
Keesokan harinya, Victor yang sedang duduk di ruangannya di kantor pusat kedatangan tamu. Tamu yang sudah sangat di tunggunya. Seorang lelaki yang sangat tampan, dan juga sahabatnya.
"What did you call me here Viil????" Tanya seorang laki-laki pada Victor, tetapi dia memanggil Victor dengan panggilan Garviil. Menanyakan kenapa sahabatnya itu memanggilnya kesini.
"It's been a while since we've met, and I wanted to ask for your help." Ucap Victor. Sudah lama mereka tidak bertemu, dan Victor juga ingin meminta bantuan sahabatnya itu.
"What kind of help?" Tanya laki-laki bernama Paul itu.
"You must know that I'm engaged to Bianca." Ucap Victor. Paul pasti tahu bahwa dia sudah bertunangan dengan Bianca.
"Aah yeah, that girlfriend of yours who can't walk now, huh????" Tanya Paul. Mempejelas bahwa apa yang di maksud kekasih Victor adalah yang sekarang tidak bisa berjalan itu.
"Yes, I want to do something for her and I want you to help me. I want you to seduce her." Victor menjelaskan jika dia ingin melakukan sesuatu pada Bianca dan dia ingin Paul membantunya. Victor ingin Paul untuk merayu Bianca.
Paul mangernyit. "I seduced Bianca??? How do you mean???" Tanyanya pada Victor.
"Yes, I want you to approach her, flirt with her, seduce her, basically I want her to turn away from me and then leave me but what I mean is that after you succeed in doing that, you can also leave her right away. I want you to seduce her, something like that." Victor ingin Paul mendekatinya, menggodanya, merayunya, intinya Victor ingin Bianca berpaling darinya lalu meninggalkannya tapi maksudnya adalah setelah Paul berhasil melakukan itu, Paul juga bisa langsung meninggalkannya.
"So you're going to ask me to seduce her later????" Paul menatap Victor sambil tersenyum manis.
Victor menganggukkan kepala nya. "You're the only one I trust to do it." Victor percaya bahwa Paul satu-satunya orang yang dia percaya bisa melakukannya.
Paul tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "You're probably the only person in the world who asks her best friend to woo her fiancé." Ujar Paul. Mungkin di dunia ini, hanya Victor lah satu-satunya orang yang meminta sahabatnya untuk merayu tunangannya.
Tatapan Paul berubah serius. "Are you sure this will work? Bianca seems to love you very much and she's already going to marry you. It's possible that she's very loyal to you and hard to seduce???" Paul bertanya pada Victor apakah Vicor yakin ini akan berhasil karena Bianca kelihatannya sangat mencintai Victor dan dia sudah akan menikah dengan Victor. Paul berpikir mungkin saja Bianca sangat setia kepada Victor dan akan susah dirayu.
"I don't understand. How is your way of thinking Viil, you're telling me that kind of thing???" Paul tidak mengerti Bagaimana jalan pikiran Victor, dan sahabatnya itu memberitahu semacam itu kepadanya.
"I have to do this. You must know that my love for Bianca is completely non-existent, it was all lost when she betrayed me. Then how can I still live with her let alone in a marriage, it won't be possible?" Victor menjelaskan jika dia harus melakukan ini. Dan Paul pasti tahu bahwa cinta Victor untuk Bianca sudah benar-benar tidak ada sama sekali, semuanya pupus dan hilang begitu saja ketika dulu Bianca menghianati nya. Lalu bagaimana bisa dia tetap hidup bersama Bianca apalagi dalam sebuah pernikahan, itu tidak akan bisa.
