Now! I FOUND YOU

Now! I FOUND YOU
Kau harus mulai Move on



"Aire....!!!!!" Teriak Tiffany dari ujung telepon membuat Aire mengernyit.


Aire baru saja selesai mandi setelah seharian menghabiskan waktunya untuk bermalas-malasan saja. "Yups... Why???" Tanya Aire dengan suara datar menanggapi kehebohan Tiffany.


"I was at Victor's café. Do you want to hear what I got there???" Tiffany memberitahu Aire bahwa dia tadi ke cafenya Victor. Dan bertanya apakah Aire ingin mendengar sesuatu mengenai apa yang dia dapatkan di sana.


"What the heII??? You're so excited..???" Gerutu Aire karena Tiffany heboh sekali.


"You shut up and listen to me tell you.." Ucap Tiffany meminta Aire diam dan mendengarkan ceritanya saja. "I was at the cafe when I met Vicky again and not only that I also met her twin brother who you said was the owner of the cafe, Victor. Oh Gosh... you're right they are very handsome especially Victor, it's just that Victor is more serious and looks stiff and doesn't smile as much as Vicky. I'm so happy...!!" Tiffany bercerita tadi saat di cafe itu dia bertemu dengan Vicky lagi dan tidak hanya itu dia juga bertemu dengan saudara kembarnya yang Tiffany bilang bahwa dia adalah pemilik Cafe itu yaitu Victor. Tiffany memang benar. Mereka tampan sekali apalagi Victor hanya saja Victor orangnya lebih serius dan terlihat kaku tidak banyak tersenyum seperti Vicky. Tiffany benar-benar senang sekali.


"So you called me, just to talk about it.???" Gerutu Aire lagi. Karena Tiffany menelponnya hanya untuk membahas itu saja.


"That's not all Re, you know Vicky was sitting in front of me and she had a little chat with me, after that Victor also joined in and do you know what Victor asked about you. Victor asked, why Aire hasn't been coming here for a week is she sick??? that's what Victor asked me." Tiffany mengatakan bahwa bukan hanya itu saja, tadi Vicky duduk di depannya dan dia mau ngobrol sedikit dengannya setelah itu Victor juga ikut bergabung dan yang ditanyakan oleh Victor adalah tentang Aire, dia bertanya kenapa Aire sudah satu minggu tidak datang ke sini, apa dia sedang sakit. begitu tanya Victor kepada Tiffany.


"Why haven't you come to the cafe in a week?? You said you go almost every day, so why don't you come there anymore??? Poor Victor, he's looking for you. But it's not just Victor, the waiter named Andro also asked about you, they thought you were sick. Yes but I told him, you were busy, that's probably the reason why you don't come to the cafe, but why don't you come there anymore??? Is the food or drink not good anymore???" Tiffany menanyakan memangnya kenapa sudah satu minggu ini Aire tidak datang ke Cafe itu, padahal sebelumnya Aire bilang hampir setiap hari ke sana. Lalu kenapa tidak lagi datang ke sana satu minggu ini. Tiffany merasa kashan pada Victor karena mencari Aire. Tapi bukan Victor saja, tapi pelayannya yang bernama Andro juga tempat menanyakan Aire. mereka berpikir kalau mungkin Aire sedang sakit dan Tiffany bilang kalau Aire sibuk saja bukan sedang sakit, itulah  mungkin sebab Aire tidak datang ke Cafe itu. Tiffany kembali menanyakan alasan Aire tidak lagi datang. Apakah makanannya atau minumannya tidak enak lagi. Atau alasan apa.


"It's nothing, I'm just lazy.." Jawab Aire berbohong, dia tidak datang karena dia merasa canggung sekali setelah kejadian ciuman itu.


"Ah you are.. Re Re, lazy habit in number One right. Poor Victor!!! He's waiting for you, you better come to the cafe again. Not for nothing but because Victor is also handsome, you should also be able to open a new page and forget Mike. Move on baby... Because not all men are like Mike, there are a lot of good men in this world, not all of them are jerks like Mike, so you have to open your heart again to a new person. Victor seems to be a good man even though he looks stiff and cold. It seems to be interested in you.." Tiffany mengeluh karena kebiasaan malas dari sahabatnya itu jadi nomor satu. Tiffany memberitahu Aire bahwa dia kasihan dengan Victor. Karena lelaki itu menunggu Aire. Dan lebih baik sekarang Aire datang lagi ke Cafe itu. Bukannya apa-apa selain karena Victor  tampan, Aire juga harus bisa membuka lembaran baru dan melupakan Mike. Harus move on, karena tidak semua laki-laki seperti seperti Mike, banyak sekali di dunia ini laki-laki yang baik, tidak semuanya brengsek seperti Mike, jadi Aire harus membuka lagi hatinya untuk orang yang baru. Karena kelihatannya Victor adalah laki-laki yang baik meskipun dia terlihat kaku dan dingin. Sepertinya Victor memang tertarik kepada Aire.


