
Tiffany ternyata sudah sampai lebih dulu di tempat pameran lukisan Vicky, dia mengirim pesan kepada Aire menanyakan keberadaan dari sahabatnya itu. Akan tetapi Aire menyuruhnya untuk masuk lebih dulu karena dia sedang dalam perjalanan. Aire sendiri tadi pulang lebih dulu ke apartemennya untuk berganti pakaian. Begitu juga dengan Victor, mereka berganti pakaian karena pakaian yang mereka kenakan itu pakaian santai sebelumnya. Sedangkan untuk acara pameran ini, rasanya tidak elok juga menggunakan pakaian santai atau pakaian biasa Jadi mereka harus berpakaian lebih formal untuk menghormati Vicky si pemilik acara.
Tiffany masuk lebih dulu dan memang sejak tadi dia melihat orang-orang cukup banyak dan berlalu lalang, keluar dan masuk tempat itu saat masuk. Tiffany langsung disuguhkan oleh deretan lukisan yang sangat bagus dan sangat indah. Tiffany berjalan pelan dan memutar pandangannya untuk menikmati karya dari Vicky yang tampan itu dan baru beberapa langkah, Tiffany dihampiri oleh seorang waiters yang membawa nampan berisikan beberapa gelas minuman, ada wine, champagne, Tequila dan whisky.
Tiffany memilih wine lalu dia mengambil gelas berisi wine. Melangkah lagi melihat-lihat lukisan karya Vicky dan berkonsentrasi melihat sebuah lukisan abstrak, tiba-tiba pundak Tiffany di pegang oleh seseorang dari belakang. Tiffany pun menoleh dan ia terkejut karena mendapati ternyata Vicky yang menyentuh pundaknya. " Vicky???" serunya terkejut.
Vicky melambaikan tangannya tangannya dan tersenyum manis pada Tiffany. ""Hi beauty, are you here???? You know where I came from that this is my painting exhibition????" Tanya Vicky yang juga terkejut melihat Tiffany ada disini. Vicky bertanya Tiffany tahu dari mana kalau ini adalah pameran lukisan nya.
"Aire, she was the one who told me and asked me to come here, she's on her way here too.." Jawab Tiffany. Aire lah yang memberitahu nya dan meminta nya untuk datang ke sini, dia juga sedang dalam perjalanan menuju ke sini.
Vicky mengernyit. "Aire???? but she knows where from???"
Tiffany mengangkat bahu nya. "I don't know but she told me to come here and is now on my way here. It's possible that Aire doesn't know that this painting exhibition is your work either.." Tiffany tidak tahu tapi Aire menyuruhnya datang ke sini dan sekarang Aire sudah dalam perjalanan. Dan Mungkin saja Aire juga tidak tahu kalau pameran lukisan ini adalah karya Vicky.
"Yes, it's possible, I'll surprise her later." Ya bisa jadi Aire memang tidak tahu dan nanti Vicky akan coba untuk mengejutkannya. " By the way, do you think my painting is good???" Tanya Vicky meminta penilaian Tiffany mengenai lukisannya apakah bagus atau tidak.
"Yes of course, everything is very good, and also perfect, you are very talented indeed." Puji Tiffany. Semua lukisan Vicky sangat bagus, dan juga sempurna, Vicky memang sangat berbakat sekali.
Vicky tersenyum dengan begitu tampannya dan dia sesekali mengedipkan matanya dengan nakal pada Tiffany. "Thank you for the compliment. Take a look around, then choose whichever one you like, I'll give you one painting for free since you've come here and dressed up so beautifully." Vicky mengucapkan Terima kasih atas pujia yang di beikan oleh Tiffany. Vicky kemudian meminta Tiffany agar berkelilinh lalu memilih mana yang Tiffany suka karena Vicky akan memberikan satu lukisan gratis untuknya itu karena Tiffany sudah datang ke sini dan berdandan sangat cantik.
Tiffany tersipu ketika lelaki tampan di depannya itu memujinya cantik. ""Ah no need, this painting is really amazingly good so don't give it away for free. I will choose and buy it. But I'll ask for a discount..." Ucap Tiffany, Vicky tidak perlu memberinya secara gratis karena lukisan ini sangat luar biasa bagusnya jadi tidak perlu diberikan secara percuma. Tiffany akan memilih dan akan membelinya. Tapi Tiffany minta diskon.
Vicky pun tertawa tidak hanya diskon yang akan di berikan tetapi Vicky benar-benar ingiin memberi Tiffany lukisan secara gratis padanya. Tiffany hanya tinggal pilih saja mana yang dia sukai dan tadi Vicky juga sudah bilang karena Tiffany datang dengan cantik seperti seorang putri maka dia akan memberikan Tiffany lukisan yang perempuan itu sukai tanpa harus membayarnya. Vicky bilang jika dia sangat baik hati dan Tiffany harus tahu itu.
Tiffany melempar senyumnya dengan cantik mendengar ucapan Vicky. "Okay, if you insist, I will choose but don't blame me if I choose the best and most expensive one, because you promised to give it to me for free." Ujar Tiffany.
Jika Vicky memaksa, dia akan memilih tapi Vicky tidah boleh menyalahkannya jika dia memilih yang paling bagus dan harganya paling mahal karena Vicky sudah janji ingin memberikannya secara gratis.
"No problem, if it's for a pretty girl like you, no problem for me, I'll give it to you now. You choose which one you want. I have to go there for a while. I'll come back later." Bagi Vicky tidak masalah, jika untuk gadis cantik seperti Tiffany, tidak masalah untuknya dan dia akan memberikannya. Dan sekarang Tiffany boleh memilih mana lukisan yang dia suka. Dan Vicky harus meninggalkannya sebentar dan nanti dia akan ke sini lagi.
