
Kedua orang tua Vicky menyalami kedua orang tua dari Ciara. Begitu juga dengan Garviil dan Geffie. Garviil tahu bahwa Ciara adalah keluarga dari Bianca tetapi dia sama sekali tidak pernah melihat kedua orang tua Ciara ini sebelumnya, meski mereka ada hubungan keluarga dengan Bianca tetapi mungkin wajar saja karena selama ini kedua orang tua Ciara memang tidak tinggal di Indonesia ataupun tinggal di sini,melainkan tinggal di Singapura.
Setelah semuanya bersalaman dan memperkenalkan diri. Vicky pun mengajak semuanya untuk masuk ke dalam rumah dan mempersilakan Ciara dan orang tuanya untuk duduk di ruang tamu sebelum acara makan malam dilakukan mereka akan berbincang sebentar.
Obrolan itu pun tampak sangat hangat dan sesekali diiringi oleh tawa dari semua orang terutama Vicky yang beberapa kali mengeluarkan candaannya membuat keluarganya dan juga keluarga Ciara tertawa mendengarnya. Dan mama papa Ciara memuji Vicky dalam hati karena sepertinya lelaki yang dicintai Putri mereka itu memang adalah orang yang sangat menyenangkan, sama seperti apa yang dikatakan oleh Ciara kepada mereka tentang Vicky. Ciara mengatakan bahwa Vicky orang yang sangat baik, menyenangkan dan selalu membuatnya tertawa setiap hari dan dibuktikan saat ini oleh mereka sendiri bahwa Vicky memang orang yang sangat menyenangkan dan sebenarnya mereka juga ada perasaan tidak enak hati mengingat keponakan mereka yaitu Bianca pernah menjalin hubungan dengan kakak Vicky yaitu Garviil. Lalu hubungan itu berakhir dengan sangat buruk karena Bianca telah menghianati Garviil dan ini adalah pertama kalinya mereka bertemu dan melihat Garviil secara langsung dan penilaian pertama mereka tentu saja bisa melihat bahwa Garviil ternyata adalah laki-laki yang sangat baik, tampan dan lelaki itu tampak sekali berwibawa, istri Garviil juga sangat cantik. Lalu bagaimana bisa Bianca menghianati pria sebaik Garviil, rasanya mereka saat ini juga masih merasa malu atas apa yang sudah dilakukan oleh Bianca kepada Garviil, lelaki sebaik ini harus menerima penghianatan Bianca. Akan tetapi mereka berdua juga sadar dan ingat dengan pesan Ciara bahwa mereka tidak boleh mengungkapkan identitas mereka sebenarnya kepada keluarga Vicky dan Garviil, saat ini mereka tidak boleh mengungkapkan jika mereka adalah bagian dari keluarga Bianca hanya untuk saat ini saja sampai nanti Ciara memutuskan waktu yang tepat untuk memberitahu segalanya kepada Vicky tentangnya dan keluarganya serta hubungannya dengan Bianca. Dan orang tua Ciara pun sangat memahami keinginan Putri mereka itu dan mereka akan menjaga rahasia keluarga mereka dengan sangat baik sampai kemudian nanti Ciara sendiri yang akan memutuskan untuk memberitahu Vicky yang sebenarnya.
Mama Vicky tidak berhenti mengalihkan pandangannya kepada Ciara yang duduk di depannya. Gadis itu sangat cantik, kekasih putranya itu sangat cantik dan Ciara juga terlihat sangat menyenangkan sama halnya seperti Geffie dan mama Vicky otomatis langsung menyukai Ciara, dia sangat yakin Ciara cocok sekali dengan Vicky. Dan juga dia sangat yakin bahwa Ciara adalah calon istri yang baik untuk Vicky. cara bicara Ciara, senyumnya hingga rasa hormatnya nampak jelas sekali membuat Mama Vicky sangat menyukainya.
"Baiklah ini sudah saatnya kita untuk makan malam." ucap Mama Vicky lalu dia mempersilakan untuk tamunya bisa ke ruang makan. mereka akhirnya beranjak dari sofa dan menuju ke ruang makan di mana makanan yang sudah dimasak oleh Mama Vicky sudah disiapkan di atas meja makan.
