati dan tidur bersama dengan lelaki selingkuhannya itu lalu Bianca hamil. Tentu saja itu bukan bayi Garviil karena Garviil tidak pernah melakukan hubungan di luar batas normal kesopanan."
Geffie menarik napas kemudian menghela nya. "Garviil sangat baik sehingga Bianca ingin memanfaatkan kebaikan Garviil itu untuk memenuhi keegoisannya, saat itu mereka sedang di mobil. Garviil mengemudikan mobilnya dengan Bianca duduk di sebelahnya, ketika itu juga sedang hujan, lalu Bianca mengungkapkan semuanya kepada Garviil bahwa dia berselingkuh dari Garviil dan saat itu dalam kondisi hamil bersama dengan selingkuhannya, mendengar itu tentu saja Garviil sangat marah sekali. Lalu dalam kemarahannya Garviil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari mobil Garviil kecelakaan. Garviil sih tidak terlalu parah berbeda dengan Bianca, dia mengalami cedera di otot kakinya sehingga dokter memvonisnya lumpuh. Bianca menangis dan menyalakan Garviil hingga akhirnya Garviil mengambil keputusan untuk bertanggung jawab dan tidak membatalkan pertunangannya dengan Bianca akhirnya hubungan mereka tetap berjalan meskipun Garviil tahu bahwa dia telah dikhianati begitu besarnya hingga Garviil sebenarnya sangat sulit untuk memaafkan kesalahan Bianca." Ujar Geffie kemudian melanjutkan lagi. " Selain itu Bianca juga mengalami keguguran, ya pada akhirnya hubungan itu tetap berjalan dan dengan rasa bersalahnya Garviil tetap mencoba untuk bersama dengan Bianca bahkan Berencana untuk untuk menikah, meskipun sebenarnya setiap hari cinta yang dimiliki Garviil hilang secara perlahan untuk Bianca hingga Garviil benar-benar tidak bisa untuk mencintai Bianca lagi. Meskipun mereka sudah bertunangan dan berencana menikah, apa yang sudah dilakukan Bianca membuat Garviil sangat trauma dan terikat dengan tanggung jawabnya untuk tetap bersama Bianca. Garviil dilema."
"Lalu???" tanya Ariel yang tampak penasaran. "Lalu bagaimana hubungan itu pada akhirnya berakhir???"
"Di tengah kegalauan Garviil saat itu, dia bertemu denganku di cafenya. kami tentu saja berteman dulu dan aku sama sekali tidak tahu bahwa dia ternyata sudah bertunangan. Dan perasaan Garviil pada Bianca sudah benar-benar mati hingga akhirnya dia bertemu denganku lalu pertemuan itu membuat dia dekat dengan ku dan merasa bahwa dia jatuh cinta kepadaku. Garviil juga saat itu masih bingung bagaimana dia bisa mengakhiri hubungannya dengan Bianca sementara dia sudah sangat menyukaiku dan ingin menjadikanku kekasihnya. Garviil mencari cara hingga akhirnya dia mengirim sahabatnya untuk menjebak Bianca dan jebakan itu berhasil."
"Jebakan??? Jbakan apa???" tanya Ariel lagi.
"Garviilberpikir bahwa Bianca sudah pernah mengkhianatinya satu kali dan bisa saja Bianca menghianatinya untuk kedua kalinya jika Bianca memiliki kesempatan untuk melakukannya, sehingga dengan hal itu Garviil mencoba lagi untuk mengabaikan Bianca sama seperti dulu lalu mengirim sahabatnya untuk menggoda Bianca dan Bianca tergoda. Dan dia menjalin hubungan dengan sahabat Garviil. Bahkan mereka juga berhubungan badan. Sahabat Garviil pun melaporkan segalanya kepada Garviil dan yang mengejutkan adalah sahabat Garviil memberitahu jika Bianca kedapatan bisa berjalan tanpa kursi roda atau dalam artian Bianca sudah sembuh dari lumpuhnya, tentu saja hal itu mengejutkan Garviil karena selama ini Bianca selalu mengandalkan kursi roda untuk kemana-mana dan dokter pun memvonisnya lumpuh seumur hidup. Sehingga tidak mungkin Bianca bisa berjalan."
Ariel tampak seksama mendengarkan cerita dari Geffie dan dia benar-benar sangat penasaran dengan kelanjutannya. "Lalu Garviil mengakhiri hubungannya dengan Bianca.???"