"Okay..." Gumam Tiffany.
Vicky kemudian meninggalkan Tiffany dan Tiffany melihat-lihat lagi lukisan-lukisan karya Vicky yang berjejer sambil menunggu Aire. Tiffany belum tahu jika Aire akan datang dengan Victor karena Aire juga belum memberitahunya mengenai hubungannya dengan Victor.
***
Sementara itu di tempat lain sopir membuka bagasi dan mengeluarkan kursi roda kemudian Ia juga membuka pintu untuk Bianca. Sopir itu juga membantu Bianca untuk duduk di kursi rodanya. Dan saat ini Bianca sudah ada di depan rumah Victor. Bianca ingin mengejutkan kekasihnya itu dengan datang ke rumahnya, sudah lama juga Bianca tidak datang dan Bianca tadi coba untuk menghubungi Victor tetapi tidak bisa. Pesannya juga tidak dibalas oleh laki-laki itu.
Bianca hendak dibantu oleh supirnya untuk mendorong kursi roda tetapi Bianca menolak dan dia akan mendorong kursi rodanya sendiri. Bianca melakukannya sampai di depan pintu rumah Victor. Bianca menekan bel menunggu sampai pintu itu dibuka.
sapanya dengan ramah.
"Good evening, is Victor at home???" Tanya Bianca pada ART Victor apakah lelki itu ada di rumah.
"Well I'm sorry Miss Bianca, there's no one at home. Mr. Victor hasn't been coming home lately, he's always sleeping at the cafe, yesterday he came home with Mr. Vicky. But only for a short while after that he came back again, he said he wanted to go to the cafe." Jawab Art itu. Memberitahu jika tidak ada siapapun di rumah. Victor akhir-akhir ini jarang sekali pulang, dia selalu tidur di cafe, kemarin sempat pulang bersama dengan Vicky. Tetapi hanya sebentar saja setelah itu kembali lagi, bilangnya ingin ke cafe.
"Vicky is here???" tanya Bianca.
"Yes, Mr. Vicky has been here for about 3 weeks, almost 1 month and only Mr. Vicky sleeps here, if Mr. Victor prefers to sleep at the cafe but Mr. Vicky is not here now, because this is the first day of his painting exhibition." Jawab Art lagi. Menjelaskan jika Vicky ada di sini sudah sekitar 3 mingguan, hampir 1 bulan dan hanya Vicky yang tidur di sini, kalau Victor lebih memilih tidur di cafe tetapi Vicky sekarang tidak ada di rumah, karena ini hari pertama pameran lukisannya.
"painting exhibitions???" tanya Bianca lagi.
Art itu mengangguk dan kembali menjelaskan jika ini hari pertama pameran lukisannya Vicky dan Vicky sudah pergi sejak tadi pagi.
"Do you know where the place is?" Tanya Bianca lagi mengenai dimana tempat acara pameran itu tetapi sayangnya Art itu tidak tahu.
"That's it then. Maybe I'll look for Vicky at the cafe or maybe I'll just go to Vicky's exhibition. There's nothing wrong with going there, I'll also look at her paintings, I'll find the information about the exhibition place myself. Excuse me." Bianca memutar kursi rodanya dan hendak membawanya ke sopirnya tetapi dengan cekatan asisten rumah tangga Victor itu pun langsung membantunya mendorong kursi roda ke mobil juga membantu Bianca masuk ke dalam mobil. Dia akan mencari Vicky di cafe atau mungkin ke pamerannya Vicky saja. Tidak ada salahnya dia ke sana karena dia juga akan melihat lihat lukisan Vicky. Bianca juga akan mencari informasinya sendiri mengenai tempat pameran itu aku.
Mobil kemudian berjalan meninggalkan kediaman Victor dan Bianca meminta supirnya untuk menjalankan mobilnya pelan saja sementara dia akan mencari informasi tentang tempat pameran lukisan Vicky, di mana biasanya informasi itu ada di sosial media Vicky. Bianca pun mencarinya dan akan langsung menuju ke sana.
****
Victor turun dari mobilnya kemudian Ia berlari cepat ke Sisi yang lainnya untuk membukakan pintu untuk Aire. Aire pun keluar dari mobilnya. Mereka melihat tempat pameran itu yang sepertinya cukup ramai kemudian Victor mengajak Aire untuk masuk ke dalam.
Sama seperti Tiffany, saat masuk mereka langsung disambut oleh pelayan yang membawa nampan berisi aneka minuman. "Kau ingin minum apa???" Tanya Victor.
"Sepertinya champagne saja."
Victor tersenyum dan mengambil dua gelas Champagnr untuknya dan juga untuk Aire. Kemudian mereka pun mulai berjalan pelan dan melihat-lihat karya Vicky. Victor sudah tidak terkejut lagi karena ia mengakui bahwa lukisan karya adiknya itu sangat luar biasa dan selalu sempurna karena Vicky melakukannya dengan sepenuh hati. sedangkan Aire juga terlihat terpesona dengan lukisan-lukisan yang berjejer itu benar-benar sangat luar biasa sekali.
Aire mendekati sebuah lukisan pemandangan dan Aire benar-benar Terpukau dibuatnya karena itu seperti nyata, baik itu tumbuhannya ataupun sungainya seperti hidup. "Ini sangat luar biasa sekali..." Puji Aire.
Victor tersenyum. "Ini hanya salah satu keajaiban tangan Vicky, kita jalan ke sana dan Lihat yang lainnya. Tadi kau bilang bahwa Tiffany sudah ada di dalam. Kita juga harus mencarinya. Dia pasti sudah menunggu."
"Ya..." Aire dan Victor pun berjalan masuk untuk melihat-lihat lagi lebih banyak lukisan Vicky.