Vicky kemudian mempersilahkan mereka untuk duduk. "Silakan om dan tante duduk, kau juga Ciara sayang duduklah dan kita harus menikmati makan malam ini karena sejak sore tadi mama dan Geffie sudah menyiapkan ini untuk menyambut Kalian bertiga dan mama juga sangat excited untuk segera bertemu dengan Ciara."
"Ya, sejak Vicky mengatakan bahwa Ciara akan datang ke sini. Saya sudah sangat senang sekali dan sebenarnya Sayalah yang mengidekan untuk mengundang Ciara bisa datang dan Makan malam di rumah kami. Vicky langsung menyetujui dan juga memberitahu saya bahwa tidak hanya Ciara yang akan datang tetapi juga kedua orang tua Ciara, jadi saya semakin senang sekali ketika Vicky memberitahu hal itu dan benar saja seperti dugaan saya sebelumnya, Ciara sangat cantik dan dia sangat lembut. Terima kasih ya Ciara Sayang sudah mau datang."
Ucapan Mama Vicky itu pun langsung membuat pipi Ciara merah padam. Mama Vicky tidak hanya memujinya tetapi mengatakan bahwa menyukainya. Ciara rasanya melayang tidak menyangka dia akan disambut dengan ramah seperti ini mengingat Bianca pernah bercerita kepadanya bahwa Mama Vicky tidak pernah menyukai Bianca sejak awal, hal itu sempat membuat keraguan di hati Ciara takut bahwa Mama Vicky juga akan melakukan hal yang sama ketika bertemu dengannya tetapi kenyataannya Mama Vicky justru sangat menyukainya dan memujinya.
"Baiklah, Mama sudah sangat menyukai Ciara maka sepertinya aku tidak akan menunggu lama lagi." Gumam Vicky yang langsung membuat semua orang menggerutkan dahinya bingung dengan apa yang diucapkan Vicky menunggu lama apalagi yang dimaksud oleh Vicky.
Melihat kebingungan dari semua orang yang ada di meja makan Vicky pun tersenyum kepada mereka dan menyadari kebingungan di mata mereka semua. Vicky kemudian merogoh sakunya mengeluarkan sesuatu dari sana. Vicky mengeluarkan sebuah kotak kecil lalu membukanya dan menunjukkan kepada semua orang di mana kotak itu berisikan sebuah cincin dengan mata berlian yang sangat cantik dan berkilau. Vicky tersenyum dan menatap Ciara yang duduk di sebelahnya bikin tersenyum misterius lalu menarik nafasnya dalam dan menghela nya. " Ciara sayang, kau tahu bahwa aku sudah menyukaimu Sejak pertama kali kita bertemu. Dan aku melukismu tanpa meminta izin darimu, aku takut setelah pertemuan pertama kita di pantai, kita tidak bisa bertemu lagi tetapi ternyata Tuhan kembali mempertemukan kita secara tidak terduga dan aku rasa itu bukan sebuah kebetulan karena pasti ada sesuatu yang direncanakan oleh Tuhan untuk kita dan pengharapanku itu didengar oleh Tuhan, kita bertemu dan kita menjadi dekat lalu kita memulai hubungan ini, membuatku semakin yakin bahwa aku sangat mencintaimu dan aku sangat menginginkan hubungan kita berjalan ke arah yang lebih serius lagi. dan sekarang di depan kedua orang tuamu juga di depan kedua orang tuaku serta kakakku dan kakak iparku. Aku ingin melamarmu, aku ingin hubungan kita lebih serius lagi dan mungkin kita bisa menikah nantinya karena aku sangat berharap aku bisa menikahimu karena kau adalah perempuan yang sangat aku cintai dan sangat aku sayangi, jadi Maukah kau menerima cincin ini untuk membawa hubungan kita semakin serius lagi menuju ke impian pernikahan yang indah??? Aku sangat mencintaimu Ciara jadi Maukah kau menerima cincin ini sebagai tanda bahwa aku mengikatmu bahwa aku adalah milikmu.???"