"Tiffany, c'mon. What are you??? How did you know that Victor was interested in me, anyway he asked that question maybe because I haven't been there for a while it doesn't mean he asked about me and then he was interested in me. you're just making things up.." Aire terkekeh dan bertanya memang nya Tiffany tahu dari mana kalau Victor tertarik padanya, lagi pula Victor bertanya seperti itu mungkin karena dia sudah tidak lama kesana, itu bukan berarti dia bertanya tentangku lalu dia tertarik kepadaku. Tiffany ada-ada saja.


"Come on Re, you have to move on quickly, even if Victor is not interested in you but you also have to open up. Because other men must also like you.." Tiffany kembali meminta Aire harus cepat move on,  kalaupun Victor tidak tertarik padanya tapi Aire juga harus membuka diri. Karena laki-laki lain juga pasti ada yang suka dengan sahabatnya itu.


"I just want to focus on my final project first, I don't want to find a boyfriend first. Is that it??? That's all you want to talk to me about???" Aire menekankan jika dia hanya ingin fokus dulu ke tugas akhir nya dulu sekarang, tidak mau cari pacar dulu. Aire bertanya apakah Tiffany sudah selesai mengobrol dengannya.


"Dih... You're so annoying, I gave you good news but your response is ignorant like that. try to go to the cafe, Andro is also looking for you.." Tiffany mengernyit karena Aire sangat menyebalkan sekali, dia memberi Aire berita yang bagus malah tanggapannya cuek seperti itu. Tiffany meminta Aire mencoba datang lagi ke Cafe itu, karena Andro juga mencari nya.


"Yes, later when I'm not busy.." Ucap Aire, dia akan kesana jika tidak sibuk.


"Okay then, I'm closing up first, I'm going to take a shower, I just got to the apartment bye.." Tiffany berpamitan untuk menutup panggilannya dulu, karena dia mau mandi, dia juga baru saja sampai di apartemen.


"Okay bye.."


Aire meletakkan ponselnya di tempat tidur. Kemudian dia berbaring dan menatap nyalang langit-langit apartemennya, sebenarnya Aire ingin sekali datang ke Cafe, itu tetapi dia benar-benar merasa canggung. Aire  tidak tahu harus bagaimana, juga merasa malu dengan dirinya sendiri juga dengan Victor.



Andro membawa segelas jus ke apartemen Victor yang ada di atas Cafe. Andro mengetuk pintu. Kemudian dari dalam dia dipersilakan masuk oleh Victor. Victor sedang duduk di sofa, Vicky baru saja pergi ke luar, entah pergi ke mana adiknya itu. Andro  pun meletakkan minuman Victor ke meja kemudian duduk di sofa. Andro melihat wajah Victor sedang tampak sedang bingung dan wajahnya kusut.


"Kau kenapa???" Tanya Andro


"Tidak apa-apa." Jawab Victor.


"Akhir-akhir ini kau terlihat murung dan seperti orang yang bingung???"


"Ini tentang Aire, dia tidak datang lagi ke sini kan???"


"Memangnya kenapa dengannya?? Tadi temannya bilang kalau dia Mungkin sibuk."


Victor menggelengkan kepalanya. "Aku rasa bukan hanya karena sibuk saja alasan dia tidak ke sini, tetapi pasti ada hal lain yang membuatnya enggan untuk datang ke sini lagi dan hal lain itu pasti disebabkan olehku."


"Bukan karena itu...!!" Sela Victor dengan cepat.


"Lalu apa???"


"Kau ingat pagi itu, saat aku membawa sarapan untuknya???"


"Ah iya, aku ingat. kenapa memangnya??? Dia tidak menyukai sarapan buatanmu???"


"Bukan, tetapi aku melakukan kesalahan yang besar saat aku sedang berdua dengannya, aku terbawa suasana dan tidak sengaja kami berciuman, dia pun mungkin juga terbawa suasana juga tetapi kemudian dia tersadar dan menyuruhku untuk keluar dari apartemennya." Victor menunduk dengan sedih. "Aku hanya takut dia merasa diIecehkan olehku sehingga efeknya adalah dia tidak datang lagi ke sini. Padahal aku benar-benar ingin minta maaf tetapi aku juga tidak mungkin datang lagi ke apartemennya, dia pasti merasa tidak nyaman sekali dan setelah kejadian itu aku sangat menyesal sekali karena aku tidak bisa mengontrol diriku, pagi itu entah kenapa aku benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak menciumnya."


Andro menyandarkan punggungnya  di sofa dan dia menatap Victor penuh pengertian. "Jadi itu alasannya, tetapi menurutku bisa saja sih karena hal itu dia akhirnya tidak datang ke sini dan aku rasa mungkin dia butuh waktu saja, dia pasti akan ke sini lagi nanti, beri dia waktu dan ruang untuk bisa memaklumi kejadian yang itu. Mungkin dia merasa seperti itu karena memang kalian belum memiliki ikatan apapun, jadi Rasanya aneh. Karena aku lihat Aire sangat berbeda dengan perempuan lainnya yang ada di sini dia sepertinya punya sekat untuk menjaga dirinya dari hal yang di luar norma dan batas." Ujar Andro.


