Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Jangan berani merebut Aire dariku



""Tiffany, this is my brother, his name is Victor, he also knows Aire." Vicky memperkenalkan kakaknya yang bernama Victor, pada Tiffany, dan Vicky mengatakan bahwa Victor juga kenal dengan Aire.


Tiffany melihat ke arah dua laki-laki yang berdiri di depannya dan mulutnya Ternganga melihat betapa tampannya kedua laki-laki itu dan ternyata inilah yang bernama Victor, sangat tampan sekali tidak kalah tampan dengan Vicky.


"HaY.." sapa Tiffany pada Victor.


Victor duduk di kursi dan menyapa balik Tiffany. Mereka kemudian berkenalan.


"Is it true that you are Aire's friend???" Tanya Victor memastikan apakah benar Tiffany adalah teman dari Aire.


"That's right. I'm Aire's friend, not a friend but I'm her best friend.." Jawab Tiffany, menjelaskan jika benar dia adalah teman Aire. Tiffany merlat ucapannya, bukan teman tetapi dia adalah sahabatnya.


"Then where is Aire now?? She's not with you??" Tanya Victor pada Tiffany. Dia menanyakan keberadaan Aire, apakah Aire sekarang tidak bersama dengan Tiffani.


"Aire is at her apartment, I had invited her here but she refused with the excuse of being lazy. it's a common thing because she often spends her vacation time lazing around in her apartment." Aire ada di apartemennya tadi  sudahTiffany sudah mengajaknya ke sini tetapi dia menolak dengan alasan sedang malas. Hal itu biasa Karena memang Aire sering menghabiskan waktu liburnya untuk bermalas-malasan di apartemennya.


"Is that so???? I think she's sick because she hasn't been here for almost a week."  Victor mengira Aire sedang sakit karena sudah hampir satu minggu ini dia tidak berkunjung ke sini. Victor sebenarnya juga sadar bahwa ketidakhadiran Aire kesini pastilah karena kejadian ciuman itu. Ada rasa penyesalan di hatinya, karena dia tidak bisa mengontrol diri sehingga mencium Gadis itu, saat ini Aire pasti marah sekali kepadanya dan tidak mau datang lagi ke cafe ini.


"No, Aire is not sick, she's just busy.." Jawab Tiffany.


"Yes, thank goodness, if Aire wasn't sick, how long have you been her best friend???" Tanya Victor. Sudah berapa lama kah Tiffany bersahabat dengan Aire.


"Since we entered the same campus and we also took the same faculty then at that time we started to be friends until now." Tiffany dan Aire bersahabat sejak awal mereka masuk di kampus yang sama dan mereka juga mengambil fakultas yang sama, kemudian saat itu mereka jadi bersahabat sampai saat ini.


"That means you know Aire very well??" Victor mengatakan itu artinya Tiffany sangat mengenal Aire.


"Yes of course I know Aire very well, she is my best friend, smart, beautiful and also very kind. I've never found a friend or best friend as good and wonderful as Aire." Tiffany memuji Aire. Dia sangat mengenal Aire, Aire cerdas, cantik dan juga sahabat terbaiknya. Aire juga sangat baik hati, tidak pernah Tiffany menemukan teman atau sahabat seperti itu.


Tiffany mengarahkan pandangannya ke arah Vicky dan lelaki itu hanya tersenyum. Vicky sudah menebaknya bahwa Victor Pasti akan sangat tertarik dengan pembicaraan mengenai Aire. Akan tetapi kemudian dengan cepat Victor menyadari kesalahannya bahwa dia sedang bersama Vicky. Dia seharusnya tidak membahas Aire lebih jauh lagi dengan Tiffany, mengingat sekarang ada Vicky. "Ah no need, there's no need to answer my question. I shouldn't ask about someone to another person who hasn't gotten permission from the person directly." Sahut Victor dengan cepat. Meminta Tiffany tidak perlu menjawab pertanyaannya tadi. Tidak seharusnya dia bertanya tentang seseorang kepada orang lain yang belum mendapat izin dari orang yang secara langsung untuk mejawabnya. Victor kemudian menoleh memandang ke arah adiknya. "Vicky, aku perlu membicarakan sesuatu kepadamu. Ayo naik ke atas dan biarkan menikmati makanan dan minumannyaa." Bisik Victor pada Vicky.