"Tidak Pa, belum, karena tiba-tiba saja Vicky mendatangi rumah Bianca dan melamar Bianca dan lamaran Vicky langsung diterima oleh Bianca karena memang sejak dulu Bianca sudah naksir dengan Vicky, sayangnya Vicky mengabaikannya sehingga Bianca mengalihkan perhatiannya kepada Garviil dan itu berhasil membuat Garviil menjadikannya kekasih. Vicky melamar Bianca lalu Bianca datang ke kantor Garviil bersama dengan Vicky untuk memberikan cincin pertunangannya kepada Garviil. Bianca mengatakan kepada Garviil bahwa selama ini dia tidak pernah mencintai Garviil sehingga dan Vicky sudah melamarnya dan dia menerimanya sehingga Bianca tidak mau lagi terikat hubungan dengan Garviil dan lebih memilih Vicky."
"Apa???? dia melakukan hal itu???" Ariel tersenyum kecut dan tampak jijik sambil menggelengkan kepalanya "Perempuan macam apa dia, sangat munafik sekali, Papa rasa dia sudah tidak waras tapi bagaimana dengan kelumpuhannya itu???"
"Ya, setelah Bianca mengakhiri pertunangannya dengan Garviil dAN Garviil akhirnya memberitahu Vicky tentang kecurigaaan dari sahabatnya itu terhadap Bianca dan mereka berdua merencanakan sesuatu untuk menjebak Bianca mengenai kelumpuhannya, di mana Bianca diajak oleh Vicky datang ke cafenya Garviil, lalu Vicky sengaja memesan kopi panas dan bekerja sama dengan Andro pelayan Cafe itu, di mana Andro berpura-pura menjatuhkan kopi panas yang dipegangnya lalu Vicky berteriak meminta agar Bianca menghindari tumpahan kopi itu kalau tidak ingin mendapati luka bakar dan teriakan Vicky itu membuat Bianca refleks berdiri dari kursi rodanya dan menghindari kopi tumpah itu, ya dari situlah Papa bisa membayangkan sendiri apa yang terjadi selanjutnya."
Ariel terkekeh. "Maksudmu kebohongannya tentang kelumpuhannya itu ketahuan oleh Vicky, lalu apa yang terjadi selanjutnya???" tanya Ariel lagi.
"Ya sudah pasti Vicky langsung mencemooh Bianca dan mengakhiri hubungan mereka yang baru beberapa hari itu sehingga Vicky terhindar dari Bianca. Begitu juga dengan Garviil, tetapi ngomong-ngomong Memangnya pembicaraan apa sih yang tadi kalian bicarakan di restoran tentang Bianca???" Tanya Geffie. "Apa telah terjadi sesuatu yang membuat papa khawatir???"
"Jika mendengar ceritamu yang seperti itu, Papa asumsikan bahwa wajar jika saat ini Bianca menaruh dendam kepada kalian, dia merencanakan sesuatu untuk balas dendam."
"Balas dendam?? maksudnya??"
"Ya, Bianca telah merencanakan sesuatu untuk balas dendam kepadamu, kepada suamimu dan juga kepada Vicky. Dan itu diketahui oleh salah satu pegawai di butiknya Michelle. Itulah kenapa Michelle datang ke sini untuk bertemu dengan Vicky dan memberitahukan tentang rencana Bianca itu, karena Michelle sangat khawatir kepada Vicky, Garviil dan juga kepada dirimu, karena Bianca ingin membalas dendam kepada Kalian bertiga dengan mengirim seseorang yang sampai saat ini belum diketahui Siapa orang itu. Dan entah rencana seperti apa yang disiapkan oleh Bianca tetapi jangan khawatir Papa akan membantu kalian untuk mengatasi perempuan gila itu dan nanti setelah kau kembali dari Jakarta kau langsung saja pergi ke Washington DC untuk sementara jangan ke Boston dulu sampai kita bisa berhasil menggagalkan rencana Bianca. Papa tidak mau terjadi sesuatu kepadamu kita masih mencoba menyelidikinya. Besok kau kembali ke Boston dengan Papa, Papa akan menjagamu sampai suamimu kembali, atau mungkin kau bisa kembali ke Jakarta bersama Papa, dan biar nanti suamimu menyusul untuk acara resepsi pernikahan kalian. Papa tidak mau mengambil resiko dengan keselamatanmu, Bianca perempuan yang sangat berbahaya."