"You were wrong too Viil, I mean. Why did you make such a big decision to continue your engagement. Even though she's paralyzed but it's not entirely your fault and I think she's wrong for saying that at the wrong time first, when you were driving a car and the atmosphere was also raining at that time then the accident happened. You should have thought about every decision you were going to make, whether it was bad or good, instead you decided something because you felt responsible for what happened to Bianca, everyone was against you but you didn't care about them." Ujar Paul. Paul menyalahkan Victor kenapa dulu sahabatnya itu mengambil keputusan yang besar seperti itu untuk tetap melanjutkan pertunangannya dengan Bianca. Walaupun Bianca lumpuh tetapi tidak sepenuhnya itu adalah kesalahan Victor dan Paul rasa Victor salah karena telah mengatakan itu di saat yang tidak tepat, di saat Victor sedang mengendarai mobil dan suasananya juga sedang hujan lalu kecelakaan itu terjadi. Victor dulu juga harusnya memikirkan Setiap keputusan yang akan dia ambil dipikirkan baik-baik entah itu buruknya entah itu baiknya, bukan malah memutuskan sesuatu karena Victor merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Bianca, semua orang sudah menentangnya tetapi Victor tidak mempedulikan mereka.
"I also regret why I could make such a decision, but the rice has become porridge, I of course regret it very much but isn't regret always behind and now I feel that I can't continue all this, so I really hope that you can help me break away from Bianca. You just need to seduce her and I want to prove whether she can really betray me again or not. if it has been proven then we will both leave her together and I will no longer take full responsibility for her, I can also have a strong reason to stop this marriage." Victor menyesal kenapa dia bisa mengambil keputusan seperti itu, akan tetapi nasi sudah menjadi bubur, dia tentu saja sangat menyesalinya tetapi Bukankah Penyesalan selalu ada di belakang dan sekarang Victor merasa bahwa dia tidak bisa melanjutkan semua ini, jadi dia berharap sekali pada Paul untuk bisa membantunya melepaskan diri dari Bianca. Paul hanya perlu merayunya dan Victor ingin membuktikan Apakah Bianca benar-benar bisa menghianatinya lagi atau tidak, jika itu sudah terbukti maka mereka berdua akan sama-sama meninggalkannya dan Victor tidak akan mengambil tanggung jawab lagi sepenuhnya kepada Bianca. Dia juga punya alasan yang kuat untuk menghentikan pernikahan ini.
Paul terdiam sesaat memandang wajah Victor. Ia juga merasa kasihan kepada sahabatnya itu karena Victor mengambil tanggung jawab yang seharusnya tidak perlu dilakukan. "Well, I will help you but of course what it will be like later I don't know. Whether Bianca will accept me or not, I can't guarantee." Baiklah, Paul akan membantu Victor tetapi tentu akan seperti apa nanti, dia tidak tahu. Akankah Bianca menerima nya atau tidak, Paul tidak bisa menjamin.
Victor menganggukkan kepalanya. "Well that's the back end of things, at least you try it first.." itu urusan belakang setidaknya Paul harus mencoba saja dulu.
"You told me to start when??" Tanya Paul. Kapan Victor menyuruhnya memulai kapan.
"You can do it tomorrow because tomorrow I'm going to Washington DC for a few days. And Bianca is also going to Michael's boutique to take her wedding dress measurements, meet her there and get things started." Ucap Victor. Paul bisa melakukannya besok karena besok dia akan ke Washington Dc untuk beberapa hari. Dan Bianca juga akan ke butik Michael untuk melakukan pengukuran Gaun pengantinnya, Paul bisa menemui Bianca disana dan mulailah segala nya.
"Okay. Well, I'll give it a try." Gumam Paul, dia akan mencoba nya besok.
Victor pun mengucapkan terima kasih kepada Paul. Dan besok dia memang akan pergi ke Washington DC, dia akan menemani Aire untuk mengunjungi kakaknya dan itu akan jadi kesempatan untuknya bisa menghindari Bianca yang mengajaknya ke butik untuk mengukur gaun pernikahan yang akan digunakan Bianca nanti saat mereka menikah. Tentu saja Victor ingin menghindari Bianca dan dia ingin fokus kepada Aire saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...