Victor tersenyum. "Dia berasal dari Indonesia dan aku rasa dia masih memegang teguh prinsip dan norma yang berlaku di sana. Itulah kenapa dia terlihat sangat berbeda dengan yang lainnya."


Andro terlonjak. "Jadi dia dari Indonesia??? Kenapa kau tidak bilang dari awal, aku kan bisa mengobrol dengan bahasa Indonesia saja kalau bertemu dengannya. Astaga pantas saja kalau begitu. Penampilannya tenang dan dia manis."


"Aku pikir kau sudah tahu."


"Tidak sama sekali, aku belum tahu, wajahnya tidak terlihat seperti orang Asia."


"Itulah yang awalnya juga membuatku terkejut dan dia juga punya kakak yang tinggal di Washington DC dan dia berniat untuk tinggal di sana juga nanti kalau sudah lulus."


"Wow Aku benar-benar tidak menyangka, ya kalau begitu memang benar sih. Sepertinya dia memang butuh waktu, dia mungkin masih terkejut atau bahkan mungkin merasa canggung untuk datang ke sini dan bertemu denganmu. Lalu bagaimana dengan Bianca??? Aku tahu bahwa kau sepertinya sangat tertarik dengan Aire."


Victor kembali menunduk sedih, dia selalu di hadapkan dengan pertanyaan yang sama tidak hanya dari Vicky tapi juga dari Andro mengenai hubungannya dengan Bianca. Setiap berbicara tentang Bianca, hati Victor selalu merasa sakit sekali, kenangan penghianatan Bianca selalu hadir di setiap ingatannya. Jika ia harus membahas nama Bianca dan sekarang Bianca menjadi gerbang pembatas yang begitu tinggi dan tebal untuk kelanjutan rencananya untuk bisa lebih dekat dengan Aire.


"Entahlah, aku tidak tahu Ndro, aku harus bagaimana tetapi aku benar-benar sangat menyukai Aire dan aku ingin lebih dekat lagi dengannya tetapi selalu ada Bianca yang harus aku prioritaskan."


"Kau harus bisa mengambil keputusan Vic, sudah sejak dulu aku bilang kepadamu bahwa kau tidak boleh bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Bianca. Karena tidak seharusnya kau mengambil tanggung jawab sebesar itu untuk tetap bersamanya dan berniat menikahinya kemudian sekarang kau terjebak sendiri dengan keputusanmu. Aku ataupun Vicky sering mengingatkanmu untuk kau bisa meninggalkan Bianca dan mencari cinta sejatimu yang bisa menjadi apa yang kau inginkan. Dan lihatlah sekarang, kau sepertinya sudah mulai tidak bisa menahan dirimu ketika kau menyukai seorang gadis lain dan aku sangat setuju sekali jika seandainya kau benar-benar mengejar Aire karena dia adalah gadis yang baik."


"Tapi bagaimana bisa aku melanggar janjiku, aku tidak bisa meninggalkan Bianca dalam keadaan yang seperti itu???"


"Jika memang itu tidak bisa kau lakukan, ya sudah kalau jangan terlalu berharap pada Aire karena kalaupun kau memutuskan untuk tetap mengejarnya. Lalu kemudian suatu hari dia mengetahui bahwa kau akan menikah dengan Bianca tentu hatinya akan sangat sakit sekali, kau akan menghancurkan hati seorang perempuan."


"Aku benar-benar bingung???" Gumam Victor dan tiba-tiba ponselnya berdering dan ada sebuah pesan masuk. Pesan itu adalah pesan dari Bianca, di mana Bianca memintanya untuk datang malam ini karena orang tuanya ada disini. Perempuan itu memintanya datang karena orang tua nya ingin Bertemu dengannya. Setelah membaca pesan itu Victor meletakkan ponselnya dengan kesal ke meja, wajahnya pun kembali berubah murung dan dia terlihat semakin muak dengan semua ini.


"Pesan dari Bianca lagi ya???" Tanya Andro.


"Dia minta aku datang karena orang tuanya ke sini dan aku harus menemui mereka untuk membicarakan pernikahan kami. Aku benar-benar malas sekali, semalam aku sengaja tidak datang tetapi dia malah memintaku datang karena orang tuanya sudah ada di sini."


"Dan Kau pasti akan datang untuk menemui mereka kan???" Tanya Andro memastikan.


"Tidak ada pilihan lain." Gumam Victor


Andro hanya menghela nafasnya merasa kasihan sekali kepada Victor, laki-laki yang ada di depannya itu terjebak sendiri dengan keputusan yang di ambilnya dulu pada Bianca. Victor terjebak untuk tidak bisa merasakan kebahagiaannya sendiri.


****


.