Sontak Hal itu membuat semua orang sangat terkejut tak terkecuali Garviil dan Geffie tidak menyangka bahwa Vicky akan melamar Ciara.
Setelah semuanya bersalaman dan memperkenalkan diri. Vicky pun mengajak semuanya untuk masuk ke dalam rumah dan mempersilakan Ciara dan orang tuanya untuk duduk di ruang tamu sebelum acara makan malam dilakukan mereka akan berbincang sebentar.
Obrolan itu pun tampak sangat hangat dan sesekali diiringi oleh tawa dari semua orang terutama Vicky yang beberapa kali mengeluarkan candaannya membuat keluarganya dan juga keluarga Ciara tertawa mendengarnya. Dan mama papa Ciara memuji Vicky dalam hati karena sepertinya lelaki yang dicintai Putri mereka itu memang adalah orang yang sangat menyenangkan, sama seperti apa yang dikatakan oleh Ciara kepada mereka tentang Vicky. Ciara mengatakan bahwa Vicky orang yang sangat baik, menyenangkan dan selalu membuatnya tertawa setiap hari dan dibuktikan saat ini oleh mereka sendiri bahwa Vicky memang orang yang sangat menyenangkan dan sebenarnya mereka juga ada perasaan tidak enak hati mengingat keponakan mereka yaitu Bianca pernah menjalin hubungan dengan kakak Vicky yaitu Garviil. Lalu hubungan itu berakhir dengan sangat buruk karena Bianca telah menghianati Garviil dan ini adalah pertama kalinya mereka bertemu dan melihat Garviil secara langsung dan penilaian pertama mereka tentu saja bisa melihat bahwa Garviil ternyata adalah laki-laki yang sangat baik, tampan dan lelaki itu tampak sekali berwibawa, istri Garviil juga sangat cantik. Lalu bagaimana bisa Bianca menghianati pria sebaik Garviil, rasanya mereka saat ini juga masih merasa malu atas apa yang sudah dilakukan oleh Bianca kepada Garviil, lelaki sebaik ini harus menerima penghianatan Bianca. Akan tetapi mereka berdua juga sadar dan ingat dengan pesan Ciara bahwa mereka tidak boleh mengungkapkan identitas mereka sebenarnya kepada keluarga Vicky dan Garviil, saat ini mereka tidak boleh mengungkapkan jika mereka adalah bagian dari keluarga Bianca hanya untuk saat ini saja sampai nanti Ciara memutuskan waktu yang tepat untuk memberitahu segalanya kepada Vicky tentangnya dan keluarganya serta hubungannya dengan Bianca. Dan orang tua Ciara pun sangat memahami keinginan Putri mereka itu dan mereka akan menjaga rahasia keluarga mereka dengan sangat baik sampai kemudian nanti Ciara sendiri yang akan memutuskan untuk memberitahu Vicky yang sebenarnya.
Mama Vicky tidak berhenti mengalihkan pandangannya kepada Ciara yang duduk di depannya. Gadis itu sangat cantik, kekasih putranya itu sangat cantik dan Ciara juga terlihat sangat menyenangkan sama halnya seperti Geffie dan mama Vicky otomatis langsung menyukai Ciara, dia sangat yakin Ciara cocok sekali dengan Vicky. Dan juga dia sangat yakin bahwa Ciara adalah calon istri yang baik untuk Vicky. cara bicara Ciara, senyumnya hingga rasa hormatnya nampak jelas sekali membuat Mama Vicky sangat menyukainya.
"Baiklah ini sudah saatnya kita untuk makan malam." ucap Mama Vicky lalu dia mempersilakan untuk tamunya bisa ke ruang makan. mereka akhirnya beranjak dari sofa dan menuju ke ruang makan di mana makanan yang sudah dimasak oleh Mama Vicky sudah disiapkan di atas meja makan.