Victor tersenyum pada Tiffany. ""Tiffany, it's very nice to meet you and thank you for coming to this cafe, sorry, I have work to discuss with Vicky, so sorry we have to leave you." Victor senang sekali bisa bertemu dengan Tiffany dan dia mengucapkan terima kasih atas kunjungan Tifany ke cafe ini, Victor kemudian meminta maaf, karena ada pekerjaan yang harus dia bicarakan dengan Vicky, jadi mereka harus meninggal kan Tiffany.


"Oh it's okay Please, soon to my order will come." Sahut Tiffany. Dia mempersilahkan Vicky dan Victor pergi karena sepertinya pesanannya akan segera datang.


"Then we'll be excused." Victor kemudian menyeret Vicky agar ikut dengannya ke kamarnya, Victor tidak ingin Vicky mengobrol terlalu lama dengan Tiffany, apalagi mengobrol mengenai Aire. Victor tidak mau Vicky tahu banyak tentang Aire.


Tiffany senang sekali bisa bertemu denganmu sampai jumpa Dicky pun Melambaikan tangannya pada Tiffany sambil tersenyum manis membuat Tiffany tertipu malu lelaki itu Kedua lelaki itu sangat tampan sekali dan senyum Vicky begitu manis



Victor menyeret Vicky sampai ke kamarnya kemudian dia mereka masuk ke kamar itu dan Victor sedikit mendorong adiknya ke sofa. "Kau ini kenapa sih?? kenapa menyeretku ke sini??? Aku kan masih ingin mengobrol dengan Tiffany, lagi pula pekerjaan Apa yang sedang ingin kau bicarakan denganku?? Aku sama sekali tidak tertarik." Gerutu Vicky.


"Diamlah!!! Aku juga tidak ingin membicarakan apapun denganmu, aku hanya ingin kau tidak mengobrol lebih lama dengan Tiffany, apalagi mengobrol tentang Aire. Awas aja kalau kau berani??" ancam Victor.


Vicky terkekeh. "Emangnya kenapa kalau aku membicarakan Aire??? Lalu apa hubunganmu dengannya, kau tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya!!! Sedangkan aku sangat tertarik dengan Aire, jadi aku harus mengetahui lebih banyak lagi tentangnya dari Tiffany. Kenapa kau malah menarikku ke sini???"


"Aire Itu milikku, kau tidak boleh mendekatinya."


"Siapa kau melarang-larangku??? Sekarang posisimu kau sudah punya kekasih, jadi kau jangan berharap bahwa Aire bisa menjadi milikmu. Tidak ada perempuan yang ingin diselingkuhi oleh kekasihnya. Lalu bagaimana kalau kau mendekati Aire dan Aire tahu tentang hubunganmu dengan Bianca, bahkan kalian juga sudah bertunangan dan akan segera menikah pasti Aire akan kecewa sekali denganmu dan itu justru akan menyakiti hatinya. Jadi kau lebih baik jangan dekat-dekat dengan Aire sangat berbeda denganku. Aku adalah lelaki single, aku tidak memiliki kekasih, aku juga tidak memiliki tunangan ataupun istri sehingga aku bisa mendekati perempuan manapun salah satunya adalah Aire, harusnya kau sadar itu Victor." Ujar Victor.


Victor mengernyit dan Dia mendekati Vicky sembari menarik kera tshirt adiknya itu dengan Tatapan yang tajam. "Aire adalah milikku, kau tidak akan bisa melakukan apapun, dia akan menjadi milikku. Persetan dengan Bianca aku tidak peduli dengannya."


"Oh jadi kau tidak peduli dengan Bianca???  Kalau kau tidak peduli dengannya lalu untuk apa kau bertahan dengannya selama bertahun-tahun, mempertahankan perempuan yang pernah menghianatimu itu sangatlah tidak bagus Victor. Kau bahkan tidak bisa menolak takdir mu, kau bukan laki-laki bebas sepertiku. Kau adalah laki-laki bodoh yang terjerat dalam cinta perempuan tolol seperti Bianca dan kau tidak akan pernah bisa memiliki aire selama kau masih dengan Bianca." Vicky pun berdiri kemudian dia meninggalkan Victor untuk ke kamar mandi dengan Victor hanya berdiri terpaku menyadari kebenaran dari ucapan adiknya itu. Memang akan sulit untuk bisa memiliki atau mendekati Aire selama dia masih memiliki ikatan dengan Bianca. Akan tetapi Victor tidak tahu bagaimana dia harus memutus ikatan itu, sementara dia sudah kadung berjanji untuk menikahi Bianca dan bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang dialami oleh Bianca kemarin.