Vicky kemudian mempersilahkan mereka untuk duduk. "Silakan om dan tante duduk, kau juga Ciara sayang duduklah dan kita harus menikmati makan malam ini karena sejak sore tadi mama dan Geffie sudah menyiapkan ini untuk menyambut Kalian bertiga dan mama juga sangat excited untuk segera bertemu dengan Ciara."
"Ya, sejak Vicky mengatakan bahwa Ciara akan datang ke sini. Saya sudah sangat senang sekali dan sebenarnya Sayalah yang mengidekan untuk mengundang Ciara bisa datang dan Makan malam di rumah kami. Vicky langsung menyetujui dan juga memberitahu saya bahwa tidak hanya Ciara yang akan datang tetapi juga kedua orang tua Ciara, jadi saya semakin senang sekali ketika Vicky memberitahu hal itu dan benar saja seperti dugaan saya sebelumnya, Ciara sangat cantik dan dia sangat lembut. Terima kasih ya Ciara Sayang sudah mau datang."
Ucapan Mama Vicky itu pun langsung membuat pipi Ciara merah padam. Mama Vicky tidak hanya memujinya tetapi mengatakan bahwa menyukainya. Ciara rasanya melayang tidak menyangka dia akan disambut dengan ramah seperti ini mengingat Bianca pernah bercerita kepadanya bahwa Mama Vicky tidak pernah menyukai Bianca sejak awal, hal itu sempat membuat keraguan di hati Ciara takut bahwa Mama Vicky juga akan melakukan hal yang sama ketika bertemu dengannya tetapi kenyataannya Mama Vicky justru sangat menyukainya dan memujinya.
"Baiklah, Mama sudah sangat menyukai Ciara maka sepertinya aku tidak akan menunggu lama lagi." Gumam Vicky yang langsung membuat semua orang menggerutkan dahinya bingung dengan apa yang diucapkan Vicky menunggu lama apalagi yang dimaksud oleh Vicky.
Melihat kebingungan dari semua orang yang ada di meja makan Vicky pun tersenyum kepada mereka dan menyadari kebingungan di mata mereka semua. Vicky kemudian merogoh sakunya mengeluarkan sesuatu dari sana. Vicky mengeluarkan sebuah kotak kecil lalu membukanya dan menunjukkan kepada semua orang di mana kotak itu berisikan sebuah cincin dengan mata berlian yang sangat cantik dan berkilau. Vicky tersenyum dan menatap Ciara yang duduk di sebelahnya bikin tersenyum misterius lalu menarik nafasnya dalam dan menghela nya. " Ciara sayang, kau tahu bahwa aku sudah menyukaimu Sejak pertama kali kita bertemu. Dan aku melukismu tanpa meminta izin darimu, aku takut setelah pertemuan pertama kita di pantai, kita tidak bisa bertemu lagi tetapi ternyata Tuhan kembali mempertemukan kita secara tidak terduga dan aku rasa itu bukan sebuah kebetulan karena pasti ada sesuatu yang direncanakan oleh Tuhan untuk kita dan pengharapanku itu didengar oleh Tuhan, kita bertemu dan kita menjadi dekat lalu kita memulai hubungan ini, membuatku semakin yakin bahwa aku sangat mencintaimu dan aku sangat menginginkan hubungan kita berjalan ke arah yang lebih serius lagi. dan sekarang di depan kedua orang tuamu juga di depan kedua orang tuaku serta kakakku dan kakak iparku. Aku ingin melamarmu, aku ingin hubungan kita lebih serius lagi dan mungkin kita bisa menikah nantinya karena aku sangat berharap aku bisa menikahimu karena kau adalah perempuan yang sangat aku cintai dan sangat aku sayangi, jadi Maukah kau menerima cincin ini untuk membawa hubungan kita semakin serius lagi menuju ke impian pernikahan yang indah??? Aku sangat mencintaimu Ciara jadi Maukah kau menerima cincin ini sebagai tanda bahwa aku mengikatmu bahwa aku adalah milikmu.???"
Sontak Hal itu membuat semua orang sangat terkejut tak terkecuali Garviil dan Geffie tidak menyangka bahwa Vicky akan melamar Ciara.